Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 31 Ada yang aneh


__ADS_3

"Pak Erik" panggil Dimas, yang memang sudah menunggu dari tadi. Sengaja Dimas menunggunya disini untung saja tadi Dimas membawa baju ganti.


Ayah tiri Gea segera memberhentikan langkahnya saat melihat ada dokter itu lagi. Dengan senyum palsunya dia menyambut dokter Dimas yang telah membantu Gea anaknya waktu itu dan juga menasehatinya. Sungguh kebetulan yang merugikan.


Dokter ini selalu ingin tahu dan sekarang pasti akan banyak hal yang dia tanyakan. Menyebalkan sekali bukan.


"Kita bertemu lagi dokter. Tidak menyangka ya kita akan bisa bertemu di tempat yang sama lagi untuk yang kedua kalinya. Kebetulan yang sangat menguntungkan untuk anakku Gea "


"Iya aku juga tidak menyangka kita akan bisa bertemu seperti ini, bisa kita berbincang sedikit bisa jadi kita akan bekerja sama kan. Aku ingin menawarkan sebuah pekerjaan padamu itu pun jika kamu mau bekerja sama denganku Pak Erik "


Erik cukup lama diam, dia menatap anaknya yang terus saja menatap dokter Dimas dengan sangat intens. Bahkan sampai senyum-senyum kecil. Anaknya ini memang ya tidak tahu situasi, senyum-senyum seperti ini bagaimana kalau dianggap orang gila oleh orang lain.


"Baiklah, kita bisa bicara kamu datang kemari dengan siapa hanya sendiri saja dokter. Tapi tidak mungkin kan dokter tampan seperti ini pergi ke tempat kecantikan sendirian, apa ingin merawat tubuhnya atau mungkin istrimu yang akan melakukan perawatan disini seperti aku yang mengantar anakku untuk mempercantik dirinya "


"Tidak tidak tidak aku datang dengan istriku, sebentar lagi istriku akan datang dia tadi ke toilet dulu sebentar. Mari kita cari tempat dulu nanti aku akan kabari istriku. Dia pasti akan senang bertemu dengan anda dan juga anak anda ini"


"Baiklah, tentu mari" tak lupa dengan senyum palsunya. Karena didalam hatinya Erik sangat kesal dengan Dimas. Dimas ini orangnya terlalu ingin tahu satu lagi Dimas telah membuat Gea jatuh cinta itu tidak boleh sampai terjadi.


Mereka bertiga pergi ke arah tempat yang paling dekat, Dimas juga sudah memberi kabar pada istrinya kalau dia sudah dekat dengan Gea dan juga sudah mengobrol dengan Ayah tirinya Gea Pak Erik.


Dimas juga ingin semua ini berakhir agar istrinya tenang dan bisa kembali menjalani hidupnya seperti semula lagi. Istrinya selalu saja gelisah memikirkan sahabatnya ini bukan sahabat tapi mantan sahabat.


Freya yang tersadar karena bunyi ponselnya segera membaca pesannya, ternyata pesan dari suaminya. Freya dengan langkah cepatnya segera pergi ke arah suaminya, sesuai yang diberikan suaminya.


Tidak mungkin kan Gea akan merebut Dimas, tidak mungkin kan Gea ingin merebut apa yang Freya miliki, mungkin itu hanya prasangka-prasangka orang lain saja.


Freya harus percaya kalau Gea sudah berubah, kejadian itu sudah berlalu bahkan sudah beberapa tahun tidak mungkin kan kejadian lagi, Freya harus menghilangkan kegelisahannya itu. Freya harus menatap kembali persahabatannya ini. Jangan sampai persahabatannya ini hancur lagi.


Freya melihat suaminya langsung mendekatinya, Gea yang melihat Freya datang kemari cukup senang dan kaget juga, tadi dokter ini mengatakan kalau dia datang bersama istrinya. Apakah Freya istrinya ? Apakah masa lalu akan terjadi lagi mereka mencintai laki-laki yang sama lagi.


