Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 37 Tahu saja kamu


__ADS_3

Erik yang melihat ada Freya sangat kaget sekali. Kenapa tiba-tiba ada di sini " Kenapa perempuan itu selalu ada di mana saja, sialan aku harus menemui Gea. Jangan sampai mereka bertemu dan semuanya hancur. Gea harus selalu menutup mulutnya "


Baru saja Erik akan berjalan ke arah Gea, malah dia melihat Gea yang datang ke arahnya sambil memegang uang dan mengangkatnya ke atas. Bagaimana ini kalau mereka bertemu. Sudahlah pasti Freya akan bertanya-tanya dan banyak sekali kecurigaan yang akan dia tunjukkan padanya.


Perempuan itu cukup berbahaya dan Erik harus selalu waspada dengan Freya. Dia itu seperti jin selalu ada dimana-mana dan kapan saja bisa menghancurkan hidupnya ini. Gea belum memberikan uang yang banyak padannya makan Gea belum bisa lepas dari tangannya.


Erik langsung memanggil Freya "Freya"


Gea yang mendengar itu langsung membalikkan badannya, lalu dia berjalan ke arah yang lain. Freya yang merasa namanya dipanggil langsung mendekati Erik.


"Paman kamu ada di sini. Kenapa tiba-tiba kita bisa bertemu terus ya. Aku tidak menyangka kalau akan bertemu om disini di mall ini "


"Ya mungkin takdir sudah menggariskan kalau kita akan selalu bertemu dan akan menjadi teman. Apalagi kamu dan Gea sudah kembali menjadi teman hati kalian kan selalu sama, maka bukan kebetulan lagi kan kita bisa bertemu disini "


"Jadi Paman datang kemari bersama Gea " tanya Freya dengan senang sekali.


"Iya aku kemari mengantarnya untuk belanja, katanya dia ingin membeli pakaian baru jadi aku mengantarnya tapi karena aku tidak terlalu suka berdekatan dengan yang lain maka menunggunya di sini dan Gea mencari pakaiannya sendiri. Aku sengaja membiarkannya agar dia bebas memilih apa yang dia mau. Aku akan terus memanjakan Gea. Karena aku tak punya siapa-siapa lagi hanya Gea yang aku punya. Maka aku akan terus membuatnya bahagia selalu "


"Hemm begitu ya, di toko mana sekarang Gea. Aku ingin menemuinya, aku akan membantunya mencari pakaian yang bagus dan cocok dengannya "


"Sebentar lagi juga dia akan datang, kamu tunggu saja dia tidak akan lama. Kadang-kadang sih dia akan lama belanja, tapi tak masalah namanya juga perempuan kan. Semua perempuan pasti suka dengan belanja. Mereka pasti kalau sudah belanja akan lupa waktu "


"Iya benar Paman, kamu memang mengerti perempuan ya "


"Sayang"


"Dimas lihatlah di sini ada paman juga, kita bertemu lagi dengan paman kebetulan sekali kan "


"Ya kebetulan sekali Pak Erik kita bisa bertemu lagi, padahal kita baru saja tadi bertemukan makan siang sama-sama tapi sekarang kita sudah dipertemukan lagi. Sungguh ya tak terduga sekali"


"Ya seperti itulah memang dunia ini kecil sekali ya, sampai kita bisa terus-terus bertemu ditempat yang sama "


"Aku akan ke kamar mandi dulu ya. Aku ingin buang air kecil dulu nanti pasti Gea akan datang saat aku sudah selesai. Ini sayang pegang dulu ya aku titip ini padamu sayang "


"Baiklah sayang "


Para laki-laki melanjutkan pembicaraannya sedangkan Freya berjalan ke arah kamar mandi. Karena sudah tidak kuat kalau terus ditahan sampai rumah, apalagi akan bertemu lagi dengan sahabatnya pasti pembicaraan mereka akan panjang lagi.


