
Gea bingung sekali, Gea sudah ada di rumah sakit dia ingin mengantarkan makanan untuk suaminya. Ya siapa tahu dia bisa bertemu dengan Amar dan berkenalan dengannya jodoh tidak ada yang tahu kan.
Gea rasanya tak sabar ingin bertemu dengan laki-laki tampan itu, laki-laki yang sudah mempunyai segalanya, Gea seharusnya bertemu dengan Amar dari dulu, mungkin dirinya tak perlu mengambil suami Freya.
Baru saja dipikirkan Amar baru saja keluar dari dalam rumah sakit, Gea tidak jadi mengantarkan makanan ini pada suaminya dia malah mengejar Amar dan mencekal tangannya, Amar tentu saja kaget dan langsung menghempaskan tangan itu.
Gea tentu saja kaget, tak pernah ada orang yang seperti ini padannya. Tangan Gea sampai sakit dihempaskan begitu saja oleh Amar.
Gea juga sampai mundur beberapa langkah "Maaf aku tadinya mau bertanya denganmu. Maaf ya kalau aku lancang tiba-tiba memegang tanganmu seperti itu. Kamu Amar kan suaminya Freya ? Aku tidak salah orang kan, kita pernah bertemu juga "
Amar hanya menganggukkan kepalanya, dia tak bicara apa-apa pada Gea. Karena menurut Amar itu tak terlalu penting.
"Apakah kamu tahu di mana ruangannya Dimas suamiku, aku ingin mengantarkan makanan ini untuknya, aku sudah membuatnya spesial untuknya. Kalau tahu akan ketemu dengan kamu pasti aku akan buatkan satu lagi, kamu harus mencoba masakan ku "
"Kamu tanyakan saja ke dalam pada suster yang berjaga, tanya di mana ruangan suamimu" jawab Amar sepentingnya saja.
"Bisa bantu aku, antarkan saja ke ruangan suamiku, aku sungguh tidak mau nanti malah jadi berkeliling di sini. Kalau kamu tidak mau juga tidak masalah, aku tak akan memaksa kamu untuk mengantarkan kamu. Hanya saja kalau bisa tolong bantu aku "
Amar mengerutkan keningnya. Ada apa dengan perempuan ini, ini kan perempuan yang sudah menghancurkan Freya, sahabatnya itu kan yang pernah Freya ceritanya. Amar tak salah orang kan.
"Di dalam juga banyak orang dan akan banyak yang menunjukkan tempat di mana suami mu berada. Dia tidak akan ditempatkan di tempat yang terpencil jadi kamu tidak usah khawatir, kamu tanya pada suster yang berjaga pasti mereka akan tahu tanya saja dokter baru mereka juga pasti akan tahu permisi"
__ADS_1
Amar langsung melangkah pergi meninggalkan Gea, Gea yang melihat itu kesal dingin sekali laki-laki itu. Dimas waktu itu tidak seperti itu tidak sedingin Amar, lihat saja Gea akan pastikan kalau Amar akan menjadi miliknya.
Dengan masih kesal dia menghentakkan kakinya dan masuk ke dalam rumah sakit "Awas saja aku akan memilikimu, aku tidak akan melepaskanmu Amar" gumam Gea
"Kamu nanti yang akan mengejar-ngejar, lihat saja apa yang akan aku lakukan. Aku akan bergerak cepat untuk mendapatkan kamu Amar "
...----------------...
"Selamat siang mamah"
Astuti yang sedang melamun langsung menatap Amar yang baru saja datang dengan senyum manisnya, seperti biasa sambil menggendong Helena. Amar selalu tak lupa untuk menjemput Helena.
Sungguh Astuti begitu senang dan merasa sangat beruntung keluarganya dulu bertemu dengan Amar, dan sekarang Amar sedang memperjuangkan cintanya pada Freya, semoga saja semuanya akan berjalan dengan lancar.
"Sepertinya Mama lagi banyak pikiran, apa sih yang sedang Mana fikirkan"Amar menurunkan Helena dan menyuruhnya untuk berganti pakaian lalu Amar mendekati Astuti.
