
Tanpa banyak bicara lagi Freya menarik tangan anaknya Irsyad tidak peduli dengan orang yang berteriak-teriak memanggil Irsyad untuk tanggung jawab. Freya tidak mau anaknya terus di sini dan dituduh.
Karena Freya yakin kalau anaknya ini tidak salah, kalau Irsyad itu tidak mungkin melakukan hal yang sangat memalukan itu, Freya begitu mengenal bagaimana anaknya.
Amar dan juga Dimas mengikuti Freya, Dimas langsung memberhentikan langkah Freya. Dimas ingin berbicara dengan Freya.
"Aku akan mengurusnya di sini, lebih baik kamu bawa Irsyad pulang. Aku yang akan menyelesaikan kan Freya"
"Memang itu yang akan aku lakukan untuk apa aku tinggal di sini terus-menerus. Memang aku akan membawa anakku pulang, dia tak salah apa-apa lalu apa yang harus dipertanggungjawabkan di sini tidak ada"
"Baiklah aku akan mengurus segalanya di sini, kamu bisa tenang. Aku yakin Irsyad tidak mungkin melakukan itu, anakku tak akan gegabah. Memangnya kamu yang bisa melakukan itu tanpa menikah dulu, jadi jangan samakan anakku dengan kamu "
Jadinya Freya malah membahas tentang masa lalu, saking sudah kesalnya dengan tingkah orang tua Laila merembet kemana-mana.
"Tentu saja anakku tidak akan sejahat itu, aku tahu Freya "
Dimas juga tidak marah, Freya berkata seperti itu karena memang kebenarannya seperti itu tidak pernah ada yang salah. Memang dirinya laki-laki brengsek dan anaknya tak mungkin seperti itu.
Freya kembali berjalan dan masuk ke dalam mobil anaknya. Amar sendiri tidak ikut karena dia juga harus menyelesaikan masalah ini, takutnya nanti malah akan keluar dari pembicaraan keluarga dan malah membuat Freya jelek di hadapan banyak orang dan juga Irsyad.
Bukan apa-apa Amar tidak mau neneknya sampai mendengar hal ini dan nanti malah akan makin tidak merestui hubungannya dengan Freya. Amar tidak mau sampai bertengkar lagi dengan keluarganya hanya karena kesalahpahaman ini.
"Kamu tahu masalahnya Dimas, kenapa sih menjadi seperti ini "
"Aku juga tidak tahu, tadi tiba-tiba saja Jordi mendatangiku dan mengatakan kalau Irsyad tadi bertengkar dengan laki-laki tadi, ternyata itu Ayahnya Laila yang katanya anaknya dihamili oleh Irsyad. Aku juga kaget mendengarnya "
"Tapi tidak mungkin kan Irsyad menghamili perempuan itu, masa sih aku benar-benar tak percaya"
"Tentu saja tidak mungkin Irsyad melakukan itu, dia bukan laki-laki yang seperti itu. Aku sangat tahu bagaimana anakku itu. Irsyad terlalu lugu kalau harus dituduh, apalagi dia sudah ngotot kalau dia tidak melakukannya jika memang Irsyad melakukannya dia pasti akan jujur"
"Sudah yuk kita masuk biarkan Freya dan juga Irsyad pulang, kalau misalnya Freya disini juga pasti nanti akan ada pertengkaran yang lebih hebat lagi "
Dimas menganggukan kepalanya mereka kembali ke ruangan Jordi, untuk jangan sampai masalah ini keluar ke mana-mana dulu, sampai bukti itu keluar sampai semuanya kelir dan anak yang ada di dalam perut Layla itu anak siapa.
...---------------...
"Mah, Mama percaya kan kalau Irsyad gak kayak gitu "tanya Irsyad dengan sangat khawatir, Irsyad sangat takut kalau mamanya percaya dengan kata-kata Laila, karena Irsyad benar-benar tidak melakukan itu.
Freya menatap anaknya dengan tatapan yang lelah, Freya benar-benar sangat lelah sekali dengan semua masalah yang terus saja muncul dalam hidupnya ini.
