Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
bab 110 Freya kesal


__ADS_3

Amar menarik tangan Freya yang akan masuk ke dalam rumah sedangkan Helena sudah berlari masuk dari tadi "Kenapa kamu tidak bilang dari tadi malam aku dengar kamu juga akan berbicara pada pengacara tentang hal ini, dan mengambil hak asuh Helena sepenuhnya. Kenapa kamu tak bicara dengan aku Freya, aku pasti akan membantu kamu aku pasti akan memperjuangkan Helena juga untuk kamu "


"Aku benar-benar sedang pusing Amar, aku benar-benar takut kalau Dimas akan mengambil Helena. Makannya aku langsung akan menghubungi pengacara agar semua hak asuhannya jatuh ke tanganku. Aku tidak mau sampai Dimas mendapatkan Helena, aku selama ini yang selalu berjuang untuk anak-anak aku tak akan pernah rela kalau Dimas tiba-tiba mendapatkan anak-anakku"


"Mau sampai kapan kamu akan sendirian seperti ini, aku ada di sampingmu aku bisa membantumu kita bisa berdiskusi kan. Aku akan bisa terus membantumu jangan pernah rahasiakan apapun dariku lagi ya. Kita akan segera menikah dan menjadi suami istri, maka masalah mu adalah masalahku juga. Jadi jangan pernah ragu lagi, Irsyad dan juga Helena adalah anakku juga. Kamu jangan pernah menganggap aku orang asing lagi ya Freya "


"Aku tidak pernah merahasiakan apa-apa darimu, hanya saja aku belum berbicara padamu aku benar-benar ketakutan sekali. Aku sedang sangat binggung sekali Amar. Dimas bisa saja melakukan sesuatu, dibantu oleh istrinya itu Gea, aku tahu betul bagaimana mereka berdua itu"


"Maka sekarang apapun yang terjadi kamu bicara denganku, aku akan membantumu Helena akan tetap ada bersamamu, dia tidak akan pernah jatuh ke tangan Dimas kamu yang lebih berhak, kamu adalah ibunya dan selama ini Helena juga bersamamu. Kita akan berjuang sama-sama "


"Ya semoga saja seperti itu, aku sangat takut sekali kehilangan Amar "


Mereka berdua lantas masuk ke dalam rumah, Helena biasannya akan langsung makan tapi dia tidak ada di meja makan, apakah Helena sedang ganti pakaiannya tapi biasannya suka langsung makan.


"Ma apakah Helena tak makan dulu, biasannya dia akan makan terlebih dahulu sebelum masuk kedalam kamarnya itu "


"Tidak dia tadi langsung masuk ke dalam kamar, dia seperti marah dan tidak menjawab kata-kata dari mama. Ada apa sebenarnya apa ada sesuatu yang terjadi dengan Helena, mama jadi binggung sendiri melihat Helena yang seperti itu "


"Dia baik-baik saja kok mah, tadi saja dia masih bermain-main dan tidak kenapa-napa bahkan saat di mobil kami semua masih berbicara dan dia juga masih seperti biasannya "


"Tapi dia seperti sedang menahan sesuatu. Mama ingin bertanya padanya tapi dia sudah terlanjur berlari dan meninggalkan mama, bahkan tadi mama menawarkan makanan dia tak menjawab hanya berlalu begitu saja"


"Baiklah aku akan bicara dengan Helena, aku akan bertanya padannya "


Freya masuk ke dalam kamar diikuti oleh Amar, tapi Amar tidak benar-benar masuk kamar hanya diam di depan pintu. Biarkan Ibu dan Anak itu berbicara berdua terlebih dahulu Amar akan menunggunya di sini saja.


Amar akan mendengarkannya saja, nanti kalau misalnya Helena sampai marah-marah pada Freya baru Amar akan datang.


