
"Kamu sudah siap kita akan pergi sekarang"
"Sudah mama, Helena sudah siap apakah kita akan pergi berdua saja kakak Irsyad tidak bisa ikut nenek juga tidak bisa ikut. Apakah kita akan berenang berdua saja Mama, apakah akan seru kalau berdua Mama"
"Iya tidak masalah kan, nanti kita akan pergi sama-sama. Kalau semuanya sudah punya waktu luang maka kita akan pergi bersama-sama ya "
"Baiklah untuk sekarang kita pergi berdua dulu ya, Mama nanti kita pergi dengan ayah juga. Ayah juga akan sangat senang kalau diajak berenang "
Freya langsung diam bagaimana berbicara pada anaknya, kalau dirinya dan juga Amar sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi. Pokoknya Freya tidak mau kembali melakukan sebuah hubungan dengan laki-laki cukup Amar yang terakhir.
"Mama kenapa hanya diam, apa ada yang salah dalam aku bicara, apa Mamah merasa tersinggung dengan yang Helena katakan. Kenapa Mama seperti menjadi sedih "
"Tidak Helena mama tidak tersinggung, kamu juga tak berbicara yang membuat Mama sakit. Ya sudah sekarang kita pergi ya. Kita harus cepat-cepat sebelum banyak yang berenang sayang "
Freya menuntun anaknya untuk masuk ke dalam mobil, lebih baik sekarang bersenang-senang dulu saja bersama anaknya. Sudah lama kan mereka tidak menghabiskan waktu bersama.
Freya ingin menghabiskan waktu dengan anaknya dan untuk melupakan Amar juga. Freya tidak mungkin terus mengingat Amar, bagaimanapun Amar tidak akan pernah bisa menikah dengannya.
Freya tidak akan bisa menuruti apa kata-kata Nenek dari Amar, Mama Astuti adalah yang selama ini selalu ada untuknya. Mama Astuti yang selalu menemaninya selama ini.
Jadi Freya tidak mungkin tiba-tiba memutuskan hubungan begitu saja, seharusnya neneknya Amar bisa menerima kan, bukannya Freya egois tapi selama ini orang yang ada saat Freya terpuruk adalah mama Astuti, saat Freya sedang membutuhkan dukungan adalah mama Astuti yang ada.
...---------------...
Freya dan juga Helena sudah sampai di kolam renang itu, tiba-tiba saja Freya mendapatkan telepon dari bosnya "Kamu ganti baju dulu mama mau angkat telepon, ga papa ya Mama tinggalin dulu sebentar. Ga akan lama kok "
"Iya ga apa-apa Mah, aku ganti baju. Aku tunggu di sana ya Mah di ujung sana Mama nanti susul aku ke sana, aku ga akan pergi jauh-jauh "
__ADS_1
"Iya sayang "Freya segera menjauhi anaknya dia harus mengangkat dulu telepon dari bosnya Padahal Freya sudah berbicara pada bosnya kalau hari ini Freya cuti.
Helena berlari dengan sangat kencang sekali. Dia sangat bahagia sekali akhirnya bisa jalan-jalan bersama mamanya. Meskipun tanpa ayahnya, sebenarnya Helena ingin kumpul semuanya.
Tapi Mamanya bilang harus mereka dulu berdua. Ya sudahlah tidak masalah yang terpenting Helena sekarang jalan-jalan dan bisa menghabiskan waktunya bersama mamanya. Kapan lagi kan menghabiskan waktu bersama Mamanya.
"Kamu bisa hati-hati, ya ampun untuk saja aku tak terjatuh "
Helena mundur beberapa langkah, dia menubruk seseorang "Maafkan aku, aku tidak sengaja. Sekali lagi aku minta maaf "
"Helena kamu ada di sini, ya ampun dunia itu sempit sekali ya anak kecil "
Helena mendongakan kepalanya, ternyata ini adalah perempuan waktu itu yang menemuinya di taman "Maafkan aku tidak sengaja, aku permisi dulu "
"Tidak masalah anakku, kamu masih ingat aku. Aku adalah orang yang menemui kamu waktu di taman itu kamu ingatkan dengan aku. Masa sih sudah lupa "
"Kamu datang kemari dengan siapa, kenapa lari-lari sendiri apa kamu berenang sendiri sekarang. Tapi tak mungkin sih kalau sendiri "
"Tidak aku bersama mamaku, hanya saja Mama sedang mengangkat telepon dan aku akan ganti baju terlebih dahulu"
"Mamamu itu memang selalu ceroboh, tak pernah berubah ya dia masih saja sama. Dulu saja dia membiarkan suaminya untuk dekat dengan sahabatnya, sekarang membiarkan kamu untuk pergi sendirian. Seperti itulah mamamu itu memang benar-benar perempuan itu teledor.
