
"Dimas kemarilah, aku ingin bicara serius dengan kamu. Ini benar-benar sangat serius sekali jadi kamu harus mendengarkannya"
"Apalagi jika kamu ingin mengajakku bertengkar aku tidak mau ya, aku sudah pusing aku juga sudah mencari pekerjaan jangan terus menekan aku seperti ini, aku bisa gila kalau kamu terus melakukan itu sama aku "
"Tidak, aku tidak akan menekan mu aku ingin memberitahumu. Aku ingin memberi sesuatu yang sangat penting sekali dan kamu juga pasti akan mau melakukannya ini demi kelangsungan hidup kita, ini demi masa depan kita semua Dimas "
Dimas menghampiri istrinya itu, meskipun rasanya lelah sekali kalau harus berbicara dengan perempuan ini yang pada akhirnya bertengkar lagi bertengkar lagi. Tapi kalau tidak didekati makin marah juga memang menjadi dirinya ini serba salah sekali.
"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan, aku tidak punya waktu banyak. Aku tak mau menghabiskan waktu juga"
"Tidak punya waktu banyak sedangkan kamu saja diam saja di rumah itu adalah waktu, makanya kalau sulit mencari pekerjaan jangan satu titik saja, memang kamu adalah seorang dokter dulunya tapi sekarang bukan kamu cari saja pekerjaan serabutan dan yang lainnya jangan mengandalkan satu pekerjaan saja. Kalau kamu terus begitu kapan kamu akan majunya coba "
"Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan, menceramahi aku atau ingin bicara apa. Sudah aku bilangkan kalau kamu hanya ingin membuat aku kesal, aku mundur saja "
"Baiklah ini adalah ideku yang tiba-tiba saja muncul, ibumu kan orang kaya. Kenapa kamu tidak ambil uangnya saja kenapa kamu tidak minta warisan saja padanya. Memangnya kamu rela semua uangnya diberikan pada Freya mau bagaimanapun kamu anaknya bukan orang lain. Dia itu hanya mantan menantunya saja yang kebetulan disayang oleh ibumu, kamu harus merebut semuanya Dimas "
Dimas baru kepikiran benar juga kata Gea, Ibunya kan punya uang ibunya punya segalanya, peninggalan dari ayahnya. Kenapa juga Dimas tidak datang ke Ibunya dan meminta haknya sebagai anaknya, kenapa baru kefikiran juga ya sekarang. Dimas juga lupa waktu itu saat pergi dari rumah kenapa dia tak membawa harta-hartanya malah membawa pakaian saja.
"Bagaimana ide aku bagus kan, kita harus bisa membuat hidup kita ini lebih baik kita tidak mungkin terus seperti ini, aku ingin hidup kita semua seperti awal-awal apa kamu tidak kangen dengan kehidupan itu. Aku ingin seperti itu lagi aku ingin segalanya bisa terbeli aku lelah hidup seperti ini, aku sungguh muak dengan kehidupan yang sekarang ini serba kekurangan dalam hal apapun itu "
"Bagus juga ide mu itu, aku sampai tidak kepikiran, nanti kita akan datang ke rumah ibu kamu juga harus ikut. Mau bagaimanapun kamu sekarang adalah menantunya meskipun pernikahan kita tidak direstui, tapi tetap saja kamu berhak menerima semua apa yang ibu aku punya "
"Tentu, aku akan ikut karena aku juga di sana ada hak kan, aku ini menantunya kita harus meminta semua harta ibumu warisannya, enak saja Freya yang menerima semua itu dia kan sudah menjadi orang lain dia sudah bukan siapa-siapanya keluarga kamu juga"
Dimas mengangguk-anggukan kepalanya, baiklah dia akan memulai rencananya, Dimas akan meminta semua bagiannya itu, Dimas tak akan rela kalau Freya mendapatkan semuanya, meskipun Dimas punya anak Irsyad tapi tetap saja dirinya sedang butuh uang dan harus mengembalikan kehidupannya yang seperti semula lagi, siapa tahu Dimas bisa buka klinik kan nanti.