"Helena kenapa kamu seperti itu pada nenek, kenapa kamu seperti marah pada nenek. Ada masalah apa kalian tidak sedang bertengkar kan, tadi pagi kalian baik-baik saja "


Helena menatap mamanya dengan lekat, lalu tiba-tiba saja menangis "Sebenarnya Ayahku itu siapa Mama, coba jelaskan oleh mama yang sebenarnya pada Helena. Siapa sebenarnya ayah Helena ini "


"Kenapa kamu tiba-tiba berbicara seperti itu, kamu sudah tahu kan kalau ayah Amar adalah ayah kamu"


"Tidak aku mendengar percakapan nenek bersama paman Dimas, nenek mengatakan kalau aku ini anaknya Paman Dimas, lalu saat Paman Dimas datang kemari aku juga mendengar kalau dia berteriak aku ini adalah anaknya. Kenapa aku tidak tahu aku tidak mau menjadi anaknya Paman Dimas. Aku tidak mau kenapa juga dulu dia meninggalkan aku Ayahku adalah Ayah Amar kan, aku tidak mau paman Dimas jadi ayahku, aku benci padannya "


Freya sepertinya harus berbicara semua ini pada anaknya, tidak mungkin kan terus disembunyikan pada akhirnya juga akan ketahuan. Pada akhirnya semuanya akan terbongkar percuma saja Freya menyimpannya.


"Iya kamu adalah anaknya Paman Dimas, kakak kamu juga sama anaknya Paman Dimas, kalian berdua anaknya Paman Dimas "


"Lalu kenapa Paman Dimas tidak ada saat aku kecil. Kenapa hanya ada mama, nenek, Kakak dan juga Ayah Amar ke mana dia. Kenapa tidak ada aku tidak mau bersamanya dan aku juga tidak mau bertemu dengannya, aku juga tidak mau menjadi anaknya"


Freya menahan air matanya tidak mungkin kan dia menceritakan tentang masa lalunya pada anak sekecil Helena, mana mengerti Helena ini. Yang ada Helena malah akan sakit hati mendengar dirinya yang disakiti oleh Dimas.


Freya juga tak mau membuat Helena membenci seseorang terlalu dalam, itu tak akan baik kan. Irsyad saja sampai sekarang belum bisa memaafkan ayahnya apalagi Helena nanti.


"Baiklah Helena tidak usah memanggil Paman Dimas dengan sebutan Ayah, itu tidak masalah untuk Mama. Mama juga sudah bilang kan pada Helena jika ada paman Dimas menemui Helena, Helena tak boleh mau, tolak dengan baik-baik jangan sambil berteriak"


"Baik. Helena benci dengan paman Dimas dia sudah meninggalkan Helena dari kecil, tiba-tiba saja muncul seperti itu Helena tidak akan pernah mau dibawa olehnya, tapi Mama janji kan tidak akan bertemu lagi dengan paman Dimas dan Mama akan tetap mencintai ayah Amar, mamah akan terus bersama ayah Amar kan tak akan kembali dengan paman Dimas "


Freya menatap Amar yang diam saja di depan pintu lalu kembali fokus pada anaknya. Amar juga sepertinya ingin mendengar jawabannya "Iya Mama akan tetap mencintai Ayah Amar, apapun yang terjadi kamu jangan pernah takut Mama akan tetap bersama ayah Amar. Mama tidak akan kemana-mana dan mama juga tidak akan pernah kembali pada Paman Dimas, jika dia sampai mengajak kamu pergi ingat satu hal jangan pernah mau apapun yang dia berikan, apapun yang dia janjikan "


"Iya baik Mama, janji ya mama akan terus bersama ayah Amar dan tak akan pergi kemana-mana "

__ADS_1


"Tentu saja Mama janji, mama tak akan pernah ingkar janji sama kamu sayang "


Helena memberikan jari kelingkingnya pada Freya, Freya langsung menyatukan jari kelingking mereka, tanda kalau mereka sudah berjanji tidak akan bertemu dengan Dimas ataupun kembali dengan Dimas. Satu lagi Freya akan terus menyayangi Amar.