Tentu saja Helena marah mamanya dikatain seperti itu, Mamanya itu sangat hebat Mamanya itu sangat pintar "Kamu tidak boleh berkata seperti itu pada Mamaku, kamu sudah kedua kalinya menghina Mamaku terus. Kalau punya masalah dengan mamaku ayo hadapi aku sini, aku berani untuk memukul kamu yang sangat menyebalkan ini "
Gea langsung berjongkok dan menatap Helena mengusap wajahnya, tapi Helena langsung mundur dia tidak mau dipegang oleh perempuan ini.
"Kamu tahu aku ini adalah istri ayahmu, istrinya Ayah Dimas ayah kandung kamu. Seharusnya kamu memanggil aku juga dengan sebutan Mama atau mungkin Ibu tidak masalah, pada Freya kamu sebut mama dan padaku sebut Ibu bagaimana suka. Kamu harus terbiasa memangil aku ibu, mau bagaimana pun aku adalah ibu sambung kamu "
__ADS_1
"Ayahku adalah Ayah Amar bukan suamimu"
"Mau bagaimanapun kamu harus menerima, kalau ayahmu yang sesungguhnya adalah Dimas anak kecil, jangan seperti itu anggap saja Dimas Ayah kandungmu, tapi kamu tidak usah menemuinya juga sih. Aku juga tidak mau kalau kamu nanti tiba-tiba main ke rumah dan membuat hati suamiku malah berpaling padamu. Aku tidak rela ah "
"Kamu ini kenapa selalu mengganggu hidupku, aku tak mengenal kamu "
"Aku tidak mengganggumu ini adalah tempat umum, aku bisa ada di mana saja jadi kamu tidak bisa mengusirku dari sini. Aku juga datang ke sini bayar loh aku hanya memberitahu yang sebenarnya Amar itu bukan ayahmu, dia hanya laki-laki yang akan menikahi ibumu. Yang jelas Amar itu akan menjadi ayah tiri kamu, sedangkan Ayah biologis kamu adalah Dimas Ayah sah mu itu Dimas"
"Tidak tidak tidak tidak dia bukan Ayahku dia bukan ayahku"
Gea langsung berdiri, anak ini membuat telinganya sakit saja. orang-orang juga mulai menatap ke arahnya. Gea tidak suka kalau ditatap seperti ini menyebalkan sekali. Pasti nanti dirinya yang akan disalahkan.
Padahal Gea kemari datang ke kolam renang ini untuk belajar berenang lagi, Gea tak mau seperti dulu payah sekali. Bahkan harus dibantu orang lain, tapi yang membantunya kan adalah suaminya dari situlah rasa cintanya makin besarkan kan pada Dimas.
Memang belakangan ini Gea sering berenang dan melatih dirinya untuk bisa berenang sendiri, kalau nanti ada apa-apa Gea bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Gea tak mungkin terus bergantung pada suaminya itu. Kapan saja suaminya itu bisa pergi darinya.
Helena yang tidak mau berbicara lagi dengan perempuan yang ada di depannya ini langsung saja melengos pergi, dan tidak sengaja menyenggol tubuh Gea.
Gea langsung tercebur begitu saja, padahal Helena hanya menyenggolnya sedikit, Gea langsung heboh meminta tolong sana-sini, dia benar-benar berpura-pura tidak bisa berenang. Padahal Gea sudah bisa padahal Gea sudah sedikit bisa berenang.
"Tolong aku tolong aku, siapa saja tolong aku"
Tiba-tiba saja ada yang menolong Gea, Helena begitu ketakutan dia menunduk di sana, orang-orang juga mulai menatapnya. Helena begitu takut, tadi tak sengaja.
"Kenapa kalian menatap aku, bukan aku yang melakukan itu aku tidak melakukannya. Tadi aku tidak sengaja menyenggol bibi itu. Aku tidak melakukan apa-apa "jelas Helena yang sangat ketakutan dengan orang-orang yang terus menatapnya.
Helena tidak salah dia tadi tidak sengaja menyenggolnya, Helena benar-benar tak sengaja.
__ADS_1