Dimas ingin cita-cintanya terwujud apa yang dia mau terkabul, Dimas rasannya tak sabar sekali ingin membuka klinik barunya. Ibunya juga pasti akan memberikannya uang. Tak mungkin ibunya menjadi pelit.
"Jadi kapan kita akan pergi ke sana Dimas. Aku ingin cepat-cepat ke sana, atau perlu kita tinggal di rumah ibumu saja kan di sana lebih besar kan rumahnya dan Freya juga pasti sudah tidak ada di sana. Freya pasti sudah pergi masa dia mau terus tinggal dirumah keluargamu sungguh tidak tahu malu kalau seperti itu kan "
__ADS_1
"Iya nanti kita secepatnya akan pergi ke sana, aku mau kita akan pergi ke rumah itu dan tinggal di sana. Kita akan baik-baik lagi hubungan kita akan kembali seperti semula lagi, ekonomi kita juga akan kembali lagi aku tak sabar sekali "
Gea menganggukan kepalanya dengan semangat, dia tidak sabar ingin pergi ke rumah itu dan tinggal lagi di sana. Tidak mungkin kan Ibu mertuanya itu terus seperti itu pasti akan ada berubahnya dan menerimanya Gea juga mau bagaimana pun. Gea kan menantunya sekarang.
...----------------...
"Freya menurut mama Amar sangat baik, kenapa kamu tidak menikah dengan Amar saja. Dia sangat cocok dengan kamu sayang "
Freya yang sedang membaca buku langsung menyimpan bukunya "Mah pernikahan itu bukanlah hal yang mudah aku belum siap untuk menikah dan aku juga tidak akan pernah menikah lagi, aku mungkin akan menjadi single parent saja aku tidak mau ke depannya Rumah tanggaku akan berantakan lagi seperti yang awal. Mama tahu kan aku sangat trauma dengan pernikahan ini "
"Tapi mama lihat Amar sangat baik sekali. Dia tidak mungkin melakukan hal itu, dia pasti akan setia dengan kamu Freya kalian berdua akan menjadi pasangan yang cocok dan juga saling melengkapi"
"Dulu juga Dimas sangat baik sekali kan, dan aku juga berpikir kalau Dimas tidak mungkin selingkuh dariku tapi pada kenyataannya apa dia selingkuh dan menikah dengan sahabatku sendiri kan. Sungguh sebuah kejutan untuk aku ma, hidupku ini banyak sekali dengan kejutan "
Astuti menepuk paha Freya "Jangan pernah samakan laki-laki yang satu dengan laki laki yang lainnya, mereka akan berbeda Freya, tidak akan sama kamu harus membuka hati kamu, kamu harus bahagia dengan pasangan kamu Mama akan senang dan Mama akan tenang kalau sampai itu terjadi"
Freya tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Aku harus memikirkan semuanya dulu, apakah keluarga Ammar akan menerimaku. Aku sudah mempunyai dua anak apakah keluarga Ammar tidak keberatan itu yang aku pikirkan mah tidak semudah itu, aku ini bukan lagi seorang gadis "
"Iya dan aku tidak akan pernah memberitahu Helena siapa ayahnya, karena itu hanya akan membuat Helena sakit. Ayahnya pergi saat Helena ada dalam perutku. Aku tidak mau membuat dia bersedih dan memikirkan tentang semua itu, biar aku saja yang merasakan kesedihan itu jangan sampai anak-anakku juga merasakannya. Sudah cukup aku saja yang pernah disakiti jangka sampai anak-anak juga "
Astuti memeluk Freya dari samping, rasannya Astuti masih saja dihantui oleh rasa bersalah, rasa bersalah karena anaknya sudah berselingkuh dari Freya sudah menghianati Freya.
Kalau saja tidak ada Gea dulu mungkin rumah tangga anaknya sekarang akan baik-baik saja tidak ada kendala sedikitpun, mungkin mereka akan lebih bahagia lagi. Apalagi datangnya Helena.
Tapi ya sudahlah semuanya sudah berlalu juga tak akan bisa berubah sampai kapan pun itu, takdir sudah harus seperti ini. Tak pernah ada yang tahu kan dengan sebuah takdir.
