Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bba 126 Ketakutan Gea


__ADS_3

Setelah mamanya pulang lagi Dimas segera menghampiri istrinya yang menangis di dalam kamar, tadi Dimas mendengar kalau istrinya Gea sedang terisak. Entah ada apa Dimas sampai binggung. Mamanya kemari malah menangis aneh sekali kan.


"Kamu ini kenapa tiba-tiba nangis seperti itu, apa perut kamu sakit. Kita kerumah sakit ya sekarang"


Gea langsung menatap suaminya "Kenapa sih mama kamu nggak bisa terima aku, padahal aku dari tadi nyapa dia mau kasih dia minum tapi selalu aja ditolak. Apakah aku ga dianggap menantunya, aku kan juga mau disayang seperti orang lain oleh Mama mertuanya"


Dimas duduk di samping Gea, Dimas tidak mungkin kan kasar lagi dengan Gea. Apalagi dia sedang mengandung. Dimas tak mau nanti anaknya kenapa-napa lagi.


"Kamu tahu sendiri kan pernikahan ini tidak direstui oleh Mama ataupun keluarga besar aku, jadi kamu harus menerima semua perlakuan yang Mama lakukan, sebenci bencinya mama tapi dia masih memperhatikan kamu. Bahkan dia meminta aku untuk menjaga kamu terus-menerus apakah itu bukan perhatian, itu adalah sebuah kemajuan. Mama sepertinya masih ragu untuk bertegur sapa dengan kamu jadi sabar ya "


"Tapi kenapa dia masih seperti itu padaku, padahal tak usah ragu. Aku kan ingin menjalin silahturahmi dengan mama kamu. Aku ingin datang kerumahnya dan banyak berbicara juga dengannya. Aku ditinggalkan oleh orang tuaku sudah lama dan aku butuh sosok ibu yang bisa menguatkan aku nantinya"


"Sulit jika Mamaku sudah tidak suka dengan satu orang dia akan terus seperti itu, yang terpenting aku ada sama kamu kan. Aku terus disini kan sama kamu. Kamu ga boleh sedih kamu kan lagi mengandung, ingat ini anak pertama kita loh"


"Sampai kapan, apa kamu terus akan ada sama aku atau mungkin nanti kamu bakal lari sama yang lain. Aku ga tahu kamu akan bertahan dengan aku sampai kapan Dimas. Aku begitu ketakutan sekali "


"Ya sampai nanti aku sama kamu. Mana mungkin aku tiba-tiba lari gitu aja, sedangkan aku akan punya anak dari kamu jangan gegabah kalau bicara. Kalau sudah membahas seperti ini aku tidak suka. Tolong jangan pancing aku untuk marah sama kamu "


"Bukan gegabah tapi pada kenyataannya kamu selalu saja membuat aku sakit Dimas, kamu selalu saja membuat aku ketakutan. Aku takut kamu tiba-tiba pergi dari aku, kamu bisa kapan saja meninggalkan aku seperti saat dulu kamu meninggalkan Freya"


"Bagaimana kalau besok kamu pergi berenang mungkin untuk lebih rileks, kamu kan lagi suka berenang tapi aku tidak bisa menemani kamu aku harus bekerja. Kamu kan ingin lancar berenang"

__ADS_1


"Selalu saja seperti itu. Kamu tidak akan pernah bisa menemani aku sampai kapanpun, kamu pasti akan selalu saja sibuk "


"Kamu tahu kan aku kerja kalau aku misalnya cuti ga enak aku baru kerja di sana. Kamu harus mengerti aku yang terpenting aku kerja buat kamu dan juga anak kita kan bukan buat orang lain. Aku akan terus seperti itu "


"Janji bukan buat orang lain ya "


Dimas mengganggukan kepalanya, tentu saja dia bekerja untuk istri dan anaknya untuk sekarang. Nanti tidak tahu.