Freya senang sekali. Nanti Freya akan menceritakan hal ini pada Irsyad. Pasti Irsyad akan mengerti anaknya itu tak akan marah kalau dirinya pulang terlambat apalagi menemui sahabatnya ini.


...----------------...


Freya sudah kembali lagi dari kamar mandi tapi Gea belum juga di sana "Paman apakah Gea belum datang juga. Atau mungkin dia sedang membeli sesuatu lagi "


"Belum Freya sudah kubilang kan kalau dia itu kalau belanja suka lama, jangan ditunggu. Kalau kalian mau pulang ya pulang saja tidak apa-apa daripada menunggu Gea akan lama sekali. Dia tak akan tahu waktu kalau sedang berbelanja seperti ini. Lebih baik kamu bersama suamimu pulang saja. Pasti anak kalian sudah menunggu dirumah kasian dia "


Freya menatap suaminya lalu suaminya menganggukan kepalanya sepertinya suaminya memang ingin pulang. Freya juga tak tega kalau begini suaminya sudah mau menemaninya pasti sekarang suaminya sangat lelah sekali ingin istrinya.


Kapan-kapan bisa kan bertemu dengan Gea, jadi ya sudah lah pulang dulu saja. "Ya sudah paman aku pulang dulu berikan salahmu untuknya dan aku ini membelikan sesuatu untuk Gea. Tolong dikasih ya paman "


Erik menerima nya dan tersenyum pada Freya "Terima kasih Freya hadihnya, aku pasti akan memberikannya pada Freya. Dia pasti akan sangat bahagia sekali dan memuji pemberian mu ini nantinya "

__ADS_1


"Sama-sama Paman, kami berdua permisi dulu ya kami berdua pulang duluan"


"Iya iya silahkan"


Setelah kepergian Freya dan juga Dimas, barulah Gea keluar dia berjalan ke ayah tirinya dan memberikan uangnya itu. Sebenarnya Gea dari tadi ada disekitar sana, Gea tak kemana-mana hanya bersembunyi saja "Ini aku sudah mendapatkan uangnya sesuai yang kamu mau kan, aku sudah tak perlu bekerja lagi kan. Kasian anakku ini dia pasti lelah sekali "


Uang itu langsung direbut dengan kasar "Begitu dong hasilin uang, semenjak kamu mengandung kamu tidak menghasilkan uang sama sekali ini nih barang dari Freya entah apa tidak berguna. Sungguh aku sial sekali terus bertemu dengannya muak sekali rasannya aku ini "


Gea langsung mengambilnya dan memeluknya dengan erat, tangannya langsung ditarik oleh Erik untuk pergi dari sana. Karena Erik sudah selesai memberikan pelajaran pada Gea. Mungkin untuk hari ini sudah cukup. Nanti malam Erik akan memberi pekerjaan lagi pada Gea. Ini akan lebih banyak lagi uangnya.


Erik tidak peduli Gea sedang hamil yang terping apa yang dia mau terkabul. Uang adalah salah satu kesenangannya. Maka Erik akan mengumpulkan uang dengan banyak dan Gea yang bekerjanya. Gea harus memberikannya uang terus menerus agar hidupnya ini makin bahagia.


"Aku tidak mau kamu bertemu lagi dengan Freya rasanya percuma saja, sudah sampai hari ini saja kalian bertemu. Pertemanan kalian pun sebenarnya tak penting-penting sekali. Aku lebih suka kamu yang dulu saja tidak bertemu dengan Freya lagi hidup masing-masing "


"Kenapa begitu. Bukannya kalian melakukan kerjasama kan, lalu kenapa aku tidak boleh bertemu lagi dengan sahabatku. Aku tak bisa seperti itu, jangan atur hidupku terus menerus aku juga ingin seperti yang lain, aku ingin berteman lagi dengan Freya hanya dia satu-satunya teman yang aku punya "


"Aku tidak mau kamu bertemu lagi dengannya, pokoknya sudahi pertemanan kalian. Aku tidak mau kehamilan ini terbongkar dia akan tahu dan semuanya akan kacau, dia pasti akan bertanya-tanya siapa ayahnya. Aku tak mau ya masalah ini akan makin panjang, karena kalau Freya sudah tahu semuanya akan panjang "


