Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 119 Kacau semuanya


__ADS_3

Freya harus melupakan semua masa lalunya, tak boleh terus diingat-ingat. Masa lalu itu terus saja terngiang-ngiang dalam kepalanya. Padahal sudah sangat lama sekali kan kejadian itu.


"Freya kemarilah kenapa kamu hanya diam di depan pintu, ada apa sayang, apakah ada yang sedang kamu fikirkan"


Freya yang tersadar langsung mendekati Amar tak lupa dengan senyum manisnya, dia memasang senyumnya. Freya tidak mau membuat Amar curiga, Amar begitu baik dan mencintainya tak boleh Freya membuat Amar kecewa.


"Lihat aku membawakan kamu bekal, untuk makan siang hari ini. Maaf ya baru kali ini aku membawakan kamu bekal makanan seperti ini "


"Tidak masalah sayang "sambil membawa Freya ke sofa panjang yang ada di sana.


Amar segera membuka bekal yang diberikan oleh Freya dan senang saat melihat isinya "Kamu membawakan ini untuk aku, aku tak salah lihat kan Freya"


"Iya itu untuk kamu, aku sudah janji kan akan belajar memasak makanan kesukaanmu. Semoga saja sesuai dengan apa yang kamu suka ya "


"Akan aku cicipi sekarang "ucapan Amar dengan sangat senang sekali. Amar kira permintaannya waktu itu tidak akan dikabulkan oleh Freya tapi sekarang Freya sudah membawanya.


Begitu senang rasannya Amar, Amar merasa kalau Freya sudah menerima sepenuhnya. Menerima dirinya untuk menjadi suaminya nanti.


Amar mencobanya dan mengangguk-anggukkan kepalanya sudah cukup "Ini sudah sangat bagus untuk percobaan pertama Freya. Aku suka dengan masakanmu ini aku benar-benar suka Freya, kamu memang hebat sekali. Kita makan bersama ya, mau aku suapi "


Freya menganggukan kepalanya" Aku sudah makan tadi sebelum kemari, tadi kan aku ada meeting dulu dan sempat makan bersama klien. Maaf ya aku nggak bisa makan bareng sama kamu Amar "


"Ga masalah yang terpenting kamu ada di depan aku dan juga temenin aku buat makan. Aku senang banget dan aku bahagia banget kamu bisa luangkan waktu buat aku, semoga saja nanti setelah kita menikah kamu akan terus bisa meluangkan waktu untuk aku ya"


Amar menggenggam tangan Freya "Kamu ga akan pernah ragu lagi sama aku kan, kamu nggak akan pernah ragukan dengan perasaan kamu itu sama aku Freya "


"Iya aku ga akan pernah ragukan sama kamu. Seharusnya aku yang tanya kayak gitu sama kamu Amar, kamu apa kamu nggak ragu dengan cinta aku ini seperti yang pernah kamu bilang sama aku kalau aku tiba-tiba menerima kamu saat datangnya Dimas, apakah kamu tidak meragukan semuanya. Aku takut suatu saat kamu malah akan meragukan aku "


"Aku yakin suatu saat kamu akan mencintaiku sama besarnya seperti aku mencintai kamu Freya, aku tahu melupakan sebuah masa lalu yang sangat menyakitkan dan sangat membahagiakan itu sulit. Jadi aku tidak akan memaksamu untuk melupakan secepatnya, tapi aku akan membantumu untuk melupakannya Freya aku akan selalu mendukungmu dan aku akan membantumu untuk menghapus semua rasa sakit itu"


Freya jadi malu sendiri saat Amar mengatakan ini, Amar mati-matian memperjuangkannya, mempertahankannya bahkan mendekatkan diri pada keluarganya pada anak-anaknya.


Sedangkan Freya terus saja memikirkan masa lalunya. Mungkin dia bisa bicara pada orang lain kalau dia sudah melupakan semuanya, melupakan Dimas melupakan kisah mereka, tapi tetap hatinya tidak bisa dibohongi kalau semua itu terus saja teringat.


Meskipun rasa sakit itu sangat dalam tapi selalu saja ada momen di mana Dimas akan muncul dengan sikap baiknya, dengan sikap saat dulu Dimas begitu mencintainya.


"Bantu aku untuk bisa mencintaimu lebih dalam lagi Amar, aku tidak mau kehilangan kamu. Aku ingin terus ada disamping kamu dan bahagia bersama kamu"

__ADS_1


Amar langsung memeluk Freya "Aku akan membantumu, aku janji kamu akan mencintaiku bahkan cinta kita ini akan bertahan sampai nanti, aku bahagia Freya bisa mendapatkan kamu. Aku juga bahagia kamu bisa mencintaiku, aku tidak peduli cintamu seberapa besarnya yang terpenting kita berdua bisa bersama dan kamu menjadi milikku"


Tanpa Amar sadari Freya mengeluarkan air matanya, dia dicintai begitu dalam oleh Amar apakah Freya pantas dicintai seperti ini, sedangkan hatinya masih saja terjebak dalam masa lalu.


