
"Mama Irsyad keterima, Irsyad sudah bisa mulai kuliah dan Irsyad akan kuliah di tempat yang Irsyad mau. Irsyad sudah menjadi seorang mahasiswi sesuai apa yang Irsyad mau mah, aku seneng sekali Mama"
Freya yang sedang mengikat rambut anak bungsunya segera menghadapi Irsyad yang datang dengan gembira sambil menunjukkan sebuah map. Freya tentu saja langsung tersenyum, apalagi tadi setelah mendengar ucapan sang anak.
Irsyad langsung memeluk mamanya dengan erat "Lihat mah Irsyad sudah keterima, dan Irsyad akan berkuliah setelah itu Irsyad yang akan menggantikan Mama untuk bekerja, Irsyad tidak mau Mama terus lelah nanti, Irsyad janji akan membuat mama bahagia dan selalu tersenyum terus seperti ini "
Freya sangat senang mendengar anaknya masuk di tempat kuliah yang dia mau, di jurusan yang dia mau juga "Mama senang sekali sayang, mama bahagia sekali. Jangan pikirkan bekerja biar saja sekarang kamu fokus belajar dan meraih cita-cita kamu Irsyad. Mama masih bisa bekerja dan mama masih bisa untuk membuat kalian berdua bahagia"
Irsyad mencium pipi mamanya lalu menghampiri adiknya yang dari tadi sedang makan coklat "Hei anak kecil apa kamu tidak mau memberi selamat pada kakak mu ini, lihat aku sudah menjadi orang dewasa dan aku akan menjadi mahasiswi apa kamu tidak memberiku selamat. Aku tak akan memberikan kamu lagi coklat ah "
Helena menatap kakaknya lalu tersenyum dengan gigi yang penuh dengan sisa-sisa coklat. Irsyad dan juga Freya tertawa melihat tingkah Helena, mengemaskan sekali anak ini "Maaf Kakak aku tadi sedang makan coklat, aku sangat senang sekali mendengar kabar itu selamat ya Kakak, nanti kakak akan menjadi guru yang hebat aku jamin itu cita-cita kakak akan terwujud seperti yang selalu Mama bicarakan dan selalu Mama doakan juga, aku senang sekali punya kakak seperti kamu yang tampan dan baik sekali "
"Nanti belikan aku lagi coklat ya kak, yang banyak coklatnya tapi "
Irsyad mencubit kedua pipi adiknya dengan gemas "Kamu ini sangat menggemaskan sekali Helena, rasanya aku ingin memakan mu. Aku akan belikan coklat saat gigi kamu kembali tumbuh "
Helena langsung cemberut mendengar kata kakaknya itu "Aku tidak mau dimakan olehmu nakal kamu ya, aku akan minta sama Mama dan juga nenek "
"Habisnya kamu menggemaskan sekali, aku tak menyangka akan mempunyai adik segemas kamu seperti ini"
"Di mana Nenek, kenapa nenek tak ada"
"Nenek dia sedang memasak, katanya ingin memasak masakan spesial untuk kamu coba lihat dia pasti ada di dapur"
Irsyad langsung melangkah pergi ke dapur dan benar saja neneknya ada di sana, sedang memasak dengan beberapa pelayan juga. Nenek nya ini masih bisa memasak diusianya yang sudah tak muda lagi, seharusnya neneknya istirahat.
Memang setelah Freya bercerai dengan suaminya hidup Freya lebih damai, lebih bahagia bahkan Freya pun naik jabatan menjadi orang kepercayaan bosnya, jadi gaji Freya pun makin meningkat.
Freya sekarang bisa punya rumah sendiri, membelikan apapun yang anaknya mau, bahkan menambah kendaraannya untuk anaknya sekolah pokoknya semuanya Freya sudah dapatkan. Freya begitu bahagia dengan kehidupan yang sekarang.
Dengan cara melepaskan semuanya, mengikhlaskan semuanya ternyata hidupnya menjadi lebih damai dan lebih menyenangkan. Freya sangat bersyukur dengan semua rezeki yang Allah berikan.
Freya juga sudah melupakan tentang masa lalunya itu. Freya sudah lebih lepas dan takkan pernah terganggu lagi dengan masa lalunya itu. Freya suka hidupnya sekarang. Bahkan sekarang Freya sedang mengurus perusahaan bosnya, salah satu perusahaannya.