"Mama percaya, mana mungkin kamu melakukan itu coba ceritakan semuanya pada Mama kenapa kamu tiba-tiba bisa dituduh seperti itu Irsyad. Mama tahu bagaimana kamu di rumah kenapa tiba-tiba seperti ini na, bukannya katamu perempuan itu yang mengejar-ngejar mu"
"Lalu kenapa sekarang dia malah menuduh yang tidak-tidak seperti itu sama kamu. Mama benar-benar tidak terpikirkan sampai ke sana, apa mungkin dia datang ke rumah waktu itu menangis dan ingin diantarkan pulang denganmu itu akan berbicara tentang kandungannya ? "
"Iya memang dia yang mengejar-ngejar Irsyad, mana mungkin Irsyad melakukan hal seperti itu. Sedangkan Irsyad saja masih trauma dengan apa yang Ayah lakukan " Irsyad langsung menutup mulutnya dia malah mengatakan hal itu.
"Kamu_ "
"Tidak-tidak mah, Irsyad sudah tidak trauma lagi Irsyad hanya salah bicara saja Irsyad tidak mungkin melakukan hal itu sebelum menikah mah. Dia datang ke rumah bukan untuk berbicara hal itu, dia hanya ingin menanyakan siapa pacar Irsyad"
Freya tidak menjawab dan diam cukup lama, sekarang Freya fokus ke arah jalan, yang menyetir Freya sendiri bukan Irsyad.
__ADS_1
"Sudah jelaskan pada Mama kenapa bisa kamu dituduh seperti itu, mama benar-benar binggung dengan semua ini "
Flashback on
Irsyad yang tadinya mau putar balik lagi dan pulang tidak jadi, dia melangkah ke arah ruangannya Laila, di sana Irsyad melihat ada laki-laki paruh baya yang menatapnya dengan sangat tajam.
Siapa itu, Irsyad baru pertama kali melihatnya apakah itu orang tua Laila? Tapi kenapa dia menatap Irsyad seperti itu, seperti membencinya padahal belum pernah bertemu kan mana mungkin orang yang belum bertemu menatapnya seperti itu.
"Kamu Irsyad"
"Iya om" jawab Irsyad dengan sopan dan akan menyalimi laki-laki paruh baya itu.
"Kurang ajar kamu"
Irsyad langsung dihajar oleh laki-laki paruh baya itu, Irsyad yang tidak tahu apa-apa tentu saja menangkis semua pukulan itu. Karena Irsyad tidak tahu apa masalahnya ini.
"Tunggu dulu om, tunggu apa ini masalahnya kenapa tiba-tiba aku datang-datang dipukuli apa masalahnya. Jelaskan padaku dulu jangan seperti ini"
"Ah kamu ini dasar laki-laki tidak berguna kamu menghamili anakku, kamu telah menghancurkan masa depannya kamu ini benar-benar ya"
Irsyad yang dari tadi terus menangkis akhirnya bengong dan terkena pukulan-pukulan dari laki-laki itu. Hamil Laila, olehnya kapan ? Pikiran Irsyad benar-benar kosong sekarang, kenapa tiba-tiba dirinya yang dituduh seperti ini kapan melakukannya dan di mana?
Laki-laki paruh baya itu langsung dipegang oleh beberapa orang, di sana juga sudah ada Jordi dan juga Dimas. Karena pertengkaran ini membuat sangat heboh sekali, bahkan orang-orang yang sedang menunggu pasien keluar dari dalam kamar.
"Lepaskan aku, anak ini harus tanggung jawab anak itu harus tanggung jawab. Jangan membelanya dia itu anak kurang ajar"
"Ini adalah rumah sakit jangan membuat masalah "ucap Jordi yang kesal dengan tingkah bapak-bapak yang ada di hadapannya ini.
Irsyad disuruh datang kemari hanya untuk dituduh menghamili Layla, Irsyad benar-benar tidak menyangka kalau akhirnya akan seperti ini berarti tadi firasatnya benar kan kalau dirinya akan menjadi sebuah umpan dan akan disalahkan dalam satu masalah.
Kalau tahu akan seperti ini Irsyad tidak akan datang lebih baik tadi meneruskan tidurnya saja. Tak akan memar juga kan wajahnya ini.
