Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 150 Dimas membuat rencana lagi


__ADS_3

Sedangkan Freya sendiri dia menatap foto album itu. Freya juga membuka satu persatu fotonya melihat semuanya Freya tersenyum senang, dia bahagia sekali Amar memberikan ini padanya, semuanya mengingatkan Freya pada masa-masa saat dia selalu bepergian bersama Amar menghabiskan waktu bersamanya bersama keluarganya.


Freya memeluk album itu dengan erat, ini sangatlah berharga Freya bisa melihat semua tentang Helena, nanti kalau dia sudah besar dan Helena pun pasti akan senang nanti melihat album ini yang diberikan oleh Amar.


"Kamu memang berbeda Amar, kamu tidak seperti Dimas kamu sangat-sangat berbeda. Aku seharusnya beruntung mendapatkan kamu, kamu benar-benar bisa mendapatkan hati aku. Kamu memang bisa melakukan apa saja Amar "


"Aku begitu senang sekali, aku bahagia sekali Amar, ini sangat berharga sekali untuk ku Amar. Aku tidak pernah berpikir kalau kamu akan melakukan ini, dulu aku sangat menjauhi yang namanya menyimpan sebuah foto. Aku takut kecewa lagi seperti dulu, tapi ternyata saat kamu memberikannya aku malah senang. Aku bahagia sekali "


Freya akan kembali memberikan Amar kesempatan, tapi apakah neneknya akan menerimanya. Apakah keluarganya akan menerima Freya, tapi Freya juga tidak bisa melepaskan Amar begitu saja.


Freya sudah terlanjur jatuh dan mencintai Amar, ya meskipun Freya tidak bisa menyatakan segalanya langsung pada Amar.


Freya takut seperti dulu, dia sangat mencintai Dimas tapi pada akhirnya Dimas malah menghianatinya tapi Freya yakin kalau Amar tidak mungkin seperti itu kan, Amar tidak mungkin menghianatinya seperti Dimas.


...----------------...


Amar yang baru saja pulang dari rumahnya Freya langsung menelepon Dimas. Amar harus berterima kasih juga kan pada Dimas mau bagaimanapun Dimas yang punya rencana ini dan membuat Freya sangat senang sekali.


Amar tak akan tiba-tiba melupakan apa yang sudah Dimas lakukan. Pasti Dimas sudah memikirkan dengan matang-matang untuk memberikan hadiah itu.

__ADS_1


"Ya Amar bagaimana apakah Freya suka "tanya Dimas langsung pada intinya, karena Dimas sudah tahu pasti yang akan mereka bicarakan adalah tentang album itu, bukan yang lain.


"Iya aku akui apa yang kamu lakukan sekarang membuat Freya sangat bahagia. Dia suka dengan album foto itu. Terima kasih atas bantuannya semoga saja dengan ini Freya bisa membuka hatinya kembali untukku. Aku sangat berharap lebih akan hal itu"


"Tentu saja Freya akan membuka hatinya untukmu, tapi besok aku punya ide lagi agar kalian makin dekat, aku yakin Freya tidak akan mau mengatakan langsung padamu tentang perasaannya itu, Freya itu kadang malu-malu. Apalagi dia sudah dikhianati olehku dia pasti akan ragu untuk berbicara denganmu, dia pasti akan terus mempertimbangkan segalanya "


"Rencana apa lagi"


"Nanti juga kamu akan tahu, lebih baik nanti pagi kamu siap-siap dan aku akan menjemputmu. Aku akan melakukan semuanya dengan baik dan aku yakin Freya sudah bisa benar-benar menerima kamu dan kalian akan berbaikan "


"Baiklah besok pagi kita ketemu, tapi awas aja kalau semuanya gagal. Aku tidak mau kalau misalnya Freya malah tak jadi menerima aku lagi "


"Pantas saja hadiahnya langsung diterima oleh Freya"


"Ya mau bagaimanapun aku pernah hidup lama bersama Freya, bukannya aku ingin memanas-manasi mu tapi memang pada kenyataannya aku pernah hidup bersama Freya selama 10 tahun, belum saat pacaran. Jadi aku sangat tahu bagaimana Freya. Ingat sekali lagi jangan cemburu, aku benar-benar ingin membantumu bersama Freya kembali seperti dulu lagi aku tidak akan merebut Freya aku janji"


"Ya lihat saja sampai kamu merebut Freya, apa yang akan aku lakukan padamu"


"Tenang saja aku tidak akan melakukan itu, kalaupun aku mau merebut Freya dia juga tidak akan pernah mau denganku, apalagi Helena yang malah akan membenciku. Hidupku tidak akan pernah tenang kalau kembali dengan Freya, sampai sekarang saja anak pertamaku Irsyad tidak mau mengenal aku, mana mungkin aku bisa kembali lagi dengan Freya jadi untuk sekarang aku ingin kamu membuat Freya bahagia dan juga anak-anakku, maaf jika aku malah memberikanmu beban yang begitu berat"

__ADS_1


"Kata siapa semua itu beban. Aku tidak pernah menganggap Freya dan juga anak-anaknya sebagai beban untukku. Aku bahagia bersama mereka, ku senang bisa bersama mereka. Sudahlah kamu ini tidak usah berpikir ke sana lambat laun juga Irsyad akan kembali memaafkan kamu"


"Sudah 7 tahun dia masih seperti itu dan aku yakin tidak akan pernah berubah sampai kapanpun, Irsyad akan tetap seperti itu dan membenciku tak masalah yang terpenting Helena sudah tahu kalau aku ini Ayahnya dan dia masih bisa diajak bicara denganku, ya meskipun tidak dengan panggilan ayah"


"Mungkin aku ayah kandungnya tapi kamulah Ayah yang pertama dia lihat. Aku serahkan semuanya pada mu Amar, aku yakin kamu akan membuat Freya dan semua keluarga yang ada di sana bahagia dan untuk nenekmu juga pasti akan membuka hatinya perlahan, aku yakin itu nenekmu tak mungkin akan terus keraskan, dia pasti akan melunak "


"Ya doakan saja yang terbaik, semoga saja apa yang kamu katakan itu bisa terwujud semuanya. Aku sudah sangat ingin menikah dengan Freya. Aku ingin kami bersama mungkin ini adalah sebuah ujian untuk kami berdua"


"Yah nikmati saja prosesnya, nanti juga saat sudah mendapatkan hasilnya kamu akan bahagia. Kamu akan senang pasti "


"Iya, ya sudah matikan kenapa malah jadi saling curhat seperti ini"


"Ya kapan lagi seorang laki-laki akan begini jarang-jarang kan, aku juga tidak punya teman kenapa tidak. Tak akan ada yang curiga juga kan "


"Sudahlah matikan, aku takut nanti kamu tidak normal tiba-tiba kamu mencintaiku Dimas. Matikan saja teleponnya. Sudah hanya itu saja yang ingin aku bicarakan terima kasih atas segala bantuannya"


Sambungan langsung dimatikan begitu saja oleh Amar, Amar akan bersiap-siap untuk tidur dan akan melihat apa yang akan Dimas lakukan. Amar jadi tak sabar ingin melihat apa yang Dimas lakukan. Dan apakah Freya besok akan ada, sungguh Amar malah jadi takut kalau Freya tak akan datang.


Tapi ya sudahlah pasrahkan saja, semoga saja Freya besok datang dan mereka benar-benar bisa kembali lagi dan menikah, masalah neneknya Amar tak akan memikirkannya, mau terima atau tidak Amar tidak peduli. Yang menjalankan adalah dirinya bukan neneknya kan.

__ADS_1


__ADS_2