Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 99 Kenapa Freya beruntung


__ADS_3

"Hati-hati sayang makannya "


Amar mengusap sudut bibir Freya, Amar mengenggam erat tangan Freya. Seperti memberi semangat, Freya tersenyum kearah Amar sambil menganggukan kepalanya.


"Kalian begitu romantis, apa kalian tak takut nanti ada orang ketiga "


Pandangan Freya dan juga Amar langsung tertuju pada orang yang berbicara itu. Freya menatap orang itu dengan sangat lekat.


"Tidak akan, karena aku sudah tak punya teman dekat lagi, jadi apa yang aku punya tak akan diambil lagi seperti dulu. Masa lalu tak akan pernah terulang lagi, aku akan pasti kan itu. Amar juga tak sama dengan suami kamu "


Ternyata yang berbicara tadi adalah Gea. Gea benar-benar tak tahu diri, dia mengatakan hal seperti itu, seharusnya Gea diam saja, dia seharusnya tak ikut campur dan mengatakan hal seperti itu.


Dimas yang melihat istrinya akan menjawab langsung menginjak kakinya, Dimas tak mau ada keributan lagi. Kenapa juga Gea harus berkata seperti itu.


Gea sangat kesakitan sekali tapi dia tak berani untuk berteriak, nanti kalau mereka melihat kebawah dan kakinya sedang diinjak sangat memalukan sekali.


Gea tak mau mempermalukan dirinya sendiri. "Maafkan istriku, dia kadang suka seperti ini "


"Sepertinya kamu mulai sekarang harus berfikir dua kali Dimas jika ingin pergi menemui teman, karena kalau kamu sampai membawa istrimu itu akan sangat memalukan sekali, dia terlalu percaya diri dan seolah-olah dia adalah orang yang benar "celetuk orang yang memasukan Dimas bekerja.


Gea sudah mengepal kesal dengan apa yang orang itu katakan, Gea mendelikan matannya menatap orang itu, Gea kembali fokus pada makannya.


Freya bangkit dan berpamitan pada orang yang ada dimeja untuk pergi kekamar mandi, Helena diam duduk bersama Amar.

__ADS_1


Freya masuk kedalam salah atau kamar mandi, Freya benar-benar ingin buang air kecil. Tak butuh waktu lama Freya keluar dan malah dicegat oleh Gea.


"Minggir "


"Aku mau minta maaf Freya, aku ingin kita berteman lagi, aku ingin seperti dahulu lagi Freya. Kamu tahu saat aku kesusahan tak ada orang yang membantuku, hanya kamu yang bisa melakukan itu, hanya kamu yang mampu peduli dengan aku "


Freya tersenyum sinis "Kamu itu bukan ingin berteman dengan aku, tapi kamu ini hanya butuh bantuanku saja. Apakah kamu tidak malu berbicara seperti itu pada orang yang sudah kamu sakiti, apakah hatimu sudah mati "ucap Freya sambil mendorong dada Gea.


Gea menundukan kepalanya "Aku hanya ingin semuanya kembali seperti semula saja Freya, aku ingin kita sama-sama aku rindu dengan kebersamaan kita, aku ingin selalu ada disamping kamu seperti dulu"


"Dalam mimpimu saja, kamu sudah mengkhianati aku 2 kali, aku tak akan pernah tertipu olehmu untuk ketiga kalinya, lebih baik cari lagi saja orang yang bisa kamu tipu "


"Kamu sudah mendapatkan segalanya kan, bahkan Dimas pun sudah kamu miliki jadi sekarang jangan terus meminta hal yang mustahil dariku, karena sampai kapanpun aku tak akan pernah mau berteman dengan kamu lagi "


Freya mengatur nafasnya, Freya tak mau tersulut emosi dan nanti dirinya yang disalahkan, Freya ingin menjambak rambut Gea, ingin memukulnya tapi Freya menahannya.


