Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 213 Benarkan apa yang difikirkan Freya


__ADS_3

Benar saja saat Amar sudah masuk ke dalam ruangannya Mama Astuti langsung menarik tangannya Freya. Freya dibawa Mama Astuti masuk ke dalam kamarnya, mama Astuti tidak mau sampai Amar tahu dan nanti malah akan ada masalah.


"Kenapa Mah, ada apa Mamah membawaku kemari. Padahal kita bisa berbicara diruang tengah "


"Kamu kenapa begitu, kenapa kamu berbicara seperti itu pada Dimas. Kamu tahu kan keadaan Dimas itu sedang tidak baik-baik saja Freya dia itu butuh dukungan, dan kamu yang pasti bisa mendukung Dimas serta membuat Dimas ingat lagi semuanya"


Freya menghela nafasnya. Freya mencoba untuk tenang dan tidak marah-marah pada Mama Astuti, mau bagaimanapun Mama Astuti adalah orang yang pertama peduli waktu itu saat dia terpuruk dan selalu ada di sampingnya.


"Bukan begitu mah, kalau aku terus mengikuti apa kata-kata Dimas yang ada Rumah tanggaku akan berantakan, Mamah seharusnya berpikir ke arah sana. Aku baru saja bersama Amar menikah, baru pulang bulan madu apakah kami harus bertengkar hanya karena masalah orang lain. Aku tahu Mamah menyayangi Dimas tapi mama harus mengerti posisiku sekarang berbeda, aku tak mungkin mengikuti apa kemauan Dimas "


"Iya Mama tahu tapi bisa kan bicara dengan perlahan, tak usah seperti tadi. Kamu benar-benar sangat keterlaluan sekali tahu "


"Dimas bukan anak kecil lagi mah. Dia tidak perlu mendengarkan aku yang berbicara dengan perlahan seperti apa yang Mama mau. Dimas sudah bisa mencerna semua dengan baik, kalau aku tidak berbicara hal itu pada Dimas dia akan terus begitu kalau ada masalah setiap dia melakukan sesuatu dia pasti akan memintaku untuk datang ke rumahnya, bagaimana perasaan Amar ma. Mungkin dia sekarang baik-baik saja tapi nanti kita tidak tahu, jangan buat aku harus menghadapi banyak masalah Ma "


"Mama ingin cepat-cepat Dimas kembali mengingat semuanya lagi, Mama juga tidak mau Dimas seperti ini Dimas, mama juga tak mau Dimas membuat kamu pusing "


"Ya kalau begitu Mama biarkan Freya untuk pergi dari samping Dimas selamanya. Dimas sudah tahu kalau Freya dan juga Dimas sudah bercerai biarkan Gea yang mengurus semuanya. Dia sekarang adalah istrinya, dia yang lebih berhak untuk melakukan apapun itu. Gea pasti akan menceritakan semuanya dan dia akan bisa membuat suaminya mengingat semuanya lagi "


"Tapi apa hasilnya dia malah menghancurkan semuanya "mama Astuti langsung duduk di tepi ranjang, tapi tatapannya masih mengarah pada Freya, tatakan Mama Astuti memang terlihat kecewa pada Freya. Tak bisa disembunyikan sama sekali.


"Dengan perlahan Dimas tidak akan seperti itu Dimas harus mengerti dulu siapa istrinya sekarang mah. Aku tidak mau kalau sampai nanti Rumah tanggaku hancur, sedangkan rumah tangga orang lain baik-baik saja. Apakah aku harus merelakan kebahagiaanku hancur lagi Mah, apakah itu yang Mama mau "inilah yang selalu Freya pikirkan apakah mama Astuti ingin Freya kembali seperti dulu terpuruk dan menangis setiap hari.


Freya sudah terlanjur mencintai Amar dan Freya tidak mau sampai pernikahannya ini berakhir kembali, Freya tak mau sampai hal itu terjadi, Freya akan sangat malu sekali nanti, dengan keluarganya, dengan tetangga belum lagi dengan teman-temannya Freya tak mau sampai itu terjadi.