Freya langsung memeluk anaknya Helena, mungkin untuk sekarang lebih baik Helena tidak tahu dulu, karena menurut Freya anak sekecil Helena untuk apa tahu masalah tentang masa lalunya, lebih baik seperti ini dulu saja nanti juga saat sudah besar Helena akan mengerti.


Biar Freya saja yang merasakan sakit yang diberikan oleh Dimas, jangan sampai anaknya merasakan kesakitannya ini. Apalagi kalau nanti anaknya kenal dengan Gea malah akan makin parah saja. Gea pasti akan meracuni fikiran anaknya ini.


...----------------...


Freya yang sedang bersama Amar mengobrol tiba-tiba saja mendengar sebuah teriakan, mereka berdua lantas keluar dari dalam rumah. Mereka melihat Gea yang sedang ditarik oleh seorang penjaga. Freya langsung memberhentikannya Gea tentu saja langsung berlari ke arah Freya, bahkan langsung menubruk tubuh Freya begitu saja dan tidak minta maaf sama sekali.


"Tolong jangan rebut suamiku Freya, hanya dia yang aku punya tak ada lagi, kamu sudah punya segalanya dan jangan serakah "


Freya tentu saja mengerutkan keningnya mendengar semua, apa maksudnya coba jangan serahkan memangnya Freya kapan berhubungan dengan Dimas "Jangan mengada ngada kamu ya, kapan aku merebut suami kamu, aku tak pernah serakah yang ada kamu yang serakah. Aku tak akan pernah mau bekas kamu jadi jangan asal bicara, kamu yang suka merebut milik orang lain bukan aku "


Gea yang mendengar itu lantas langsung menundukkan kepalanya, dia nekat datang kemari dan ingin berbicara dengan Freya takutnya nanti Dimas tiba-tiba datang kemari dan meminta Freya untuk kembali padanya, dan nanti Freya mau makannya Gea akan mencegah itu semua dari sekarang.


Gea tidak mau sampai suaminya jatuh ke tangan Freya lagi, masa saat akan bahagia bersama Freya lagi, tapi saat sudah dengannya sungguh tak adil sekali kan kalau begitu.


"Dimas sudah tahu kan kalau Helena itu adalah anaknya. Jadi aku minta tolong sama kamu jika Dimas datang kemari dan meminta untuk kembali denganmu jangan pernah mau, aku hanya ingin meminta itu saja pada kamu Freya. Kamu sudah memiliki segalanya jadi tolong jangan ambil yang aku punya, aku hanya punya Dimas sekarang, aku tak punya siapa-siapa lagi selain dia "


"Secinta itukah aku pada Dimas sampai-sampai aku harus kembali lagi padanya, saat dia mengemis padaku jangan harap aku menerimanya, aku berbeda denganmu Gea. Aku tidak sama denganmu jadi jangan samakan aku dengan dirimu. Aku tidak akan pernah menerima laki-laki yang sudah menyakiti aku dan aku juga tidak akan pernah mau bersusah payah bertengkar denganmu hanya karena Dimas, aku sudah mempunyai Amar lihat disampingku ada Amar apa kamu menganggap Amar ini tidak ada, buka matamu itu, kamu itu terlalu naif sudahlah aku kesal kalau berbicara dengan kamu, lebih baik pulang dan rawat dirimu ini agar suamimu tak berpaling pada siapa-siapa, kamu sangat ketakutan sekali kan "


Gea menatap Freya sebentar lalu kembali menundukkan kepalanya "Aku hanya sedang ketakutan, kamu tahu sendiri kan bagaimana seorang istri ketakutan saat suaminya akan berpaling pada perempuan lain. Itulah yang sekarang sedang aku rasakan Freya, aku sangat takut sekali kehilangan suamimu Dimas, dia adalah satu-satunya harapan aku Freya "


"Aku pernah mengalaminya dan kamu yang merebut suamiku, aku sudah pernah mengalami semuanya jadi jangan pernah beritahu aku bagaimana rasanya. Jangan pernah temui aku lagi aku tidak mau berurusan dengan kamu ataupun Dimas lagi, meskipun Helena adalah anak Dimas dia tidak akan pernah jatuh ke tangan Dimas dan kamu juga bisa tenang tidak usah ketakutan seperti ini"


