Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 71 Tak boleh bercerai


__ADS_3

Ibunya Freya yang tahu kalau menantunya itu selingkuh segera pergi ke rumah anak dan menantunya, apa-apaan ini kenapa coba anaknya ini bisa diselingkuhi dan orang ketiganya itu adalah perempuan yang dirinya benci.


Sampai di rumah anaknya itu Ibunya Freya langsung masuk. Dia melihat Freya yang sedang melamun sendirian di teras balkon, didekatinya Freya dan ditariknya tangannya itu untuk bisa fokus padanya.


"Sudah aku bilang kan perempuan itu akan menghianatimu lagi, harus berapa kali aku memberitahumu Freya. Kalau dia itu perempuan licik, dia itu adalah perempuan nakal kamu malah memberinya kesempatan lagi kesempatan lagi. Kamu ini benar-benar bodoh sampai-sampai suami kamu bisa selingkuh seperti ini kan"


Freya hanya diam sambil menatap ibunya. Freya begitu bingung dengan semua yang terjadi pada hidupnya ini "Pokoknya Ibu ga mau kamu mengalah untuknya, Ibu tidak mau kamu bercerai dengan Dimas cuman gara-gara perempuan itu. Awas saja kalau kamu melepaskan suami kamu itu. Jangan membuat perempuan itu senang, kamu adalah istrinya kamu yang berhak atas Dimas bukan dia. Tetap bertahan dan jangan pernah menceraikan Dimas, awas saja"


"Ibu udah wanti-wanti kamu buat ga deketin si Gea lagi tapi kamu ngotot terus, ingin dekati perempuan murahan itu. Sekarang apa kan buktinya suami kamu direbut dan kamu harus ambil lagi suami kamu. Ga boleh sampai suami kamu itu jatuh ke tangan perempuan itu. Ibu ga mau tahu pokoknya kalau sampai kamu cerai Ibu pasti akan menghalangi dengan berbagai cara ingat itu. Ibu tidak mau kamu melepaskan suami kamu dengan perempuan itu. Kamu adalah pemilik sebenarnya kamu lebih dari segalanya dari Gea. Dia tak memiliki apa-apa Freya"


"Meskipun hati Freya sakit, meskipun Freya seperti ini Bu. Apa Ibu tidak bisa melihat keadaan Freya sekarang Freya sakit hati Bu. Freya ingin mundur Freya tak bisa terus bertahan akan terus Freya ingat tentang penghianatan itu"


"Ingin mundur, tidak bisa kamu tidak bisa mundur sampai kapanpun. Kamu harus selalu tetap bersama suami kamu mau bagaimanapun caranya. Anggap saja ini sebuah rintangan untuk rumah tanggamu karena kamu bodoh memasukkan seorang perempuan ke dalam rumahmu ini. Hidupmu sudah bahagia punya suami dokter karirmu bagus, kamu punya anak udah lengkap semuanya tapi gara-gara kebodohan kamu itu memasukkan orang asing akhirnya seperti ini kan semuanya jadi begini kan"


Astuti yang mendengar keributan segera menghampiri Freya ternyata ada ibunya Freya. Astuti segera menarik tangan Ibunya Freya itu untuk menjauh dari Freya, dirinya tahu pasti ibunya Freya ini akan marah-marah pada Freya.

__ADS_1


"Sudah jangan diteruskan Freya itu sedang terpuruk sekarang. Tolong jangan buat semuanya makin kacau biarkan Freya memutuskan semuanya. Pasti sekarang pikirannya sedang kacau jangan ditambah lagi dengan pikiran-pikiran yang lain"


"Mau bagaimanapun Freya tetap anakku, dia sudah terlalu baik pada orang lain, pada akhirnya seperti ini kan. Aku sudah bilang dari awal jangan terima perempuan itu aku juga sudah mewanti-wanti mu agar kamu mengusir perempuan itu. Tapi kalian itu sama saja membiarkan perempuan itu tetap diam di rumah ini "


"Aku tidak bisa mengusir dia tiba-tiba Freya yang membawanya. Aku tidak mau Freya malah marah dan merasa kalau aku tidak menerima temannya, aku tidak mau membuat Freya berpikir yang tidak-tidak, lebih baik kamu pulang dulu aku akan mengurus Freya, aku akan berbicara dengannya pelan-pelan biarkan hatinya tenang dulu"


"Bicaralah dengannya, jangan sampai rumah tangga mereka itu hancur. Freya harus mempertahankan semuanya. Freya tidak boleh sampai bercerai dengan anakmu kamu juga nasehati anakmu itu, pernikahan mereka sudah 10 tahun masa mau hancur gara-gara perempuan baru seperti Gea"


Setelah mengatakan itu Ibunya Freya pergi begitu saja. Sama halnya dengan Freya yang masuk ke dalam kamar ternyata di sana ada Dimas. Dia seperti sedang mengangkat telepon.


