Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 180 Sudah disiapkan semuanya


__ADS_3

"Sabar sabar Amar sebentar lagi sebentar lagi, kamu tidak boleh tergoda dulu nanti malam tunggu sebentar lagi "


Amar yang melihat istrinya masuk ke dalam kamar mandi rasanya ingin menyusul dan ikut ke sana, tapi Amar tidak mau membuat Freya marah dan nanti malam dia tidak mendapatkan jatah. Tidak butuh waktu lama istrinya sudah keluar lagi memakai pakaian tidur yang tadi Amar berikan.


Amar melihat kaki istrinya itu jari-jarinya merah Amar langsung membantu Freya untuk duduk "Pasti ini sakit sekali kan aku sudah bilang padamu jangan memakai sepatu hak tinggi, padahal memakai yang flat saja tidak masalah kamu akan tetap cantik memakai apapun itu "


Freya membenarkan duduknya agar nyaman, dan kakinya di selonjor kan karena pegal juga "Kalau aku pakai sepatu yang flat aku akan terlihat pendek, kamu itu terlalu tinggi Amar kalau aku tidak mau terlalu jauh dari kamu harus memakai sepatu yang tinggi "


"Daripada kamu tidak nyaman seperti ini, lihat kaki kamu sudah merah seperti ini "


Amar langsung memijit kaki istrinya itu. Freya akan menarik kakinya tapi Amar segera menahannya "Sudah tidak masalah biar aku pijat jangan merasa sungkan, kita ini suami istri. Jadi kamu tidak usah sungkan lagi dengan aku Freya, aku akan memijat kaki kamu sampai enakan. Aku tahu ini rasannya tak enak "


Freya akhirnya patuh saja, Freya hanya menikmati setiap pijatan yang suaminya lakukan enak sekali kakinya menjadi rileks dan tidak sakit lagi, tadi kakinya ini benar-benar sakit, Freya tidak biasa memakai sepatu hak tinggi terlalu lama apalagi sampai berdiri terus begitu berjam-jam.


Setelah tidak terasa sakit Freya langsung berbicara pada suaminya "Sudah, sekarang sudah enakan kok gantian kamu yang aku pijat, ayo kaki kamu panjangin seperti aku "


Amar malah menggelengkan kepalanya "Aku tidak pegal sayang. Apakah kamu tidak ada yang pegal lagi mungkin bahumu atau tanganmu atau yang lain ada yang ingin aku pijat lagi"


"Sudah hanya kaki saja yang sakit tadi, semuanya sudah baik-baik saja"

__ADS_1


"Apakah pijatanku ini enak"


Untuk ukuran laki-laki menurut Freya enak, suaminya ini benar-benar bisa diandalkan untuk memijatnya tapi Freya juga tidak akan keenakan setiap hari meminta dipijat pada suaminya. Aneh saja sekarang Freya memanggil Amar dengan sebutan suami, biasanya mereka iya begitulah pacaran tapi sekarang mereka sudah menikah.


"Enak kok pijitan kamu makasih ya"


"Lebih baik sekarang kamu segera ganti pakaian dulu Amar, nanti kalau misalnya teman-teman kamu datang lagi malam-malam ke sini gimana. Sebagian teman-teman kamu juga ada yang belum datang kan"


Amar tanpa banyak bicara langsung patuh mengikuti apa kata istrinya, memang Amar juga sudah gerah memakai jas dan juga setelan ini, panas saja apalagi melihat istrinya yang memakai pakaian tidur seperti ini makin panas saja kan.