Freya yang sudah ditunjuk untuk mengelola semuanya, Freya bahagia sekali bisa menjadi orang kepercayaan dan juga bisa mengelola perusahaan itu dengan baik, sampai sekarang sudah membuka beberapa cabang juga.
Freya akan terus bekerja keras untuk anak-anaknya dan juga untuk dirinya. Helena juga selama ini tak pernah menanyakan ayahnya. Freya lega karena tak perlu menjelaskan apa-apa pada Helena nanti akan ada saatnya dirinya menjelaskan.
"Nenek kamu mau masak apa, lihat aku sudah bisa diterima disana, aku senang sekali nenek "
Astuti yang sedang memasak tentu saja kaget. Untung saja kan dia tidak jantungan "Kamu membuat nenek kaget saja. Beneran kamu keterima kamu udah lulus di sana, nenek seneng banget Irsyad nenek jadi pengen nangis "
"Udah nek ini buktinya. Aku udah lulus dan aku udah bisa mulai sekolah nanti di sana apa yang aku cita-citakan selama ini akan terwujud, aku ingin lompat-lompat nenek "
Astuti memeluk cucunya dengan erat, sungguh dia bahagia sekali dengan pencapaian cucunya ini selama ini cucunya sudah bekerja keras untuk bisa mendapatkan apa yang dia mau.
Astuti juga senang kalau Freya tidak terlalu mempersalahkan Irsyad mau masuk ke mana, yang terpenting itu memang cita-cita anaknya. Freya benar-benar ibu yang bijak selama ini Astuti memang tak pernah salah memilih menantu anaknya saja yang tak tahu diri.
Astuti melepaskan pelukannya "Ya sudah sekarang kamu ganti baju dan nenek akan siapkan semua makanan ini, kita rayakan nenek sudah memasak macam-macam makanan untuk kita santap. Kembalilah dan segera berganti pakaian nenek akan menyiapkan semuanya,"
Irsyad menganggukan kepalanya mengikuti kata-kata neneknya, melangkah pergi dari dapur itu. Irsyad begitu senang dengan kehidupan yang sekarang ternyata tidak buruk juga ditinggalkan oleh ayahnya.
Malahan lebih bahagia tanpa ayahnya. Iya Irsyad sekarang masih benci dengan ayahnya, bahkan rasa benci itu tidak akan pernah hilang sampai kapanpun lihat saja sampai ayahnya datang Irsyad akan menghajarnya.
Irsyad akan selalu melindungi mamanya dan juga Helena, tidak akan pernah ada yang menyentuh mamanya dan juga Helena. Ayahnya tidak akan pernah bisa datang lagi dan menghancurkan kebahagiaan mereka ini.
Mamahnya tak boleh menangis lagi, apalagi menangis gara-gara laki-laki seperti ayahnya yang tak tahu diri. Irsyad akan menjadi tameng untuk mamanya tercinta.
...----------------...
Gea yang sedang mencuci pakaian langsung melemparkan pakaian itu dengan kesal, hidupnya kenapa miskin seperti ini, semenjak dirinya menikah dengan Dimas tidak ada kebahagiaan bahkan Dimas selalu saja mengigau tentang Freya memanggil namanya.
Kenapa suaminya itu masih mengingat mantan istrinya, tak ada yang spesial dari Freya. Freya itu biasa-biasa saja, ingin rasannya menemui Freya tapi Gea tak punya nyali yang besar untuk melakukan itu semua.
Gea juga kesel kalau Dimas membeli pakaian. Kenapa karena Dimas membelikan pakaian seleranya Freya. Bahkan ukurannya pun ukuran pakaian Freya, mana muat kalau dirinya yang memakai.
Gea sangat tahu, dulu dirinya kan berteman baik dengan Freya jadi tahu bagaimana selera Freya dan suaminya itu selalu membelikan apa yang Freya suka menyebalkan sekali kan. Freya malah menjadi bayang-bayang suaminya saja.
__ADS_1
"Kenapa hidupku menjadi seperti ini, lebih baik aku waktu itu bersama Ayahku saja mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi padaku, mungkin aku tidak akan semiskin ini. Aku pasti masih bisa makan enak meski selalu dimarahi, kesal kesal aku kesal dengan kehidupan aku ini "
Gea segera bangkit dan meninggalkan cuciannya itu yang menumpuk, Gea harus bekerja paruh waktu dengan mencuci pakaian-pakaian tetangga demi apa, demi hidupnya demi hidup mereka kalau tak seperti ini sudahlah mungkin dirinya dan juga Dimas akan mati kelaparan sangat memalukan sekali.
