Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 68 Ketahuan semuanya


__ADS_3

Benar saja saat Freya bangun Dimas sudah tidak ada di sampingnya. Freya kemarin malam melihat kalau suaminya sudah ada di sampingnya sedang tertidur dengan pulas. Freya juga tidak berani membangunkannya.


Bahkan saat Freya akan mengecek ponselnya, kuncinya sudah diganti tak sama lagi, semuanya sepertinya sengaja melakukan. Itu berarti memang ada apa-apa ini, suaminya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Untuk menenangkan hati anaknya dan juga dirinya sendiri Freya harus mengikuti Dimas, Freya harus mengikuti suaminya itu dimulai dari apartemennya Gea. Freya akan ke sana akan mencari tahu apakah benar suaminya ada di apartemen Gea atau di mana, hatinya mengatakan kalau suaminya berangkat kesana.


Freya bergegas mengambil tasnya. Bahkan dia tidak berpamitan pada ibu mertuanya ataupun pada anaknya. Freya harus pergi cepat, takut-takut malah tidak ke ke kejarkan. Freya tak mau menunda-nunda lagi sudah banyak kejanggalan yang dilakukan oleh suaminya itu.


Freya bahkan menjalankan mobilnya dengan sangat kencang, saat sudah sampai di parkiran apartemen Freya memarkir kan mobilnya dan dari kejauhan dia tahu kalau itu ada mobil Dimas.


Dimas benar-benar datang kemari, sebenarnya mereka mau ke mana sampai-sampai pagi-pagi sekali suaminya sudah ada di sini. Dimas ingin main-main dengannya ternyata.


Freya berjalan dengan langkah yang cepat. Dia ingin tahu apa yang sedang suaminya lakukan bersama Gea. Freya mulai percaya dengan kata-kata anaknya dan juga Erik sepertinya memang benar yang mereka ucapkan, kalau dua orang ini memang selingkuh.


Jantung Freya sudah berdegup tak karuan Freya begitu takut melihat mereka berdua berselingkuh, sebenarnya Freya akan kembali lagi, tapi dia harus mengeceknya dulu agar nanti tak penasaran. Freya harus membuktikan semua ini.


Freya membuka pintu dengan sangat perlahan, samar-samar Freya mendengar suara percakapan seseorang. Itu adalah suara suaminya dan juga Gea, ya Freya tak salah mendengar dan tak salah mengenali itu memang benar-benar mereka berdua.


Freya melongok dan dia mendapati suaminya sedang memeluk Gea dari belakang, tak terasa air matanya langsung mengalir badannya begitu lemas melihat pemandangan ini. Kenapa Freya tidak percaya dengan kata-kata anaknya.


Padahal video itu sudah tentu menyatakan kalau suaminya itu memang selingkuh dengan Gea. Hanya Freya saja terlalu bodoh dan berpikir positif kalau itu hanya kebetulan dan anaknya benci pada Gea bodoh kan bodoh sekali dirinya ini.


Freya sampai ambruk dan terjatuh. Tentu saja dua sejoli itu langsung melepaskan pelukan mereka dan melihat ke arah Freya. Dimas tentu saja kaget dia akan mendekati Freya tapi Freya langsung berteriak "Tidak usah mendekatiku. Aku tidak sudi didekati oleh laki-laki sepertimu, menjauh dariku Dimas "


Gea juga sama kagetnya. Gea kaget kalau Freya akan datang kemari. Padahal mereka akan berlibur, padahal Gea akan menikmati hari-harinya bersama Dimas. Tapi ini malah datang Freya dan menghancurkan semuanya.


Freya mencoba untuk kuat. Dia bangkit dan mendekati Dimas dan juga Gea. Ditatapnya satu persatu orang dihadapannya. Freya begitu kecewa pada mereka berdua, kenapa harus seperti ini. Freya menampar Gea dengan sangat kencang sekali, Gea sampai meneteskan air mata saking kerasnya tamparan yang Freya lakukan.


Freya belum puas dia menampar kembali di sisi kanannya. Dimas hanya bisa diam dan tidak bisa melakukan apa-apa, Dimas sama sekali tak membela Gea, dia juga masih kaget kalau Freya akan datang kemari dan mengetahui semuanya.


"Ternyata benar orang yang pernah berkhianat pada kita akan melakukan apa yang pernah dia lakukan lagi. Sia-sia aku menolongmu Gea tapi balasannya seperti ini, kamu mengkhianati aku sampai-sampai kamu merebut suamiku. Puas kamu Gea puas " sambil menarik rambut Gea.

__ADS_1


"Aku bisa jelaskan semuanya, lepaskan Freya ini sangat sakit sekali " ucap Gea dengan air mata yang sudah mengalir bahkan melebihi air mata Freya.