"Ya tidak mau, mama tidak mau kamu sampai menangis lagi seperti dulu. Mama juga mau kamu bahagia Freya tapi mama hanya mengingatkan kamu untuk berbicara baik-baik pada Dimas. Jangan seperti itu, Dimas harus perlahan dia sedang mengigat semuanya Freya "


"Kalau Dimas tidak melunjak mungkin aku akan berkata baik-baik saja, dia mengatakan sesuatu yang seharusnya dia tidak katakan apalagi di depan suamiku mah. Apakah pantas hal itu Dimas katakan ingin kembali lagi denganku, memangnya aku ini perempuan apa Ma"


"Iya mengerti Mama mengerti ini salah Dimas, karena tiba-tiba berkata demikian dengan kamu. Memang anak mama yang salah "


Mereka berdua saling diam, Freya juga tidak menjawabnya. Freya sibuk dengan pikirannya sendiri dan mama Astuti juga sama.

__ADS_1


Freya rasanya ingin pindah rumah dulu saja bersama suaminya dan anak-anaknya. Ya maksudnya memisahkan diri dulu. Freya yakin Dimas akan bolak-balik ke sini dan menemui mamanya.


Bukannya Freya tidak mau tinggal bersama mama Astuti lagi, hanya Freya ingin menjaga perasaan suaminya Amar. Amar mungkin terlihat baik-baik saja dan mengatakan tak masalah pada Freya, tapi di dalam lubuk hatinya yang paling dalam Freya tidak tahu kan apa yang sedang suaminya rasakan apa yang sedang suaminya pikirkan.


"Kalau sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Freya mau keluar dulu mah. Freya harus menyiapkan makanan untuk anak-anak dan juga Amar "


Mama Astuti mencoba untuk tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Mama Astuti juga tidak bisa memaksa Freya untuk menerima anaknya atau untuk berkata baik-baik juga dengan anaknya. Mama Astuti tidak mau membuat Freya tiba-tiba saja pergi dari rumah ini dan meninggalkannya.


Freya yang sudah mendapat persetujuan dari mama Astuti langsung keluar dari kamarnya ini. Memang sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, semuanya sudah selesai Freya tidak mau berlarut-larut dalam masalah ini dan malah bertengkar dengan mama Astuti nantinya.


...----------------...


Gea yang dari tadi tidak berani untuk menemui suaminya akhirnya menemuinya juga, karena Dimas belum makan dia begitu khawatir dengan keadaan Dimas takut nanti dia kenapa-napa. Takut Dimas sakit lagi, Gea tak mau sampai itu terjadi. Bisa-bisa nanti mama Astuti membawa suaminya ini.


"Kamu harus makan Dimas, kamu juga harus minum obat, kamu ga boleh seperti ini melamun terus dari tadi"


Dimas malah mendelikan matanya, dia tidak suka disuruh-suruh oleh wanita yang ada di hadapannya ini. Dimas masih tidak terima kalau dirinya sudah menikah dengan perempuan lain.


Dimas juga masih memikirkan kenapa dia sampai berselingkuh dengan perempuan yang ada di hadapannya ini, sebenarnya apa spesialnya perempuan ini sampai-sampai mengalahkan Freya, padahal dari dulu Dimas begitu mencintai istrinya tapi kenapa malah jadi bersama perempuan yang ada di hadapannya ini.


"Tidak usah sok perhatian denganku"


"Kenapa kamu seperti itu padaku. Memangnya salah seorang istri yang perhatian pada suaminya tidak ada yang salah kan. Aku hanya memintamu untuk makan, nanti kamu harus minum obat juga"


"Pergilah aku tidak mau melihat wajahmu. Lebih baik kamu masuk ke dalam kamarmu itu dan jangan ganggu aku, mau aku makan ataupun tidak itu bukan urusanmu. Mau aku minum obat ataupun tidak itu bukanlah tanggung jawabmu, sudah sana pergilah jangan ganggu aku "


"Kamu begitu kasar Dimas pada aku, sebenarnya apa salahku ini. Aku ini adalah istrimu kenapa kamu terlihat begitu membenciku. Apa salahku sebenarnya sama kamu Dimas "


"Jika kamu ingin pergi dari sini pergi saja, aku tidak peduli tidak ada yang menemani. Aku tidak suka dengan kamu, sana pergi saja dari sini "


"Tapi aku sedang mengandung anak kamu Dimas, kenapa kamu berkata seperti itu. Apakah kamu tidak peduli dengan anak yang sedang aku kandung ini"

__ADS_1


Dimas menatap perut Gea yang besar, Dimas benar-benar bingung kenapa bisa memiliki anak dari perempuan ini juga. Dimas pusing memikirkan semua ini.