Gea juga sampai sekarang belum dikaruniai seorang anak, sudah periksa ke dokter katanya dirinya juga baik-baik saja Dimas juga baik-baik saja, tapi entah kenapa Tuhan tidak memberikannya seorang anak.
Padahal Gea juga ingin mempunyai anak, ingin punya keturunan dan juga ada anak yang akan selalu menguatkannya kalau ada apa-apa seperti Freya yang mempunya Irsyad.
Doa ibunya Dimas apakah semua itu bisa terkabul, tapi Gea tidak akan mempercayai itu semua. Mungkin saja memang belum diberi, meskipun mereka sudah menikah 7 tahun, pasti nanti akan ada saatnya dirinya punya anak kan. Bukannya dirinya saja yang seperti ini di luaran sana juga pasti banyak.
Tapi Gea pernah kan waktu itu hamil cuman sampai keguguran, masa sekarang tidak bisa hamil sih, sangat mustahil sekali seharusnya Gea bisa hamil lagi, Gea seharusnya bisa membuat Freya panas karena dirinya juga punya anak dari Dimas tapi itu hanya angan-angan saja dan tak mungkin terwujud juga.
Gea mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya yang belum juga pulang, untungnya pada deringan pertama langsung diangkat "Kamu ini di mana, bukannya pulang bantu aku untuk mencuci pakaian tetangga. Kita kan butuh makan kita harus menyambung hidup kita ini, kalau kamu tidak bisa mencari pekerjaan maka bantu aku di rumah untuk mengerjakan semua ini bukannya keluyuran begitu tanpa tujuan pasti, nanti pulang-pulang mabuk dan aku harus melunasi hutang kamu juga, aku tak mau ya"
"Bisa tidak kalau menelponku itu jangan terus mencaci-makiku, jangan terus merecoki ku. Aku juga perlu waktu untuk memikirkan semuanya. Aku juga sedang pusing sekarang mau cari pekerjaan. Aku tidak diam saja dari tadi Gea, aku juga sedang berjuang kamu tak pernah memberikan aku semangat, Freya dulu selalu saja menyemangati ku tapi kamu malah seperti ini "
"Ya sudah pulang saja kalau kamu tidak mendapatkan pekerjaan, lebih baik pulang bantu aku mencuci pakaian atau mungkin menyetrika pakaiannya. Jangan diam saja percuma kamu mencari pekerjaan masuk sana sini, masuk sana sini tapi apa hasilnya tidak ada satupun yang mau menerima bekerja kan"
"Freya pasti memberitahu semua rekan kerjamu semua dokter-dokter yang ada di rumah sakit untuk tidak menerimamu, dia itu punya koneksi yang besar, kamu lupa mantan istrimu itu apa dia itu perempuan licik dia bisa melakukan apa saja. Seharusnya kamu datangi dia bukannya diam saja pasti ini ulahnya" Gea terus mengompori Dimas, Gea tak suka terus dibanding-bandingan terus dengan Freya.
Apalagi Gea juga tidak suka menjadi bayang-bayang Freya, suaminya itu terus saja membandingkan rumah tangga yang sekarang dengan rumah tangganya yang dulu dan sekarang, sungguh membuat Gea kesal saja kan.
"Sudahlah jangan terus-terusan membawa-bawa Freya, aku mengenal dia, dia tidak mungkin menghancurkan hidupku sedalam ini. Sudahlah ini memang sudah takdirku menikah denganmu harus miskin, harus tak punya apa-apa "
Dimas langsung mematikan sambungannya itu. Gea melempar ponselnya dengan kesal, malah diputuskan begitu saja "Aku kan belum selesai berbicara dengannya dasar laki-laki tidak berguna, dia hanya membuatku pusing saja perhiasanku, uangku sudah habis hanya demi hidup tapi dia tidak pernah berpikir apa-apa. Aku muak sekali aku tak mau hidup seperti ini "
Gea melihat pakaian yang masih saja menumpuk, Gea rasanya tidak sanggup untuk mencuci lagi tangannya sudah perih-perih dan bahkan sudah sampai terkelupas gara-gara itu.
