Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 130 Mama jahat


__ADS_3

Helena melihat satpam yang masih berteleponan. Helena harus pergi dari sini, Helena tidak mau sekolah biasanya ayahnya yang mengantarkannya. Saat melihat satpam itu masih lengah Helena langsung pergi meninggalkan sekolah.


Helena berjalan dengan sangat cepat, takut nanti ketahuan. Helena tahu di mana kantor ayahnya bekerja dan Helena juga tahu rumah sakit ayahnya selalu datang. Helena akan datang ke sana, Helena harus bertemu dengan ayahnya.


Sedangkan Dimas yang akan ke rumah sakit melihat Helena sedang berjalan di trotoar dia mengerutkan kening "Apa aku tidak salah lihat itu Helena kan kenapa dia bolos"


Dimas yang sangat khawatir dengan keadaan Helena segera memarkirkan mobilnya, lalu menyeberang jalan untuk mengejar anaknya itu tapi sudah hilang" Kenapa sangat cepat sekali jalannya "


Dimas bertanya pada seorang pedagang yang ada di sana "Apa kamu tadi melihat anak kecil yang rambutnya diikat satu dan memakai seragam sekolah, tadi dia berjalan sendirian, apakah kamu melihat dia jalan kemana lagi "


Pedagang itu menggelengkan kepalanya "Saya tidak melihat ada anak kecil tadi lewat kemari, kami tak tahu Pak "


"Baiklah terima kasih"


Dimas sekarang mencari keberadaan Helena lagi, dia bahkan masuk ke dalam gang kecil tapi tidak ada. Lalu Dimas mencari lagi ke tempat lain, bahkan saat ada angkutan umum Dimas segera mengecek satu persatu tapi tidak ada. Kemana anaknya Helena kenapa menghilang seperti ini.


"Ke mana Helena, aku tidak salah lihat kan itu adalah Helena aku tidak mungkin salah lihat"


Dimas kembali masuk ke dalam mobil, saat melihat ada telepon, Dimas baru ingat hari ini ada operasi. Dimas cepat-cepat segera masuk ke dalam mobil untuk pergi ke rumah sakit. Semoga saja yang dilihat tadi salah bukan Helena ya semoga saja.


...----------------...


Amar memangku Helena dan membantunya untuk duduk "Kenapa kamu datang kemari Helena, seharusnya sekarang kamu sedang sekolah. Bukannya datang menyusul ayah. Kalau misalnya Mama tahu pasti Mama akan sedih sekali "


"Ayah kenapa kamu tidak datang ke rumah, kamu juga tidak mengantarkan aku sekolah. Aku ini sangat merindukan Ayah aku tidak mau tanpa Ayah, dan kenapa juga mama bilang kalau aku harus melupakan Ayah kenapa, bukannya ayah sebentar lagi akan tinggal bersama aku "


Bahkan Helena sudah menangis, dia tidak mau sampai kehilangan ayah terbaiknya ini. Helena tidak mau berpisah, Helena sudah terlanjur sayang.


Amar menghapus air mata Helena "Lebih baik sekarang kamu pulang, Mama tidak akan berbicara seperti itu lagi ayah janji, hanya sedang marah pada ayah makanya berbicara seperti itu nanti juga tidak akan lagi. Untuk sekarang ayah tak bisa kerumah dulu"

__ADS_1


"Ayah harus datang ke rumah. Ayah harus ke sana, aku tidak mau kalau sampai Ayah tidak datang lagi. Aku tidak bisa hidup tanpa ayah, aku ingin ayah selalu ada dengan kami"


Amar memindahkan Helena ke pangkuannya, lalu dia memeluk Helena dengan erat. Amar begitu menyayangi Helena Amar tidak hanya mencintai Ibunya dan menyayangi ibunya saja, tapi Ammar juga sudah menerima kedua anak dari Freya dia juga menyayangi kedua anak Freya.


...----------------...


Mama Astuti yang sedang membereskan rumah tiba-tiba saja mendapat telepon dari Dimas.


