
Irsyad datang ke rumah Laila dia sudah mendapatkan bukti yang begitu valid sekali. Irsyad sudah mendapatkan siapa laki-laki yang menghamili Laila, dan ceritanya sudah mengalir begitu saja dari mulut laki-laki itu langsung.
Bahkan laki-lakinya sudah ada di dalam mobil dan Irsyad kunci di sana agar tidak bisa kemana-mana, sekarang Irsyad dulu yang akan menjelaskan semuanya. Ingin tahu dulu bagaimana respon Laila.
Irsyad mengetuk pintu dengan pelan, yang membuka ternyata Ibunya dan ternyata ayahnya juga di sana, mereka sepertinya memang sengaja menunggu Irsyad datang kemari.
"Nah ini anak yang harus tanggung jawab itu, kenapa baru datang mana orang tuamu seharusnya orang tuamu datang kemari untuk melamar anakku. Bukannya kamu datang ke sini dengan tangan kosong, jangan permainkan keluarga kami lagi ya "
"Kata siapa aku akan melamar anak om, aku kemari ingin memberikan sebuah bukti kalau bukan aku lah pelakunya, aku sudah menemukan siapa pelakunya dan ini aku punya rekamannya. Aku sudah punya bukti, Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan masa depanku hanya untuk bertanggung jawab apa yang tidak aku lakukan "
"Jangan mengelak lagi kamu ingin menuduh orang lain sekarang. Apa kamu tidak malu setelah menghamili anakku dan menuduh orang lain, kamu ini ya bena-benar anak tidak tahu malu "
"Tidak usah marah-marah seperti itu om, dengarkan dulu isi dari video ini dari rekaman ini aku akan memberitahu semuanya aku akan membeberkan semuanya. Om tidak usah begini nanti malu sendiri. Lebih baik lihat dulu apa yang aku punya ya "
Irsyad masih berbicara baik-baik bukan apa-apa yang sedang berbicara dengannya ini adalah orang tua.
"Awas aja kalau kamu bohong, aku akan menghabisi mu sekalian saja, daripada kamu hidup tapi tidak mau bertanggung jawab dengan anakku ini "
"Silakan aku terima apapun yang akan kamu lakukan jika nanti aku bohong. Aku tidak peduli yang terpenting harga diriku terselamatkan dan jika aku benar om dan juga anak Om serta tante melakukan siaran langsung dan meminta maaf langsung di media. Aku tidak mau namaku tercemar aku tahu kalian sudah menyebarkan semuanya kalau aku lah pelakunya. Aku tidak mau tahu itu kalau tidak aku akan membawa kasus ini ke kantor polisi, aku akan mengusutnya sampai selesai dan aku tidak peduli meskipun nanti Laila di penjara sedang mengandung"
Ayahnya Laila tidak menjawab. Dia langsung membuka pintu dan memperbolehkan Irsyad untuk masuk, sebelum menyalahkan rekaman itu Irsyad kembali menatap kedua orang tuanya Laila.
"Aku ingin Laila juga ke sini. Biarkan anak perempuan om itu yang paling cantik yang paling suka berbohong itu mendengarkan semuanya agar dia malu sendiri, agar dia bisa mendengar apa saja yang telah dia lakukan selama ini dengan seorang laki-laki "
Ibunya Laila tanpa banyak basa-basi lagi langsung memanggil anaknya, dan Laila sudah senang saat ada Irsyad kemari dia berpikir kalau Irsyad akan bertanggung jawab dan melamarnya. Layla sudah senyum-senyum dari tadi dia duduk di samping ibunya.
Ternyata tidak sia-sia semalam dirinya datang ke rumah Irsyad, akhirnya Irsyad datang dan akan melamarnya semuanya akan segera selesai.
Sebelumnya Irsyad mengeluarkan sebuah kertas dan di sana sudah tertera sebuah perjanjian. Irsyad memberikannya pada ayahnya Laila di sana juga sudah ada sebuah materai yang sudah ditempel.
Bahwa secara sah surat perjanjian ini akan bisa nanti Irsyad gunakan jika terjadi sesuatu, Irsyad harus pintar menghadapi orang-orang seperti ini kan.
