
Dari tadi Dimas hanya melamun saja, semenjak kepulangannya dari pesta Freya dan juga Amar Dimas hanya melamun saja, pandangannya kosong Gea yang khawatir segera menghampiri suaminya, dia takut kenapa-napa.
Suaminya ini sangat terlihat sekali perbedaannya. Gea tak suka kalau suaminya sudah seperti ini, padahal tadi saat akan pergi ke pesta baik-baik saja tak seperti ini kan.
"Sebenarnya ada apa dengan kamu sampai-sampai tangan kamu juga tadi berdarah ada apa Dimas, coba cerita sama aku jangan dipendam sendiri kayak gini, aku juga pengen tahu dengan keadaan kamu ini"
Dimas menatap wajah istrinya sekilas, lalu pandangan Dimas kembali lagi terarah ke arah depan. Dimas menarik nafasnya dan mencoba untuk tenang rileks dan tidak marah-marah pada istrinya.
Ingat istrinya ini sedang mengandung jadi Dimas harus selalu tenang, dan terlihat baik-baik saja didepan istrinya ini yang selalu ingin tahu.
"Aku baik-baik saja tidak ada yang terjadi, aku hanya sedang suka melamun saja seperti ini. Rasannya tenang saja, kamu juga sering seperti ini kan "
"Tapi semenjak kamu tadi pulang dari pernikahannya Freya kamu benar-benar berubah, tangan kamu juga kenapa bisa berdarah kamu belum menjelaskan itu semua padaku, aku begitu khawatir dengan keadaanmu Dimas jangan buat aku takut ada apa dengan kamu ini apa yang terjadi coba bicara denganku. Aku akan mendengarkan semuanya dan aku tak akan marah aku juga tak akan menyela "
"Semuanya baik-baik saja Gea. Sudah aku katakan aku baik-baik saja bisakah kamu diam dan jangan terus ajak aku bicara. Aku ingin menenangkan pikiranku menenangkan hatiku menenangkan segalanya. Tolong jangan buat aku marah dengan colotehan-celotehan kamu itu yang tidak bermutu, diamlah dan duduk yang manis jika ingin menemaniku di sini kamu hanya perlu diam tidak usah banyak bicara"
"Apa kamu marah karena Freya menikah lagi apa kamu sakit hati Dimas ? "
Gea benar-benar tidak mendengarkan kata-kata suaminya, dia terus saja bertanya pada Dimas, Gea benar-benar tidak takut kalau nanti Dimas mengamuk padanya, yang perlu Gea dapatkan sekarang adalah sebuah jawaban. Gea benar-benar ingin jawabannya pasti dari suaminya ini tidak mau ada yang di sembunyikan lagi.
__ADS_1
Sudah cukup banyak rahasia diantara mereka berdua. Jangan ada lagi, Gea saja sudah jujur dengan segala hal yang terjadi masa suaminya ini akan terus bungkam dan menunggu Gea tahu dari orang lain.
"Kamu memang benar-benar tidak mau diam ya, aku hanya butuh ketenangan Gea, kenapa kamu tak memberikan hal itu padaku, kenapa "
"Bukan begitu, aku hanya takut dengan keadaanmu yang seperti ini Dimas, kamu tidak seperti biasanya melamun seperti itu tadi juga kamu hampir menabrak orang lain kan saat kita pulang, kalau misalnya sampai kita kecelakaan bagaimana tadi. Kamu benar-benar membuat aku takut "
"Tapi pada kenyataannya tidak kan semuanya baik-baik saja, kita selamat sudah jangan memperpanjang masalah yang sudah terjadi. Kalau kamu hanya ingin merecoki ku saja lebih baik pergi dari sini jangan dekati aku, aku sedang ingin sendiri sekarang, aku tidak mau diganggu oleh kamu "
Gea mundur perlahan dia takut nanti Dimas malah memukulnya takutnya nanti kena perutnya, kita tidak akan pernah tahu kan orang marah itu akan melakukan apa.