Gea melihat dokter itu berdiri dan tersenyum ke arah Freya, lalu mengecup keningnya di hadapan mereka semua. Harapan Gea langsung runtuh saat melihat semua itu, jadi dokter ini laki-laki yang dia idamkan adalah suaminya Freya. Kenapa dunia begitu kejam padannya.


Gea sangat kecewa sekali, apa yang selama ini dia harapkan harus putus, Gea tidak mau merebut apa yang Freya punya lagi. Gea tidak mau sampai kejadian yang dulu terjadi lagi, sungguh Gea tak sanggup kalau hal itu akan terjadi lagi terlalu sakit apalagi Gea tak mau menerima karmanya yang ini saja sudah menyakitkan apalagi nanti kan.


"Kenalkan Pak Erik dan juga Gea ini adalah istriku Freya"


Freya tersenyum pada Pak Erik dan juga Gea "Ternyata istri dokter muda ini adalah Freya, tidak salah lagi sih, Freya itu kan perempuan cantik, pintar pasti akan mendapatkan seorang suami seperti anda dokter, dia itu memang benar-benar pintar dulu. Bahkan Freya dulu anak satu-satunya yang kuliah. Dia benar-benar bersinar dalam hal apapun "


"Oh jadi kalian berdua sudah saling mengenal ya, aku baru tahu sekarang Pak Erik "


"Tentu aku adalah Ayah tirinya Gea dan dulu kita bertetangga. Gea dan juga Freya kan sahabat tapi karena ada sesuatu masalah mereka menjadi berpisah, ya sekarang mereka bertemu lagi. Bagaimana kabarmu Freya kita sudah tidak bertemu lama kan. Bahkan bertahun-tahun kita tidak bertemu "


"Aku sangat baik paman"


Freya langsung duduk dan menatap wajah Gea yang sedih entah apa masalahnya Freya tidak tahu. Freya menatap Pak Erik lagi dan mencoba untuk menahan sikapnya di sini. Tak mungkin kan Freya akan tiba-tiba menuduh tanpa bukti yang jelas.


"Dunia ini memang kecil ya Pak Dokter, aku sampai tidak menyangka kalau kita akan berkumpul seperti ini. Kita akan sama-sama berbicara seperti ini aku senang sekali"


"Ya begitulah. Aku juga tak menyangka kalau istriku dan juga anak mu ini adalah seorang sahabat dan satu kota juga dulunya, aku kaget saja tadi mendengarnya" Dimas pura-pura tidak tahu saja. Padahal sudah tahu kalau mereka dulu bertetangga.


"Iya masalah mereka waktu dulu cukup besar dan membuat Freya harus meninggalkan Gea, tapi sekarang mereka sepertinya sudah baik-baik saja ya mereka sudah kembali akur lagi. Kulihat tak ada guratan kebencian lagi dimata Freya pada Gea"


"Hemm, begitu ya. Masalah yang besar ya"


"Iya begitulah kamu tahu kan bagaimana anak muda dulu, pasti selalu saja ada masalah perselisihan tapi aku berharap mereka berdua bisa menjadi sahabat lagi. Kasihan Gea itu tidak punya teman lagi ya karena dia takut menyakiti temannya yang lain. Freya saja disakiti sahabatnya sendiri, teman kecilnya. Bagaimana dengan orang lain dia akan lebih leluasa kan menyakitinya"


Erik seperti ingin membuka masalah yang terjadi antara Gea dan Freya dan Erik juga seperti ingin mengomporinya, nanti Freya akan menjauhi Gea.

__ADS_1


Agar dia tidak bisa bertemu lagi bersama Freya.


