
Freya dan juga Amar sudah sampai di rumah sakit, mereka langsung saja menuju ruangan Jordi. Saat mereka membuka pintu ternyata di sana juga sudah ada Dimas, Freya tentu saja langsung menghampiri anaknya Irsyad yang wajahnya sudah memar-memar.
Freya benar-benar tak sanggup melihat anaknya yang seperti ini. Masalah apa sebenarnya yang menimpa anaknya.
"Ada apa Irsyad, ada apa dengan kamu tiba-tiba kamu seperti ini"
"Gak tahu mah Irsyad di tuduh, Irsyad ga lakuin apa-apa tapi Irsyad malah di pukuli seperti ini" jelas Irsyad dengan wajah meringis, Irsyad sudah sangat kesakitan sekali.
"Jangan ngelak lagi ya kamu ini" marah ayahnya Laila dengan kata yang akan keluar.
"Irsyad ga pernah lakuin itu mah, tapi mereka tiba-tiba nuduh Irsyad, Irsyad katanya hamilin Laila kapan Irsyad ketemu sama dia. Mama tahu sendiri kan selama ini Irsyad di rumah Irsyad nggak pernah kemana-mana, Irsyad benar-benar binggung ma kenapa sampai dituduh seperti ini "
Freya yang tahu bagaimana rutinitas anaknya tentu saja kaget, mana mungkin Irsyad melakukan itu, tidak anaknya tidak mungkin melakukan hal sebejat itu, Freya sangat memantau bagaimana teman-teman Irsyad kegiatan Irsyad dan Freya sangat tahu kalau irsya tidak akan pernah keluar rumah kalau tidak ada tugas.
Bahkan Irsyad selalu izin padanya kalau ingin bertemu dengan teman-temannya. Jadi Freya tidak akan pernah percaya dengan kata-kata orang itu.
Freya tentu saja langsung maju menatap laki-laki yang ada di hadapannya "Apa buktinya kalau anakku telah menghamili Laila, waktu itu dia datang ke rumahku dan memohon-mohon pada anakku, seharusnya kalau tanyakan yang benar anak mu itu melakukannya dengan siapa, jangan asal tuduh seperti ini "
"Jangan ngelak lagi Laila sudah bilang kalau laki-laki inilah yang telah menghamilinya, kalau bukan dia siapa lagi. Laila tak pernah berbohong ya. Dia selalu berkata jujur padaku "
Freya langsung menepis tangan laki-laki itu yang menunjukkan anaknya "Jangan pernah kau acungkan tanganmu itu pada anakku. Aku sangat tahu bagaimana anakku, bagaimana kegiatannya jadi jangan salah bicara aku mau tes DNA sekarang juga. Aku tak akan pernah sudi menikahkan anakku dengan anakmu, hamil anak siapa dia sampai menuduh anakku dengan mudah seperti itu "
"Tidak bisa anak itu masih ada dalam kandungannya, mau bagaimanapun Irsyad harus tanggung jawab, kalau tidak aku akan sebarkan ini dan aku akan berbicara pada sekolah agar Irsyad dikeluarkan saja dari tempat kuliahnya "
__ADS_1
"Buktinya mana kalau memang anakku yang telah menghamili Laila, mana buktinya aku ingin berbicara dengan anak perempuan itu. Aku ingin mendengar langsung dari mulutnya itu "
"tidak nanti kamu malah akan mengancamnya, aku tak mengizinkannya "
"Untuk apa aku mengancamnya untuk apa, aku ingin bertemu dengannya sekarang juga, tak peduli kamu akan marah "
Freya sudah keluar dari ruangan itu, dia tadi juga sudah bertanya pada Jordi di mana ruangannya. Freya harus menanyakan langsung pada anak itu apa maksudnya menuduh anaknya menghamilinya. Sejak kapan anaknya menjadi seperti itu, Freya benar-benar marah sekali.
Mungkin Freya akan percaya kalau misalnya Laila selalu datang ke rumahnya, Irsyad selalu membawa perempuan ke itu ke mana-mana, tapi kan ini pada kenyataannya belum pernah membawa anak perempuan itu ke rumah atau mereka jalan-jalan bersama.
Tanpa permisi Freya langsung masuk ke dalam ruangan itu, di sana ada seorang perempuan paruh baya dan juga Laila. Freya menatap Laila dengan marah. Tak bisa lagi Freya sembunyikan rasa kesalnya ini.
"Jelaskan padaku kapan Irsyad melakukannya pada, aku ingin tahu dari mulutmu langsung "
"Aku bicara pelan-pelan dari tadi, aku tidak berteriak bahkan nada suaraku saja biasa aku ingin bertanya pada anakmu kapan anakku menemuinya, apakah ibu pernah melihat Irsyad mengantarkan Laila ke rumahnya atau mungkin mereka sedang berduaan apakah pernah melihatnya ? "
Ibunya Laila tentu saja diam, karena dia juga belum pernah melihat keberadaan Irsyad di samping Laila. Tapi anaknya sudah mengatakan kalau laki-laki itulah yang menghamilinya, mana mungkin anaknya berbohong kan.
