
Freya yang memang sudah pulang mengantarkan Gea ke rumah barunya langsung mandi, dia sampai lupa membawa handuk karena saking buru-buru nya"Ya ampun kenapa aku lupa bawa handuk di luar ada siapa ya, aduh dasar Freya selalu saja teledor"
Freya menengok ke arah luar, ternyata di dalam kamar ada suaminya dengan senyum senang Freya segera menyuruh sang suami yang sepertinya baru saja datang, tapi sepertinya suaminya murung sekali dia cemberut terus.
"Sayang bisa kamu ambilkan aku handuk, aku perlu handuk tolong ambilkan sayang "
Tanpa bicara Dimas langsung membawakan handuk dan memberikannya pada Freya. Freya yang akan mengucapkan terima kasih tidak jadi karena Dimas langsung melengos begitu saja, dia seperti banyak pikiran. Freya sampai bingung dengan keadaan suaminya itu. Freya yang tadi tersenyum senang dan lebar sekali tiba-tiba redup.
Freya memakai handuknya keluar dari kamar mandi, bahkan tidak seperti biasanya kalau Freya habis mandi Dimas akan memeluknya dari belakang dan menciumnya juga, tapi sekarang apa Dimas malah melamun seperti itu. Dimas seperti sedang memikirkan sesuatu.
Tak pernah Freya melihat suaminya yang seperti ini, suaminya tak pernah murung seperti ini, suaminya selalu banyak tersenyum. Tapi sekarang suaminya seperti sedang memikirkan banyak masalah.
Freya hanya bisa menatap Dimas yang sedang termenung seperti itu. Freya jadi bingung dan harus melakukan apa, sebenarnya apa yang salah dari dirinya. Sebenarnya apa yang dirinya lakukan sampai-sampai suaminya bersikap seperti itu.
Freya mendekati suaminya dengan badan yang lunglai. Rasanya aneh saja melihat suaminya seperti ini membuat Freya bertanya-tanya dan takut terjadi apa-apa "Ada masalah kenapa kamu murung sekali Dimas. Aku baru pertama kali melihat kamu seperti ini "
Dimas langsung mengalihkan pandangannya dan tersenyum pada Freya, lalu dia segera bangkit dan berbicara dengan istrinya seperti tak terjadi apa-apa saja "Maafkan aku bukan maksudku mendiamkan, aku sedang lelah saja banyak pekerjaan sekali sekarang di rumah sakit. Bahkan itu membuatku sangat lelah sekali tapi tenang saja setelah aku mandi aku pasti akan baik-baik saja, aku akan kembali seperti semula lagi tidak usah khawatir ya. Aku tadi hanya sedang lelah saja dan menenangkan pikiranku"
"Baiklah segeralah bersiaplah. Karena kita akan pergi ke rumahnya Gea katanya dia akan mengadakan makan malam kamu datang kan Dimas, ga akan pernah menghindari lagi kan. Kamu ga akan buat alasan lagi "
__ADS_1
Dimas tersenyum kecil. Lalu menganggukan kepalanya. Dimas mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi, di dalam sakunya Dimas mengeluarkan sebuah hadiah yang akan dia berikan pada Gea Dimas sudah menyiapkannya.
Semoga saja nanti Gea suka dengan hadiahnya. Dimas sengaja membawanya ke kamar mandi takut nanti Freya melihat dan dia berpikir yang tidak-tidak, sudah cukup masalah tentang curiga-curigaan itu. Dimas tidak mau dicurigai oleh anak dan istrinya lagi.
...----------------...
Sedangkan Gea sendiri menyuruh orang-orang itu untuk memberes-beres kan semuanya, orang yang akan menyakiti Gea juga tidak bisa karena di sini banyak orang tiba-tiba saja ada yang datang. Gea segera membuka pintu ternyata itu Ibu mertuanya Freya.