Gea langsung menggenggam tangan Freya, Freya langsung menatap Gea dan bertanya keadaan Gea lagi di hadapan Ayah tirinya ini, ingin tahu saja apa jawabannya "Bagaimana keadaanmu Gea, apa kamu baik-baik saja"


"Tentu saja Gea baik-baik saja, dia bahagia hidup denganku Freya apapun yang dia mau aku selalu kabulkan, dia ingin perawatan sekarang aku antar kemari, meskipun dia sedang sakit katanya ingin tetap wajahnya cantik dan tubuhnya bagus. Aku sebahagia Ayah hanya bisa mengikuti kemauannya. Apalagi Gea adalah satu-satunya yang aku punya. Aku tak punya siapa-siapa lagi Freya "


"Begitu ya Paman, lalu kenapa Paman tidak menikahkan Gea saja. Sepertinya di umur yang seperti ini dia sudah pantas untuk menikah bahkan aku pun sudah menikah kan, agar paman juga tak kefikiran tentang kebutuhan Gea. Paman kan sudah cukup tua tak akan muda terus tak akan terus bisa mencari uang, kalau Gea punya suami paman juga akan kebagian rezekinya kan "


"Iya betul sekali, tapi Paman belum menemukan laki-laki yang benar-benar cocok, Paman ingin laki-laki itu bisa mencintai Gea sepenuhnya, tidak seperti mantan kalian waktu itu. Sungguh laki-laki itu hanya ingin menghancurkan pertemanan kalian berdua saja, dia tak lama kemudian pergi meninggalkan Gea sungguh miriskan hidup Gea Freya "


Raut wajah Gea langsung berubah. Kenapa Ayahnya harus membahas ini di saat waktu yang sedang bahagia. Ayahnya kenapa harus membahas laki-laki itu lagi. Sedangkan Dimas hanya bisa tersenyum saja karena dia juga sudah tahu ceritanya dari Freya seperti apa.


"Begitu ya aku kira dia sudah menikah, aku ingin melihat anak dari Gea pasti mereka akan sempurna seperti Gea paman"


"Belum dia belum menikah, nanti akan aku carikan dia laki-laki lajang tidak punya istri dan tidak punya pacar juga tentunya. Aku tidak akan membuat Gea merebut pasangan orang lain. Aku tidak mau anakku nanti disalah kan dan juga mendapatkan karma yang menyakitkan"


Gea menjadi canggung kan setelah Ayah tirinya berkata seperti itu. Gea perlahan melepaskan genggaman tangannya pada Freya, rasanya kalau diingat-ingat terus seperti ini rasa bersalah Gea makin besar.


Apalagi sekarang ditambah dia malah tertarik dengan suaminya Freya, tidak menyangka kalau dokter yang waktu itu menolongnya adalah suaminya Freya. Kenapa harus seperti ini, kenapa harus terjebak seperti ini lagi.


Apakah Gea bisa melupakan dokter ini, dokter yang selalu Gea bayangkan selama ini, Gea ingin menjadi istrinya dia ingin menjadi pendampingnya. Tapi saat tahu istrinya Freya dia tidak mau melukainya lagi, sudah banyak luka yang dia torehkan pada Freya.


Gea juga malu dengan dokter tampan ini. Karena Ayah tirinya ini terus saja membuka aibnya dan seperti ingin menjelek-jelekkan Gea saja di hadapan laki-laki ini.


Kalau tahu begini Gea lebih baik pura-pura sakit dan pulang. Mau ditaruh dimana muka Gea ini kalau bertemu dengan suaminya Freya lagi. Gea ingin terlihat baik didepan suaminya Freya.


...----------------...


Mereka berempat sudah menyelesaikan makan siang mereka. Freya memeluk Gea dengan erat. Sebenarnya banyak yang Freya ingin tanyakan pada Gea, tapi sepertinya sangat terbatas sekali Ayah tirinya Gea itu pasti akan selalu mengikuti Gea dan ingin mendengar semua percakapan mereka ini.


"Kita harus bertemu lagi. Jangan sampai kita tidak bertemu, aku ingin ini bukan pertemuan terakhir kita Gea "


"Boleh aku minta nomor teleponmu, agar aku bisa selalu menghubungimu. Agar kita lebih mudah untuk bertemu juga kan "sambil melepaskan pelukannya.


