
"Dimas bagaimana apakah sudah ketemu, aku begitu menunggu kabar dari kamu. Aku begitu khawatir dengan keadaan Gea"
Freya yang baru datang langsung memberondong suaminya dengan pertanyaan itu. "Sayang lebih baik kamu bersihkan dirimu dulu baru tanya itu padaku. Sebenarnya aku belum menemukannya, susah sekali mencari temanmu itu bahkan di sosial media pun tidak ada"
Freya menghembuskan nafasnya duduk disamping suaminya "Mau bagaimana ketemu. Dia saja jarang main sosmed dan aku yakin Ayahnya itu tidak memberikannya ponsel, jadi kita akan sulit menemukannya tapi apakah kamu punya teman yang bekerja sama dengan ayahnya Gea. Ya siapa tahu ada"
"Tidak ada sayang, kita harus bagaimana lagi ya "
Freya menjadi ikut binggung juga bagaimana menemukan Gea. Freya begitu khawatir sekali dengan keadaannya takut terjadi sesuatu.
...---------------...
"Selama pagi sayang "
Freya yang sedang melamun langsung menatap suaminya yang sudah bangun "Kamu dari kapan bangun "
Freya Membereskan meja riasnya dan menghadap kearah suaminya "Aku sudah bangun dari tadi sayang dan aku melihat kamu yang terus saja melamun. Aku tahu kamu memikirkan tentang sahabatmu itu. Nanti juga dia akan ketemu"
"Aku hanya khawatir saja dengan keadaannya, apakah dia sekarang baik-baik saja apakah Ayahnya itu tidak akan melakukan apa-apa, aku takut-takut dia malah sedang disakiti"
"Tidak akan sayang, kamu tenang ya kita cari sama-sama "
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menyiapkan dulu sarapan ya"
Freya melangkah pergi dari kamarnya. Menyiapkan bekal untuk anaknya dan juga sarapan untuk keluarganya. Selesai itu keluarganya berkumpul Astuti yang melihat Freya sedikit murung langsung bertanya.
Astuti memang selalu mengamati setiap orang yang ada dirumah ini. Astuti ingin semua orang yang ada dirumah ini selalu bahagia dan tak mau sampai ada yang murung.
"Ada apa Freya dengan kamu. Kenapa kamu sangat murung sekali, kamu bisa cerita apa saja pada Mama"
Dimas menata Freya sekilas, lalu menatap ke arah Mamanya "Freya itu sedang memikirkan temannya Ma, dia ingin bertemu dengannya tapi kami masih mencari kontaknya. Agak sulit untuk mencari temannya Freya itu. Tapi aku yakin kami berdua akan menemukannya dengan cepat "
"Teman lama ? Teman lamamu Freya "
"Iya Ma dia teman lamaku, dulu aku sempat putus hubungan dengannya dan sekarang aku ingin menjalin hubungan itu lagi. Aku ingin kembali baik-baik bersamanya, aku ingin mengulangnya dari awal semoga saja semuanya akan seperti semula lagi Ma" jelas Freya dengan semangat.
Freya yang mendengar kata-kata dari Mama mertuanya seperti merasa tersentil, karena memang perpisahan mereka diawali karena sebuah penghianatan kan. Mereka berpisah dengan tidak baik-baik saja.
Apalagi Freya disini orang yang dikhianati oleh 2 orang sekaligus. Oleh mantan pacarnya dan juga oleh sahabatnya sendiri.
"Mama tidak tahu masalah kalian dulu itu apa, tapi Mama yakin masalah itu pasti tentang penghianatan, masalah yang besar karena Mama juga dulu pernah punya teman lama. Jadi Mama mengerti bagaimana situasi di antara kalian berdua. Menurut Mama jika pertemanan itu sudah hancur tidak usah dirajut lagi, karena pada akhirnya akan hancur lagi Freya. Hubungan itu tidak akan pernah utuh sampai kapanpun yakin pada Mama "
"Ma jangan berbicara seperti itu, Freya itu ingin bertemu dengan sahabatnya, dia sudah tak sabar untuk bertemu dengannya. Mamah malah mematahkannya seperti itu" Dimas mencoba untuk memberhentikan Mamanya. Dimas tahu bagaimana perasaan Freya. Pasti Freya sangat sedih sekali.
