Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 87 Kenapa sih Dimas


__ADS_3

Erik benar-benar pergi meninggalkan Gea begitu saja dengan para laki-laki itu tak peduli Gea akan dihabisi oleh mereka yang terpenting uang ini, lumayan untuk hidupnya beberapa bulan kedepan, atau mungkin dirinya bisa membuka usahakan dari uang ini.


Saat melihat ada mobil yang datang Erik bersembunyi, yang keluar ternyata Dimas. Erik sampai kaget kenapa laki-laki itu bisa tahu.


"Dimas, aku tak salah lihat kan kenapa dia ada disini. Aku harus kabur sekarang "


Erik berlari dan masuk kedalam mobilnya, setelah melihat Dimas masuk barulah Erik menjalankan mobilnya pergi meninggalkan tempat ini.


"Rencanaku berhasil, aku telah membuat rekor yang sangat bagus uang ini akan aku gunakan dengan baik biar saja Dimas menikmati perempuan bekas banyak orang. Biar dia tahu rasa "


Erik tak mau sampai tertangkap polisi makannya dia langsung pergi ke bandara dan akan pergi sejauh-jauhnya. Semoga saja pelariannya ini berhasil kan.


Dimas masuk kedalam gedung tua itu, Dimas terus mengikuti GPS ponsel Gea. Sepi sekali disini. Dimas akhirnya menemukan satu ruangan dan disana hanya ada Gea saja yang sedang meringkuk.


Dimas langsung berlari kearah Gea dan memeluknya dengan erat "Kenapa bisa seperti ini, apa yang terjadi dengan kamu Gea. Siapa yang melakukan ini sama kamu "


Gea yang mendengar suara Dimas dan juga merasakan pelukannya langsung menangis, Gea tidak mau sampai Dimas tahu tentang masalah ini. Gea tidak mau kalau nanti Gea sampai hamil dan tidak ada yang mau bertanggung jawab. Gea tidak akan berbicara apa-apa tentang hal ini pada Dimas. Dimas tidak boleh tahu.


Semua ini hanya boleh menjadi rahasianya saja. Dimas tak boleh mengetahuinya. Gea juga akan sangat malu sekali kalau Dimas tahu, mungkin Dimas akan membencinya dan juga membuangnya.


"Gea kenapa kamu malah diam, siapa yang melakukan ini akan aku laporkan kekantor polisi, apakah Freya yang melakukan ini ? "


Gea langsung menatap Dimas dan mengelengkan kepalanya "Tidak bukan, Freya bukan pelakunya mana mungkin dia menyakitiku. Dia adalah sahabatku, aku tahu betul bagaimana Freya, semarah-marahnya dia padaku dia tidak akan pernah setega ini padaku Dimas, kamu jangan gegabah dan menyalahkan Freya"


"Kamu yakin kan, kamu tidak sedang melindungi Freya kan aku ingin kamu jujur"


"Aku sudah berkata jujur, bukan Freya yang melakukan ini. Mana mungkin Freya tega dengan ku Dimas. Kamu jangan marahi Freya, dia tak salah dia tak tahu tentang hal ini "


"Baiklah kita pulang sekarang "

__ADS_1


Dimas memapah Gea, tapi baru juga beberapa langsung Gea sudah memegang kakinya "Kenapa Gea ada apa "


"Tidak aku baik-baik saja "


Dimas kembali melanjutkan jalannya, dan Gea juga bertahan agar bisa berjalan dengan benar dan tak membuat Dimas curiga dengan semua ini.


...---------------...


Saat sudah sampai apartemen lagi Gea membersihkan dirinya terlebih dahulu. Gea bahkan sampai menangis didalam kamar mandi saking marahnya dengan kelakukan Ayah tirinya itu.


Kenapa bisa seperti ini sih hidupnya ini, Gea akan membalas semua rasa sakit ini pada Ayahnya. Ayahnya akan menerima semuanya.


Gea keluar dari dalam kamar mandi dan segera cepat-cepat mengunakan pakainya. Setelah selesai Gea menghampiri Dimas yang duduk sambil menatap ponselnya.


"Apa karena ini kamu ingin berpisah denganku" sambil memperlihatkan foto Gea dan juga Irsyad.