Erik langsung angkat bicara "Ya ampun Freya Gea itu ponselnya tak ada, sudah lebih baik nomor teleponku saja. Gea itu dari dulu tahu sendiri kan dia itu ceroboh, apalagi pada sebuah ponsel, ponselnya baru saja hilang entah ke mana. Aku belum membelikannya lagi kamu bisa menghubungiku ini nomorku ya. Untuk sementara saja nanti Gea sudah aku belikan ponsel baru kalian akan bisa bertukar kabar dengan sepuasnya"


Sambil memberikan kartu namanya, mau tidak mau Freya mengambilnya meskipun bukan ini yang Freya inginkan "Ya sudah aku dan juga Gea harus pulang. Kami harus mengerjakan beberapa tugas lagi. Terima kasih untuk makan siangnya dan kita bisa bertemu lagi nanti, aku begitu senang bisa mengobrol dengan kalian berdua "


"Tentu Paman nanti aku akan main ke rumah kalian, aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan Gea dan melihat Gea memasak juga "


"Yah boleh saja. Nanti kamu kunjungi rumah kami saja, tak jauh kok rumah kamu. Pintu agar selalu terbuka untukmu Freya "


Setelah sedikit berbasa-basi Gea dan juga Ayah tirinya itu pergi dari hadapan Freya dan juga Dimas. Dimas menggandeng tangan istrinya dan saling tatap.


"Ada yang aneh bukan"celetuk Dimas.


"Iya Dimas, kurasa aneh saja kamu lihat sendiri kan tatapannya Gea seperti sangat ketakutan sekali, sepertinya dia tidak nyaman ada bersama Ayah tirinya ini. Yang aku tahu Gea tak seperti itu "


"Iya sayang, tapi kok rasanya dia baik-baik saja tidak ada yang berbeda maksudku luka-luka di tubuhnya juga tidak ada lagi kan. Aku berfikir kalau Gea baik-baik saja loh"


"Ya tapi tetap saja aku sangat curiga dengan ayah tirinya itu. Aku tidak percaya begitu saja, biasanya dia itu cerewet dia itu banyak bicara sedangkan tadi dia sama sekali tidak mengajak aku bicara, dia menjadi pendiam Dimas aku malah makin khawatir saja dengan keadaanya yang seperti itu"


"Mungkin dia sedang canggung saja. Kalian kan baru bertemu lagi sudah lama kalian tidak bertemu. Bahkan bertahun-tahun. Dia merasa canggung mungkin, atau mungkin Gea sudah berubah. Orang kan kapan saja bisa berubah, tak akan sama terus dari yang cerewet bisa jadi pendiam, yang pendiam bisa jadi cerewet namanya juga manusia pasti akan ada berubahnya sayang tak akan sama terus menerus "


"Tapi ga seperti itu juga ada yang berbeda saja, aku sangat merasakannya Dimas"


"Tapi Ayahnya perhatian seperti ayah pada anak kandungnya, tidak ada yang berbeda sayang kita tidak bisa melihat seseorang dari penampilannya saja. Mungkin orang yang buruk dengan kita belum tentu dia buruk dengan orang lain dan sebaliknya jika orang itu baik pada kita belum tentu dia juga baik pada orang lain, ya sudahlah mungkin aku salah menilai waktu itu sayang. Kulihat Ayahnya baik sekali kok"

__ADS_1


"Iya sih tapi tetap saja aku tak mau Gea tinggal dengan Ayah tirinya itu ada yang janggal Dimas. Aku bisa merasakannya "


"Kita pulang dulu saja ya. Ini sudah sore aku tahu pasti kamu sangat lelah dan ingin istirahat kita sudah bicara dengan Gea, yang terpenting kita sudah bertemu kan dengannya dan melihat keadaannya baik-baik saja. Sepertinya dia bahagia bersama orang tuanya, sudah ya lupakan sejenak Freya. Ingat dengan dirimu sendiri "


Freya menghembuskan nafasnya, lalu menarik tangan suaminya untuk keluar dari tempat makan itu. Ada sesuatu yang mengganjal di hati Freya juga tentang sikap Gea yang tadi.


