Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 121


__ADS_3

"Sebenarnya ada apa sih nek sampai-sampai Amar harus pulang kayak gini mau bicarain apa, nenek ini selalu saja membuat Amar pusing "


"Nenek ga mau pernikahan kamu dan juga Freya diadakan. Kalian ga usah nikah aja pertunangan juga harus dibatalkan, nenek akan pernah setuju dengan pernikahan kalian berdua, kita juga pulang saja tak usah ada disini "


Amar tentu saja marah mendengar itu semua, apa-apaan ini. Neneknya tiba-tiba berkata seperti itu "Nenek tidak berhak untuk memutuskan apa-apa, ini adalah hidupku bukan hidup nenek Amar sudah bilang kan mau bagaimanapun Amar akan tetap menikahi Freya, Amar akan tetap melakukannya meski nenek tak akan merestui "


"Jadi kamu lebih memilih perempuan itu daripada keluarga kamu sendiri Amar. Aku ini adalah nenekmu, aku ini adalah yang mengurusmu sedangkan perempuan itu baru hadir dalam hidupmu, kamu itu seharusnya mencari perempuan yang masih lajang yang tidak punya anak dan tidak punya masa lalu seperti itu, dia akan terus mengingat masa lalunya, dia akan terus terjebak dengan masa lalunya Amar "


"Kenapa sih harus saja status yang nenek bicarakan, memangnya apa salahnya kalau Freya itu seorang janda tidak ada yang salah. Memangnya dia mau menjadi janda tidak, dia juga tidak mau menjadi seperti itu. Aku hanya akan menikah dengan Freya tidak akan dengan yang lain, nenek jangan egois"


"Silakan jika kamu tetap ngotot ingin menikah dengannya, maka kamu akan melihat aku mati. Aku lebih baik mati saja dari pada melihat kamu menikah dengan Freya, dia tak akan cocok dengan keluarga kita, dia hanya akan membawa sial saja Amar "


Mamanya Amar yang baru saja keluar dari kamar kaget melihat ibu dan juga anaknya bertengkar seperti itu, dia segera menghampiri ibunya dan juga anaknya. Jangan sampai ada pertengkaran besar.


"Ada apa ini kalian ribut-ribut, jangan seperti itu tak enak dengan tetangga yang lain kalau terdengar "


"Batalkan semuanya aku tidak mau Amar menikah dengan perempuan itu, sudah aku bilang kan lebih baik menikahkan Amar dengan pilihanku saja, tidak akan benar kalau menikah dengan perempuan yang sudah pernah menikah. Semuanya malah akan kacau saja, semuanya malah akan bermasalah "


"Mah kita sudah membicarakan semua ini kan. Mama juga sudah setuju, kenapa tiba-tiba berubah apa yang salah dari Freya. Tak pernah ada yang salah dalam diri Freya, dia sangat baik sekali ma "


"Aku tadi datang ke rumahnya dan mantan suaminya masih saja datang ke rumah itu, apakah itu bagus, tentu saja tak bagus bagaimana kalau misalnya Amar dan juga Freya sudah menikah, apakah dia akan terus datang seperti itu seenaknya "


"Iya mungkin dia ingin melihat anaknya, tidak ada yang salah mah lagian mereka juga tidak punya hubungan apa-apa lagi. Mantan suami Freya juga sudah menikah lagi lalu apa alasannya, mereka juga tidak akan pernah kembali lagi "bela mamanya Amar.


Karena mama Amar sangat percaya kalau Freya tak akan mungkin macam-macam dengan mantan suaminya, dan dirinya juga sudah percaya kalau Freya akan bisa membuat anaknya ini bahagia.


"Tidak mungkin, tidak akan mungkin terjadi mereka pasti akan kembali lagi rumah tangga mereka itu bukan sebentar sudah 10 tahun lamanya, banyak masa lalu yang mereka ingat aku ini bukan perempuan bodoh yang tiba-tiba saja bisa menerima semua itu. Aku lebih bisa berfikir dengan benar dari pada kalian berdua "


"Freya dia baik, dia perempuan pekerja keras dan Amar juga sangat mencintainya. Kenapa kita harus mempermasalahkan masa lalunya mah, kalau itu baik untuk anak kita ya tidak masalah, jangan paksa Amar untuk mengikuti kemauan kamu. Cukup aku saja dulu"


"Tetap saja aku tidak mau nanti di kemudian hari malah cucuku yang akan terpuruk karena melihat ayah dari anak-anak Freya itu datang ke rumah kamu apa pantas seperti itu, sungguh tak pantas sekali kan, kamu ini Amar punya segalanya dan kamu bisa mendapatkan perempuan yang bagaimana pun"


