Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 32 firasat Irsyad


__ADS_3

Freya dan Dimas benar-benar datang sama-sama, saat mereka membuka pintu kamar, tempat tidur sudah ada Irsyad berbaring sambil membaca buku koleksi ayahnya. Pemandangan yang jarang mereka lihat. Irsyad tak pernah seperti ini.


Freya yang melihatnya senang sekali, Irsyad makin tumbuh besar makin sulit untuk bercerita tentang di sekolahnya dan kesehariannya. Mungkin dia malu ya biasa anak laki-laki kadang gengsian.


"Kenapa ada di kamar ayah dan Mama, sepertinya ada yang ingin kamu ceritakan. Ayah jadi bersemangat ingin mendengarnya. Kira-kira anak Ayah ini akan berbicara apa ya "tanya Dimas dengan antusias.


"Aku ingin menghabiskan waktu dengan kalian. Aku ingin tidur dengan kalian. Rasanya aku rindu tidur bertiga, aku ingin dipeluk oleh Ayah dan Mama dengan waktu yang lama sekali. Aku rindu dengan masa-masa itu "


Dimas melangkah ke arah anaknya dan memeluk tubuhnya" Katanya anak Ayah ini sudah besar, tapi sekarang tiba-tiba ingin tidur sama ayah dan juga Mama. Biasanya akan menolak kalau Ayan ajak. Pasti akan banyak sekali alasannya. Tapi tak masalah Ayah senang akhirnya kamu sadar sendiri dan meminta sendiri pada kami. Dengan senang hati kami akan mengabulkan keinginanmu "


"Entahlah Irsyad hanya ingin tidur dengan kalian berdua, rasanya hal ini tidak akan pernah terjadi lagi. Ayah Irsyad mempunyai firasat buruk, Irsyad benar-benar takut sekali "


Freya mendekati anaknya dan juga suaminya,lalu duduk menghadap mereka berdua "Maksud Irsyad bagaimana firasat buruk apa, coba Irsyad jelaskan"


"Iya entah kenapa Irsyad berfikir kalau Irsyad tidak akan pernah bisa tidur bersama kalian berdua lagi, kalau Irsyad nanti akan kehilangan kalian maksudnya kita tidak akan bisa tidur bertiga lagi Mama. Sulit sekali Irsyad menjelaskannya "


Freya mengusap kening anaknya "Semua itu tidak akan pernah terjadi, ayah dan Mama akan selalu bersama-sama. Kita bertiga akan menjadi keluarga, tidak akan ada yang berbeda sayang dan tak akan ada yang berubah juga "


"Tapi firasat ku berkata lain Mama jadi sudahlah jangan bahas itu, lebih baik ayo kita berbaring. Aku ingin dipeluk oleh kalian berdua sekarang juga "


Freya menatap suaminya, tapi karena tidak mau memperpanjang semua ini akhirnya Freya dan juga Dimas membaringkan tubuhnya di sisi kiri dan sisi kanan anaknya. Lalu memeluk Irsyad dengan erat seperti apa yang Irsyad mau.


Irsyad yang dipeluk seperti itu tersenyum senang. Sudah lama mereka tidak tidur bertiga, waktu itu mereka tidur bersama tapi hanya sebentar tapi sekarang Irsyad ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama kedua orang tuanya.


Sebelum sesuatu yang terus muncul dalam pikirannya itu terjadi, tapi Irsyad selalu berdoa untuk keutuhan rumah tangga Ayah dan Mamanya jangan sampai ada sesuatu yang terjadi dengan keluarganya ini. Irsyad tidak mau keluarganya hancur. Siapapun pasti berpikir seperti itu kan tidak ada yang mau keluarganya hancur.


...----------------...