Saat pertama Dimas mengenalkan dirinya, lalu sikap pendiamnya juga dia itu adalah anak yang ceria mudah bergaul cerewet, pokoknya Gea itu banyak bicara apalagi bersama Freya. Pasti apapun akan Gea bicarakan.


"Kamu senang bertemu dengannya. Apakah sudah lega sekarang sayang "


"Aku sudah lega dan rasa sakit hatiku juga sudah sedikit terobati, ya meskipun mungkin ada sedikit rasa takut tapi aku yakin kalau dia tidak mungkin melakukan hal itu lagi kan, dia tidak mungkin menghancurkan aku lagi untuk yang kedua kalinya"


"Iya pasti dia sudah berubah, masa dia tidak ada kapok-kapoknya. Kamu dengannya baik mau menolongnya, masa iya dia masih mau membalas dengan hal yang menyakitkan untuk kamu. Jangan pikirkan kata-kata orang lain, mereka hanya ingin menghasut mu saja ikuti saja kata hatimu"


"Kita harus berpisah disini sayang, kita tadi berangkat sendiri-sendiri"


"Ya aku mengerti sayang seharusnya kita ini pergi bersama saja, malah jadi pisah-pisah seperti ini "


Freya tersenyum dan mencium tangan suaminya "Kita nanti di rumah akan ketemu lagi kan, jadi tidak usah khawatir. Kita bertemu setiap hari Dimas. Kita hanya berpisah sebentar setelah itu kita akan sama-sama lagi menghabiskan waktu"


"Baiklah sayang hati-hati ya menyetirnya, aku akan mengikuti mu dari belakang. Aku akan mengawal mu sayang"


"Tentu saja "


Freya segera naik ke dalam mobilnya dan suaminya juga sama. Mereka pulang bersama-sama tapi berbeda mobil, karena memang tadi kan Freya tidak sengaja mengikuti temannya itu. Jadi mereka berakhir disini dan bertemu. Untungnya saja bertemu, kalau tidak bertemu sudahlah sia-sia Freya mengikuti mobil itu kan.


...----------------...


"Ekmm yang baru bertemu dengan teman lamanya, bagaimana perasaannya apakah senang apakah merasa bersalah atau mungkin ada pikiran kalau kamu akan merebut suaminya. Tebakanku benar kan dokter itu adalah suaminya Freya benarkan apa yang aku katakan. Aku tidak pernah salah dalam hal apapun. Bahkan aku lihat kamu sangat mendambakan kasih sayang dari suaminya Freya itu Gea "


Gea yang sedang melamun langsung buyar dan menatap ayahnya yang sedang menyetir "Aku tidak mungkin melakukan itu. Aku tidak mungkin merebut apa yang Freya punya "jawab Gea langsung agar Ayahnya ini tak terus berbicara.


"Kita buktikan saja Gea, kurasa kamu sudah tertarik dari awal dengan dokter itu. Apalagi untuk kedua kalinya dia menolong bukan, bagaimana rasanya mencintai suami sahabatmu sendiri apa kamu akan mengambilnya lagi apa kamu akan menghancurkannya lagi dan membuat Freya menjauh darimu. Mungkin dia tidak akan pernah kembali lagi padamu, takkan pernah memaafkanmu lagi. Biasanya kalau sudah dikecewakan untuk kedua kalinya mereka tidak akan pernah kembali dan tidak akan memiliki simpati lagi padamu nantinya"


"Tolong sudah cukup jangan terus bahas-bahas tentang masa lalu, semua itu hanya masa lalu. Tolong jangan buat aku terus merasa bersalah dengan keadaan yang dulu"