"Ada apa Dimas untuk hari ini kita tidak bisa bertemu, nanti saja ya "


"Iya Ma aku mengerti, tapi aku tadi melihat Helena aku yakin itu Helena tapi tiba-tiba saja menghilang dia masih memakai seragam sekolah lengkap, apa dia tidak masuk sekolah kenapa dia berjalan sendirian. Apa Freya tahu tentang ini "


"Apa, tapi tadi dia sudah diantar ke sekolah kok oleh kakaknya Irsyad kamu yakin itu Helena, kamu tak salah lihat Dimas "


"Aku tadi mencoba untuk tidak yakin dan melupakan segalanya, tapi aku terus ingat Dimas sekarang sudah ada di rumah sakit. Aku akan ada operasi tapi aku terus saja mengingat Helena aku sangat khawatir dengan keadaannya Ma "


"Saat aku akan ke rumah sakit, tapi masih jauh Mah, aku begitu khawatir dengannya aku sudah mencarinya kemana-mana tapi aku tidak ketemu. Bahkan aku sudah bertanya pada pedagang yang ada di sekeliling itu mereka juga tidak tahu"


"Baiklah baiklah Mama akan berbicara dulu dengan Freya Mama matikan dulu "


"Iya Mah nanti kabari aku lagi ya"


Astuti segera berlari ke arah Freya yang sedang makan lalu mengguncang tangan anaknya itu "Ada apa Mah"


"Dimas melihat anakmu sedang berjalan, di jalan sendirian dia tidak masuk ke sekolah"


"Mama yakin. Padahal tadi Irsyad sudah menelponku kalau dia sudah mengantarkan adiknya"


"Iya tapi Dimas mengatakan itu, ayo kita susul Mama sangat khawatir kita cari Helena pasti sekolah kembali kehilangan Helena. Selalu saja seperti itu sebaiknya kamu Freya memindahkan saja Helena ke sekolah yang lebih ketat lagi penjagaannya"

__ADS_1


Freya yang sedang makan langsung melepaskan sendok dan juga garpunya, dia bergegas mengambil tas dan kunci mobilnya baru saja mereka akan keluar muncul Amar dan juga Helena.


Helena hanya mengumpat di belakang Amar. Dia sangat takut dengan mamanya, Helena takut Mamanya marah-marah padanya lagi.


"Kenapa dia bisa bersamamu "ucap Freya


"Tadi dia datang ke rumah sakit, dia mendatangiku Freya"


Tatapan Freya langsung menatap ke arah anaknya "Kenapa kamu melakukan ini Helena. Seharusnya kamu tidak melakukan ini. Sudah kamu Amar pulang saja biar aku yang mengurus Helena, aku bisa mengurusnya tanpa kamu aku bisa mendidiknya dengan benar "


Amar terlebih dahulu berjongkok dan menatap Helena "Kamu tidak boleh seperti itu lagi ya. Ayah harus pulan, kamu jangan membantah Mamah lagi, Ayah pulang sekarang ya"


"Tapi ayah akan kemari lagi kan jangan tinggalkan aku"


"Iya nanti ayah akan ke sini. Ayah pulang dulu ya" Amar mencium kening Helena.


Amar langsung bangkit lagi dan menatap Freya sekilas. Lalu pergi dari rumah itu Amar tidak mau membuat amarah Freya makin besar dan nanti Helena yang jadi sasarannya.


"Kenapa Mama jahat sekali, kenapa mama tega sekali menyuruh ayah pergi. Aku tidak mau jauh dari ayah aku ingin tetap bersama ayah, mama ini kenapa sih keras kepala sekali aku akan tetap menemui ayah"


"Sudah aku bilang kan kamu tidak boleh menemui Paman Amar, Mama dengan paman Amar sudah tidak ada hubungan lagi, dia juga bukan ayahmu Helena kamu harus mengerti. Kamu kabur dari sekolah hanya untuk menemui Paman Amar, apakah itu baik seharusnya kamu itu sekolah belajar bukannya seperti itu"


"Mama itu egois Mama itu sudah memisahkan aku bersama ayah kandungku, lalu sekarang mama memisahkan aku dengan ayah Amar, aku hanya ingin Ayah aku hanya ingin dia. Mama itu sangat menyebalkan Mama itu sangat jahat, Mama itu perempuan jahat yang memisahkan aku bersama Ayahku, sekarang bersama ayah Amar saja aku tidak boleh "


"Mama Seharusnya jangan egois seperti itu. Aku hanya ingin bersama ayah Amar. Aku tidak mau seperti ini terus. Aku akan terus melakukan hal itu aku akan terus menemui Ayah Amar. Aku akan terus bolos sekolah pokoknya aku ingin bersama ayah Amar"


"Aku benci dengan Mama aku benci"


Helena berlari ke arah kamarnya, Freya yang mendengarnya sungguh lemas, anaknya membencinya. Mama Astuti langsung membantu Freya untuk duduk.

__ADS_1


__ADS_2