"Tapi, tak bisa begitu. Aku tak mau seperti itu "


"Sudahlah jangan terus membantahku, apa kamu tidak bosan terus-terusan membantah aku seperti itu, lebih baik diam dan turuti apa kata-kataku masuk ke dalam mobil sekarang juga kita harus pulang. Aku sudah lelah ada disini hanya untuk menunggu mu saja "


Gea dengan lesu masuk kedalam mobil, sudahlah lelah sekali mengikuti apa mau ayahnya. Gea sudah binggung sekali dengan jalan hidupnya, entah akan dibawa kemana jalan hidupnya ini. Kenapa begitu rumit sekali hidupnya ini.


Rasannya ingin sekali seperti Freya yang mempunyai suami baik, perhatian dan tahu apa maunya. Pasti akan sangat bahagia sekali menjadi Freya. Apapun yang diinginkan pasti akan dikabulkan tanpa terkecuali.


Hidupnya Gea sudah sangat sempurna sekali, bahkan tak bisa digantikan oleh apa-apa hidupnya Freya itu. Suami yang baik, pekerjaan yang bagus dan juga Freya sudah memiliki keturunan juga kan. Begitu iri rasannya Gea dengan kehidupan sempurna sahabatnya itu.


...----------------...


"Baju baju olahraga sayang" Dimas masih binggung dengan barang yang diberikan sang istri. Kenapa harus baju olahraga ya.


"Kita sudah lama tidak berolahraga bersama-sama, kita harus lebih menjaga kesehatan kita. Bahkan aku membelikannya untuk Irsyad dan juga Mama agar kita setiap minggu akan selalu kumpul keluarga dan senang-senang. Pokoknya kita harus selalu bersama-sama menghabiskan waktu tanpa harus memikirkan terus tentang pekerjaan"


"Hemm, itu ide yang bagus sayang, aku setuju denganmu itu adalah hal yang baik kita harus lebih banyak menghabiskan waktu, aku senang dengan kata-katamu itu dan kamu juga harus mengurangi jam kerjamu berarti. Kita harus lebih banyak menghabiskan waktu bersama-sama "


"Tentu saja aku akan mengurangi jam kerja aku Dimas, dan kamu juga sama harus mengurangi jam kerjamu ya. Kita tak boleh sibuk dengan pekerjaan kita ini "


"Tentu sayang, aku setuju sekali "


"Lalu kamu membelikan apa untukku. Aku penasaran sekali suamiku akan memberikan apa ya"


Dimas segera mengeluarkan sebuah kotak dan membukanya. Freya yang melihat barang yang dibeli Dimas tidak percaya "Kenapa sih kamu tahu apa yang aku mau kenapa bisa ketebak sih"


"Aku akan tahu apapun yang kamu mau sini aku pakaikan dulu. Pasti akan sangat cantik sekali saat kamu gunakan "


Dimas memakaikan kalung itu ke leher istrinya, Freya memegang bandulnya dan tersenyum "Ini bagus sekali Dimas, " ini adalah kalung yang sudah lama Freya incar. Kenapa suaminya bisa tahu padahal Freya sama sekali tidak memberitahunya tapi suaminya itu malah sudah membelikannya.


"Kamu suka mengecek ponselku ya, kenapa kamu tiba-tiba tahu sayang pasti kamu sudah melihat model kalung ini di ponselku kan "


"Tidak aku sama sekali tidak mengecek ponselmu sayang, aku akan tahu apapun yang kamu mau. Aku ini kan suami kamu jadi wajar kalau aku tahu semuanya sayang. Tak usah aneh "

__ADS_1


Freya langsung memeluk suaminya "Kamu ini bisa aja deh, pasti kamu ngecek kan ponsel aku masa sih tiba-tiba tahu kayak gitu. Aku masih ga habis fikir aja sayang "


"Beneran sayang, aku beneran ga cek ponsel kamu. Aku tiba-tiba saja tertarik dengan kalung ini dan aku yakin kamu akan suka hasilnya sekarang kamu benar-benar suka kan "


"Baiklah sayang, terima kasih karena kamu sudah memberikan kalung ini padaku. Aku bahagia sekali aku senang sekali, terima kasih untuk semuanya sayang"


"Sama sama sayang"


Meraka berdua berpelukan, Freya suka sekali dengan apa yang suaminya berikan. Benar-benar diluar pemikiran Freya.