Dengan tenang Freya duduk dan menatap Laila yang menundukan kepalanya "Jujur padaku siapa yang menghamili kamu dan jangan pernah menuduh anakku dengan tiba-tiba seperti itu, jika memang Irsyad yang melakukannya dia akan bertanggung jawab, dia tidak akan pernah mengelak Irsyad itu bukan laki-laki pengecut yang akan tiba-tiba pergi begitu saja. Siapa yang menghamili kamu, aku bisa menjadikan ini kasus. Aku tidak akan pernah takut jika anakku tidak salah"
Laila langsung mendongakan kepalanya dan menatap Freya, lalu membuang pandangannya begitu saja tak mau menatap Freya "Aku tidak ingin berbicara dengan siapa-siapa. Aku ingin sendiri, aku tidak mau berbicara dengan mamanya Irsyad bisa Tante keluar dari ruanganku. Aku ingin istirahat saja dulu, aku juga disini masih tertekan "
"Aku tidak akan pernah keluar sebelum kamu mengatakan yang sesungguhnya, kamu tahu ayahnya Irsyad dokter dia bisa mengecek kamu nanti dan bisa tes DNA juga sekarang juga, untuk anak yang ada dalam kandunganmu itu jangan pernah bermain-main dengan keluarga kami. Karena kalau sampai Irsyad tidak salah dan kamu hanya ingin menghancurkan Irsyad aku bisa melaporkan ke kantor polisi, aku bisa membuat ini menjadi kasus apakah kamu ingin seperti itu saja "
__ADS_1
Ibunya Laila yang mendengar hal itu keluar dari mulut Freya tentu saja marah, dia langsung menarik tangan Freya, tapi Freya masih duduk dengan tenang di sana.
"Jika ingin mengancam anakku saja lebih baik pergi, jangan ganggu dia "
"Aku tidak sedang mengancam, aku hanya sedang berbicara dengannya. Keluarga kami bisa melakukan apa saja karena aku yakin anakku Irsyad tidak mungkin melakukan hal itu, jadi katakan yang sejujurnya atau sebelum keluarga kalian malu. Aku tidak akan pernah segan-segan meskipun dia seorang perempuan yang sedang mengandung, ini menyangkut nama baik dan semuanya bisa dikasuskan "
"Jika tante tidak percaya ya sudah, itu sudah aku katakan kalau anak yang ada di dalam kandunganku ini adalah anaknya Irsyad. Untuk apa aku berbohong, aku tahu jelas siapa yang sudah melakukannya dengan aku "
"Ya sudah aku minta buktinya mana, apakah kalian pernah bertukar kabar atau teleponan untuk bertemu atau mungkin kamu memfoto hotel yang kalian gunakan. Aku ingin tahu Layla mana, jangan terus mengelak seperti ini, ayahmu sudah membuat anakku babak belur jika sampai semuanya terungkap dan bohong aku akan membuat ayahmu mendekam di sel penjara dengan kamu juga "
Lagi-lagi Laila hanya menggelengkan kepalanya, "Aku tidak mau berbicara dengan tante, aku sudah menjelaskan segalanya, jangan terus paksa aku"
"Sudah aku pastikan kalau kamu itu memang berbohong, kamu itu hanya ingin menjebak anakku. Sampai anak ini lahir nanti aku ingin tes DNA atau mungkin saat ada dalam di kandungan pun aku mau tes DNA secepatnya, karena aku yakin anak yang ada dalam kandunganmu itu bukan anak Irsyad, kamu hanya sedang melimpahkan sebuah masalah pada anakku karena kamu tergila-gila padannya"
"Jadi jangan malu nanti jika aku mempermalukan kalian. Aku tidak akan pernah tinggal diam aku tidak akan pernah membiarkan anakku difitnah seperti ini, ingat itu "
Tanpa harus diusir kembali Freya keluar dari ruangan itu, tentu saja Freya marah Ibu mana yang tidak marah saat anaknya difitnah seperti ini. Sedangkan Freya selalu tahu apa saja yang Irsyad lakukan.
Anaknya Irsyad saja tidak pernah keluar dari dalam kamarnya, Irsyad saja lebih suka menghabiskan waktunya fi dalam kamarnya mana mungkin tiba-tiba dia menghamili seorang perempuan.
Aneh sekali kan tidak di masuk di akal, sedangkan waktu itu Layla memberikan sebuah pesan padanya kalau dia mencintai Irsyad. Berarti Irsyad sudah menolak perempuan itu kan.
Tak habis pikir dengan kegilaan perempuan itu pasti ini adalah sebuah jebakan untuk anaknya. Freya tidak akan pernah mungkin melepaskan orang yang telah memfitnah anaknya ini.
__ADS_1
Freya akan mengusut tuntas masalah ini sampai selesai sampai ke akar-akarnya. Freya tidak akan pernah mau menerima permintaan maaf mereka. Ini sudah diluar batas kesabarannya.