"Memang kalau hasil merebut dari orang lain akan selalu ketakutan seperti ini, ya jadi nanti jika kamu terlahir lagi pikir-pikir dulu jangan jadi pelakor jadilah perempuan yang bermartabat tinggi jangan menjadi perempuan yang sok polos dan selalu mengeluarkan air mata, tapinya nyatanya apa hatinya busuk dan menginginkan suami orang lain"


"Air mata kamu itu, air mata buaya air mata bohongan lebih baik simpan baik-baik air mata kamu itu, kalau habis bagaimana tak bisa diisi ulang lagi, apakah kamu tidak sayang "


"Aku juga sebenarnya tidak mau seperti ini, aku juga tidak mau merebut suamimu tapi bagaimana dengan keadaan. Aku melakukan itu karena keadaan kalau kamu tahu cerita aku pasti kamu akan sukarela memberikan suami kamu itu sama aku tanpa harus berfikir ulang "


"Dengan suka rela katamu, memangnya ada istri yang mau memberikan suaminya pada orang lain dengan sukarela, dimana itu aku ingin tahu beritahu aku siapa perempuannya "sambil mendorong bahu Gea sampai dia terjatuh. Freya benar-benar kesal dengan penuturan dari perempuan ini, rasannya Freya ingin menghabisinya saja.


"Cukup aku tidak mau membahas tentang masa lalu lagi, semua itu sudah berlalu aku sudah melupakan segalanya kamu sudah mengambil apa yang aku punya kan. Puas sekarang kamu sudah puas kan apa yang aku punya sudah kamu miliki, bahkan kebahagiaan pun sudah aku berikan padamu lalu untuk apa kamu datang kemari lagi hanya untuk melarangku dekat dengan suamimu, seharusnya kamu beritahu suamimu, karena suamimu lah yang gampang tergoda oleh perempuan. Dia akan tergoda dengan beribu-ribu wanita apalagi di luaran sana banyak yang lebih cantik dibandingkan kamu "


"Bisa saja dia bukan berpaling padaku tapi pada perempuan lain, ingat laki-laki yang pernah berselingkuh akan kembali mengulanginya lagi Gea. Apalagi kamu mengambil Dimas dengan cara licik dan nanti mungkin akan ada lagi perempuan yang mengambil Dimas dari kamu dengan cara yang sama kamu lakukan padaku dulu, ingat karma itu selalu ada dan akan terbalaskan dengan cepat "


"Freya aku sungguh minta maaf atas apa yang aku lakukan waktu itu padamu. Aku ingin kita berteman lagi seperti dulu, aku ingin kamu selalu ada untuk aku menjadi penyemangat hidupku, aku butuh kamu Freya, aku ingin bersama-sama lagi dengan kamu "


Gea tak peduli dengan harga dirinya, yang terpenting sekarang apa dia mendapatkan Freya lagi untuk menjadi temannya. Freya akan sangat berguna nanti kedepannya. Kalau Dimas melepaskannya Freya bisa menjadi mesin uangnya.


Lumayan Gea jadi tak perlu kerja lagi, Gea hanya tinggal meminta pada Freya. Apalagi Freya akan memiliki suami seperti Amar, pasti akan lebih baik dari Dimas, nanti jika ada kesempatan Gea akan merebut Amar dari tangan Freya.


Freya yang sudah muak dengan semua permainan Gea langsung menampar nya, tak peduli Amar akan menilainya sebagai perempuan kasar, Freya sudah sangat kesal sekali dengan perempuan yang ada dihadapannya ini.


Dia masih berani mengajak Freya untuk berteman, apakah perempuan yang ada dihadapannya ini tak punya malu sampai seperti ini. Gea masih tak menyadari kesalahannya dia seperti tak merasa bersalah dengan apa yang pernah dia lakukan benar-benar perempuan biadab Gea ini.