"Tapi aku suka dengan kamu yang merasa bersalah dan tak mau mendekati Freya, karena masalah kalian itu tapi Freya terlalu baik padamu tiba-tiba memaafkanmu begitu saja. Bahkan yang aku harapkan Freya itu marah-marah dia hadapanmu. Aku suka saat kamu dimarahi oleh orang lain. Aku suka saat tidak ada orang yang peduli sama sekali padamu, bahkan tidak mau menolong karena kamu juga tidak pantas untuk ditolong"


"Sudah cukup aku tidak mau dengan lagi, jangan terus membahas itu aku sudah menyesal aku tidak akan melakukan itu dan Ayah juga jangan terus mengungkit-ungkitnya, apalagi di depan Dimas seperti tadi aku sangat malu mau disimpan di mana mukaku ini"


"Hemm, takut Dimas membencimu ya. Tapi kurasa dia sudah tahu jelas Freya adalah istrinya pasti Freya akan bercerita tentang masa lalunya jangan terlalu berharap pada suami orang Gea itu tidak baik. Jadi apa yang akan kamu berikan padaku, aku sudah membiarkanmu untuk bertemu dengan Freya. Bahkan aku tidak menarik mu untuk pulang kan. Aku juga memperbolehkan mu bertemu dengan dokter tampan itu, bahkan kalian sampai bertatap mata seperti itu"


"Aku tidak akan memberikan apa-apa, semuanya sudah aku berikan padamu bahkan tubuhku saja sudah kamu nikmati lalu apalagi yang kamu mau, tak ada lagi yang harus aku berikan"


Ayah tirinya itu malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari Gea. Ya memang semuanya sudah dia berikan padanya, dia ingin sesuatu yang spesial dari Gea. Tak ada lagi yang Gea punya kan.


"Baiklah aku tidak akan membolehkan mu untuk bertemu lagi dengan Freya. Ini adalah terakhir kalinya kalian bertemu. Karena kamu tidak memberikan apa yang aku mau. Padahal aku hanya ingin sesuatu yang spesial darimu saja Gea, tapi sepertinya itu sangat sulit untukmu maka aku tidak akan pernah membiarkan kalian bertemu lagi atau berbicara sedikitpun"


"Aku tidak punya apa-apa, uang saja aku tidak punya, kamu tidak pernah memberikan aku uang untuk diriku sendiri atau untuk kebutuhanku sendiri. Kamu kan yang mengatur semuanya. Mau bagaimana aku memberikan mu sesuatu yang spesial "


Gea langsung turun dari dalam mobil, karena kebetulan sekali mereka sudah sampai di rumah. Gea tidak mau berlama-lama dengan ayah tirinya itu, yang ada Gea akan makin tersulut emosinya dan nanti malah bertengkar dan ujung-ujungnya dia yang akan dipukul olehnya.


Itu sudah biasa tapi sekarang Gea tidak mau, Gea harus melindungi anaknya sekarang bukan hanya dirinya sendiri yang harus dilindungi tapi bayi yang ada dalam perutnya harus dia terus lindungi. Gea tidak mau sampai terjadi apa-apa dengan kandungannya ini.


Gea tak mau sampai kandungannya ini terluka, Gea juga harus menjauhi Ayah tirinya itu agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Ayah tirinya itu kan semena-mena sekali padanya.


Gea saat sudah masuk kedalam rumah melihat keluar jendela. Ayahnya itu masih diam didalam mobil, lalu kemudian mobilnya melaju meninggalkan pekarangan rumah.

__ADS_1


Gea yang melihatnya senang sekali, sekalian saja dia tak pulang agar Gea bisa siap-siap untuk kabur. Gea sudah tidak tahan tinggal bersama ayah tirinya. Gea juga harus mencari uang untuk bisa pergi kan.


Tidak mungkin Gea pergi tanpa sepeser uang pun, yang ada dia malah akan jadi gelandangan. Gea juga tidak tahu kan alamat rumah Freya di mana. Kalau nekat pergi sama saja Gea mencelakai dirinya dan juga kandungan yang ada dalam perutnya ini.


__ADS_2