
Laila terus saja menangis dia sudah didandani. Bahkan dia sudah memakai kebaya. Layla benar-benar tidak mau menikah dengan Brian apalagi pernikahannya ini sama sekali tidak dirayakan, pernikahannya ini sangat sederhana sekali.
Padahal Laila ingin pernikahan yang begitu megah sekali, ada makanan yang enak teman-temannya datang kemari, kerabatnya lalu Irsyad yang ada di sampingnya bukan laki-laki lain seperti ini.
Laila melihat pantulan dirinya di depan kaca, begitu berantakan dia sudah dirias. Tapi tetap saja air matanya mengalir dan merusak semua riasan yang ada di wajahnya ini, semuanya sudah kacau.
Laila melihat ke arah jendela apa mungkin kabur saja, ya kabur saja lebih baik Laila akan menemui Irsyad saj. Laila tidak mau nikah dengan Brian tidak mau, akan bagaimana nanti hidupnya menikah dengan laki-laki yang tidak dirinya cintai. Malah akan tersiksa saja.
Laila membuka jendela melihat ke kanan kiri tidak ada orang, sepertinya ini akan aman. Laila juga naik langsung tidak memperdulikan kandungannya ini, dia loncat dan berlari menjauh dari rumah dari pekarangan rumah sebelum ada yang melihat lebih baik Laila lari dulu kan.
Laila memberhentikan sebuah taksi dan memberikan alamat di mana Irsyad tinggal.
"Neng kabur ya mau nikah"
"Ga usah banyak tanya Pak, anterin saya aja ke alamat itu, saya juga nanti bayar kok nggak usah banyak tanya saya mau nikah atau mau kabur apapun itu bukan urusan bapak, anterin saya dengan cepat pak saya gak punya banyak waktu lagi "
"Galak banget sih Neng cuma nanya aja, nanti saya nggak mau loh kalau misalnya ditanya-tanya karena nganterin kamu tiba-tiba kayak gini"
"Ga akan, nggak akan ada yang tahu bapak cuman anterin aku aja"
Sopir taksi itu langsung diam dan bungkam begitu saja, dia hanya fokus ke arah jalan dan mengantarkan Layla ke tempat yang dia mau.
...----------------...
"Laila ayo keluar Brian sudah datang bersama keluarganya. Kamu harus segera menikah Mama tahu ini sulit untukmu, tapi mau bagaimanapun inilah konsekuensi yang telah kamu lakukan. Kenapa juga kamu malah melakukan itu "ucap ibunya Laila yang masih menundukkan kepalanya sampai masuk ke dalam kamar itu, saat mendongak ternyata anaknya tidak ada di dalam kamar.
__ADS_1
Dan dia melihat jendela yang terbuka begitu saja, mamahnya Laila langsung berlari ke arah jendela itu melihat ke sana kemari tapi tidak ada anaknya, apa mungkin Laila sudah kabur dari sana mamanya Laila berlari keluar kamar dan menarik tangan suamimu.
"Ada apa, mana Laila bukannya bawa ke sini tuh lihat calonnya udah datang sama orang tuanya. Jangan bikin malu bawa anak itu "
"Laila kabur Laila kabur, dia nggak ada di dalam kamar dia bener-bener pergi lewat jendela kita lupa kunci jendela"
"Astagfirullah anak itu, sudah hamil mau dinikahkan kabur ya ampun Layla Laila"
Ayahnya langsung menyuruh Brian untuk datang ke hadapannya. Brian hanya bisa patuh saja tidak bisa tolak calon Ayah mertuanya juga.
"Laila kabur dia nggak ada di dalam kamar, menurut kamu dia pergi ke mana" tanya ayahnya Laila langsung to the point.
Pertama yang Brian pikirkan adalah rumah Irsyad "Pasti dia ke rumah Irsyad, kemana lagi aku yakin itu Layla itu sangat tergila-gila dengan Irsyad, dia pasti akan pergi ke sana dan meminta kembali Irsyad untuk menikahinya"
"Itu hanya membuatku malu saja, baru saja tadi aku klarifikasi sekarang dia malah pergi ke rumah laki-laki itu lagi, ayo kita susul ke sana kamu juga harus ikut kamu calon suaminya dan kamu harus tegas nanti di sana jangan sampai aku nanti yang malah menarik Laila untuk pulang "
"Ya udahlah nanti gimana di sana aja, pokoknya kita harus bawa Layla dulu ayo cepat. Kalian ini harus menikah, saya ga mau sampai ditunda-tunda lagi pernikahannya"
Brian mengganggukan kepalanya, bukan Brian yang salah kok Laila yang salah. Brian sudah mau bertanggung jawab tapi perempuan seperti tak mau. Kalau tahu begini Brian ikut kabur juga ya.
...----------------...
Laila mengetuk pintu rumah Irsyad dengan kencang, yang membuka Mama Astuti, Mama Astuti yang memang tidak mengenal perempuan yang ada di hadapannya ini hanya mengerutkan keningnya, siapa ini memakai pakaian kebaya dengan riasan yang sudah hancur dengan air mata.
"Cari siapa ya"
__ADS_1
"Aku cari Irsyad, aku harus bicara sama Irsyad sekarang juga "
"Kamu siapanya Irsyad sampai harus cari-cari Irsyad dengan penampilan yang seperti ini, kamu mau nikah atau emang lagi ada festival aja harus pakai kebaya kayak gini, belum lagi sanggulan yang lengkap seperti itu "
"Tolong bantu aku untuk ketemu Irsyad dulu, aku nggak bisa jelasin. Boleh aku ketemu sama Irsyad dulu Tante "
"Ya udah ayo masuk dulu"
Mama Astuti benar-benar tidak ingat karena memang kan Laila datang ke rumah ini waktu itu tidak dandan, dan sekarang sangat berbeda sekali. Jadi ya wajar kalau mama Astuti idak tahu, dan mama Astuti juga lupa menanyakan namanya siapa dan langsung membawanya masuk begitu saja ke dalam rumah.
Irsyad yang sedang minum sampai menyemburkan airnya keluar saking kagetnya, melihat neneknya membawa seseorang yang sudah memakai kebaya dengan riasan yang begitu kacau dan aneh saja.
"Nenek kamu bawa siapa. Aku kaget sekali"
Mama Astuti melihat ke belakang, lalu kembali menatap cucunya kembali, mama Astuti juga tak tahu siapa "Dia mau ketemu sama kamu, dia teman kamu kali Irsyad, di kampus kamu lagi ada festival ya harus pakai kebaya terus kamu kenapa nggak pakai baju adat juga"
"Apaan nek kenapa tiba-tiba ada festival nggak ada. Kalau iya ada festival aku juga bicara sama nenek sama Mama juga "
"Irsyad ini aku Laila"
"Nenek-nenek kenapa Nenek bawa dia masuk ke rumah, nenek akan menyesal "
"Oh nenek nggak tahu"
Nenek malah membawa Laila duduk dan menarik tangan Irsyad juga untuk duduk berhadapan "Lebih baik kalian berdua berbicara dulu, nenek tahu kalian punya masalah karena Laila sudah memfitnah kamu tapi dengarkan dulu dia bicara kasihan udah datang kemari memakai kebaya kayaknya dia kabur deh"
__ADS_1
Irsyad mendelikan matanya, kenapa juga harus datang ke rumah kalau saja tadi dia yang membuka pintu sudah dia usir langsung tutup saja pintunya. Neneknya ini terlalu baik makanya membawa dia masuk ke dalam rumah.