Gea benar-benar takut dengan suaminya sekarang. Gea tahu pasti suaminya itu menyesal melihat bagaimana mantan istrinya itu menikah. Gea sangat tahu Dimas masih menyimpan rasa yang begitu dalam pada Freya.
Dirinya hanyalah sebuah pelampiasan waktu itu, Gea benar-benar sadar diri atas apa yang terjadi dengannya dengan rumah tangganya ini. Gea tahu memang sulit menjadi perempuan kedua itu, selalu saja di kesampingkan.
Gea juga malah jadi melamun didalam kamar, Gea benar-benar bingung dengan sikap suaminya seperti itu, semenjak pernikahan Freya suaminya malah seperti marah-marah lagi padanya. Kembali lagi menjadi Dimas yang suka marah.
Gea yang sudah memasak mendekati suaminya yang masih saja duduk di tempat yang sama, tidak bergerak sama sekali tatapannya tetap ke sana sama tak berubah sama sekali.
"Apakah kamu tidak mau makan Dimas, aku sudah memasak. Ayo cepat kita makan sekarang, kamu jangan terus melamun. Nanti kalau ada apa-apa dengan kamu siapa yang repot pasti aku "
__ADS_1
"Aku dari tadi tidak melamun kalau mau makan, makan saja duluan aku tidak lapar dan tak akan pernah lapar mungkin. Kamu saja yang makan kasian bayi yang ada diperut kamu pasti sangat kelaparan sekali "
"Jangan seperti itu Dimas, aku tahu kamu juga sama laparnya, dari tadi ponselmu terus berdering mungkin telfon dari pasien. Kamu tidak akan datang ke rumah sakit biasanya kamu akan selalu bersemangat kalau masalah pekerjaan "
Dimas langsung bangkit dan pergi begitu saja menjauhi istrinya. Dimas mengambil ponselnya dan menelpon orang yang tadi menelponnya, sepertinya memang penting, tapi Gea tidak tahu dari siapa itu. Ya sudahlah Gea jangan sampai curiga tak mungkin suaminya itu selingkuh.
Gea sendiri langsung kembali duduk di tempat makan, menunggu suaminya datang ya mungkin mustahil tapi Gea akan menunggunya sampai suaminya datang. Gea ingin makan sama-sama saja.
10 menit, setengah jam, 1 jam suaminya tidak kembali dia juga menatap makanan yang sepertinya sudah sangat dingin sekali. Akan tak enak dimakan juga.
"Nyonya lebih baik nyonya makan terlebih dahulu, sepertinya Bapak tidak akan pulang atau mau saya hangatkan lagi "tanya Bibi yang memang dari tadi memperhatikan Gea yang hanya melamun menatap makanan yang sudah dia masak.
"Ya sudah kamu simpan dulu saja, nanti aku akan menunggu suamiku untuk makan bersama, nanti aku minta hangatkan saja ya. Kamu juga kalau suamiku datang bangunkan aku, aku mau istirahat dulu ya "
"Baik nyonya"
Gea langsung masuk lagi ke dalam kamarnya, dia benar-benar tidak menyangka pernikahan Freya akan membuat Dimas berubah baru saja tadi Freya menikah dengan Amar, tapi perubahan Dimas langsung terlihat Dimas benar-benar langsung memperlihatkan rasa kecewanya, rasa penyesalan mungkin karena Freya malah menikah dengan laki-laki lain.
Gea menghapus air matanya yang mengalir, Gea kira setelah Freya menikah suaminya akan biasa-biasa saja tapi dugaannya salah, suaminya malah makin parah saja, suaminya malah jadi acuh lagi padannya.
__ADS_1
Gea menghapus air matanya dan membaringkan tubuhnya.
"Sayang kamu harus menjadi penguat Mama ya, saat ayah kamu seperti ini hanya kamu yang bisa membuat Mama kuat, mama sangat tergantung sama kamu sayang, semoga saja ayah kamu akan kembali "