Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 153 Ada yang berbeda


__ADS_3

Irsyad menatap Laila yang hanya diam saja dipojokan, memang sedikit aneh sih tapi Irsyad senang melihat Laila yang seperti itu, berarti hidupnya sudah tenang.


Irsyad juga melewati Laila begitu saja dia tidak menyapanya. Memang pada kenyataannya juga Irsyad tidak pernah menyapa Laila memang ada sedikit perubahan dari diri Laila yang seperti pendiam, tidak mau menatap Irsyad juga.


Apakah sudah terjadi sesuatu dengannya, tapi tidak mungkin kemarin juga sopir yang mengantarkan Laila berbicara pada Mama kalau dia baik-baik saja, kalau Laila dipulangkan ke rumahnya dan disambut oleh orang tuanya dengan biasa jadi tak mungkin kan kalau ada hal yang terjadi.


Pak sopirnya juga tak mungkin melakukan sesuatu yang mengerikan pada Laila. Irsyad tahu betul Pak sopirnya itu orang baik.


Teman Irsyad juga yang memang tadi mengikuti Irsyad dari belakang bingung melihat tingkah Laila yang tidak seperti dulu, yang suka langsung mendekati Irsyad atau mungkin memeluknya tapi sekarang menjadi pendiam.


Temannya Irsyad mengerutkan keningnya sambil berlari ke arah Irsyad dan merangkul bahunya, ingin segera menanyakan ada apa dengan Laila sebenarnya.


"Ada yang aneh nggak sih dari Laila ?" tanya nya langsung pada intinya.


Irsyad mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepalanya, dia tidak mau ketahuan oleh temannya kalau dirinya sedang mengawasi Laila.


Nanti temannya ini malah berpikiran yang tidak-tidak dan menganggap kalau Irsyad menyukai Laila kan.


"Beneran nih kok ada yang beda tahu dari perempuan yang suka ngejar-ngejar kamu itu, pokoknya perubahannya itu sangat mencolok sekali sampai-sampai aku saja yang tidak pernah mengamatinya menjadi bingung karena sikapnya yang seperti itu"


"Enggak kok sama aja mungkin dia lagi sakit, ya mungkin itupun nggak tahu ya. Bagus dong kalau dia tiba-tiba kayak gitu nggak mau kejar-kejar aku lagi aku bisa bebas, aku bisa tenang dan bernafas dengan lega. Aku juga bisa dekat dengan siapapun dengan tenang sekali "


"Iya juga sih, tapi aneh yang biasanya datang ke kelas ribut sama perempuan-perempuan yang deketin kamu terus ribut sana-sini, tapi sekarang malah jadi pendiam seperti itu"


"Ya udahlah biarin aja, aku juga ga peduli "


Irsyad langsung melepaskan rangkulan dari temannya itu. Irsyad langsung masuk ke dalam kelas dia akan belajar dan fokus dengan semua tugasnya ini. Sekarang hari ini Irsyad akan tenang tanpa ada gangguan sedikitpun semoga saja akan sampai nanti hidupnya tenang seperti ini.


Irsyad akan selalu berdoa untuk hal itu. Cape juga kan diganggu terus menerus oleh perempuan itu. Jadi Irsyad juga tak usah pindah kuliah dan Irsyad juga bisa tenang menyelesaikan sekolahnya disini.


Laila masih ada di sana, dia masih menundukkan kepalanya dengan lesu tiba-tiba saja ada yang menepuk bahunya "Laila, ada apa dengan kamu, kamu baik-baik aja kan. Kamu ga sakit kan "


Laila menggelengkan kepalanya, lalu dia berlari begitu saja menjauhi temannya itu. Tentu saja orang yang bertanya pada Laila itu bingung kenapa dengan Laila, benar-benar tingkah yang aneh benar-benar tingkah yang bukan biasanya.


"Kenapa ya dia, apa ada masalah tapi setahuku Laila itu anak yang ceria dan tidak mungkin dia tiba-tiba berubah seperti ini kan, apa mungkin Irsyad menolaknya lagi tapi dulu juga saat Irsyad selalu menolaknya tidak pernah berperilaku seperti ini kan"

__ADS_1


Semua orang sudah tahu bagaimana Laila yang mengejar-ngejar Irsyad dengan berani, mereka sangat tahu sekali bagaimana tingkah Laila itu pada Irsyad. Jadi saat melihat Laila seperti itu menjadi aneh sekali.