__ADS_1
"Aku tidak mau menanda tangani apapun atau melakukan perjanjian apapun, jadi lebih baik sekarang mulai saja jangan banyak drama "
"Baiklah kalau begitu aku akan langsung memberikan rekaman ini ke kantor polisi saja, agar polisi yang mengusut semuanya bagaimana setuju "
Surat perjanjian itu langsung direbut begitu saja dan ditandatangani di atas materai, ibunya juga sama menandatangani surat itu. Irsyad sudah puas mendapatkan itu, Irsyad nanti akan memfotokopinya dan memberikan lembar fotokopiannya ini pada keluarganya Layla dan untuk yang asli tentu saja dirinya yang pegang.
Di sini Irsyad harus pintar-pintar jangan sampai dia tertipu dan mereka yang menang nanti. Irsyad tidak akan pernah ketipu untuk kedua kalinya. Untung saja ada orang yang membantunya jadi cepat seperti ini kan Irsyad mendapatkan hasilnya.
Irsyad duduk dan memasangkan flashdisk-nya ke arah televisi, sebelum menayangkannya Irsyad menatap wajah orang-orang itu di sini yang paling tegang si Layla. Ibunya tadi sudah menjelaskan kedatangan Irsyad maksud Irsyad kemari.
Bahkan tadi terjadi drama Laila menangis tidak mau melihatnya dan berteriak-teriak tidak karuan, dan itu sudah mencerminkan kalau dia punya sesuatu rahasia dan ya Irsyad tahu inilah rahasianya.
Kita bongkar semuanya dihadapan orang tuanya agar orang tuanya itu tidak gegabah dalam membela anaknya, seharusnya sebelum membela itu selidiki dulu dari akarnya bukannya langsung menuduh orang lain seperti itu.
Rekaman itu langsung diputar dan terlihatlah kalau ada seorang laki-laki yang berbicara dengan Irsyad, laki-laki itu mengutarakan segalanya dan kalian tahu tentu saja wajah Layla begitu pucat.
Laila berteriak seperti orang gila saja. Laila langsung mencabut flashdisk-nya dia tak mau sampai ini terputar dan semuanya terbongkar.
Layla mematahkan dan membuangnya begitu saja, tapi Irsyad masih tenang dan tak marah. Bahkan Irsyad masih duduk dengan santai. "Bagaimana sudah terlihatlah Laila dan laki-laki lain, Laila saja tidak terima berarti semua yang ada dalam rekaman itu memang nyata kan, memang tak ada rekayasa disana"
"Mana laki-lakinya. Aku ingin langsung melihat dia, aku tidak mau kamu hanya merekam hal ini dan mengedit wajahnya dengan wajah orang lain bisa saja kan kamu melakukan itu "
Tuh kan tebakan Irsyad benar, kalau dia akan dituduh seperti ini. Memang mereka ini tidak mau mengakui segalanya, Irsyad sangat benar-benar muak kalau sudah berurusan dengan orang-orang yang seperti ini.
Irsyad langsung menyuruh orang yang tadi ikut dengannya untuk membawa Brian ke sini tidak butuh waktu lama Brian langsung datang dengan menundukkan kepalanya.
Laila berteriak histeris, bahkan memukuli perutnya Ibunya sudah memeluk anaknya untuk tidak melakukan itu. Sangat berbahaya sekali.
"Tidak Ayah Ibu jangan percaya, Irsyad itu cuma mau lepas tanggung jawab saja, dia pasti membayar Brian untuk mengakui segalanya, aku tahu itu aku tahu semuanya tidak mungkin aku melakukan dengan laki-laki lain. Aku hanya melakukannya dengan Irsyad, Irsyad itu memang pengecut makannya dia tak mau tanggung jawab "
"Aku benar-benar tidak melakukannya dengan orang lain, aku hanya melakukannya dengan Irsyad. Aku sudah berkata jujur kalian semua percaya kan"
__ADS_1
"Brian bicara aku ingin janjimu itu, jangan diam saja"
Brian dengan berani langsung mengangkat kepalanya, dia menatap satu persatu keluarganya, bahkan Laila juga dia tatap.