...----------------...
"Maaf mencari siapa ya"
__ADS_1
Gea dan juga Dimas kaget saat melihat orang yang keluar dari dalam rumah. Kenapa bukan mamahnya Freya ataupun Irsyad, kenapa malah orang lain coba "Aku mencari Ibu Astuti atau mungkin Freya, mereka dimana ya aku ingin bertemu dengan mereka "
"Ibu Astuti ya, dia sudah menjual rumahnya padaku. Sudah beberapa tahun yang lalu malahan dia menjual rumahnya, ibu Astuti sudah lama tak tinggal disini"
"Apa kamu tahu kemana pindah rumahnya, mungkin kamu punya alamatnya bisa aku meminta alamatnya. Aku ini anaknya Dimas, aku harus bertemu dengan ibuku itu "
"Oh anak Bu Astuti Dimas yang selingkuh itu ya. Aku tidak punya alamatnya dan kalaupun aku punya aku tidak akan memberikannya, untuk apa juga kan"
Ibu-ibu itu yang melihat Gea yang ada di samping Dimas langsung mendelikan matannya tak suka saja, memang saat Dimas selingkuh semua orang sampai tahu bahkan rekan-rekan kerja Dimas juga tahu.
Mereka kecewa dengan apa yang Dimas lakukan, pokoknya kabar itu membuat semua orang kecewa dan semua orang tahu bagaimana Dimas dan juga Gea dan yang membeli rumah Astuti juga orang terdekat juga, jadi dia tahu tentang masalah ini.
"Kalau tidak tahu ya sudah Bu tidak usah menghina seperti itu juga, kami hanya ingin bertemu dengan ibu kami saja "
"Aku tidak menghina kamu, aku hanya berkata sesuai fakta saja. Rumah ini sudah dijual sejak lama dan mungkin Freya membawa ibumu pindah rumah. Karena aku tahu betul bagaimana kehidupan Freya. Dia sangat bahagia dia sekarang menjadi sangat mapan sekali dan dia bisa mengangkat derajat Ibumu juga Seharusnya kamu bangga memiliki mantan istri yang seperti itu, atau mungkin kamu harusnya menyesal karena telah meninggalkannya "
"Ya sudah saya permisi " Dimas tak mau mendengar apa-apa lagi sudahlah memang dirinya ini bodoh.
Dimas langsung menarik tangan istrinya Gea. Kenapa malah Freya terus yang dipuji-puji Dimas tahu Freya pasti akan bisa mengubah hidupnya. Dimas benar-benar pusing harus mencari ke mana ibunya sekarang.
Sebenarnya di sini juga Dimas merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan, apakah Freya sekarang sudah punya suami lagi rasanya dia masih tak rela kalau sampai itu terjadi. Dimas ingin kembali dengan Freya dan membenarkan semaunya.
"Bagaimana kita, harus mencari kemana lagi Ibu. Freya membawanya ke mana lalu penjualan rumah ini uangnya ke mana Dimas, aku yakin pasti Freya sudah memakainya. Aku yakin itu "
"Aku tidak tahu, aku harus mencari ibu kemana lagi. Sudahlah aku ingin pulang dulu saja, kita harus istirahat dulu ya "
Dimas langsung pergi meninggalkan istrinya itu Gea tentu saja mengejarnya, tidak mungkin kan dirinya ditinggal begitu saja di sini. Enak saja padahal datang ke rumah ini harus banyak ongkos yang dikeluarkan.
Gea kira akan langsung masuk ke rumah dan beristirahat, tidak memikirkan tentang pekerjaan yang di rumah tapi ternyata ibu mertuanya sudah pindah dan Freya entah pergi ke mana membawa Ibu mertuanya itu , pasti uangnya habis oleh Freya.
__ADS_1
Enak sekali ya menjadi Freya, dia bisa disayang oleh Mamanya Dimas dan juga bisa menikmati semua uangnya, kenapa juga Gea tak dari pertama bertemu dengan Dimas dan keluarganya mungkin sekarang dirinya lah yang disayang bukan Freya.