Freya dia mendengar Dimas yang ternyata sedang mengobrol dengan Gea. Makin sakit saja kan hatinya, Freya menutup pintunya dengan keras Dimas langsung mematikan sambungannya.


Freya mengambil ponsel Dimas, ingin menghubungi Gea lagi agar mereka berbicara lagi, tapi sandinya tetap salah seperti malam waktu itu. Freya tidak bisa memasukkan sandi yang benar. Freya memasukkan nama Gea dan tanggal lahir Gea ternyata benar dugaannya.


Tatapan Freya langsung beralih pada Dimas dengan kesal dan marah Freya melempar ponsel itu dengan sangat kencang "Keputusan aku sudah bulat. Aku lelah bersamamu Dimas ingin memperbaiki semuanya juga tidak akan ada gunanya, semuanya juga akan sia-sia saja. Aku malah akan berjuang sendirian disini nantinya"

__ADS_1


Freya memasuk-masukkan pakaiannya ke dalam kopernya. Hanya beberapa saja Dimas langsung menahannya mencoba untuk mantan istrinya tapi Freya mendorong Dimas dengan kencang "Jangan ikut campur urusanku, ini kan pilihanmu kamu mau berhubungan dengan Gea meski kamu sudah menyakiti aku. Apakah tidak akan ada hentinya apa kamu akan terus seperti itu Dimas. Kenapa kenapa kamu lakuin ini kalau kamu emang mau sama dia silakan pergi. Dia kan ada di sini kalian bisa puas menghabiskan waktu, bahkan tak akan ada yang sakit hati nanti dan kamu juga tidak perlu takut akan ada yang menunggu kamu dirumah "


Freya membawa kopernya keluar, dia akan menjemput Irsyad dan pergi dari rumah ini, tapi Astuti yang melihat itu langsung menahannya "Mau ke mana kamu. Jangan kemana-mana Mama tidak mau kamu pergi kemana-mana kamu harus tetap tinggal di sini, yang harusnya pergi itu Dimas bukan kamu Freya. Yang telah menghancurkan semua ketenangan rumah ini adalah Dimas. Maka dia yang pantas pergi bukan kamu. Dia saja yang tak tahu diri masih diam di sini padahal sudah diusir, dasar tidak tahu malu "


Dimas yang mendengar itu tentu saja merasa dirinya tersentil. Dimas masuk ke dalam kamar dan membereskannya. Ya benar semua yang membuat ini kacau adalah dirinya. Dimas harus pergi, Dimas juga punya muka punya harga diri.


Dimas membawa kopernya keluar dari dalam kamar Dimas menatap Freya lama "Maafkan aku Freya, aku tahu kesalahanku ini tidak akan pernah bisa dimaafkan. Tapi aku minta padamu untuk memberikanku kesempatan sekali lagi, aku janji tidak akan melakukan hal ini lagi aku tidak mau berpisah denganmu. Aku akan memberimu waktu terlebih dahulu untuk memikirkan semuanya, tapi ku harap semuanya akan baik-baik saja kalau kita akan kembali seperti semula"


Freya hanya diam saja, dia tidak mau berbicara apa-apa. Dimas dengan langkah lebarnya keluar dari dalam rumah. Tangis Freya langsung pecah lagi Freya benar-benar hancur di sini. Freya yang hancur bukan Dimas ataupun Gea di sini Freya yang paling tersakiti, mereka senang-senang di atas penderitaannya. Bahkan Gea masih berani menghubungi suaminya.


Astuti memeluk Freya dengan sangat erat, dia juga mengerti perasaan Freya seperti apa. Astuti juga merasakan apa yang dirasakan oleh Freya. Astuti juga sama merasa menyesal atas apa yang telah terjadi pada rumah tangga anaknya ini, kenapa dia tidak bisa menahan semuanya. Astuti juga khawatir dengan kandungan Freya yang sekarang takut kenapa-napa.


"Freya kamu tidak akan bisa berpisah, kamu sedang mengandung anak Dimas"


Freya tidak menjawab sama sekali, hubungannya begitu rumit. Freya mengusap perutnya dan meminta anaknya untuk selalu kuat.

__ADS_1


----------------


Maaf aku upload ulang. Bab 71 ini ga sengaja ke hapus sama aku.


__ADS_2