"Menjelaskan apalagi. Memang kenyataannya kamu seperti itu kan perempuan yang tidak benar, perempuan yang hanya ingin suami orang saja, kamu jelas tahu kan kalau Dimas itu adalah suami aku. Dia itu suami aku tapi kamu selama ini buta ga lihat kalau yang ada dengan kamu itu adalah suami aku. Apa aku terlalu baik sama kamu makannya kamu berani lakuin ini sama aku "sambil melepaskan jambakannya dan ada beberapa helai rambut Gea yang menempel di tangan Freya.


"Aku benar-benar kecewa. Bahkan aku sekarang berpikir dua kali untuk menolong seseorang lagi, ternyata orang yang selama ini aku tolong, lindungi malah menghianatiku.Benar-benar aku kecewa denganmu Gea, untuk kedua kalinya kamu membuatku kecewa. Apalagi yang akan kamu rebut dariku harta iya, kamu ingin hartaku ingin apalagi hah, ayo agar kamu puas mengambil apa yang aku punya " teriak Freya yang sudah sangat marah sekali dengan Gea yang hanya diam sambil menangis. Dasar air mata buaya.


Lalu sekarang Freya menatap suaminya. Freya menarik tangan suaminya dan memberikan sebuah kunci "Selamat Dimas aku sudah membelikan mu sebuah klinik dan kamu bisa memulainya sekarang. Semoga saja kamu akan bisa mengelolanya dengan baik dan siapa tahu kamu juga mau mengelolanya dengan perempuan seperti dia, Selamat ya atas hubungan kalian berdua. Rasanya aku masih tidak percaya kalau aku akan dikhianati untuk kedua kalinya oleh perempuan ini dan kamu juga tidak bisa menjaga perasaanku. Aku salah selama ini, aku terlalu percaya dengan kamu Dimas semua kata-katamu itu ternyata bohong. Semua kata-katamu itu ternyata hanyalah sebuah ungkapan kebohongan aku benar-benar kecewa dengan kamu "


Freya melangkah pergi dari sana dengan badan yang lunglai dan lemas sekali. Rasanya masih tak menyangka semua ini akan terjadi padanya. Dimas tentu saja langsung mengejar istrinya yang terduduk di tangga sambil menutup wajahnya.


Tangisan Freya begitu menyakitkan yang didengar oleh Dimas. Dimas memegang bahu Freya tapi Freya langsung melepaskannya "Tidak usah pegang aku, pergi sana nikmati perselingkuhanmu itu puas kamu menyakiti aku. Puas Dimas "teriak Freya tak peduli dengan penghuni apartemen yang akan mendengarnya. Sekalian saja agar merekat tahu kalau disini ada yang sedang berselingkuh.


"Aku bisa jelaskan semuanya Freya, kita bicara di rumah ya jangan seperti. Kita perbaiki semuanya "


"Apa yang perlu kita bicarakan lagi apa. Apa saja yang sudah kamu lakukan dengan perempuan itu hah apa, kamu gila ya Dimas kamu berani buat aku sakit hati kayak gini. Aku udah berusaha untuk menjadi sempurna buat kamu tapi apa balasannya malah kesakitan, gila kamu ya "


Dimas diam. Dimas sampai meneteskan air matanya dia benar-benar kecewa dengan dirinya sendiri. Dimas merasa bersalah atas apa yang dia lakukan. Perempuan yang selama ini Dimas sayangi, cinta disakiti olehnya begitu dalam. Dimas benar-benar tak menyangka semua ini akan terjadi dalam kehidupannya.


"Kamu tidak usah menemuiku, tidak usah membahas apapun lebih baik kamu pergi pergi dariku. Temui perempuan itu dia lebih membutuhkanmu kan daripada aku, sana bahagiakan perempuan itu, sana pergi aku tidak mau melihat kamu Dimas "


...----------------...


Dimas dan juga Freya datang ke rumah dengan berbarengan, Dimas melihat Freya yang melangkah sangat pelan dan juga dengan tatapan kosong Freya masuk ke dalam kamar dan menguncinya.


Dimas tentu saja yang khawatir langsung menggedor pintunya, tapi tidak ada respon. Tidak butuh waktu lama pintu dibuka Freya tersenyum menatap Dimas dengan pakaian yang sangat disukai Dimas. Lalu Freya juga meniru gaya Gea.


Dimas yang melihatnya hanya bisa diam, dia tak mampu untuk berbicara apa-apa istrinya sampai berpenampilan seperti Gea.


"Bagaimana apakah aku sudah sama dengan Gea, apakah aku sudah sama cantiknya lihat aku sudah membuat diriku sama sepertinya. Kamu bisa melihatnya kan Dimas, bagaimana menurutmu apa ada yang kurang aku akan menambahkannya ayo bicara denganku " Freya berbicara seperti itu dengan senyum yang lebar dan juga air mata yang tidak bisa ditahan.