"Ada apa dengan Mama, kenapa sepertinya Mama sangat banyak pikiran apakah mama tidak setuju kalau misalnya Amar menikah dengan Freya, pasti Freya sudah memberitahu Mama kan tentang kabar ini "
Astuti langsung menggelengkan kepalanya "Yang ada aku sangat senang sekali kamu menikah dengan Freya, itulah yang mama tunggu dari dulu Mama ingin kamu bersatu dengan Freya, Mama ingin Freya bahagia. Mama ingin Freya memiliki keluarga yang utuh "
"Apalagi setelah perceraian itu, ibunya sendiri tak mau menemui Freya, dia malah menyalahkan Freya karena Dimas pergi dari sampingnya, aku ingin anak itu bahagia dan tersenyum lagi "
__ADS_1
Sungguh Amar agak kaget mendengar cerita dari Mamanya Dimas ini, dia tak tahu kalau Freya sampai disalahkan oleh orang tuanya gara-gara Dimas.
"Syukurlah aku kira mama tidak setuju dengan hubunganku dengan Freya, lalu apa yang membuat Mama harus melamun di siang hari seperti ini, kalau boleh Amar tahu kenapa selain tentang cerita yang baru saja Mama katakan pada Amar "
"Mama hanya sedang kepikiran saja dengan anak mama. Freya menyuruh Mama untuk bisa berdamai dengan Dimas, tapi hati Mama tidak bisa, Mama tidak bisa memaafkan Dimas begitu saja. Ya meskipun Mama ingin memeluknya tapi kesalahannya itu sudah membuat Mama sangat kecewa sekali Amar "
"Apalagi Mama harus menerima perempuan tak tahu diri itu, mama tak akan mau. Mama tak sudi kalau harus menerima Gea dalam hidup Mama ini, mama sungguh tak suka dengan perempuan penjilat itu "
Amar membawa Astuti duduk, "Mungkin mama memang harus mulai bisa memaafkan semuanya, tapi kembali lagi keputusan ada di tangan mama, semua orang memang punya kesalahan mama mungkin bisa secara perlahan memaafkan Dimas, tapi tenang saja Amar akan menggantikan semuanya Amar akan menjadi anak yang baik, menantu yang baik untuk mama"
Astuti mengusap rambut Amar "Kamu memang akan menjadi suami yang baik untuk Freya. Mama tidak akan pernah menyesal menikahkan kamu dengan Freya, mama percaya kalau kamu bisa membuat Freya kembali tersenyum, kembali bahagia lagi seperti dulu. Mama ingin melihat senyum lebar Freya lagi Amar"
"Itu akan segera terjadi mah, aku akan membuat Freya menjadi perempuan yang paling sempurna aku tidak akan membuatnya kecewa dan aku juga akan menjadi menantu yang baik, aku tidak akan mengecewakan mama, Irsyad dan juga Helena. Aku akan tetap ada bersama kalian "
Astuti mengganggukan kepalanya, dia senang sekali Amar bisa menaklukkan hati Freya, sudah banyak laki-laki yang mendekati Freya tapi mereka perlahan-lahan mundur hanya Amar saja yang bertahan sampai 6 tahun lamanya.
Hanya untuk menunggu Freya membuka hatinya, dan sekarang penantiannya akhirnya terwujud juga Freya sudah membuka hatinya meskipun berbarengan dengan Dimas dan juga Gea yang datang tapi Astuti akan selalu berdoa untuk kebahagiaan Freya.
Astuti juga ingin menunjukan pada orang-orang yang menyakiti Freya, kalau Freya sudah baik-baik saja kalau Freya itu sudah lebih bahagia dari pada mereka.
Bahkan pada orang tua Freya pun, Astuti ingin membuktikannya kalau pilihan Freya itu sudah benar tak ada yang salah dan tak ada yang keliru sama sekali.
__ADS_1
Pokoknya Astuti ingin kebahagian untuk Freya, biarkan untuk sekarang Astuti egois, dia ingin serakah sekarang.