
Gea yang sedang berjalan tiba-tiba saja tangannya ditarik masuk ke dalam sebuah mobil, bahkan kopernya tergeletak begitu saja Gea kaget saat melihat siapa yang ada di dalam mobil.
"Bagaimana cantik pelarianmu tidak akan berhasil, aku akan membawamu pergi dan kita akan hidup sama-sama lagi. Kamu akan kembali seperti semula"
"Tak akan ada orang yang menolongmu lagi, bahkan Freya pun tidak akan pernah menolongmu. Mau bagaimana dia menolong mu, kamu saja merebut suaminya. Freya tidak akan bodoh lagi seperti dulu, aku senang Freya sudah tidak ada di pihakmu "
"Sialan kamu ya lepaskan aku "
Gea mencoba untuk memukul Ayah tirinya tapi tangannya itu langsung ditangkap dan tangan kiri dipelintir oleh ayah tirinya itu, sampai-sampai Gea berteriak histeris karena itu sangat sakit sekali tulangnya seperti patah.
"Berani sekali kamu"
"Lepaskan aku "
Pipi Gea langsung ditampar oleh ayah tirinya itu. Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai ditempat yang Erik mau. Gea digusur masuk kedalam.
Gea kaget saat banyak laki-laki yang menatapnya dengan lapar "Ini aku membawa perempuan untuk kalian semua. Apa kalian suka dengannya "
"Wah tentu saja kami suka, cukup cantik juga tapi tak terlalu muda ya. Apa dia bisa melayani kami semua"
"Tentu saja dia kan penggoda suami orang, pasti dia akan bisa melayani kalian semua dengan sangat puas"
__ADS_1
"Tidak lepaskan aku "teriak Gea dengan histeris "Jangan seperti ini lepaskan aku "
Erik menyuruh salah satu orang laki-laki untuk mendekati mereka "Bawa perempuan ini, mau kalian nikmati bersama-sama pun aku tidak peduli. Sekali-kali perempuan seperti ini perebut suami orang harus diberi pelajaran agar dia tahu bagaimana rasa sakit itu. Kalian juga sudah membayar besar padaku jadi silahkan kalian nikmati "
Gea meronta-ronta saat ditarik, Gea sudah mencaci maki mereka, tapi Erik tak peduli Erik melihat uang yang ada didalam koper, banyak sekali uang ini Erik bisa membeli apapun.
Erik juga suka mendengar teriakan Gea, biarkan saja dia hancur. Erik sangat marah sekali dengan Gea karena berkhianat padannya. Seharusnya Dimas membayar padannya karena sudah tidur dengan Gea.
...----------------...
Dimas yang tiduran sedang memikirkan bagaimana nanti konsep dia akan menikah dengan Gea, pasti Dimas akan memberikan pernikahan yang begitu mewah untuk Gea, pasti Gea akan sangat bahagia sekali, bahkan pernikahan ini akan lebih bagus lagi dari pernikahannya dengan Freya.
Tiba-tiba saja Dimas mendapatkan telepon dari Gea Dimas begitu senang, tanpa pikir panjang lagi Dimas langsung mengangkat teleponnya "Hallo sayang sudah aku bilang kan kamu akan kembali lagi, kamu akan menelponku kembali aku tidak pernah salah kan. Kamu tak akan pernah bisa hidup tanpa aku "
Dimas tentu saja khawatir dia langsung bangkit "Di mana kamu kirimkan alamatnya padaku, aku akan ke sana aku akan datang. Kenapa ini semua bisa terjadi sama kamu "
"Orang yang melakukan ini adalah orang terdekat, tolong aku Dimas aku minta tolong sama kamu jemput aku sekarang juga, tolong Dimas tolong aku sudah tak kuat. Aku tak punya banyak waktu Dimas"
"Siapa itu, katakan padaku "
Tapi sambungan tiba-tiba saja terputus. Dimas sungguh kaget siapa orang terdekat itu, pasti ini ulah Freya kan, baru saja dirinya berbicara pada Freya kalau dirinya akan menikah dengan Gea.