Amar langsung angkat bicara "Kenapa, aku tidak akan keberatan jika Dimas datang, toh dia juga sudah punya istri dia juga akan mempunyai anak juga. Tidak masalah untukku semua itu aku percaya pada Freya kalau Freya tidak akan mungkin tertarik kembali dengan mantan suaminya itu. Freya akan tetap bersamaku, memang aku punya segalanya tapi aku hanya ingin bersama Freya saja "


"Kalian berdua memang sama-sama bodoh tahu, menerima perempuan yang jelas-jelas sudah pernah menikah dan mempunyai dua anak. Kalian ini memang tidak bisa diberitahu lihat saja jika sampai pernikahan itu terjadi kalian hanya akan melihat aku mati"


Neneknya itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Amar dan juga anaknya. Amar menatap mamanya "Aku pusing dengan pikiran nenek kenapa hanya melihat Dimas datang ke rumah Freya langsung seperti ini. Padahal itu untuk pertama kalinya Dimas datang mah, mungkin dia ingin memperbaiki hubungannya dengan mamahnya sendiri. Freya juga sudah bercerita padaku kalau Freya menyuruh Mamanya itu untuk memaafkan Dimas"


"Tapi nenek malah menyikapinya seperti ini. Ada apa sebenarnya dengan nenek bukannya seperti apa yang mama katakan kalau nenek sudah setuju dengan semuanya, lalu sekarang tiba-tiba berubah seperti ini. Aku begitu binggung dengan nenek yang seperti ini mah "


"Mama juga pusing dengan pikiran nenekmu itu. Kenapa tiba-tiba berubah seperti ini, dia sudah menerima semuanya sepertinya Nenek mu sedang mencari kesalahan Freya dan saat ada Dimas datang ke rumah Freya ya ini alasannya, itu yang dijadikan alasan nenek mu untuk tak merestui kalian berdua"


Amar benar-benar tak percaya nenek akan seperti ini, kenapa juga neneknya itu begitu keras kepala. Padahal yang akan menjalani semua ini kan Amar.


Aman langsung masuk ke dalam kamarnya lebih baik dia membersihkan diri dulu saja, daripada memikirkan tentang masalah neneknya yang keras kepala, neneknya tidak akan merubah segalanya.

__ADS_1


Neneknya akan tetap kukuh dengan pendiriannya tapi. Amar tidak akan pernah menyerah dia sudah melangkah dengan sangat jauh seperti ini. Amar tidak akan pernah mau melepaskan Freya sampai kapanpun.


...----------------...


Freya yang baru sampai di rumah Amar langsung mengetuk pintunya dengan perlahan dan untungnya yang membuka pintu adalah mamanya Amar. Freya tadinya takut kalau Amar yang membukannya pasti Amar malah akan mengajaknya pulang lagi.


Freya langsung dipeluk oleh mamanya Amar "Kamu mau ketemu sama nenek "mamanya Amar sudah tahu pasti tujuan Freya ingin menemui neneknya Amar.


"Iya Mah aku pengen ketemu sama nenek, aku pengen bicara semua ini semua cuman salah paham aja, tadi nenek langsung pergi gitu aja "


"Ayo masuk"


Sebelum masuk Freya menatap mamanya Amar dulu "Tapi Amar jangan sampai tahu ya Mah, apa Amar ada di rumah"


"Iya Amar ada di rumah, dia lagi di kamar. Ya udah ayo ikut mama buat ke ruangan sebelah bicara sama nenek, kalau disana ga akan kedengaran sama Amar"


Mereka berdua berjalan ke arah ruang belakang di sana sudah ada nenek yang sedang menonton televisi. Nenek juga kaget kenapa tiba-tiba Freya datang kemari.


Nenek tak menyangka saja Freya akan datang kemari, hanya untuk berbicara dengannya. Freya ini pasti ingin membujuknya tapi tenang dirinya akan tetap teguh dengan pendirinya ini.


Nenek langsung memasang wajah angkuhnya dan menatap Freya dengan tatapan tak suka "Kamu tinggalkan Mama bersama perempuan ini jangan ikut campur, mama hanya ingin bicara dengan Freya saja hanya empat mata "


Mamanya Amar yang memang dari dulu tidak bisa membantah kata-kata mamanya sendiri langsung keluar dari dalam ruangan itu, bahkan dulu saja mamanya Amar menikah dengan ayahnya Amar karena sebuah perjodohan.


