Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 129 Kemarahan Freya


__ADS_3

"Kenapa kamu datang ke rumah sakit. Aku sudah bilang kan kamu berenang saja. Bukannya kamu sudah suka berenang dan kadang kamu juga akan pulang sore hari. Ini baru juga tadi kamu izin keluar sudah pulang lagi "


Gea duduk di samping suaminya "Aku bertemu Helena dan juga Freya, kamu tahu Freya di sana menghina aku dia benar-benar menjatuhkan harga diriku padahal aku hanya ingin dekat dengan Helena. Aku ingin membuat Helena bisa dekat dengan kamu juga "


"Sudah kubilang kan jangan dekati Freya, dia pasti sangat marah sekali pada kamu dia masih dendam dengan apa yang telah kamu lakukan dulu. Kalau memang kamu kebetulan satu ruangan atau satu tempat dengan Freya, pura-pura tidak mengenal saja pura-pura tidak tahu saja apa sulitnya sih Gea "


"Ya tadinya aku hanya ingin menyapa mereka berdua. Aku ingin Helena bisa dekat denganku dia juga sebentar lagi akan punya adik kan. Makanya aku melakukan itu, agar Helena bisa dekat dengan adiknya"


"Aku beritahu mulai sekarang jangan pernah dekati mereka, biarkan Helena membuka hatinya untukku dengan secara perlahan tidak usah kamu membantuku untuk aku dekat dengan Helena. Suatu saat juga aku akan dekat dengan anakku, jadi kamu tidak perlu repot-repot melakukan hal seperti itu jika ingin berenang ya berenang saja. Kalau bertemu dengan Freya atau Helena ya masa bodoh saja"


Gea sekarang tidak bisa mengatakan apa-apa dia tidak bisa membela dirinya juga kan.


"Lebih baik mumpung kamu lagi di rumah sakit cek kandungan saja di sini. Agar sekalian saja"


"Tapi dengan kamu, aku juga ingin diantar dengan kamu kita USG juga ya"


Dimas menganggukkan kepalanya, sekarang sedang tidak ada pasien sekalian Dimas juga ingin melihat anaknya. Apakah anaknya baik-baik saja ya meskipun baru beberapa bulan, tapi Dimas ingin tahu perkembangannya seperti apa, apalagi kan Gea terus menangis apakah itu hormon atau apam


...----------------...


"Mama aku harus menelepon Ayah, aku sudah rindu dengannya, Mama selalu saja tidak membolehkan aku untuk menelepon Ayah. Aku ingin menceritakan tentang kejadian ini pada ayah Mama "

__ADS_1


Freya yang sedang menyetir menatap anaknya sekilas "Sudah mulai sekarang jangan pernah hubungi lagi Ayah, dia itu bukan ayahmu. Dia itu orang lain Helena kamu harus sudah mengerti "


"Tidak, Ayah adalah Ayahku, kenapa Mama tiba-tiba berbicara seperti itu. Aku tidak mau aku ingin bertemu dengan ayah aku ingin bersamanya. Aku ingin menghabiskan waktu dengannya, mama ini kenapa sih melarang aku bertemu dengan ayah "


"Kamu Helena harus mengerti tentang posisimu, sekarang mama sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan paman Amar. Mama sudah tidak ada sangkut pautnya lagi dengannya, maka mulai sekarang lupakanlah Paman Amar lupakan segalanya, kita hanya akan hidup berempat "


"Aku tidak akan pernah melupakannya, Mama tidak berhak melakukan itu. Mama tidak berhak melarangku untuk bertelepon dengan ayah ataupun bertemu dengan ayah, mau bagaimanapun dia adalah Ayahku. Aku tidak mau sampai melupakannya kenapa Mama sangat jahat sekali sih "


"Mama tidak jahat, Mama mengatakan yang sesungguhnya kamu tidak boleh mengingatnya lagi. Kamu tidak boleh merindukannya lagi. Semuanya sudah berakhir Helena semuanya sudah berakhir, kamu tidak bisa dekat lagi dengan paman Amar semuanya hancur"


"Tapi aku tidak mau, aku tidak mau aku ingin bertemu dengan ayah, aku ingin bertemu dengan ayah Mama"


Helena wajahnya sudah sangat murung, bahkan akan menangis saat sudah sampai di rumah Helena langsung berlari keluar dari dalam mobil. Di susul dengan Freya yang berteriak memanggil nama anaknya.