"Kamu tahu Freya ibunya Dimas pertama mengatakan sesuatu kalau hidupku tak akan bahagia, kalau aku tak akan merasakan menjadi seorang ibu, dan aku sudah merasakannya apakah kamu tak kasian dengan aku"


"Terima saja, itu sudah konsekuensinya, makannya kalau mau mencari itu yang tak punya suami, sudah tahu kalau Dimas punya istri masih saja di pepet dan mau-mau saja "


"Aku begitu kecewa dengan kamu Gea, seharusnya kamu bisa menjaga kepercayaan aku, kalau kamu bisa membuang semua rasa yang kamu punya untuk Dimas, kalau kamu bisa menjauh dari Dimas dan menolaknya, tapi karena memang kamu turunan dari perempuan perebut suami orang ya sudah tak salah lagi, kamu akan sama juga. Kamu benar-benar sudah menusukku dari belakang "


Freya menatap benci pada Gea "Jangan harap aku akan mau menjadi teman mu lagi, karena sampai mati pun aku tak akan pernah mau, aku tak akan pernah memaafkan kamu Gea, aku ingin kamu mati dalam keadaan penuh dengan rasa sesal dan bersalah, aku setuju saja dengan kutukan yang Mama berikan karena memang yang Mama katakan itu benar, agar kamu tak melahirkan bibir pelakor "

__ADS_1


Gea sudah menangis, dia sakit hati dengan semua perkataan dari Freya ini, sungguh menyakitkan hatinya sekali.


"Jangan buang-buang air matamu Gea, dari dulu kamu seperti orang yang paling tersakiti, tapi apa nyatanya kamu orang yang telah menyakiti orang lain, jangan menjadi perempuan sok polos tapi aslinya kamu ini menjijikan sekali "


"Aku hanya ingin berteman lagi dengan kamu Freya, aku akan menebus semuanya aku akan melakukan apapun untuk kamu "


"Baik kalau begitu kamu menjauh dari hidupku dan jangan pernah temui aku lagi, itu sudah cukup untukku. Jangan pernah muncul lagi di hadapanku"


"Aku bisa saja berbicara dengan Amar agar tak jadi menerima Dimas, aku bisa melakukan apapun Gea untuk menghancurkan hidup kalian berdua "


Gea yang kaget langsung mendongakan kepalanya, Gea langsung mengelengkan kepalanya dengan kuat, Gea tak mau sampai Dimas harus tak kerja lagi.


"Jangan lakukan itu, kami sudah menderita selama 7 tahun, jangan buat kamu menderita lagi "


"Yang membuat kalian menderita itu ya diri kalian sendiri, itu adalah hukuman untuk kalian berdua, bagaimana rasanya merebut suami orang tak enak kan Gea, hanya enak saja di awal "


Freya langsung mendorong tubuh Gea agar tak menghalangi jalannya. Kalau terus berhadapan dengan Gea yang sok polos rasannya Freya ingin selalu marah-marah.


Gea yang melihat Freya sudah pergi langsung mencuci wajahnya. Gea tak mau terlihat habis menangis. Gea menatap pantulan wajahnya di cermin.


Wajahnya sudah tak secantik dulu, dia benar-benar sudah sangat berbeda. Bagaimana caranya untuk merebut Amar laki-laki kaya itu agar ada disampingnya.


Gea tak mau menemani Dimas dari nol, itu akan sangat melelahkan dan akan lama, keburu Gea mati kalau begitu.

__ADS_1


Siapa tahu dengan dirinya yang berpindah hati pada Amar hidupnya akan bahagia sekali dan dirinya juga akan mempunyai keturunan, Amar begitu tampan dia lebih tampan dari Dimas.


Kenapa Freya selalu mendapatkan laki-laki tampan dan kaya raya sedangkan dirinya harus mendapatkan bekas Freya. Sungguh tak adil kan dunia ini, seharusnya dirinya juga berhak mendapatkan apa yang Freya dapatkan.


__ADS_2