"Dimas" bisik Freya


Dimas yang sudah sedikit tidur hanya bergumam "Ada apa sayang tidurlah, ini sudah malam waktunya tidur"


"Tapi aku terus memikirkan tentang Gea. Apakah dia baik-baik saja, apakah dia tidak akan disiksa oleh ayah tirinya itu, apakah dia tidak akan diapa-apakan aku sungguh memikirkan keadaannya. Bisa tidak kita sekarang datang ke rumahnya saja "


"Sayang ini sudah jam berapa, ini sudah malam lihat Irsyad saja tidak melepaskan pelukannya dariku, masa kita akan meninggalkan anak kita ini. Sudah lupakan dulu tentang Gea sesaat kamu butuh tidur kamu butuh istirahat, jangan terus memikirkan dia. Dia kan baik-baik saja kamu lihat sendiri kan bagaimana ayahnya dia baik dia pengertian, sudah aku sangat mengantuk sayang ayo cepat tidur saja dulu. Jangan memikirkan itu semua. Apa kamu ga cape sayang"


"Tapi_"


"Freya menurut lah pada suamimu ini. Kita kan sudah berbicara padanya akan datang ke rumahnya nanti, besok atau lusa kita datang ke rumahnya kita tidak usah sekarang yang ada kita akan mengganggu mereka yang sedang istirahat. Aku yakin Gea baik-baik saja dia terlihat bahagia bersama ayahnya kan sudah ayo tidur cepat"


Freya mau tidak mau akhirnya mengikuti kata-kata suaminya saja, daripada dia harus membantah kan nanti malah jadi panjang ceritanya. Suaminya pasti akan marah dan kesal padanya, tidak Freya tidak mau itu sampai terjadi, semoga saja Gea benar-benar baik-baik saja tidak terjadi apa-apa padanya.


Sedangkan Gea sendiri yang dikhawatirkan oleh Freya dia malah sedang menangis, menangis karena laki-laki idamannya ternyata adalah suami temannya sendiri suami Freya.


Gea begitu menyesal telah menyimpan hati pada dokter itu, jelas-jelas dari awal dokter itu sudah mengatakan kalau dia sudah punya istri. Seharusnya dari situ Gea mundur dan tidak terus mengingat laki-laki itu, meskipun istrinya bukan Freya tapi kenyataannya memang Freya istrinya. Gea tidak mau menyakiti Freya lagi.

__ADS_1


Sudah cukup Gea menyakitinya. Gea kan akan minta tolong pada Freya. Masa ujung-ujungnya Gea malah merebut suaminya. Kurang ajar sekali kan Gea kalau seperti itu.


"Kenapa aku ini malah tertarik pada orang yang sudah mempunyai istri, aku ini dasar perempuan bodoh. Seharusnya aku tidak boleh seperti itu. Aku tidak mau menyakiti hatinya Freya lagi, dia adalah orang yang aku punya satu-satunya. Dia adalah harapan terbesarku "


Gea mengusap air matanya dan mencoba untuk lebih tenang, lebih mengatur lagi perasaannya. Sekarang dia sedang butuh bantuan dan Freya pasti akan membantunya. Apalagi mereka sudah bertemu kan jadi dia tidak boleh sampai menghancurkan kembali sesuatu yang Freya punya.


Ya Gea harus melupakan perasaannya pada dokter muda itu. Gea harus tahu diri kalau itu adalah suaminya Freya kalau itu bukan laki-laki lajang yang harus dia cintai, dia sudah punya istri dan istrinya adalah sahabatnya sendiri.


...----------------...


Dimas dan Freya saling membantu dalam membereskan tempat tidur mereka. Mereka begitu kompak di pagi hari ini. Freya juga senang dengan tingkah suaminya yang seperti itu. Selalu mau membantu tanpa harus disuruh.