"Apakah kamu akan terus membuat drama seperti ini, kamu ingin berteman denganku, kamu ini memang benar-benar perempuan terpolos di dunia, mana ada sih perempuan yang sudah disakiti mau berteman dengan orang yang menyakitinya, meskipun dulu kita memang bersahabat tapi tidak untuk sekarang, kamu itu bukan siapa-siapanya aku lagi, aku sudah menganggap Gea sahabatku itu mati, dia sudah mati dan kamu hanyalah orang asing. Sana pergi jangan terus ada di rumahku kamu hanya akan mengotori rumahku saja, dasar tak berguna "


"Jangan pernah menginjakkan lagi kakimu di rumahku ini, ini adalah rumahku milikku jadi kamu tidak boleh datang lagi kemari. Dan kamu juga tidak berhak meminta maaf padaku karena sampai kapanpun sampai aku mati pun aku tidak akan pernah memaafkan, rasa benci ini akan aku bawa sampai mati Gea "

__ADS_1


"Aku benar-benar terpaksa Freya melakukan ini aku juga tidak mau seperti ini, aku juga tak mau merebut apa yang kamu punya, aku juga sadar diri dengan apa yang aku lakukan " Gea terus saja membela dirinya sendiri, dia tak mau disalahkan sama sekali, karena memang menurut Gea, Gea itu tak bersalah hanya masalah jodoh saja, Dimas itu memang sudah jodohnya tapi harus menikah dulu dengan Freya lalu dengannya.


"Sudah aku bilang cukup kan, mau kamu terpaksa mau tidak aku tidak peduli kamu sudah menghancurkan semua kebahagiaanku, jadi tidak ada yang namanya terpaksa menghancurkan kebahagiaan orang lain itu dilakukan dengan secara sadar, sudah sana pergi jangan ganggu aku "


Gea mengangguk-anggukkan kepalanya lalu dia akan menggapai tangan Freya, tapi Freya langsung mundur "Security usir dia jangan pernah masukkan perempuan ini lagi ke rumah aku dan jika sampai dia ada di depan rumah langsung saja usir dia, tak usah banyak bicara lagi, karena dia hanya ingin menghancurkan rumah ku saja, dia itu perempuan tak punya malu jadi jangan pernah beri dia rasa kasihan yang ada dia akan melunjak "


"Baik bu"


Gea langsung digusur pergi dari rumah itu, Freya yang melihatnya sungguh kesal mau apa coba menemuinya. Amar membawa Freya masuk ke dalam rumah lagi "Apakah memang seperti itu ya tingkahnya, aku tak menyangka perempuan itu sangat memalukan sekali"


"Entahlah aku tidak tahu dan aku juga tidak mau mengingat-ingat lagi tentang sikapnya itu. Aku sudah muak dengan semua yang dia lakukan dia itu perempuan yang penuh dengan drama dan juga tipu daya dia bisa melakukan apa saja Amar bahkan suamiku saja dulu dia ambilkan, dia itu memakai topeng selama ini, pokok nya orang yang dekat dengannya akan hancur saja, jadi jangan berani-berani dekati perempuan seperti dia "


"Apakah kamu menyesal telah bersahabat dengannya Freya"


"Aku tidak pernah menyesal bersahabat dengannya, tapi aku menyesal karena telah menolongnya dan membawanya ke rumahku, seharusnya dari awal aku memang tidak menolongnya, seharusnya aku peka dengan semua orang yang selalu memberitahuku tapi karena aku sangat menjunjung tinggi persahabatan itu sampai-sampai aku melupakan segala hal, aku percaya saja dengannya dan pada akhirnya apa aku malah ditipu olehnya "


"Aku tak mau mempunyai lagi seorang sahabat, cukup teman biasa saja aku tidak mau terlalu baik lagi pada orang. Karena akan seperti dia, melunjak dan tak tahu malu sekali "


"Tapi kalau begitu kita tidak akan pernah bertemu sayang, kita juga tak akan pernah menikah "