__ADS_1
"Bukan begitu, Mama sama sekali tidak melarang Freya untuk bertemu dengan teman lamanya itu, tapi jika sudah pertama dia menyakiti ke depannya juga dia akan sama menyakiti lagi, kita tidak bisa percaya begitu saja pada orang yang pernah menyakiti kita Dimas, mungkin memaafkan boleh tapi kalau untuk menjalin pertemanan lagi itu menurut Mama tidak, karena bisa saja dia berubah tapi dia akan kembali lagi menghianati Freya"
"Menurut Mama Freya kamu pikir-pikir lagi, firasat Mama mengatakan kalau semuanya tidak akan baik-baik saja. Bahkan pernikahan yang baru saja bisa hancur apalagi yang lama. Teman kamu kan seorang perempuan dan pernah menyakiti kamu dia bisa saja tergiur dengan kehidupan kamu yang sekarang, kita tak bisa percaya pada satu orang atau pada orang yang lainnya juga Freya. Hidup itu harus selalu jalan dan kita hanya harus percaya pada diri sendiri "
"Ma, Mama makin memojokkan Freya kasihan dia, biarkan mereka berdua untuk bertemu dulu saja. Nanti biar mereka tentukan saja bagaimana kedepannya Ma. Freya sudah menunggu saat-saat ini Ma "
Astuti menganggukan kepalanya, yang terpenting dia sudah memberitahu Freya kalau pertemanan yang dulunya hancur dan akan dijalin kembali itu tidak akan benar kedepannya. Karena Astuti pernah merasakannya Astuti pernah di posisi itu.
"Iya Mama akan selalu mendukung keputusan Freya, Mama hanya memberi nasihat saja. Mama tidak mau nanti rumah tangga kalian akan hancur hanya karena ada orang ketiga. Ya sudah lebih baik kita sekarang sarapan saja, sudah tidak usah membahas lagi tentang sahabatnya Freya. Kita jalani dulu saja kita lihat apakah nanti saat bertemu dia akan sesuai apa yang dinginkan Freya atau kata-kata Mama itu akan benar"
Astuti mengambil roti bakarnya dan memakannya, sedangkan Irsyad dari tadi hanya diam saja menyimak percakapan nenek, mamanya dan juga ayahnya.
Freya yang melihat semuanya sudah mulai makan, memulai sarapan juga. Freya malah makin binggung kan tapi Freya ingin membantu temannya itu.
Freya sangat khawatir dengan keadaannya itu. Semoga saja yang dibicarakan oleh Mama Astuti tidak akan terjadi. Freya berharap Gea akan berubah dan tak akan merebut suaminya ini.
...----------------...
"Hati-hati ya Freya sayang di jalannya jangan terlalu memikirkan kata-kata dari Mama tadi. Mama tadi hanya ingin memberimu nasehat saja" Dimas kembali menenangkan istrinya.
Freya tersenyum lebar pada suaminya. Freya tidak mau membuat suaminya kepikiran dengan semua masalahnya itu "Tidak masalah, aku mengerti kok kekhawatiran Mama kalaupun aku jadi Mama aku juga akan seperti itu, menasehati menantuku. Lalu nanti kalau aku misalnya bertemu dengan Gea bagaimana apa yang harus aku lakukan, rasanya aku merasa canggung saja"
__ADS_1
"Tidak usah merasa canggung, meskipun kalian dulu pernah ada masalah tapi bersikaplah biasa. Karena di sini bukan kamu yang salah, malahan kamu baik akan menolongnya "
Freya menganggukan kepalanya memeluk suaminya dengan erat. Suaminya benar Freya tak usah canggung. Disini Freya ingin membantu Gea karena melihat keadaan Gea yang seperti itu.