Saat ada di ruangan itu mereka semua duduk. Laki-laki paruh baya itu masih menatap Irsyad dengan marah dan berapi-api, tapi Irsyad tentu saja masih melamun dia masih mencerna semua apa yang terjadi dengan dirinya ini.
"Laki-laki itu telah menghamili anakku, dia harus bertanggung jawab apapun keadaannya aku tak mau ya anakku harus menderita sendirian, jika anakku harus putus kuliah maka dia pun sama "sambil menunjuk ke arah Irsyad.
"Aku tidak pernah menghamili Laila, aku juga tidak punya hubungan apa-apa dengannya. Lalu kenapa tiba-tiba aku yang dituduh. Aku saja tidak dekat dengannya, jangan asal berbicara seperti ini "
"Laila sendiri yang berbicara kalau kamu yang telah menghamilinya, jangan mengelak lagi. Jadi laki-laki itu harus tanggung jawab jangan seperti ini"
Irsyad menggelengkan kepalanya dengan kuat Irsyad juga menatap Dimas "Aku tidak pernah melakukan itu kamu percaya padaku kan, aku benar-benar sudah difitnah disini "
"Ayah percaya denganmu, mana mungkin ayah tak percaya dengan kamu "
Sekarang Dimas yang berbicara "Anakku tidak mungkin melakukan itu Pak, kenapa tidak berbicara dengan baik-baik dulu kenapa harus langsung main fisik. Memangnya Bapak sudah punya bukti kalau anak saya yang telah melakukannya, kalau anak saya yang telah bersalah apa sudah ada bukti ? "
"Oh jadi anda adalah ayahnya. Bagaimana anda mendidik anak anda ini sampai-sampai dia menghamili seorang anak yang masih sekolah yang masih kuliah masa depannya masih panjang. Masih banyak yang harus anakku raih "
"Ada bukti Pak. Aku ingin bukti bukan hanya kata-kata saja seperti itu, anakku juga masih kuliah dan dia juga masih panjang masa depannya dan cita-citanya juga belum terwujud" tanya Dimas dengan pelan-pelan.
Dimas tidak mau tersulut emosi dan nanti masalahnya malah akan makin besar "Saya minta bukti kalau benar memang anak saya yang bersalah maka hari ini pun saya akan menikahkan Irsyad dengan anak bapak, saya hanya butuh bukti, tak sulit kan untuk anda jika anda bisa menuduh seperti itu, berarti anda sudah siap dengan segala buktinya"
__ADS_1
"Alah tidak usah bukti-bukti, sudah jelas-jelas kalau anakmu ini yang telah menghamili anakku. Tidak usah mengelak lagi semuanya sudah terjadi kan semuanya sudah ada buktinya kalau anakku hamil. Anak yang ada didalam kandungan anakku itu, adalah anak dari laki-laki itu " kembali dia menunjuk Irsyad.
"Iya memang anak bapak hamil, tapi buktinya yang melakukannya Irsyad yang menghamilinya Irsyad mana. Aku ingin bukti itu bukan hanya bukti anak bapak yang hamil, kalau seperti itu akan banyak dong nanti orang-orang yang menuduh laki-laki manapun menghamilinya, hanya dengan perut yang buncit saja benar kan"
Ayahnya Laila langsung diam, dia tidak bisa bicara apa-apa tapi dengan keras kepala dia terus menuduh Irsyad, kalau Irsyad lah yang telah menghamili anaknya. Kalau Irsyad lah yang sudah bersalah atas semua kejadian ini, dia benar-benar tidak mau mengalah dalam hal apapun itu.