Freya tersenyum ke arah Amar "Meskipun dulu hal itu tidak terjadi kita akan tetap bertemu Amar, kalau kita memang benar-benar jodoh kita akan tetap bersama seperti ini "


Amar menarik pinggang Freya dan menyatukan kening mereka "Mungkin aku yang akan merebut kamu dari suamimu kalau kamu waktu itu tidak bercerai dengan Dimas "


Freya mendorong dada Amar dan meninggalkannya "Sudahlah kita tidak usah membahas itu yang terpenting kita akan segera menikahkan, apa kamu tidak akan ke rumah sakit Amar "


"Tidak sayang aku lebih betah di rumahmu. Di sini ada kamu Helena dan juga Irsyad aku bisa menatap kalian sepuasnya. Aku bisa menghabiskan waktu dengan kalian sepuasnya, aku tak akan kesepian sayang "


"Tapi kamu harus bekerja"


"Tidak apa, aku yang punya jadi tidak masalah kalau aku tidak datang sehari"


Amar mendekati Freya lagi dan memeluknya dari belakang. Amar begitu bahagia sekali tidak ada lagi penolakan dari Freya, inilah yang Amar tunggu tunggu selama ini.


...----------------...


Gea sekarang benar-benar pergi, dia tidak menemui siapa-siapa lagi Dimas ataupun Freya lagi. Gea harus memikirkan bagaimana cara agar mempertahankan suaminya. Gea sudah berbicara dengan Freya meskipun malu.


Freya tidak akan mungkin merebut suaminya kan. Ya seperti yang dia katakan tadi, sekarang Gea harus memikirkan agar Dimas terus di sampingnya, suaminya itu harus terus berada dalam jangkauan.


Gea membuka pintu rumahnya dengan perlahan, Gea duduk di ruang tamu sambil melamun "Apa yang harus aku lakukan, drama apalagi yang harus aku lakukan agar suamiku tetap disampingku. Aku tidak mau sampai dia tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkan aku, sungguh itu akan membuat aku sakit sekali "


"Aku benar-benar stress menghadapi semua ini, kenapa juga masalah ini harus datang kepadaku, kenapa di saat Dimas sedang ada di puncak kesuksesannya aku harus pergi dari sampingnya. Tentu saja tidak aku sudah menghabiskan semua hartaku demi Dimas, masa aku harus miskin tanpanya sedangkan Dimas kaya raya. Aku tidak akan terima semua itu "


Gea memainkan ponselnya, dia mencari-cari sesuatu yang mungkin akan bisa membuat Dimas bertahan dengannya. Meskipun tidak akan lama tiba-tiba saja dia membaca satu artikel dan dia tersenyum berita ini sangat cocok untuknya.


"Baiklah aku akan melakukan ini, aku akan mendapatkan Dimas dia akan menjadi milikku dia akan ada disampingku, lihat saja kamu tidak akan pernah bisa pergi dariku Dimas, kamu akan tetap ada di sampingku selamanya "


"Tidak sia-sia aku mencari tahu apa yang harus aku lakukan, kamu harus memberikan uang untukku Dimas, nanti setelah uang itu ada ditanganku semuanya baru kamu boleh pergi kemana pun kamu mau, aku tak akan melarangnya, aku akan membiarkan kamu pergi Dimas sesuka hati kamu"


Gea menyimpan ponselnya tinggal menunggu Dimas dan nanti Gea akan pura-pura melakukan apa yang sudah dia baca sesuai apa yang dia sudah lihat. Maka Gea akan melakukannya tidak peduli nanti resikonya akan seperti apa.


Gea akan tetap melakukannya agar Dimas tetap diam dan tetap menyayanginya dan Dimas tidak pergi ke Freya ataupun mengambil Helena, Gea juga harus memanas-manasi Dimas agar Dimas tidak menyayangi anaknya itu, untuk apa menyayangi anaknya tidak ada gunanya juga.

__ADS_1


__ADS_2