"Saya minta maaf atas apa yang saya lakukan om tante, perbuatan yang saya lakukan dengan Layla memang perbuatan yang sangat diluar kata baik, seharusnya saya dan Laila tidak melakukan itu, kami memang salah besar sekali "
"Apa-apaan kamu ini Brian. Kenapa tiba-tiba kamu berkata seperti itu. Aku tidak pernah melakukan hal apapun denganmu " teriak Laila dengan histeris dan masih dengan menangis Laila tidak terima dengan apa yang Brian katakan.
"Aku tidak bisa menutup menutupi semuanya lagi Laila, mungkin aku dulu menyuruhmu untuk meminta Irsyad yang bertanggung jawab aku disini yang salah seharusnya aku sebagai laki-laki bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. Om tante sekali lagi aku minta maaf dan aku mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan Layla, aku akan menikah dengan Laila "
"Irsyad sama sekali tidak salah, dia benar-benar tidak salah ini hanyalah jebakanku dengan Layla, Layla begitu tergila-gila dengan Irsyad makanya dia mau melakukan apa saja, saat aku melakukan sebuah perjanjian dengannya Laila mau saja dan dia memberikan tubuhnya padaku sampai-sampai kami kebablasan dan akhirnya Laila mengandung anakku. Aku siap untuk nanti tes DNA setelah anaknya lahir kalau anak yang ada dalam kandungan Laila benar-benar anakku bukan Anak Irsyad "
"Kurang ajar kamu ya sudah membuatku, keluargaku malu dasar tidak tahu diri "
Kembali ayahnya Laila menghajar Brian. Tapi Irsyad langsung memberhentikannya Irsyad tidak mau kalau sampai ada korban lain selain dirinya yang dipukuli oleh ayahnya Laila, jelas-jelas anaknya juga di sini salah. Tapi ayahnya ini malah marah-marah pada laki-lakinya saja sedangkan anaknya ya begitulah.
Laila langsung pingsan, dia shock dengan kejadian sekarang, dia benar-benar tidak terima dengan kejujuran Brian dia tidak mau kalau misalnya menikah dengan Brian maunya menikah dengan Irsyad saja.
Irsyad menepuk bahu Brian "Sekarang lo nikahi perempuan itu jangan pernah lari lagi dari kesalahan, gue tahu ini sulit tapi ini kelakuan kalian berdua maka kalian harus tanggung jawab. Kalian harus bersama meskipun tak saling cinta, masa lakuin nya aja mau tapi menikahnya tak mau "
"Iya gue tahu kok, gue emang salah dan gue harus tanggung jawab gue sadar sekarang seharusnya gue nggak melimpahkan segalanya sama lo"
"Bagus deh, akhirnya sadar juga ga salahkan orang lain lagi "
Irsyad langsung menatap kedua orang tua Laila "Saya permisi pulang tante Om. Saya akan berbicara dengan mama saya bahwa semuanya sudah terbongkar, bahwa bukan saya yang melakukannya dan saya juga masih punya kopian rekamannya dan ini surat perjanjian ini akan saya bawa ke kantor Polisi untuk segala bukti. Karena om dan tante sudah mencemarkan nama baik saya bahkan menyebarkan segala fitnah itu, seharusnya sebelum melakukan itu om dan tante pikir-pikir dulu permisi"
Irsyad langsung pergi meninggalkan rumahnya Laila, orang tuanya Laila tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Brian juga di sana hanya diam menatap kekacauan yang sudah dia buat bersama Laila.
"Kamu benar-benar laki-laki tidak tahu untung Brian. Saya minta datangkan orang tua kamu dan segera nikahi anak saya sekarang juga saya tidak mau kalau aib ini keluar, saya juga tak mau ditunda-tunda lagi "
"Baik saya akan melakukannya"
__ADS_1
Brian benar-benar pulang tapi tidak pulang sendiri dia ditemani oleh tukang kebun yang ada di rumah Laila, takutnya Brian akan kabur dan Laila tidak ada yang menikahinya mereka tidak mau kecolongan untuk kedua kalinya lagi.
Brian menggaruk kepalanya bingung akan menjelaskan bagaimana ke orang tuanya. Apa mungkin saat dia mengatakan kalau akan menikah dengan perempuan yang sudah dihamili olehnya orang tuanya akan percaya.