
"Lebih baik kalian berdua pergi saja, kalian ini hanya membuat masalah saja. Cepat pergi dari rumahku, pergi kalian" teriak Astuti kesal dengan tingkah anaknya ini. Kurang ajar anak nya ini tak tahu malu membawa selingkuhannya kemari.
"Jadi Gea tidak ada alasan lagi kamu tidak bisa kembali padaku. Ini semua gara-gara Irsyad, kamu ini kenapa coba mendengarkan anak kecil ini, dia itu tidak tahu apa-apa tentang hubungan kita. Dia itu hanya ingin menghancurkan kita berdua saja, jangan dengarkan lagi Irsyad"
"Ya aku memang tidak tahu tentang hubungan kalian, tapi aku tahu kalian sudah melakukan zina, tak tahu malu sekali. Aku menyesal telah berbicara seperti itu Ayah yang aku harapkan ternyata bukan ayah yang baik. silakan saja kamu pergi dengan wanita itu aku tidak peduli aku sampai kapanpun tidak akan pernah memanggilmu ayah lagi. Aku tak akan pernah memaafkan kamu "
"Tidak masalah, aku pun tidak rugi tidak dipanggil Ayah olehmu. Aku akan bersyukur kamu melakukan itu, agar aku tak punya tanggung jawab apapun padamu"
Gea menarik narik tangan Dimas, Gea tak mau ada pertengkaran seperti ini. Gea begitu takut karena dirinya yang akan kenapa, dirinya yang akan dimarahi nanti.
"Sudah aku bilang pergi dari sini, pergi kalian berdua, apa telinga kalian itu harus aku korek dengan lingis, pergi sana dari rumahku"
Astuti mengambil gelas, piring, mangkok semuanya dia lemparkan kepada dua orang itu, sampai-sampai ada satu gelas yang mengenai kepala Gea. Sakit sekali Gea sampai berdarah jidatnya itu belum lagi ke tubuhnya. Kenapa jadi dirinya yang kena, apa salahnya.
"Sudah kubilang pergi dari rumahku kalian ini dasar tidak tahu malu, sudah selingkuh menyalahkan orang lain keluar dari rumahku, kalian ini tidak punya hak di sini keluar Dimas bawa selingkuhan mu itu, aku tak sudi cepat kalian berdua keluar "
Astuti mengambil sapu karena dia orang ini tak pergi-pergi masih saja ada disini, Astuti memukul-mukulnya ke anaknya dan juga Gea. Astuti mengeluarkan semua emosinya itu.
Astuti tidak peduli mau dia dilaporkan ke polisi oleh anaknya, mau dia di penjara pun tak masalah, emosinya sekarang sudah sangat meluap-luap Dimas sudah sangat membuatnya kecewa.
Mereka berdua keluar. Gea sudah menangis tak karuan. Gea begitu hancur melihat semua ini, Gea juga sempat berpandangan dengan Freya tapi Freya langsung mengalihkan pandangannya itu. Tak mau menatap kearahnya.
__ADS_1
"Freya maafkan aku"
Astuti memukul kan gagang sapunya ke arah kaki Gea dengan sangat kencang, bahkan sampai ada bunyinya "Maafkan maafkan, jika kamu ingin dimaafkan oleh Freya seharusnya kamu berpikir dari awal. Seharusnya kamu tidak selingkuh dengan suaminya, kamu ini cuman ambil kesempatan saja tidak tahu diri kalian berdua, memang tidak tahu diri pergi dari rumahku, aku tidak akan pernah mau menerima kalian berdua lagi jangan sampai injakan kaki kalian lagi di rumahku. Aku tidak sudi keluar kalian berdua, keluar jangan ada disini dasar tak tahu malu "
"Wajahmu saja polos Gea, tapi tidak dengan kepalamu itu dasar perempuan tak tahu diri kamu ya "
"Cepat keluar, keluar kalian berdua "
Dimas menarik Gea untuk pergi dari rumahnya itu. Dimas juga tidak berani kalau melawan mamanya, Dimas tidak akan gegabah membalas apa yang Mamanya lakukan itu.