Di mana juga Dimas bertemu dengan perempuan ini, masa iya Freya membawa sahabatnya masuk ke dalam rumah mereka dan akhirnya Dimas selingkuh seperti yang perempuan ini ucapkan. Dia sungguh tidak masuk akal Dimas bisa tergoda dengan perempuan lain.


"Aku tidak peduli, jika kamu tidak betah hidup denganku maka pergilah, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah menganggap mu sebagai istriku"


"Ya aku tidak masalah asalkan kamu mengakui anak yang ada di dalam perutku. Aku tidak masalah Dimas aku akan terima "


Gea hanya ingin anaknya diakui, Gea tidak mau anaknya nanti ditelantarkan begitu saja. Gea tidak mau sampai anaknya nanti tidak mempunyai ayah. Mau bagaimanapun Dimas harus mengakuinya.


Dimas tidak boleh pergi begitu saja dan melepaskan tanggung jawabnya. Gea tidak pernah melakukan hubungan suami istri lagi dengan laki-laki lain hanya Dimas saja, sudah tak ada yang lain lagi.


"Nanti setelah anak itu lahir aku mau tes DNA. Aku ingin tahu apakah benar anak yang ada di dalam kandunganmu itu adalah anakku"


"Jika sampai benar anak yang ada dalam kandunganku ini adalah anakmu, maka aku tidak akan pernah mau pergi dari sampingmu dan kamu harus mencintai aku dan menyayangi anak ini. Bagaimana setuju tidak "sekarang Gea harus pintar dia tidak boleh sampai melepaskan Dimas. Gea tidak mau sampai hidupnya nanti menderita, anaknya juga akan ikut menderita nanti.


Dimas belum menjawab. Dia seperti sedang berpikir apakah dia harus menerima semua ini atau tidak, tapi Dimas yang tidak mau terlihat seperti laki-laki yang pengecut akhirnya menganggukkan kepalanya dengan mantap "Baiklah ayo kita buktikan"


"Baik silakan, sekarang kamu mau memperlakukan aku kasar seperti apapun aku tidak peduli, tapi setelah anak kita lahir dan kamu sudah melakukan tes DNA dan hasilnya keluar dan ini anak kamu maka kamu harus memperlakukan aku dengan baik, dan memperlakukan anak kita dengan baik juga. Kamu juga tidak boleh mengingat lagi Freya lupakan dia, dia sudah bahagia dengan Amar dia bukan lagi milikmu kalian sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi"


Dimas malah membuang pandangannya. Dimas benar-benar tidak bisa melupakan Freya sampai kapanpun. Dimas sudah terlanjur terikat dengan Freya dari dulu, Dimas rasanya tidak bisa harus mencintai perempuan lain.


Kenapa takdir harus mempermainkannya seperti ini. Dimas dari dulu selalu ingin bahagia bersama Freya tak mau sampai berpisah, tapi sekarang kenyataannya benar-benar membuatnya kebingungan membuatnya kecewa dengan dirinya sendiri.


Dari awal juga mama Astuti tidak menjelaskannya, sampai-sampai Dimas salah paham kan dan memarahi Freya seperti itu. Dimas jadi malu sendiri.


"Bagaimana siap tidak untuk melupakan Freya dan jangan pernah mengingatnya lagi, atau sampai kamu menyuruhnya untuk membujuk mu lagi"


"Untuk yang satu itu aku butuh waktu yang sangat banyak dan panjang. Dan kamu tidak berhak untuk mengaturku ini adalah hidupku, ini adalah kehidupan aku "


"Ya aku tahu itu hidupmu, tapi sekarang kamu hidup denganku kamu sudah terikat denganku kita berdua sudah menikah aku tidak mau sampai rumah tangga kita ini hancur, kamu tidak akan pernah bisa kembali pada Freya sampai kapanpun Dimas. Freya itu sudah mempunyai suami dia akan lebih fokus pada suaminya, dia tidak akan pernah menerimamu lagi Dimas ingat Freya sudah kamu sakiti dia tidak akan pernah mau kembali dengan laki-laki yang pernah menghianatinya. Kamu sudah menyakitinya terlalu dalam, bahkan kamu menghianatinya juga dengan sangat keji sekali"

__ADS_1


"Sudah aku tidak mau mendengar kata-katamu lagi, aku tidak suka dengan kata-katamu itu membuat aku pusing sekali ah "


Dimas langsung bangkit dan meninggalkan Gea. Dimas benar-benar tidak suka dengan kata-kata Gea itu Gea seperti sedang memojokkannya saja. Padahal dia tak berhak melakukan itu.


__ADS_2