"Intinya anak laki-laki ini yang telah melakukannya. Aku mau tanggung jawab dia, aku ingin dia secepatnya menikahi anakku. Aku tidak mau ya nanti aku malah malu karena hal ini, aku mau secepatnya mereka menikah saja sudah itu saja yang aku mau tak ada yang lain lagi "
"Kami butuh bukti, kami satu keluarga tidak akan pernah menikahkan Irsyad dengan anak bapak jika tidak ada bukti begini saja, nanti jika perut anak bapak itu sudah terlihat besar kita langsung melakukan tes DNA. Aku yang akan merekomendasikan siapa dokternya nanti"
"Apa kamu ingin membuat anakku tidak baik-baik saja, dia itu sedang mengandung dan tidak bisa langsung tes DNA. Tidak aku tidak setuju aku tak akan pernah mau melakukan hal itu, aku tak sudi melakukannya "
"Semuanya bisa dilakukan, aku tidak akan pernah menikahkan anakku sebelum aku tahu kalau anak yang ada di perut anakmu itu adalah anak Irsyad, karena kami sangat tahu bagaimana perilaku Irsyad di rumah"
"Memang ya kalian ini pengecut kalian itu egois sekali, tak memikirkan bagaimana nasib orang lain, hanya ingin memang sendiri saja "
"Ya kalau begitu berikan kami bukti yang valid, kalau memang Irsyad yang telah menghamili anak bapak apa mungkin Irsyad pernah datang ke rumah mengantarkan Laila, atau mungkin mereka pernah berpacaran di rumah ? "
"Tidak"
"Ya kalau tidak ada, lalu kenapa Bapak tiba-tiba menuduh anak saya kalau dia yang sudah menghamili anak bapak. Bapak itu sebenarnya tidak punya bukti apa-apa Pak. Bapak bisa saja loh nanti di sini yang salah"
"Tapi Laila sudah mengatakan kalau dia lah yang telah menghamilinya, Laila tak mungkin berbohong "
"Iya mungkin Laila hanya ingin menuduh Irsyad saja bisa saja begitu kan"
"Jadi kamu ingin menuduh anakku telah memfitnah anakmu"
"Bisa saja begitu"
Ayahnya Laila sudah berdiri akan menghajar Dimas, Jordi tentu saja menahan itu. Jangan sampai ada keributan lagi. Jordi tidak mau pasien-pasien di sini terganggu karena semua kejadian ini.
"Duduk kita selesaikan masalahnya dengan pelan-pelan aku akan menghubungi ibunya, dia yang lebih tahu bagaimana kegiatan anak ini di rumah, bahkan Irsyad itu lebih suka diam di dalam kamar kita telepon ibunya dia yang tahu semuanya "Jordi sudah memutuskan segalanya, lebih baik menghubungi Freya saja kan daripada nanti makin panjang dan urusannya makin kemana-mana kasihan juga kalau memang benar Irsyad tidak salah dituduh seperti ini oleh orang lain.
Akhirnya ayahnya Laila tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya bisa pasrah dan mengikuti apa kemauan dari orang yang punya gedung ini.
Flashback of
"Mama percayakan sekarang kalau Irsyad tidak mungkin melakukan itu kan "
"Mama selalu percaya dengan kamu Irsyad. Tapi nanti kalau ada apa-apa kamu harus bisa bekerja sama dengan baik ya. Mama tadi juga udah ketemu sama Laila kayaknya ada yang disembunyikan sama dia deh"
"Ya makanya mah dia itu cuma mau nuduh aku aja, kenapa juga tiba-tiba aku menghamili dia. Sedangkan aku nggak suka sama dia, sedangkan aku saja selalu menolaknya anak-anak juga tahu mah satu kampus juga tahu kalau aku tuh sering jauhi Laila, masa tiba-tiba aku menghamilinya, gimana cara aku menghamilinya coba Ma "
"Iya sayang tenang Mama akan membantu kamu sampai tuntas, pokoknya masalah ini akan selesai dengan secepatnya"
"Iya Mah Irsyad bener-bener nggak salah, kalau emang Irsyad salah pasti Irsyad Akan tanggung jawab"
Freya hanya bisa tersenyum kecil saja, baru saja dirinya dan juga Amar kembali akan bahagia akan bersatu, mereka akan bersama lagi tapi sekarang masalah baru sudah muncul lagi.
Anaknya tiba-tiba dituduh menghamili anak orang lain, sungguh hidupnya ini tidak lepas dari sebuah cobaan kenapa harus saja selalu seperti ini. Kapan hidupnya ini akan bahagia, kapan hidupnya ini akan baik-baik saja seperti orang lain. Freya begitu ingin hidupnya tenang tak ada masalah.
__ADS_1