"Freya aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf jangan seperti ini cukup jadi diri kamu sendiri. Kamu lebih baik dari pada perempuan manapun "

__ADS_1


"Apa yang kurang dariku Dimas. Coba lihat baik-baik apa aku kurang perhatian, aku kurang sayang sama kamu atau apa yang belum aku miliki dari Gea . Coba kamu bilang sama aku apa yang menurutmu kurang dari aku. Sampai-sampai kamu lakuin ini sama aku, kenapa Dimas kamu tega kamu bilang aku lebih baik dari perempuan manapun, lalu kenapa kamu selingkuhi aku Dimas kenapa " teriak Freya sampai urat urat dilehernya menegang.


Dimas tidak bisa menjawab, karena istrinya sama sekali tidak ada kurangnya. Dimas sama sampai menangis Dimas benar-benar menyesal atas apa yang dia lakukan. Freya keluar dari kamar dia duduk di ruang tamu sendirian dengan pakaian yang tadi, masih yang tadi belum berganti bahkan Freya sampai meniru dandanan Gea.


Freya menangis diam di sana sendirian, masih tidak menyangka kalau suaminya bisa selingkuh darinya. Kalau suaminya bisa menghianatinya sedalam ini. Kenapa harus seperti ini jalan hidupnya. Kenapa saat dirinya ingin menolong orang malah kesakitan yang dia dapatkan. Bukannya kebahagiaan.


"Mama jangan menangis, Mama ada Irsyad"


Tangis Freya malah makin menjadi-jadi saja saat anaknya memeluknya begitu erat, Freya begitu tak kuat menahan semua ini rasanya sakit sekali. Di khianati oleh dua orang sekaligus yang dia sayangi dan sangat Freya percayai.


Bahkan Freya sampai meragukan anaknya sendiri, orang-orang di sekitarnya yang mewanti-wanti dirinya. Ternyata kebenarannya begitu menyakitkan sekali.


"Mama tolong jangan menangis Mama, Irsyad ada di sini. Irsyad akan selalu ada disamping Mama. Irsyad tak akan pernah meninggalkan Mama seperti laki-laki itu "


Irsyad tentu saja sakit hati saat tadi dia pulang sekolah malah melihat mamanya yang sedang menangis seperti ini. Sudah tahu pasti Mamanya sudah melihat kelakuan ayahnya, karena Ayahnya ada di rumah dia hanya diam dengan air mata yang mengalir.


Sebenarnya Irsyad ingin sekali memukul ayahnya, tapi dia tidak mau membuat Mamanya makin kesakitan, Irsyad tak mau Mamanya makin terpuruk melihat dirinya yang memukul suaminya.


Dimas mendekati anak dan istrinya "Maaf Ayah sudah mengecewakan kalian berdua. Ayah telah membuat kalian harus seperti ini ayah tidak bermaksud melakukan ini, ayah benar-benar minta maaf pada kalian berdua tolong jangan seperti ini. Kita bicara dengan baik-baik ya "


"Sudah cukup. Memangnya dengan maaf semuanya akan kembali lagi, apakah Mama akan kembali lagi seperti semula apakah Mama akan tersenyum lagi. Ayah sudah membuat aku sakit hati, Ayah sudah menghancurkan aku, kenapa Ayah lakukan ini sama mama, sebenarnya apa yang sudah Mama buat pada ayah sampai-sampai ayah melakukan ini. Kenapa Ayah sangat jahat sekali kenapa Ayah jawab ayah kenapa "


"Mamamu tidak pernah melakukan apa-apa pada ayah, hanya ayah saja yang bodoh berselingkuh dan menghianati mamamu. Disini Ayah yang salah "


Irsyad bangkit dan tanpa banyak bicara lagi Irsyad memukul ayahnya, Irsyad melampiaskan semua rasa sakit mamanya pada ayahnya itu, tidak peduli dengan teriakan mamanya yang suruh dia berhenti. Saat ini Irsyad begitu marah dengan ayahnya Irsyad sakit hati dengan apa yang ayahnya lakukan.


Irsyad tak bisa mengontrol kemarahannya lagi, tidak peduli yang di hadapan ini adalah ayahnya. Berani menyakitinya berarti berani berhadapan dengannya.


"Aku benci Ayah, aku benci sampai kapanpun aku akan terus membenci Ayah, meskipun suatu saat nanti mama memaafkan Ayah aku tidak akan pernah memaafkanmu. Kamu adalah Ayah terburuk, kamu adalah Ayah yang sangat buruk sekali, aku menyesal pernah mengagumimu. Aku menyesal telah pernah menyayangimu. Aku benci padamu benci sekali benci"


"Irsyad cukup Irsyad dia ayahmu, sudah nak jangan seperti itu "

__ADS_1


Freya mencoba menahan anaknya, Freya memeluknya dengan erat mereka berdua menangis bersama-sama. Dua orang langsung yang disakiti oleh Dimas. Dimas sudah menghancurkan hati mereka berdua dengan cinta sesaatnya itu. Dimas tidak memikirkan bagaimana kedepannya dan sekarang terjadi seperti ini kan.


Dimas tak menyangka semuanya akan melebar seperti ini, bahkan anaknya sendiri tersakiti oleh perselingkuhannya ini. Dimas benar-benar tak pernah berfikir kesana.


__ADS_2