"Memangnya aku bekerja untuk siapa lagi. Kamu hanya perlu mendukung aku saja agar aku lebih giat lagi bekerja dan kamu juga jangan mengganggu aku dengan tingkah kamu yang menyebalkan itu. Jika kamu ingin aku baik maka kamu jangan terus menuduh aku yang tidak-tidak, jika ada suster yang masuk ke ruanganku berarti dia sedang berbicara denganku bukan berarti kamu berdua selingkuh. Masa iya semua suster akan aku pacari "


"Ya aku hanya takut saja, makannya aku bersikap seperti itu "


Gea langsung membelakangi suaminya "Aku takut, aku mendapatkan kamu karena aku merebut kamu dari Freya. Makanya aku sangat ketakutan sekali, takut nanti kamu tiba-tiba direbut oleh perempuan lain. Aku selalu kepikiran ke sana aku selalu berpikir yang tidak-tidak, fikiran ku ini begitu banyak Dimas"


"Mungkin kamu sekarang bisa bicara begitu, tapi nanti kalau misalnya ada perempuan yang membuat kamu tertarik seperti dulu kamu tertarik padaku. Bahkan kamu relakan meninggalkan Freya dan juga Irsyad untuk bisa hidup dengan aku"


"Itu kan dulu bukan sekarang berbeda jangan samakan aku yang dulu dan juga yang sekarang, ingin sesuatu dariku. Mungkin biar aku membelikannya untuk kamu"


Gea kembali menatap suaminya "Yang aku minta hanya satu aku tidak mau kamu kasar lagi seperti waktu itu, kalau memang makananku tidak enak maka berbicara dengan perlahan, aku juga akan mengerti jangan berteriak ataupun seperti ayah tiri ku waktu itu, aku sangat trauma dengan kelakuan seperti itu Dimas. Aku sangat ketakutan sekali tahu "


"Biasanya juga kamu selalu memberitahu pelan-pelan kan, aku tidak suka diberi tahu seperti itu. Sangat menyakitkan sekali "

__ADS_1


Dimas mengusap kepala istrinya dengan lembut" Iya maaf waktu itu aku sedang banyak pikiran sekali. Aku harus mengurus beberapa pasien dan itu membuat stress aku harus operasi juga maafkan aku ya. Aku tidak akan melakukan itu lagi aku tidak akan membentak mu dan aku tidak akan membuatmu trauma lagi"


"Iya aku pegang janjimu, aku akan menanyakan itu bila suatu saat kamu marah lagi sama aku "


Dimas menganggukan kepalanya, sebenarnya Dimas belum bisa menerima keadaan Gea maksudnya masa lalunya. Dia baru berbicara padanya kalau waktu itu dia diperkosa oleh banyak orang.


Apa yang tidak Dimas terima ya Dimas tidak terima Gea sudah dipakai oleh banyak pria, lalu apakah dirinya pantas untuk mendampingi perempuan seperti itu mana ada sih laki-laki yang mau dengan perempuan yang sudah dicoba oleh banyak laki-laki.


Dimas merasa menjadi laki-laki yang tidak beruntung saja, mendapatkan perempuan seperti ini. Dulu sudah mendapatkan perempuan yang baik-baik malah memilih yang seperti ini, kadang pilihan yang terburu-buru seperti ini tidak baik ya "


"Tapi kamu tidur lagi di sini kan di kamar kita, kamu ga akan pisah kamar lagi kan. Tidurlah disini Dimas aku ingin tidur dengan kamu "


Nah ini Dimas mulai pusing, memang dia tidak mau tidur satu kamar lagi satu tempat tidur lagi bersama istrinya Gea, ya karena apa karena itu Dimas merasa jijik saja.


"Kalau untuk itu lebih baik kita pisah dulu selama kamu hamil, aku tidak mau nanti tiba-tiba melakukan sesuatu yang bisa menyakiti kamu dan anak kita"


"Tapi kan kalau malam-malam aku selalu butuh kamu Dimas, aku perlu dielus perutnya atau aku perlu sesuatu yang tidak bisa aku ambil kenapa hanya masalah aku hamil saja kamu sampai memisahkan diri seperti itu. Kamu sampai pisah ranjang dengan aku "


"Ya bukan apa-apa, aku takut kebablasan saja makanya aku memisahkan tempat tidur dan aku juga tidak mau mengganggu kamu yang lagi tidur. Kamu tahu sendiri kan kadang aku pulang subuh kadang aku pulang malam sekali, kadang pagi-pagi pokoknya tidak tentu waktu pulang aku jadi aku tidak mau mengganggu waktu tidurmu saja"


"Tapi setelah aku melahirkan kamu kembali lagi kan tidur bersamaku, akan disini lagi kan kamu "

__ADS_1


"Iya aku kembali lagi"


Untuk sekarang Dimas ingin membuat Gea percaya dulu saja, daripada nanti bertengkar dan membuat Gea drop lagi seperti waktu itu lebih baik turuti dulu saja sekarang. Tak ada ruginya juga kan.


__ADS_2