"Terima kasih Dimas karena kamu sudah mau membantuku untuk membereskan kamar"


"Tidak masalah aku harus selalu membantu istriku yang cantik ini kan, tidak mungkin aku membiarkan istriku yang sudah berdandan cantik membereskan kamarnya sendirian. Aku tidak akan tega sayang"


Freya tersenyum, lalu mengikat rambutnya, tapi Dimas langsung mengambil ikat rambutnya "Tidak usah diikat kamu lebih cantik di gerai sayang. Sudah biarkan seperti itu saja "


"Tapi aku bosan di gerai terus sayang. Aku ingin rambutku diikat sesekali. Agar terlihat berbeda saja"


"Jangan-jangan sudah seperti ini saja digerai saja lebih cantik kan. Oh ya aku ditawari bekerja di Rumah Sakit swasta yang ada di ujung jalan itu. Baru saja kemarin aku ingin bicara sama kamu tapi kamu sedang pusing karena mencari sahabatmu itu "


"Lalu bagaimana dengan klinik mu. Bukannya kamu ingin buka klinik sendiri kan ? "


"Aku akan selalu mendukung keputusanmu. Apapun yang kamu putuskan aku akan mengikutinya. Aku akan selalu mendukungmu"


"Terima kasih sayang, aku tahu kemarin malam kamu pasti terus saja memikirkan tentang sahabatmu itu, bagaimana kalau nanti siang kita datang ke rumahnya dan melihat keadaannya agar kamu tenang agar kamu juga fokus bekerja "


"Memangnya kamu punya waktu luang, aku takut mengganggu waktu kamu. Aku tidak mau sampai itu terjadi "


"Apa sih yang tidak untukmu sayang, aku sudah pernah berjanji kan padamu untuk bisa menemui sahabatmu lagi untuk bisa membuat kalian bersama lagi. Aku akan mengantarmu untuk bertemu dengan sahabatmu agar kamu tenang. Nanti siang kita akan bertemu lagi aku akan menjemputmu ya"


Senyum Freya makin lebar saat mendengar kata-kata dari suaminya. Suaminya ini benar-benar sekali suami yang baik dan mengerti apa yang Freya mau" Baiklah, aku bahagia sekali Dimas kamu selalu mendukung apa yang aku lakukan. Kamu tak pernah membuat aku kecewa "


"Aku akan selalu mendukungmu, sekarang berangkatlah bekerja dan jangan terus memikirkannya. Kita akan bertemu dengannya kan sebentar lagi. Jadi tak ada yang perlu kamu khawatirkan lagi "


Freya kembali mengganggukan kepalanya, mereka keluar dari kamar bersama-sama. Bahkan Dimas mengantarkan Freya sampai depan rumah. Meskipun tidak mengantarkan Freya sampai kantor juga.


Karena Dimas harus bertemu dengan orang yang ada di rumah sakit swasta itu, untuk membicarakan tentang pekerjaannya. Dimas juga berpikir kalau dia terus fokus pada kliniknya dan tidak bekerja di tempat lain rasanya kasihan Freya.


Dia bekerja dan seperti Dimas ini dibiayai oleh Freya, kan kepala keluarganya Dimas berarti Dimas yang harus bertanggung jawab atas semuanya. Membuat klinik itu pasti akan sangat lama sekali dan membutuhkan waktu yang panjang. Makanya sambil bekerja sambil menata kembali kliniknya itu, semoga saja semuanya akan baik-baik saja dan Dimas juga tidak akan keteteran.


...----------------...


Gea menyimpan kopinya di hadapan Ayah tirinya, tapi tiba-tiba saja dia mual dan Gea memuntahkan sesuatu dari dalam mulutnya itu ke celana bahan ayahnya. Sungguh diluar dugaan. Gea tak bisa menahannya bukan dengan sengaja melakukan itu.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan. Kamu ingin mengotori celanaku Gea. Baru saja aku selesai mandi tapi kamu sudah muntah di celanaku apa kamu gila "sambil mendorong Gea dengan sangat keras.


Gea membekap mulutnya dia ingin muntah lagi "Cepat pergi ke kamar mandi, kamu ini sangat menjijikan sekali. Aku kesal padamu ke kamar mandi kalau muntah di kamar mandi bukan di celanaku"


Gea bergegas pergi ke arah kamar mandi. Gea kembali memuntahkan isi perutnya benar-benar mual sekali. Perutnya sakit sekali rasannya.