Astuti menutup pintunya, nafasnya masih ngos-ngosan. Astuti melemparkan sapu itu dan menatap Freya yang memeluk anaknya "Sekarang semua keputusan ada di tanganmu Freya. Maafkan Mama karena telah menghalang-halangi kamu untuk bercerai dengan Dimas, seharusnya Mama tidak egois seperti ini. Maafkan Mama Freya "
"Mama akan mendukungmu sepenuhnya. Mama akan membantumu untuk melawan Dimas yang keras kepala, apapun yang terjadi kedepannya kita hadapi sama-sama"
Akhirnya inilah yang Freya inginkan selama ini bercerai tidak usah ada drama-drama seperti ini, tidak mau ada drama-drama yang sangat memusingkan kepalanya ini. Mereka bertiga berpelukan meskipun Freya sudah dijatuhkan harga dirinya, dihancurkan hatinya semuanya tapi Freya tidak bisa melakukan apa-apa kan.
Freya akan mengakhiri semua ini tidak peduli ke depannya akan seperti apa. Tidak peduli hatinya sesakit apa yang terpenting keluarganya terselamatkan dan dirinya juga tidak terus disalahkan dalam hal apapun itu.
...----------------...
Saat sampai di apartemen Gea masih saja menangis, bahkan Dimas mengobati luka di dahi Gea "Sudah jangan terus menangis. Aku tahu ini sangat menyakitkan, aku tidak mau hubungan kita berpisah makanya aku membawamu ke rumah agar kamu bisa mengatakan semuanya ini kan ulah Irsyad. Seharusnya kamu tidak usah mengikuti kata anak kecil itu, kamu seharusnya teguh dengan pendirian kamu "
__ADS_1
"Tapi kamu sudah membuat mamamu benci padaku, sudah membuat dia tidak suka, makin tidak suka denganku Dimas "
"Lalu kalau mamaku tidak suka kenapa, ada aku kan masih ada aku di samping kamu. Kamu tak usah takut kita akan jalani hidup kita ini berdua tidak usah ada orang lain di antara kita berdua ini. Kenapa kamu sangat ketakutan sekali Gea "
"Apakah hubungan kita dengan orang tua kamu akan seperti ini Dimas, aku juga ingin disayang oleh mertua seperti Freya. Aku juga ingin merasakan hal itu "
"Suatu saat kamu akan mendapatkannya. Mama pasti akan lulus sudah ya, yang terpenting kamu tidak boleh mengambil keputusan yang singkat lagi karena hanya suruhan orang lain, kamu harus teguh apakah kamu benar-benar mencintaiku Gea"
Gea menganggukan kepalanya, kalau dia tidak kembali dengan Dimas lalu kalau hamil siapa yang akan bertanggung jawab. Gea tidak bisa kalau harus mengurus anaknya sendiri. Gea tidak mau tambah malu. Kelakuan ayahnya sudah membuat dia harus terjebak seperti ini kan.
Biarkan semua rahasia ini dia simpan sendiri, biarkan Dimas tak tahu sampai kapan pun, Gea yakin kalau dirinya lambat laun pasti akan hamil, bahkan yang melakukan hubungan dengannya tadi itu bukan satu atau dua orang saja, banyak dan pasti salah satunya akan ada yang tumbuh kan.
Gea tidak mau mengambil keputusan gegabah lagi. Semoga saja Dimas tidak akan pernah tahu tentang rahasia ini. Gea akan selalu berdoa akan hal itu.
"Katakan apakah kamu mencintaiku Gea"
"Iya Dimas aku mencintaimu dan aku ingin hidup denganmu. Aku tidak mau kamu pergi lagi maafkan aku karena sudah terhasut oleh kata-kata orang lain. Aku hanya ingin melihat anakmu tersenyum agar dia bisa menerima aku di kemudian hari, itu saja yang aku lakukan"
"Syukurlah aku senang mendengar itu semua, aku tidak bisa hidup tanpamu Gea aku tidak akan pernah bisa ditinggalkan olehmu. Terima kasih karena kamu mau kembali denganku dan berubah pikiran. Ingat jangan pernah dengarkan kata-kata orang lain lagi"
Gea menganggukan kepalanya, membalas pelukan Dimas. Jangan sampai Gea bertemu dengan laki-laki itu yang telah melecehkannya, takutnya mereka akan berbicara dengan Dimas.
__ADS_1