"Jangan sampai nanti tiba-tiba Laila melakukan hal-hal aneh lagi. Menakutkan kalau sampai itu terjadi, sungguh aku tak akan bisa membayangkannya"


Orang itu segera melangkah pergi dan akan berbicara pada Irsyad, siapa tahu Irsyad lebih tahu yang terjadi dengan Laila tapi mustahil juga sih Irsyad tahu. Irsyad kan sangat menjauhi Laila. Mungkin Irsyad akan sangat senang sekali dengan perubahan Laila ini.


...----------------...


"Nenek kamu menjemputku"


Mama Astuti mengganggukan kepalanya "Iya nenek menjemputmu sayang, bagaimana sekolahnya apakah semuanya baik-baik saja tidak ada yang terjadi kan"


"Baik semuanya baik-baik saja seperti biasanya nenek, tidak pernah ada yang berubah. Aku kira tadi yang menjemputku akan Kakak ternyata nenek, tapi tak masalah "


"Kakak ada kelas tambahan jadi tidak bisa menjemput, tak masalah kan kalau nenek yang menjemputmu"


"Tentu saja tidak masalah nek, sama saja kan mau dijemput nenek Kakak ataupun Mama tidak ada bedanya. Sama juga kan "


"Hemm, baiklah mau pergi dulu ketempat yang lain. Mungkin kamu ingin makan sesuatu sayang "


"Baiklah, kita akan pulang "


Tak ada lagi pembicaraan yang mereka buka, hening di dalam mobil benar-benar hening. Mama Astuti juga rasanya mengantuk dan ingin segera tidur. Setelah tadi melakukan pembicaraan dengan Gea membuatnya sedikit mengantuk, tadi juga ingin tertidur tapi tidak mungkin kan mama Astuti tiba-tiba terlelap sedangkan Gea terus berbicara dengannya.


Keadaan dia sangat memprihatinkan, Mama astuti juga merasa kalau dia itu sedang butuh orang, sedang butuh teman. Tapi Mama Astuti tidak bisa kalau untuk menemani. Tidak bisa kalau harus dekat dengannya rasanya berat sekali.


Mama Astuti belum bisa menerima semuanya saja. Meskipun sudah 7 tahun lamanya kejadian itu tapi tetap saja masih membekas sampai sekarang.


...----------------...


Irsyad pulang dengan bersiul senang, hari ini hari yang paling membahagiakan sekali. Hidupnya tenang, semuanya tenang.


Baru saja Irsyad melangkah kearah parkiran, dia sudah dipanggil oleh beberapa mahasiswi.


"Irsyad sini dulu, cepet bantuin itu "

__ADS_1


"Apaan sih, mau pulang nih udah sore banget "


"Ini gawat banget, itu Laila pingsan, dia kayaknya sakit deh. Kamu bawa dia kerumah sakit "


Irsyad tentu saja tidak mau. Itu bukanlah tanggung jawabnya. Irsyad tak mau repot-repot mengantar Laila atau menunggunya nanti malah akan salah faham dan panjang ceritanya.


Irsyad tak mau itu, Irsyad lebih baik istirahat saja dirumah dari pada mengurusi orang lain.


"Kamu ini bagaimana sih, kamu kan yang paling dekat sama Laila, pasti kamu akan lebih tahu segalanya "


"Tidak mau "


Irsyad langsung saja masuk kedalam mobilnya. Tak peduli orang-orang akan menatapnya seperti apa.


"Loh kok pergi Irsyad nya terus ini yang bawa kerumah sakit siapa "


"Lah ga tahu, udahlah yu sama kita aja bawa "


Teman-temannya Laila segera bergegas membawa Laila. Mereka takut terjadi sesuatu dengan Laila, nanti juga yang akan di cap jelek mereka juga kan.


"Laila bangun dong kamu ini kenapa "sambil menepuk-nepuk pipinya.


Tapi tak bangun, Laila masih tertidur dengan lelap seperti ini. Laila memang benar-benar tak sadarkan diri tak bohongan.


"Ada yang punya nomor orang tuanya ga " tanya salah satu teman Laila.


Semuanya langsung mengelengkan kepalanya. Karena memang mereka juga tak begitu dekat dengan Laila hanya satu kelas saja.


"Bagaimana kita menghubungi keluarganya kalau begitu"


"Ya nanti juga dia akan bangun yang terpenting kita bawa kerumah sakit dulu saja, jangan sampai nanti kita yang salah, dosen juga tadi sudah memberikan kita tanggung jawab kan untuk membawa Laila "


"Hemm benar "


Mereka akhirnya diam saja didalam mobil menatap wajah Laila yang begitu pucat sekali.

__ADS_1


__ADS_2