Gea langsung membelakangi Dimas "Tidak, bukan karena dia aku hanya bertemu dengan Irsyad dan aku memberinya selamat kamu salah paham"


"Benarkah kita lihat rekaman dari acara itu"


Gea membalikan badannya dan mengambil ponsel Dimas "Jangan, semua itu sudah berlalu kenapa kamu terus mengungkit semua ini, apa kamu tidak bosan terus membicarakan hal ini dan mempertanyakan apa alasannya alasannya terus, aku sungguh muak Dimas"


"Hubungan kita ini berakhir, sudah aku bilang kan kamu kembali saja dengan Freya dia lebih membutuhkan kamu, dia tak akan pernah bisa hidup tanpa kamu "


"Tidak, aku tidak bisa kembali pada Freya. Aku sudah tidak punya hati padanya, aku sudah tidak punya rasa padanya untuk apa aku kembali padanya kalau seperti itu. Kenapa sih Gea kamu harus seperti ini aku tahu ini pasti Irsyad berbicara sesuatu padamu, kembalikan ponselku dan kita lihat rekamannya apa saja yang anak itu katakan padamu sampai-sampai kamu ingin kita berpisah dan menyuruh aku terus kembali dengan Freya "


"Tidak aku tidak mau "


Dimas langsung menarik tangan Gea, entah akan pergi kemana "Mau kemana sih Dimas, lepaskan tanganku kamu jangan aneh-aneh ya lepaskan aku. Aku tidak mau kemana-mana aku mau disini saja"

__ADS_1


Dimas mendorong Gea untuk masuk kedalam mobil, Gea yang mau keluar lagi juga sulit. Jadi dia hanya bisa pasrah saja.


Dimas memanjakan mobilnya dengan sangat kencang sekali "Dimas ini mau kemana, kenapa kamu membawaku pergi seperti ini "


"Dimas jelaskan jangan diam seperti ini, aku tak suka dengan kamu yang diam saja"


Gea melihat jalan kenapa Dimas akan membawanya ternyata pergi kerumahnya. Gea mencoba untuk membuka pintu mobil tapi sulit sekali.


"Aku tidak mau kerumah kamu "


Dimas memberhentikan mobilnya dan menarik Gea untuk keluar. Dimas masuk kedalam rumahnya juga. Dan melihat keluarganya yang sedang berkumpul.


"Mau apa kamu bawa perempuan gatal itu kemari, keluar dari rumah Mama. Mama tidak menerima kamu dan juga perempuan tidak tahu diri itu, sudah ketemu kan perempuan ****** nya maka tanyakan padanya siapa yang menculiknya jangan asal tuduh aku laporkan kalian berdua ke kantor polisi sekalian"


Gea menundukan kepalanya saat Mama Dimas malah menghinanya. Gea juga melihat Freya yang seperti habis menangis. Gea ingin sekali memeluknya tapi Gea takut, Freya akan menolaknya.


"Irsyad apa yang kamu katakan pada Tante Gea "


"Apa yang perlu aku jelaskan, apakah itu sangat penting sekali, lebih baik ayah pergi saja dari sini. Untuk apa kembali lagi. Apa belum puas menyakiti Mama, aku dan juga nenek belum puas"


Dimas melepaskan gegaman tangannya dan merampas ponselnya dari Gea, menyambungkan ponselnya ke televisi dan memutar fidio itu. Terlihat Irsyad yang berbicara dengan Gea.


Meminta Gea untuk melepaskan Ayahnya. Dimas yang mendengar permintaan Irsyad tentu saja marah, pandangan Dimas langsung beralih pada Irsyad.


"Ini didikan kamu Freya, lihat anakmu dia meminta sesuatu hal yang seharusnya dia tidak katakan, apakah ini kamu ajarkan atau mungkin kamu yang menyuruhnya. Sudah aku bilang kan, aku tidak akan pernah kembali padamu. Kenapa kamu ini sangat menjijikan sekali Freya"


Freya sudah kesal, emosinya sudah sangat mendidih sekali, Freya menatap kearah Gea yang yang diam saja lalu menatap kearah Dimas.


"Terus salahkan aku, yang selingkuh kamu aku yang disalahkan. Memang dunia ini aneh ya memang orang selingkuh itu aneh siapa yang berbuat salah siapa yang disalahkan, tidak tahu diri sekali kamu ini tidak usah mempertanyakan bagaimana aku mendidik anakku. Apa yang anakku lakukan bukan lah hal yang fatal dan memalukan dia hanya sedang berbicara dengan perempuan tidak tahu diri apa salah "

__ADS_1


Dimas mengepalkan tangannya saat mendengar jawaban dari Freya. Sungguh jawaban yang tak ingin dirinya dengar, Freya ini makin berani saja padanya.


__ADS_2