"Mau apa kamu datang kemari sepertinya tidak usah ada yang kita bicarakan lagi dan aku juga akan membatalkan semua pernikahan ini, aku tidak akan membiarkan kamu menikah dengan Amar cucuku itu, aku akan mencarikan perempuan yang lebih dari kamu"


"Aku ingin menjelaskan semuanya nek, aku ingin menjelaskan tentang kesalahpahaman tadi tentang Dimas yang datang ke rumah, itu cuma salah paham Dimas baru pertama kali datang ke rumah Nek, mama ingin berbicara dengan Dimas. Mereka ingin berbaikan seperti dulu, mereka ingin kembali lagi seperti dulu nek "


"Lalu setelah berbaikan Dimas akan terus datang ke rumah itu kan, dan kalian akan terus bertemu dan pada akhirnya kalian berdua akan menjalin sebuah kasih lagi, aku tahu bagaimana drama itu akan terjadi aku tidak mau sampai cucuku terjebak dan kamu malah senang-senang selingkuh dengan mantan suamimu. Sungguh membayangkannya saja aku sudah jijik tahu "


"Aku tidak akan pernah melakukan itu nek. Untuk apa aku seperti itu, aku sudah sangat serius dengan Amar. Aku ingin menikah dengan Amar "


"Iya aku tahu apalagi Amar itu adalah lajang. Dia belum punya anak sedangkan kamu sudah punya dua anak itu akan sangat menguntungkan kamu sekali kan Freya, kamu pasti akan sangat senang mendapatkan laki-laki lajang seperti Amar "


"Aku tidak pernah berpikir seperti itu nek "


"Lihatlah Amar saja memberikan kasih sayang penuh pada anakmu Helena, jelas-jelas Helena bukanlah anak Amar tapi dia memberikan semuanya pada Helena dari kasih sayang, kebahagiaan semuanya Amar berikan pada anakmu itu"


"Iya aku tahu aku sangat berterima kasih dengan apa yang Amar lakukan. Dia menyayangi anakku dengan sepenuh hati, bahkan tak pernah menyakiti hati anakku "


"Begini saja, aku ingin saat kamu menikah nanti dengan Amar kamu meninggalkan keluarga mantan suamimu, meninggalkan Mamanya Dimas dan hanya fokus pada Amar keluarga Amar dan juga anak-anakmu nanti, jangan ada hubungan lagi dengan keluarga mantan suamimu tak boleh menelfon atau pun bertemu bagaimana "


Freya tentu saja diam, dia tidak bisa begitu saja meninggalkan Mama Astuti, saat dia terpuruk siapa yang ada di sampingnya Mama Astuti dia yang mendukungnya. Kalau tanpa mama Astuti mungkin Freya tak akan seperti sekarang.


"Jadi apa yang kamu pilih Amar atau keluarga mantan suamimu itu. Aku tidak mau kamu terlibat lagi dengan keluarga mantan suamimu itu, jika kamu memang mencintai Amar maka lepaskanlah mereka, Amar begitu mencintaimu tapi aku tidak tahu apakah kamu juga sebaliknya, aku tagu dengan kasih sayangmu pada Amar "

__ADS_1


"Aku sangat mencintai Amar nenek "


"Jika kamu memang mencintai Amar kamu akan melakukan apapun untuknya, bahkan meninggalkan keluarga mantan suamimu. Jadi pilihlah Freya fikiran dengan benar, ini tentang masa depan mu kamu tak boleh melihat kebelakang lagi "


"Tapi mama yang selama ini mendukungku, Mama bahkan mengusir Dimas waktu itu dari rumahnya hanya untuk membelaku saat aku terpuruk, dikhianati oleh Dimas hanya Mama yang ada di sampingku, dia yang selalu mendukungku dan membantuku dalam segala hal ini nek, aku tak bisa begitu saja meninggalkan Mama "


"Aku tidak peduli mau bagaimana masa lalu kamu, yang sekarang itu yang harus kamu lihat adalah masa depan Freya, bukan masa lalu. Aku ingin nanti kalau kamu sudah menikah dengan Amar kalaupun itu jadi, aku ingin kamu diam di keluargaku, hanya mengurus Amar dan juga anak-anak tidak mengurusi yang lain, dan tidak berkomunikasi dengan yang lain untuk Helena dan Irsyad jika ingin bertemu dengan ayahnya silakan, tapi tidak dengan kamu. Kamu harus tetap diam di rumah dan anak-anakmu saja yang bertemu dengan ayahnya"


"Kalau untuk masalah itu aku pasti akan diam bersama Amar, anak-anak jika ingin bertemu dengan ayahnya seperti yang nenek inginkan aku tidak akan ikut, tapi tolong jangan buat aku berpisah dengan Mama, karena selama ini dia yang selalu mendukung aku dia yang membantu aku untuk kembali bangkit dari semua masalah yang terjadi dalam kehidupan aku ini nek "


