Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 147 Ingin menyudahi saja


__ADS_3

"Gea kita ini mau menghabiskan waktu bersama-sama, kenapa sih kamu malah cari masalah dengan pelayan, kenapa harus seperti itu apakah kamu tidak mau, banyak orang tadi disana, bisa tidak sih kamu itu tak seperti itu terus "


Gea menatap suaminya sekilas yang sedang menyetir "Ya kamu juga ngapain bawa aku ke restoran yang ada Freya nya ngapain kamu datang ke tempat itu, apa mungkin kamu dulu pernah menghabiskan waktu sama Freya di sana makanya yang kamu ingat cuman restoran itu aja. Kamu ini ya Dimas buat aku masih aja, kamu seharusnya bawa aku ketempat yang lain ga usah kesana "


"Dengerin aku, aku ga pernah datang ke restoran itu sama Freya dan aku juga ga tahu kalau dia akan datang ke restoran itu. Kita ini mau habisin waktu bersama loh tapi kamu malah buat masalah kayak gitu Gea. Sebenarnya kamu itu mau ga sih jalan-jalan sama aku habisin waktu sama aku atau mungkin kamu ini emang suka aja bertengkar sama orang-orang yang ada di luar dan bikin aku pusing, kamu sepertinya pengen buat aku malu aja deh Gea, kelakuan kamu ini benar-benar udah diluar batas "


"Aku ga bikin pusing kamu ya, kenapa aku yang salah disini harusnya kamu yang salah Dimas, kamu yang bikin aku marah kenapa harus ada Freya, kenapa harus ada perempuan itu. Aku nggak mau ada dia. Aku benar-benar muak melihat wajahnya kenapa sih, kamu ini punya hubungan ya sama dia apalagi kamu sering ketemu kan sama mama, kalian berdua udah rencanakan sesuatu mama dan juga kamu udah punya sesuatu untuk menyingkirkan aku kan, jujur aja Dimas ga usah dipendam-pendam aku tahu pasti kalian ini pengen menyingkirkan aku kan "


"Kenapa sih pikiran kamu negatif banget sama keluarga aku, kenapa kamu ini berpikir kalau tadi aku selingkuh dengan Freya, lalu sekarang membawa-bawa Mamaku aku ini pusing tahu tidak mendengar semua itu. Kamu membawa-bawa orang yang tidak pernah salah, kamu ini memang tak ada berubahnya Gea, kamu ini terus saja seperti ini "


"Aku curiga apalagi dengan tadi siang kamu meninggalkan aku begitu saja di dalam mobil, saat ada yang menelpon siapa orang yang menelpon hah. Apakah itu Freya, apakah dia sudah mengajak kamu makan malam di restoran itu, mengaku saja kamu ya"


Sudah Dimas yakini pasti ujung-ujungnya akan ke sana juga kan, akan merambat ke masalah yang tadi Dimas meninggalkan Gea di dalam mobil. Padahal tadi sudah tak ada membahas hal itu, tapi sekarang malah dibahas lagi kan. Merambat kemana-mana pada akhirnya.


"Itu adalah pasienku, apa salah seorang pasien menelpon dokternya dan kenapa aku meninggalkanmu di dalam mobil, karena aku harus pergi buru-buru dan kamu hanya menghalangi pekerjaanku saja. Kamu hanya membuat aku pusing saja Gea "


"Tapi kenapa tidak boleh aku yang mengangkatnya, aku ini adalah istrimu jadi aku berhak untuk mengangkatnya kamu bilang privasi dulu memangnya kita ada privasi tidak ada. Bahkan aku boleh mengecek ponselmu kapan saja Dimas, tapi sekarang kamu sangat sulit untuk memberikan ponselmu itu padaku, kamu benar-benar penuh misteri sekarang ini, banyak sekali yang kamu sembunyikan "

__ADS_1


"Sekarang ini sudah berbeda, aku banyak pasien dan pikiran kotor mu itu akan merambat kemana-mana, kamu akan menganggap pasienku adalah selingkuhanku, suster yang bertanya padaku ada selingkuhanku, dokter yang sedang berdiskusi denganku selingkuhanku, pokoknya semua yang ada dalam duniaku kamu anggap selingkuhanku. Aku tidak mau terus bertengkar denganmu seperti ini Gea, aku ini lelah, aku cape tahu "


Gea cemberut mendengar penuturan dari suaminya itu. Iya benar sih dia selalu saja berpikir kalau siapapun yang bertukar pesan dengan suaminya itu adalah selingkuhan suaminya. Gea selalu berpikir ke sana pokoknya pikirannya ini selalu saja negatif tidak pernah berpikir kalau suaminya ini sedang bekerja.


