
"Irsyad kamu harus datang ke rumah, kamu harus tanggung jawab atas apa yang terjadi dengan aku ini. Aku nggak bisa kalau harus misalnya urus anak ini sendirian, aku ga akan sanggup aku ga bisa ngandelin orang tua aku. Kamu harus bisa jadi laki-laki yang baik dong Irsyad "
Irsyad tertawa terbahak-bahak mendengar semua itu, Irsyad benar-benar merasa lucu sekali dengan apa yang dikatakan oleh Layla tidak bisa mengurusnya sendiri, lalu dirinya harus berperan sebagai apa nanti di hidup Laila apakah baby sister nya anaknya.
"Lucu sekali kamu ini, mintalah sama laki-laki yang udah hamilin kamu. Kamu ini emang perempuan yang paling polos yang pernah aku temuin dan paling lucu banget, minta tanggung jawab sama laki-laki yang nggak pernah sentuh kamu, bahkan saat mau dipeluk sama kamu aja aku ogah apalagi buat nyentuh kamu sadar diri dong "
Irsyad kembali tertawa sambil memegang perutnya, Irsyad benar-benar tidak bisa menahannya sungguh perempuan yang ada di hadapannya ini membuat harinya menjadi banyak tawa.
"Tapi ini kan kelakuan kamu, kalo bukan kamu yang ngelakuin aku juga nggak akan minta tanggung jawab kayak gini, aku juga nggak akan datang ke rumah kamu. Aku juga malu terus kayak gini Irsyad "
"Kapan, aku tanya kapan aku ngelakuin itu sama kamu, mana buktinya aku butuh bukti yang memang menyatakan kalau aku pernah menyentuh kamu atau mungkin kamu punya rekaman saat kita melakukan hubungan itu aku ingin tahu, mungkin aku takutnya tiba-tiba hilang ingatan "
Laila dibuat diam ditanya seperti itu, dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Irsyad benar-benar bukan laki-laki yang bisa dia tindas seenaknya bukan laki-laki yang bisa menyerah begitu saja, dan bertanggung jawab. Begitu sulit untuk ditaklukan dengan berbagai macam hal.
Apakah Laila harus memberinya uang, tapi tak mungkin itu malah akan ketahuan. Lihat rumah Irsyad saja besar dia tidak akan kekurangan uang juga kan. Kuliah saja dia mengunakan mobil.
"Irsyad kenapa kamu seperti itu" Laila memasang wajah memohon nya.
"Seperti apa" jawab Irsyad dengan santai sekali.
"Kamu tega sama aku, kamu udah telantarkan aku kayak gitu aja. Aku ini butuh orang yang buat nguatin aku, aku butuh kamu ada disamping aku tahu "
"Cari Brian dan suruh dia tanggung jawab, gampang sih sebenarnya. Tapi kamu aja yang buat semua ini tuh jadi sulit dan bikin orang tua kamu tuh salah paham sama orang lain"
Wajah Laila langsung pucat saat mendengar nama laki-laki itu, kenapa Irsyad membawa Brian. Sungguh Laila tak pernah memberitahu siapa-siapa ataupun ada yang tahu.
"Maksud kamu apa tiba-tiba bicara kayak gitu. Kenapa tiba-tiba Brian jangan aneh-aneh deh kamu, jangan bicara ngaco kayak gitu ah aku ga suka Irsyad"
__ADS_1
"Kenapa wajahnya pucat sih, takut ya gimana rasanya kalau udah ketahuan ternyata kamu hamil sama Brian ceritain dong gimana kronologinya dan kenapa juga sampai harus aku yang dituduh, aneh banget kan sungguh diluar dugaan banget tahu "
"Ga kata siapa Brian yang lakuin. Kamu ini kenapa sih malah jadi ke orang lain nggak aku nggak pernah ngelakuin itu sama Brian, jangan asal nuduh ya kamu"
"Udahlah bicara sama kamu itu yah cuman bikin aku emosi bisa-bisa aku pukul kamu loh, aku nggak peduli kamu perempuan atau laki-laki, aku ini punya batas kesabaran. Memangnya ada yang mau dituduh seperti ini tidak akan pernah ada"
Irsyad langsung saja masuk ke dalam rumah dan menutup pintu. Laila juga tidak sempat untuk mengejar Irsyad. Dia hanya bisa mendapatkan hasil kosong tidak bisa mendapatkan tanggung jawab yang seharusnya diberikan oleh Irsyad padanya. Kenapa juga Irsyad malah membawa-bawa Brian apa hubungannya coba.
Laila segera pulang dengan hasil yang tidak pasti. Laila bingung harus bagaimana lagi sekarang. Apakah Laila harus mengumbar-umbarnya di media sosial agar semua orang tahu kalau Irsyad yang telah melakukan ini.
Agar Irsyad bisa tanggung jawab. Laila benar-benar tidak mau menikah dengan laki-laki lain selain Irsyad, satu-satunya orang yang dia butuhkan hanyalah Irsyad bukan laki-laki lain atau siapapun itu.