Astuti yang sedang memasak kaget mendengar Helena yang menangis dan Freya yang berteriak-teriak. Ada apa dengan cucu dan anaknya ini.


"Pokoknya aku ingin bertemu dengan ayah, aku hanya ingin bertemu dengannya. Dia adalah Ayahku meskipun Mama mengatakan kalau ayah bukan lah Ayahku tetap saja dia adalah ayahku, mau bagaimanapun dia tetap Ayahku Mama egois sekali. Mama sangat egois, tidak mengerti perasaan aku"


Helena langsung masuk ke dalam kamarnya, dia bahkan menutup pintu dengan kencang. Freya tidak suka dengan sikap Helena yang seperti itu saat akan menyusul Astuti langsung menghentikan langkah Freya.


"Ingat Freya jangan melampiaskan semuanya pada Helena, dia belum tahu apa-apa kamu seharusnya memberitahu Helena dengan pelan-pelan jangan emosi seperti ini. Kasian dia, Helena pasti sangat kecewa dengan kamu "

__ADS_1


Freya memijat kepalanya benar apa yang dikatakan oleh mamanya ini. Seharusnya tadi Freya pelan-pelan saja memberitahu anaknya bukan langsung to the point seperti itu dan pada akhirnya marah kan Helena tidak terima.


"Aku tadi terpancing mah, aku sangat emosi dengan keberadaan Gea yang memfitnah Helena ditambah Helena yang bertanya tentang Amar, aku jadi pusing ma aku jadi melampiaskan segalanya. Pikiranku sekarang sedang penuh sekali, aku sedang pusing banget "


"Gea maksud kamu"


"Dia juga ada di sana. Aku tidak tahu kalau dia akan datang ke sana Gea berbicara dengan Helena, Gea dia menjelek-jelekkan aku dan Helena tidak sengaja menyenggol Gea, sampai dia terjatuh dan Mama tahu kan pada akhirnya apa dia membuat drama seolah-olah dialah yang tersakiti, selalu saja seperti itu. Aku marah di situ mah jadi semuanya merambat ke segalanya. Apalagi aku sekarang sedang pusing dengan Amar aku benar-benar kacau hidupku benar-benar melelahkan "


"Kembalilah pada Amar Freya. Dia adalah laki-laki baik dia akan bisa membuat kamu bahagia "


"Tidak bisa mah pilihanku sudah bulat, aku memilih itu maka aku harus menjalaninya. Aku tidak bisa ada dalam keluarga Amar sampai kapanpun. Mau aku terus berusaha pun aku tidak akan pernah ada dalam keluarga mereka. Mereka akan tetap mengucilkan aku apalagi nanti ada Helena, Irsyad. Aku tidak mau kalau anak-anakku nanti tersakiti aku tidak mau egois. Aku harus memikirkan bagaimana mental Helena dan Irsyad nantinya, kalau memang keluarga Amar sudah bisa menerima Helena dan Irsyad mungkin aku mau, tapi mereka sepertinya tidak akan pernah bisa menerima anak-anakku sampai kapanpun"


Astuti mengerti sangat mengerti menjadi sangat serba salah kan, padahal hanya karena masalah sedikit saja hanya karena Dimas datang kemari. Neneknya Amar yang membesar-besarkan semua masalah ini dan pada akhirnya membuat Freya dengan Amar harus berpisah.


"Mama yakin Amar tidak akan mungkin mau berpisah denganmu, dia pasti akan mempertahankan segalanya"


"Mungkin sekarang tidak mau mah, tapi nanti dia juga mau. Dia akan menemukan perempuan yang cocok untuknya, dia akan menemukan istri yang baik untuknya. Yang bisa diterima oleh keluarganya tidak seperti aku yang ditolak dari awal. Aku tidak mau memaksakan sesuatu yang bukan untukku, aku tak mau nanti malah jadi beban Amar "


Freya langsung melangkah pergi masuk ke dalam kamarnya. Freya ingin menenangkan dirinya saja setelah tadi marah-marah pada Helena. Freya begitu pusing dengan hidupnya yang sekarang.


Padahal hidup Freya akan sempurna kembali, tapi entah kenapa selalu saja ada orang yang menghalanginya. Apakah Freya tidak boleh bahagia lagi, apakah Freya harus seperti ini terus.

__ADS_1


__ADS_2