Erik yang mendengar suara deringan ponselnya segera mengangkatnya "Ini siapa lagi pagi-pagi sudah menganggu saja "


"Halo Pak Erik ini aku Dimas suaminya Freya. Apakah punya waktu untuk siang ini, aku akan mampir ke rumahmu untuk membahas bisnis kita ini. Siapa tahu kita bisa bekerja sama kan"


"Oh tentu baik itu ide yang bagus aku sudah menunggu. Aku akan menyiapkan hidangan semuanya untukmu dan juga Freya, pasti Freya akan ikut kemari juga kan"


"Tentu istriku akan ikut. Aku nanti siang langsung ke rumahmu ya"


"Tentu aku akan tunggu"


Setelah berbincang kembali Erik mematikan sambungannya dan mencari keberadaan Gea. Dia harus memberitahu Gea dan mengancamnya agar dia tidak memberitahu tentang bagaimana keadaan di rumah ini.


"Gea cepatlah keluar Freya akan kemari, cepat aku ingin bicara dengan kamu "


Pintu kamar mandi langsung dibuka, wajah Gea langsung senang "Kenapa senang sekali saat mendengar kata Freya akan datang kemari, tapi jangan senang dulu dia datang kemari bukan untuk menengok mu atau melihat keadaanmu dia hanya ingin bertemu denganku saja, bersama suaminya"


"Baiklah aku akan menyiapkan sesuatu untuknya, aku akan menyiapkan semuanya aku tak akan membuat kamu malu"


"Tentu kamu harus menyiapkan jamuan terbaik, jangan mengecewakanku dan satu lagi ingat jangan pernah menceritakan tentang keadaan di rumah ini, tentang bagaimana hidupmu yang sengsara itu pokoknya aku tidak mau kamu menceritakan kesedihanmu itu pada Freya"


"Iya aku mengerti"


"Awas saja kalau kamu tiba-tiba mengelabuiku dan berbicara dengan Freya. Aku akan menyingkirkan Freya, aku tidak akan segan-segan untuk menyingkirkan temanmu itu, bahkan sampai nyawanya menghilang. Jika kamu sampai berani mengatakan apa saja yang telah terjadi selama ini sama kamu"


"Tolong jangan lakukan itu, Freya tidak tahu apa-apa. Bukannya dia datang kemari untuk bertemu denganmu untuk mengobrol denganmu tentang bisnis, jadi jangan sakiti dia. Aku akan bungkam dan tidak akan berbicara tentang apapun itu"


"Aku suka denganmu yang sekarang. Dan aku tidak mau kamu nanti muntah-muntah lagi di hadapan mereka, sangat menjijikan sekali kalau memang anak ini merepotkan lebih baik digugurkan saja sangat merepotkan sekali "


"Aku tidak akan seperti itu lagi. Memang kalau pagi-pagi aku selalu mual. Maafkan aku yang telah muntah di celanamu itu. Aku tidak akan melakukannya lagi "


"Awas saja kalau ini terjadi lagi, aku tidak akan senang-segan untuk memukulmu cepat sana siapkan makanan yang enak dan makanan penutup juga. Jangan lupa minuman yang lengkap tidak boleh ada yang kurang. Aku tidak mau nanti malah jadi malu saat mereka datang"


"Akan aku siapkan semuanya"


Gea melangkah dengan pelan ke arah dapur. Gea akan menyiapkan semuanya dan Gea juga akan berbicara dengan Freya. Gea ingin keluar dari rumah ini dan mungkin ini sudah saatnya.


Kalau Gea pergi pasti ayahnya tidak akan berani melukainya, maksudnya melukai Freya juga kan pasti ini hanya ancaman saja. Gea yakin ayahnya tidak mungkin melukai Freya.


Tenang semuanya akan baik-baik saja yang terpenting Gea bisa keluar dulu dari rumah ini. Nanti masalah ancaman itu bisa dilaporkan kekantor polisikan Freya adalah orang berani pasti dia akan melakukan sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2