Kalau hidup tanpa Irsyad Laila sepertinya tak akan bisa. Laila malah akan tak bahagia, Irsyad adalah sumber bahagianya. Irsyad adalah segalanya.
...----------------...
Brian itu kenapa bisa sampai kefikiran kesana, kenapa dia berani sekali melakukan hal ini. Irsyad kira Brian adalah laki-laki baik dan tak akan mungkin merusak seorang perempuan.
Bahkan mereka sudah melakukan hal itu beberapa kali, dan Laila selalu saja mau karena katanya Laila akan didekatkan dengan Irsyad jadi dia memberikan apa saja yang Brian mau. Sungguh Laila itu terlalu bodoh.
Irsyad langsung menarik kerah pakaian Brian "Maksud lo apaan tiba-tiba hamilin Laila tapi gue yang dituduh, jangan kayak gini dong. Kalau emang lo benci sama gue ga gini caranya "
"Apaan sih Irsyad tiba-tiba kok gue yang disalahin, bukan gue yang hamilin ngapain juga tarik-tarik kera pakaian gue "sambil mendorong dada Irsyad, tapi Irsyad masih seimbang dan memegang kerah pakaian Brian.
"Gak usah ngelak lagi Brian gue udah tahu kalau lo dalang dari semua ini, gue mau sekarang lo rekam kejadian dari awal sampai akhir dan kenapa lo bisa menjebak Laila dan nyuruh dia buat gue yang tanggung jawab. Fue udah punya bukti segalanya kok. Ga usah ngelak lagi loh itu di jadiin temen sama gue bukannya baik tapi malah nusuk gue dari belakang kayak gini, bener-bener ya gue nyesel "
"Gue ga mau, ngapain coba ah lepas "
__ADS_1
"Oke kalau lu nggak mau, gue bakal usut ini dan gue akan bilang sama dosen-dosen di sini kalau lo udah jebak gue, bahkan gue bisa juga keluarin lo dari sini. Gue ga akan tinggal diam sebelum nama gue kembali seperti semula "
"Jangan-jangan. Jangan gitu dong tiba-tiba kok lo jadi kayak gini sih Irsyad, jadi seram kalau gue keluar dari kampus ini gue sekolah di mana. Gue di sini dapat beasiswa, jangan hancurin masa depan gue Irsyad "
"Ya udah kalau lo emang mau bertahan di sini maka turutin apa kemauan gue, lo tinggal jujur aja kalo lo yang hamilin Laila nggak usah nuduh orang kayak gini. Ga baik "
"Oke oke gue akan jelasin semuanya, tapi lo janji kan nggak akan pernah keluarin gue dari kampus ini dan jangan usut masalah ini ke kantor polisi ya, gue nggak mau beban orang tua gue makin bertambah, gue bener-bener nggak bisa kalau mereka kesusahan lagi, gue ga sanggup lihatnya "
Irsyad langsung mendorong Brian sampai tersungkur "Makanya kalau lu emang nggak mau punya masalah jangan buat masalah, malah hamilin anak orang kalau emang sayang sama orang tua loh jangan kayak gini, seharusnya jadi anak baik ini malah sebaliknya aneh banget deh "
Brian tidak menjawab. Dia langsung bangkit dan mengikuti langkah Irsyad yang masuk ke sebuah ruangan. Di sana ternyata sudah ada orang yang selama ini membantu Irsyad, di sana juga sudah ada sebuah kamera yang akan merekam mereka percakapan mereka berdua.
"Ayo ceritain semuanya, jangan ada yang di sembunyiin lagi, jangan bohong lagi gue bisa tahu kalau itu sampai terjadi "
"Oke gue ceritain semuanya "
Brian menceritakan semuanya dari awal bertemu sampai dia bisa menghamili Laila, dan mengiming-imingi akan mendekatkannya dengan Irsyad.
Brian awalnya sangat ragu-ragu. Tapi saat melihat wajah Irsyad yang begitu menakutkan dia menceritakan segalanya. Brian tidak mau sampai dia harus keluar dari sini, dia masuk ke dalam sini saja sangat sulit kalau misalnya keluar orang tuanya akan sangat kecewa.
Masa depannya juga akan hancur sekali, mungkin dirinya tak akan punya masa depan nanti.
"Jangan banyak drama ya, langsung ceritain aja dari awal ketemu kamu gimana, dari tadi kebanyakan bertele-tele deh aku mau langsung intinya aku mau kasih video ini sama orang tuanya Laila, agar aku tidak dituduh. Aku tidak mau harus bertanggung jawab yang bukan ulahku "
"Iya iya aku akan cerita dengan benar sekarang aku akan cerita dengan benar, dari awal aku bertemu sampai Laila bisa seperti itu"
Brian hanya bisa pasrah dan menceritakannya meskipun malu dengan Irsyad tapi mau bagaimana lagi ini demi hidupnya, demi keluarganya. Pokoknya demi kelangsungan hidupnya lah.
__ADS_1