"Begini saja sekarang, kamu pilih Amar atau keluarganya Dimas itu pilihannya. Aku ingin kamu jawab salah satu jika kamu memilih Amar itu bagus, dan jika kamu memilih orang tua Dimas kembali dan batalkan pernikahan ini, dan jangan pernah berharap akan menikah dengan Amar, akan hidup bahagia bersama Amar. Karena semua itu tidak akan pernah terjadi selagi aku masih hidup, fikirkan dengan baik-baik Freya ini demi masa depan kamu loh"


Freya tentu saja bingung dengan semua pilihan itu, dia tidak bisa memilih diantara salah satu dia bingung harus melakukan apa sedangkan, Mama Astuti yang selama ini selalu ada untuknya apakah Freya harus tiba-tiba meninggalkannya demi Amar.


Apakah itu akan sebanding dengan pengorbanan mama Astuti selama ini.


...----------------...


Dimas mengerut keningnya saat mencicipi makanan istrinya. Dimas memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke dalam mulutnya. Gea tentu saja bingung kenapa Dimas tiba-tiba memuntahkan semuanya ada apa biasanya juga suaminya akan lahap.


Suaminya tak pernah seperti itu, aneh sekali Dimas ini tiba-tiba memuntahkan makanannya.


"Apa kamu tidak berniat memasak makanan untuk aku Gea ? "


"Maksud kamu apa Dimas, aku memasak seperti biasa, tidak ada yang berubah semuanya masih sama. Memangnya apa yang berbeda, aku tadi sudah mencicipinya dan rasanya enak seperti biasanya aku memasak apa yang kamu suka "


Dimas melempar garpu dan sendok dengan sangat kasar sekali, sampai-sampai Gea kaget dengan apa yang Dimas lakukan.


"jelas-jelas rasanya tidak enak, kamu makan saja semuanya, dari tadi aku menunggu hanya untuk hidangan yang tidak enak seperti ini. Memang sudah aku bilang kan lebih baik aku makan di luar saja, daripada di rumah kamu tidak becus memasak kalau kamu memang tidak mau melayani aku lagi tidak usah, tak usah memaksakan seperti ini "


Dimas langsung bangkit dari tempat duduknya, Gea masih diam melihat sikap suaminya yang kasar padanya, apakah benar yang ada di hadapannya ini adalah Dimas suaminya apakah benar ini laki-laki yang menikahinya. Kenapa begitu berbeda sekali, kenapa bisa berubah dengan cepat seperti ini.


"Dimas kamu mau ke mana, kamu mau pergi lagi sebenarnya apa sih yang terjadi sama kamu. Kenapa tiba-tiba begini "


"Kamu yang kenapa selalu saja gampang berubah. Seharusnya aku pulang itu kamu layani dengan benar bukannya malah seperti ini. Makanan tak enak aku harus menunggu lama tapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan, sungguh aku menyesal sekali Gea "


Dimas mengambil jaketnya, tapi Gea menariknya "Apa kamu akan kasar seperti Ayahku dulu, kamu akan memperlakukan aku seperti itu Dimas, kenapa hanya masalah makanan saja kamu sampai seperti itu, biasannya juga kamu tak seperti itu Dimas, kamu akan memberitahu aku dengan baik-baik "


Dimas menghentakkan tangan Gea yang ada di jaketnya "Kalau kamu terus di beri tahu dengan perlahan kapan kamu akan berubahnya, kamu akan terus seperti ini tidak akan pernah ada berubahnya, jika kamu ingin aku tidak seperti ayahmu berubah seperti itu maka layani aku dengan becus jangan terus seperti ini, sungguh membuatku kesal saja "


Dimas langsung pergi dari dalam rumah. Bahkan dia membanting pintu dengan sangat keras. Gea hanya bisa diam dan mengelus perutnya yang masih rata, dia tidak menyangka akan diperlakukan seperti ini lagi.


Dimas benar-benar sudah berubah apa karena dia sudah bekerja jadi dia semena-mena pada Gea, Gea binggung sekarang harus seperti apa. Sekarang harus bercerita pada siapa.


Pada Freya tentu saja tidak mungkin. Freya sudah tidak menganggapnya sebagai temannya lagi, Freya sudah melupakannya dan dia tidak punya siapa-siapa lagi. Freya tak akan mungkin menolongnya lagi, Freya sudah sangat membencinya dan melupakannya apakah ini hukuman untuknya.

__ADS_1


__ADS_2