Amar sudah keluar lagi dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek saja, Freya yang memang baru pertama kali melihat Amar seperti itu mengerutkan keningnya "Kamu tidak akan memakai pakaian apa kamu tidak takut nanti masuk angin"


Amar berbaring di samping istrinya, Freya kaget tadinya mau bangun tapi Amar langsung menahannya, agar tak bisa kemana-mana "Aku sudah biasa tidur seperti ini sayang, kamu harus segera terbiasa aku ini suka bertelanjang dada kalau tidur karena kalau memakai pakaian selalu tidak enak, kurang nyenyak saja tidurnya "


"Aku mau istirahat dulu aku mau tidur kamu nggak masalah kan kalau tidur "


"Ga masalah. Aku juga sama mau istirahat dulu, ngantuk banget apalagi pas malem aku begadang"


Amar langsung memeluk istrinya mencari posisi yang nyaman, memang yang paling nyaman adalah memeluk istrinya ini, rasanya tidak menyangka saja pernikahan mereka benar-benar terlaksana.

__ADS_1


Amar benar-benar mengebut semuanya, bukan apa-apa takut Freya berubah pikiran lagi dan takut nanti ada yang membuat dia goyah maka Amar sebagai laki-laki harus langsung berjalan cepat untuk menikahi Freya dan sekarang pada hasilnya dirinya dan Freya menjadi suami istri.


Rasanya senang sekali, bahagia tidak ada hal lain selain ini yang membuatnya bahagia. Amar akan menjaga Freya sampai nanti, mendapatkan Freya begitu susah maka Amar tak akan pernah menyia-nyiakannya.


...----------------...


Sedangkan di gedung Helena menatap Kakaknya "Kakak aku mau pergi ke mama dan juga Ayah, kenapa mereka meninggalkan aku, aku kira mama dan juga ayah akan kembali lagi ke mari tapi mereka tidak datang lagi. Ayo antarkan aku ke dalam kamar mereka, aku ingin bersama mereka "


Irsyad mengusap rambut adiknya, Irsyad tahu adiknya ini sudah sangat kelelahan dan ingin istirahat "Jangan Mamah dan juga Ayah sedang istirahat. Helena istirahat bersama kakak saja ya, sama kakak dan juga mama serta Ayah sama saja. Ayo kita ke kamar"


"Tapi aku ingin berbicara dengan Mama, aku juga ingin dipeluk oleh ayah aku ingin tidur bersama mereka. Ayo antarkan kakak "lagi-lagi Helena merengek, dia benar-benar mau bertemu dengan ibu dan juga ayahnya.


"Tapi ayah dan juga Mama sedang istirahat, besok juga kamu masih bisa bertemu dengan mereka berdua. Jangan rewel seperti ini kakak kan sudah menjelaskan kalau nanti mama bersama ayah akan ada di dalam kamar seharian, mereka tidak akan keluar karena mereka harus istirahat kamu tadi tidak lihat Mamah dan juga Ayah berdiri dengan sangat lama mereka pasti akan pegal dan harus istirahat, mereka tak bisa diganggu "


Helena yang baru ingat kata-kata dari kakaknya akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya, benar juga kata kakaknya Mamah dan juga ayahnya dari tadi berdiri terus menerus tidak ada istirahatnya mereka itu.


"Baiklah aku mau digendong, aku mau digendong aku mau tidur. Aku sudah sangat kelelahan sekali kakak"


Tanpa disuruh untuk kedua kalinya Irsyad langsung menggendong adiknya itu, mereka pergi ke arah kamar yang sudah disiapkan. Irsyad sengaja satu kamar bersama adiknya takutnya nanti adiknya tiba-tiba kabur dan mencari kamar kedua orang tuanya.

__ADS_1


Kasihan orang tuanya mau istirahat jangan sampai Helena nanti mengganggunya. Helena ini mengganggunya bukan apa-apa dia pasti akan mengajak main sedangkan orang tuanya pasti sangat kelelahan sekali dengan acara hari ini, tamu tadi banyak sekali.


Mama Astuti juga pergi ke kamarnya, kamar mereka sudah disediakan semuanya, tidak ada yang terlewat bahkan keluarga Amar juga banyak yang menginap di sini, di hotel ini Amar sudah menyewa semuanya untuk membuat keluarganya nyaman dan tidak terganggu. Sekalian liburan juga.


__ADS_2