__ADS_1
Pasti Freya tidak terima, pasti Freya sudah menyuruh seseorang Dimas melangkah cepat ke arah kamar istrinya itu, tapi tidak ada Dimas kembali berjalan ternyata Freya sedang makan bersama ibu dan juga Irsyad.
Enak sekali Freya, sudah membuat ulah tapi dia masih bisa makan dengan tenang, dasar perempuan tak tahu diri Freya itu.
Dimas langsung menarik tangan Freya yang sedang menyuapkan nasi ke mulutnya, sampai-sampai nasi itu semuanya berantakan, lalu Dimas menunjuk Freya dengan kesal dan mendorong Freya juga "Kalau ingin balas dendam itu padaku, tidak usah pada Gea, dia tidak tahu apa-apa untuk apa kamu merencanakannya. Untuk apa kamu menculiknya, apa ada untungnya Freya, kembalikan Gea "
"Apa maksudmu menculik apa dari tadi aku di rumah Mana mungkin aku bisa melakukan itu, kamu memang sudah tak waras Dimas "jawab Freya dengan bingung dan kesal.
"Jangan sok polos kamu ini dimana Gea, kamu sembunyikan di mana, kamu ini tidak tahu diri sekali Freya, sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali dengan kamu, mau kamu bersujud pun aku tidak akan pernah kembali mau apapun alasannya itu aku tidak akan pernah kembali padamu. Aku sudah tidak punya perasaan padamu aku sudah katakan itu kan. Bahkan sekarang aku membencimu. Jika ingin main-main dengan aku saja, dengan lawan yang imbang "
Irsyad maju dan mendorong dada ayahnya dengan kencang "Kamu tidak berhak untuk membentak Mamaku seperti itu, jika berani dengan aku saja "
Tapi Dimas malah mendorong Irsyad sampai terjatuh, Freya tak menyangka Dimas akan melakukan itu pada anaknya sendiri hanya demi membela perempuan lain. Freya langsung meninju wajah suaminya itu tanpa berpikir dua kali lagi. Lalu sebelum Dimas kembali bangkit Freya menampar wajah Dimas dan mendorong dada Dimas dengan kencang sampai-sampai di tersungkur.
"Jangan pernah kamu sakiti anakku, aku tidak pernah menculik pacarmu itu, cari saja dia kamu menyalahkan aku mana buktinya kalau aku yang menculik orang itu, mana aku ingin melihat buktinya jangan menuduh tanpa alasan seperti ini sialan kamu ya"
Dimas langsung bangkit dan akan menampar Freya, tapi ibunya langsung menengahi mereka dan menampar Dimas dengan sangat kencang "Sadar kamu ini, kamu telah menyakiti Anak dan istrimu hanya demi membela perempuan itu. Mana Mama ingin melihat buktinya kalau Freya yang telah melakukannya, sejak tadi Freya bersama mama ada bukti tidak menuduh tanpa bukti itu kamu bisa dilaporkan. Mana Dimas dasar suami tak tahu diri kamu ya "
"Mama juga bisa melaporkan kamu ke kantor polisi, karena sudah melakukan kekerasan pada anak dan istrimu. Sini berikan buktinya "teriak Mama Dimas dengan melengking sampai-sampai urat dilehernya terlihat.
Dimas tidak bisa menjawab, karena dia tidak punya bukti hanya asumsinya saja yang berpikir kalau Freya melakukan ini. Dimas tanpa melawan pergi meninggalkan rumah.
__ADS_1
Freya yang lemas langsung terduduk begitu saja, Irsyad memeluk mamanya dengan erat menenangkan mamanya yang menangis.
Astuti memijat kepalanya, pusing dengan tingkah anaknya ini. Kenapa bisa seperti itu. Dimas sangat memalukan sekali, dia benar-benar sudah dibutakan oleh perempuan tak tahu diri itu.