"Kenapa diam, kamu tidak mau membalas apa kata-kataku benar kan apa yang aku katakan semua orang yang ada di ponselku dan bertemu denganku kamu anggap sebagai selingkuhanku. Bahkan jikalau ada seorang laki-laki yang menemuiku mungkin kamu juga akan mengatakan kalau itu adalah selingkuhanku juga, kamu pasti akan terus seperti itu Gea "


"Aku cuman nggak mau kehilangan kamu Dimas, apakah salah kalau aku terus curiga dengan kamu. Toh kamu juga suami aku kan bukan suami orang lain, jadi aku wajar berbicara seperti itu sama kamu "


"Ya kalau kamu nggak mau kehilangan aku coba rubah dong sikap kamu jangan kayak gini, aku malah risih Gea, aku malah nggak suka deh di kayak gini kan, aku ini kerja buat menafkahi kamu buat menafkahi anak kamu, tapi kamu malah bikin aku pusing kerjaan aku aja udah pusing jangan tambah dengan kamu yang bikin aku pusing Gea, harus berapa kali sih aku kasih tahu kamu untuk ngertiin pekerjaan aku "


Bukannya menjawab Gea malah menangis, di sinilah yang paling Dimas tidak suka apa-apa selalu menangis apa-apa selalu menangis. Kalau sudah di jalan yang buntu Gea pasti akan menangis itulah solusi Gea.


Rasanya Dimas lelah kalau harus berumah tangga seperti ini terus-menerus, tidak akan pernah ada ujungnya kapan Dimas akan bahagia kalau seperti ini terus, tak akan ada kebahagiaan kalau begini kan.


"Aku akan langsung pergi ke rumah sakit kamu jangan tanya untuk apa aku pergi ke rumah sakit. Dan jangan telepon aku karena aku harus bekerja, aku lebih baik menghabiskan waktu ku ini untuk bekerja dari pada dengan kamu"


"Ini sudah sangat malam sekali harusnya kamu menemani aku di rumah, jangan pergi kemana-mana tetaplah dirumah aku tak akan membuat masalah lagi Dimas, aku butuh teman "

__ADS_1


"Aku sudah memberikan kamu waktu untuk kita jalan-jalan, menghabiskan waktu makan bersama tapi apa kenyataannya kamu malah menghancurkan semuanya Gea. Kalaupun aku sekarang ada di rumah kamu hanya akan mengajak aku bertengkar. Lebih baik aku di rumah sakit bekerja mengambil lembur daripada aku harus bertengkar dengan kamu semalaman sampai pagi, dan nanti saat pagi hari aku malah tidak fokus saat bekerja lebih baik aku di rumah sakit saja memantau pasien-pasienku"


"Tapi aku membutuhkan kamu, aku ingin bersama kamu Dimas. Apakah kamu tak kasian dengan aku yang selalu saja kamu tinggalkan. Aku tak bisa terus kamu tinggalkan jangan pergi kemana-mana Dimas aku butuh kamu sangat butuh kamu "


"Membutuhkan untuk bertengkar saja kan, untuk apa aku tidak mau. Aku lebih baik diam di rumah sakit saja di sana juga ada tempat tidur dan tenang saja aku tidak akan berselingkuh dengan pasienku, dengan suster ku ataupun dengan rekan kerjaku. Tenang saja aku akan setia kamu tidak usah khawatir fokus saja dengan kehamilanmu dan diam di rumah banyaklah istirahat makan buah-buahan dan sayuran, nanti jika akan ke rumah sakit akan aku antar saat pengecekan anak kita, aku tak akan pernah melupakan kewajibanku itu, jadi kamu bisa tenang "


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah, Dimas langsung membukakan pintu mobil untuk Gea keluar dari dalam mobil. Tapi Gea masih diam di sana sambil menangis, Dimas yang terlanjur kesal dengan istrinya ini langsung menarik tangannya dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Aku mau kamu di rumah Dimas, aku ingin ada kamu"


Tapi Dimas tidak mendengarkannya. Dia membawa Gea masuk ke dalam kamar lalu menutup pintunya dengan kencang dan Dimas pergi begitu saja dari dalam rumah.


Dimas harus menenangkan dirinya terlebih dahulu, ingin menutupi sesuatu malah jadi bertengkar dengan istrinya, selalu saja seperti ini. Padahal Dimas ini ingin makan dari tadi ingin segera menyantap makanan enak.


Tapi Gea malah membuat masalah dengan seorang pelayan, hanya karena sup tumpah ke pakaiannya tidak banyak hanya sedikit pakaian itu bisa dibersihkan seperti apa yang Freya katakan, tapi Gea terus saja mempermasalahkan semuanya.


Apakah Dimas harus cepat-cepat menceraikan Gea saja, daripada nanti mentalnya dihajar habis-habisan oleh perempuan itu. Dimas bisa-bisa gila kalau terus seperti ini.

__ADS_1


Dimas tidak akan pernah tahan kalau harus seperti ini, kesabarannya sudah habis Dimas benar-benar tidak bisa terlihat baik-baik saja di depan Gea dan berpura-pura menyayangi Gea.


Dimas nyatanya sudah tidak punya perasaan sedikitpun pada Gea, perasannya sudah sangat gambar sekali, rasannya Dimas sudah tak sanggup kalau harus terus bersama Gea, lebih baik sendirikan itu lebih baik dari pada punya istri rewel.


__ADS_2