Kenapa juga hatinya harus seperti ini, tahu sudah disakiti tapi tetap saja diingat. Padahal didepannya ada laki-laki yang begitu mencintainya dan menghargai setiap keputusannya ini.


...----------------...


Astuti membuka pintu, Astuti kira itu anaknya Dimas yang datang, yang akan menjemputnya katanya Dimas ingin berbicara dengannya juga, ingin memperbaiki hubungannya tapi yang datang ternyata malah neneknya Amar.


Sungguh membuatnya kaget sekali, kenapa bisa datang kemari neneknya Amar. Kemarin mamanya Amar berbicara kalau neneknya sudah merestui Amar dan juga Freya dan tak akan datang kemari. Apa mungkin neneknya sekarang ragu lagi.


Astuti segera mempersilahkan neneknya Amar itu untuk masuk ke dalam rumah, dengan angkuh neneknya Amar itu masuk dan menatap seluruh ruangan yang ada di sini lalu duduk dengan kaki yang menyilang. Dia benar-benar terlihat begitu berkuasa.


"Di mana Freya calon istrinya Amar, aku ingin bertemu dengannya "


"Freya bekerja nek, mau minum apa biar aku minta buatkan "


"Aku minum apa saja asal tidak yang aneh-aneh saja"


Astuti segera memanggil seorang satu pelayan dan menyuruhnya untuk membawa makanan ringan dan juga minuman untuk tamunya ini. Pembicaraannya ini pasti akan sangat panjang sekali.


"Tapi aku mendengar Amar dan Freya akan mengadakan pernikahan di sini nek, katanya mereka ingin pernikahan yang sederhana saja, aku pernah mendengar mereka membicarakan hal itu "


Neneknya Amar langsung menggelengkan kepalanya "Tidak aku tidak membiarkan itu. Aku tidak akan membiarkan Amar menikah dengan biasa-biasa saja, dia itu harus menikah dengan mewah ini adalah pertama kalinya dia menikah. Meskipun aku kurang suka dia menikah dengan perempuan yang sudah punya anak dan pernah menikah juga. Tapi ya mau bagaimana lagi itu sudah pilihan Amar dan juga ibunya aku tidak bisa mengganggu gugatnya"


"Kalau aku sampai melarangnya Amar malah akan mengamuk, ya sudahlah sekarang aku hanya bisa menerimanya saja, meskipun sulit sekali rasannya menerima semua itu "


"Kita sebagai orang tua hanya bisa mengikuti apa kemauan anak, kita tidak bisa mengatur mereka jika mereka ingin menikah dengan perempuan itu atau dengan laki-laki itu maka kita hanya perlu merestuinya saja. Kalau dia sudah yakin dengan pasangannya itu kenapa tidak daripada kita memaksakan anak itu untuk menikah dengan pilihan kita belum tentu dia bahagia juga kan"


"Iya kamu benar sekali, makanya aku membiarkan Amar memilih Freya, aku juga sudah melihat dia, perempuan yang cukup pekerja keras. Bahkan dia sudah punya rumah, pekerjaan yang bagus posisi yang bagus itu sangat cocok dengan cucuku, hanya saja statusnya saja tidak cocok kenapa dia harus seorang janda dan mempunyai dua anak. Kalau saja dia adalah perawan dari awal aku akan langsung merestui dan membuatkan pesta yang begitu besar dan mewah sekali. Aku akan langsung menerimanya dalam keluarga ku ini "


Astuti sebenarnya ingin berkata-kata yang tidak sopan pada neneknya Amar, tapi dia menahannya neneknya Amar seperti memang tidak menyukai Freya dari awal, dia seperti ingin memisahkan Amar dan juga Freya tapi tidak boleh sampai itu terjadi.


"Kita tidak harus melihat seseorang dari statusnya, belum tentu kan orang yang belum punya anak itu akan bisa membahagiakan cucu nenek yang terpenting mereka saling mencintai saja, berpikirlah seperti itu saja nek. Belum tentu yang perawan itu memang perawan"


"Hemm, tapi apakah anakmu itu mantan suaminya Freya masih datang kemari, aku tidak mau Freya masih berhubungan dengan mantan suaminya dan masih mengingat-ingatnya apalagi kan ada Irsyad dan juga Helena anaknya, pasti mereka akan banyak membahas tentang anak-anak mereka "

__ADS_1


"Tidak Dimas tidak datang kemari, dia sudah punya rumah tangga sendiri jadi dia tidak akan mengganggu, hidup mereka sudah masing-masing mereka sudah berpisah sejak 7 tahun yang lalu mereka tidak akan kembali lagi. Aku bisa pastikan itu semua "


"Iya kalau aku sampai melihat ada mantan suaminya di sini, aku pasti akan menyuruh Amar untuk langsung membatalkan pernikahan, karena aku tidak mau cucuku nanti malah menjadi bayang-bayang nya saja. Bukan hal yang mudah karena untuk melupakan seseorang yang pernah hidup dengan kita, apalagi mereka sudah ber rumah tangga selama 10 tahun kan, sangat lama sekali pasti mereka sudah melewati segala macam hal "


Astuti malah jadi takut sendiri dia baru ingat lagi. Dimas akan datang kemari, sekarang bagaimana ini kalau misalnya neneknya Amar ini mengetahui wajah Dimas. Pasti keluarga Ammar sudah mengecek status Freya keluarga Freya sebelumnya, keluarga Amar ini bukan keluarga sembarangan kan.