Tiba-tiba sekali kan datangnya, sampai-sampai Gea kaget. Kenapa ibu mertuanya Freya datang kemari dan sendirian, tak ada Freya atau Dimas yang menemaninya. Dia benar-benar sendirian.
"Tante silahkan masuk " Gea yang tak mau membuat Mama mertuanya Freya marah segera membawanya masuk.
"Tentu saja boleh, ayo Tante masuk. Freya dan juga Dimas sudah menyiapkan semua ini. Bahkan mereka sudah membeli barang-barang yang aku butuhkan sungguh mereka itu memikirkan segalanya, mereka benar-benar peduli padaku "
"Baguslah, jadi kamu akan mengadakan makan malam tadi Freya baru saja berbicara padaku, aku tak menyangka kamu akan langsung membuat makanan di rumah baru ini. Padahal baru pindah beberapa jam. Tapi kamu sudah mengundang kamu apa kamu tak kerepotan akan hal itu"
"Iya aku hanya ingin menyambut kalian. Aku ingin berterima kasih pada kalian semua, pada keluarga tante yang sudah mau menerima aku dan sekarang aku malah diberikan apartemen dan juga sudah lengkap dengan barangnya, aku sungguh berterimakasih atas apa yang kalian berikan padaku"
"Tentu saja, kamu harus selalu berterima kasih pada Freya. Karena dia sudah lelah menyiapkan semua ini untuk kamu. Kamu harus tahu diri ya Gea nanti jangan sampai kamu malam lancang dan melakukan sesuatu yang membuat Freya sakit. Boleh aku berkeliling di rumah baru mu ini, aku hanya penasaran saja ingin tahu "
__ADS_1
Gea langsung menganggukan kepalanya, dia sama sekali tidak tersinggung dengan kata-kata Mama mertuanya Freya, karena itu kebenarannya dia harus selalu berterima kasih pada Freya, karena semua ini adalah perbuatan Freya. Kalau tidak ada Freya dia juga tidak akan pernah bisa punya rumah kan.
Perhiasan dan uang yang dia ambil waktu itu bersama Dimas masih utuh tidak terpakai sepeserpun, masih ada dan dipegang oleh Gea sendiri. Gea akan mengunakannya suatu saat.
Ibu mertuanya Freya berkeliling rumah itu, sedangkan Gea sendiri sibuk dengan mengarah-ngarahkan di mana saja barang-barang itu akan ditempatkan, orang yang akan jahat pada Gea bahkan tidak sempat untuk melakukan apa-apa. Apalagi ditambah sekarang ada ibunya Dimas, bisa-bisa kalau dia menyerang pasti akan bermasalah nantinya.
"Aku tak akan bisa melakukannya kalau ada keluarga Dimas. Pasti akan rumit nantinya "
Laki-laki itu keluar dari dalam rumah. Akan ada saatnya lagi dirinya masuk kedalam rumah ini dan menghancurkan Gea. Lihat saja Gea tak akan pernah lepas dari tangannya. Gea akan selalu menderita Gea tak boleh bahagia.
Astuti yang sudah puas melihat rumah ini cukup kagum dengan menantunya itu. Membeli apartemen ini hanya demi temannya saja. Astuti tahu Dimas yang mencarinya tapi menantunya lah yang membayarnya.
Astuti menghampiri Gea dan duduk disampingnya "Bagus juga, bagaimana kamu suka tempat ini "
"Tentu Tante aku suka. Aku senang sekali ada disini "
"Hemm, pasti kamu suka tapi nanti jika kamu menyakiti Freya siap-siap saja aku akan menarik semuanya, aku tak akan membiarkan orang yang sudah menyakiti menantuku menikmati fasilitas yang diberikan olehnya "
Gea hanya diam saja, kenapa orang tua ini. Selalu saja memberinya ancaman, kalau sedang berdua seperti ini pasti akan banyak bicara dan ancaman-ancaman itu akan terus terlontar dari mulutnya itu. Kalau Freya tahu bagaimana ya, pasti akan seru bila mereka berdua bertengkar.
__ADS_1