...----------------...


Gea mencoba pakaian yang diberikan Freya, begitu pas dibadannya dan sangat cantik sekali. Gea suka dengan pakainnya, dari potongannya bahannya Gea suka sekali. Freya ini benar-benar pintar dalam memilih sesuatu. Dan Gea sangat suka sekali.


"Bagus sekali, ini sangat mencerminkan karakterku. Apakah ini dipilihkan Dimas juga ya. Aduh kenapa aku jadi mengigat Dimas. Tidak jangan ingat dia, dia adalah suaminya Freya aku tak berhak "


"Anak ayah begitu cantik "


Gea langsung pergi dari cermin dan duduk dikursi single yang ada didalam kamarnya. Mau apa lagi Ayah tirinya ini, apakah belum cukup tadi sudah membuat Gea takut dan cape.


"Sayang, apakah kamu mau membantu Ayah "


Ayahnya itu langsung berjongkok dan menatap Gea sambil mendongakan kepalanya. Gea sungguh tak tahu ada apa lagi dengan laki-laki ini drama apa lagi yang akan dia gunakan.


"Apa lagi Ayah, aku selalu membantumu apa yang tidak aku bantu "


"Kamu tahu aku mulai bangkrut "


"Benarkah, bukannya pekerjaan kamu itu bagus sekali. Banyak yang mau bekerja sama dengan kamu lalu kenapa sekarang tiba-tiba seperti itu aneh sekali kan"


"Namanya juga dunia bisnis pasti ada kalanya kita dibawah dan sekarang aku sedang dibawah sayang. Bantu Ayahmu ini ya sekali lagi aku janji tak akan pernah jahat lagi padamu. Ayah akan membelaskan kamu "


Mendengar kata bebas Gea langsung senang "Benarkah kamu tidak sedang berbohong kan padaku. Kamu sedang tidak bermain-main kan denganku "


"Untuk apa aku beriman-main denganmu aku tak pernah melakukan itu. Bantu aku sayang, bantu ayahmu ini aku sudah tua dan aku butuh bantuan kamu "


"Janji ya, kamu akan membebaskan aku, kamu akan membiarkan aku bertemu dengan Freya dan aku bebas berkata apapun dengannya "


"Tentu saja, kamu boleh melakukan itu tapi bantu aku dulu anakku. Aku janji akan mengambulkan apa yang kamu mau itu "


Gea tanpa pikir panjang langsung menganggukan kepalanya. Gea mau membantu ayah tirinya ini. Mau bagaimana pun Gea ingin kebebasan makannya Gea setuju semoga saja benar ya Ayahnya tak ingkar.


"Baiklah aku setuju, aku mau dan aku akan membantumu apa yang harus aku bantu "


"Kita harus pergi sekarang, kita harus menemui teman Ayah. Dia pasti akan bisa membantu dan kamu disana hanya perlu menemani Ayah dan Ayah nanti akan memberitahu bagaimana kamu harus bekerja "


"Baiklah, aku akan menganti pakai ku dulu "


"Tidak usah, sudah pakai yang ini saja. Ini terlihat cantik ini juga dari sahabatmu kan Freya. Ini sangat cocok denganmu tak usah berganti lagi pakaian, yang ini sudah cukup "


"Baiklah aku akan mengambil tas "

__ADS_1


Gea benar-benar senang sekali, sebentar lagi akan bebas hidupnya akan nyaman nanti.


__ADS_2