Semoga saja Dimas datang di waktu yang tepat, semoga saja semuanya tidak hancur, Astuti tidak mau kalau Freya sampai tidak jadi menikah dengan Amar, Freya sedang membuka hatinya jangan sampai semua ini gagal.


"Aku ingin cepat mempunyai cicit dari Amar, aku sudah menunggu-nunggu itu dari dulu tapi sekarang dia akan menikahkan dengan Freya maka aku ingin cepat-cepat memilikinya dan aku juga nanti mau Freya tinggal di sana. bersama keluarga kami fokus mengurus Amar dan anaknya, tak boleh bekerja sepertinya ini "


"Tapi kan Helena juga Irsyad sama saja akan menjadi cicit mu nanti, berarti kamu sudah mempunyai nek"


"Iya itu beda lagi. Aku ingin darah daging Amar, aku ingin anaknya Amar. Ya tetap mereka berdua akan menjadi cicitku tapi aku ingin yang sebenarnya ingin dari keturunanku bukan dari keturunan orang lain. Tapi Helena dan juga Irsyad boleh memanggilku nenek buyut juga tapi akan berbeda saja perlakuannya nanti, Helena sudah mendapatkan kasih sayang yang begitu penuh dari cucuku, bahkan dia menganggap cucuku sebagai ayah kandungnya "


Lagi-lagi Astuti dibuat bungkam oleh neneknya Amar, kenapa juga neneknya Amar harus datang kemari. Padahal kemarin mamanya Amar sudah setuju setuju saja dengan semua hubungan ini. Bahkan dia menerima Helena, Irsyad dan juga Freya.


"Kamu tahu kan Amar itu adalah cucu pertama dan dia yang belum menikah. Makanya kami semua sangat berharap besar pada Amar, kami juga sudah menjodohkan Amar dengan berbagai perempuan, dengan perempuan yang cantik sekali, dengan model, artis apapun itu, tapi Amar menolaknya dan masih bertahan untuk mencintai Freya, cintanya itu terlalu besar untuk Freya. Aku tidak tahu kenapa Amar bisa secinta itu pada Freya, lalu apakah Freya juga sama seperti itu pada cucuku. Jangan sampai hanya cucuku saja yang mencintainya kan "


"Ya kalau memang sudah cinta kan sulit, mau kamu mempertemukan Amar dengan seorang ratu pun sekaligus kalau sudah cintanya pada Freya, akan terus pada Freya tak akan berubah "


"Mah apakah akan pergi sekarang, maaf aku tadi sedikit telat, aku tadi ada pasien dulu "


Pandangan mereka langsung tertuju pada orang yang ada di depan pintu. Astuti langsung lemas Dimas ada di hadapannya, neneknya Amar langsung melotot kan matanya "Bukankah itu anakmu Dimas, bukankah dia mantan suaminya Freya kenapa dia datang kemari katanya dia tidak pernah datang kemari. Lalu ini apa, apakah kamu mau membohongi aku hah "


"Maaf itu hanya kebetulan Dimas hanya ingin bertemu denganku, tidak ingin bertemu dengan anak-anaknya atau Freya kami akan bicara. Dimas hanya menemui ibunya saja, kamu tak usah takut "


"Berarti tadi kamu berbohong, kamu bilang kalau mantan suaminya Freya tidak pernah datang kemari dia tidak akan datang kemar dan mengganggu, tapi sekarang dia datang kemari apa tidak salah lihat aku, berarti selama ini Freya masih bisa bertemu dengan mantan suaminya itu kan. Ahhh sungguh kalau aku tak datang kemari aku tak akan tahu "


"Tidak, baru sekarang Dimas datang kemari nek, Freya dan juga Dimas tak pernah bertemu lagi setelah perceraian mereka, Dimas hanya ingin menemui aku saja. Aku sudah menjamin semuanya kalau Dimas dan juga Freya tak akan bertemu sampai kapan pun, kamu tenang saja "


"Tidak habis pikir, aku akan berbicara dengan Amar tentang masalah ini, aku makin ragu saja dengan Freya "


Neneknya Amar tiba-tiba saja langsung pergi, dia bahkan tidak menyentuh minumannya sama sekali dia marah dan bahkan menyenggol Dimas yang ada di depan pintu. Astuti lantas langsung mengejarnya tapi neneknya Amar itu sudah masuk mobil dan pergi begitu saja. Dimas yang memang tidak tahu apa-apa mendekati mamanya.


"Ada apa sih mah, siapa orang itu sebenarnya tiba-tiba marah saat melihat aku, ada yang salah dengan aku mah "


"Udah semuanya kacau kacau kacau, aduh bagaimana ini"

__ADS_1


Dimas yang masih belum mengerti hanya menatap kegelisahan mamanya saja, apa yang kacau memangnya siapa perempuan yang tadi perempuan tua itu siapa, apakah mungkin itu calon ibu mertuanya Freya ?


__ADS_2