Gara-gara harus mencuci semuanya setiap hari, cuciannya menumpuk seperti ini seharusnya dia membeli mesin cuci saja kan. Itu akan lebih memudahkan tapi gajihnya saja hanya cukup untuk makan saja.
Belum lagi harus menyetrika pakaiannya, pokoknya hidupnya ini sangat-sangat kacau sekali jadi kapan kebahagiaan akan datang padanya. Gea kira menikah dengan Dimas akan membuatnya bahagia, akan bergelimang harta tapi nyatanya apa malah seperti ini, jadi selama ini yang kaya itu Freya bukan Dimas.
Gea juga jadi tak bisa merawat dirinya lagi, Gea sudah seperti tua saja sekarang, wajahnya hitam dan banyak bintik hitam juga, lalu kulitnya juga sudah tak secantik dulu, kukunya tak terawat lagi pokoknya Gea sudah jelek tak secantik dulu.
...----------------...
"Nanti setelah aku lulus kuliah aku akan bekerja dan nanti aku akan membahagiakan ketiga bidadariku ini, aku pasti akan membuat kalian selalu bahagia"
"Tentu cucu nenek pasti akan membuat kami bertiga bahagia, cucu nenek kan pintar. Nanti kamu pasti akan langsung dapat pekerjaan, nenek bangga kamu akan menjadi seorang guru maka kamu harus bisa mendidik anak-anak didik mu nanti menjadi lebih baik, menjadi pintar juga seperti kamu ya "
"Aku akan melakukan itu nek, aku pasti akan melakukannya "
"Berarti nanti aku akan bisa belajar dengan kakak dong, aku akan pintar juga sama seperti kakak kan "
"Ya memang selama ini yang mengajarkanmu belajar siapa Helena, aku selalu membantumu untuk mengerjakan PR apa kamu lupa"
Helena tersenyum, giginya yang ompong itu terlihat "Iya maksudku nanti di sekolah apakah kakak yang akan mengajar, maksud ku begitu kakak kenapa kamu tak mengerti apa yang aku ucapkan "
"Mungkin saja nanti aku tidak tahu, semoga saja nanti aku bisa menjadi guru kamu ya "
"Pokoknya mama bangga banget dengan kamu Irsyad, apapun cita-cita kamu Mama akan selalu mendukung kamu. Mama bangga dengan pencapaianmu ini"
Irsyad menggapai tangan mamanya dan menciumnya. Irsyad begitu beruntung memiliki Mama yang sangat baik sekali, yang sangat perhatian sekali yang bisa mengerti apa kemauannya tidak memaksanya untuk masuk ke jurusan apapun.
Irsyad benar-benar memilih menjadi seorang guru karena keinginannya sendiri, bukan karena paksaan dari siapapun. Irsyad akan mengejar cita-citanya ini.
Dari kecil sih Irsyad ingin jadi guru. Dia sangat bangga saja melihat seorang guru yang mendidik murid-muridnya sampai bisa sukses, bisa meraih cita-citanya.
Dulu ayahnya menginginkan dirinya untuk menjadi dokter, tapi sekarang dia sudah tidak ada kan maka Irsyad tidak peduli dan Irsyad tidak mau juga jadi dokter seperti apa yang ayahnya mau.
"Kakak mau tidak nanti kita bermain di taman Helena ingin main di sana, Helena ingin bermain dengan teman-teman yang ada disana. Kakak hanya perlu menunggu Helena saja"
"Boleh nanti kita main di sana, kita main apa saja yang kamu mau, kakak juga sudah lama tidak pergi keluar dengan Helena karena terlalu fokus belajar"
"Baiklah setelah ini kita akan pergi, kita akan pergi ke taman untuk bermain ayunan ya Kakak yang baik"
"Ayo habiskan dulu makananmu. Kita sekarang harus makan dulu ini masakan nenek. Nenek spesial membuatkannya untuk kakak"
__ADS_1
Mereka kembali melahap makanannya. Freya kembali tersenyum melihat anak-anaknya yang lahap makan. Begitu membuat Freya bersemangat untuk melakukan aktifitasnya.
...----------------...
"Amar, kamu mau apa kemari, lebih baik kamu pulang saja, sana pulang-pulang "
"Tentu saja menemuimu Freya, untuk apa aku ke rumahmu aku juga ingin melihat Helena dan juga Irsyad. Kamu baru juga aku sampai masa sudah mengusirku kamu jahat Freya "
"Mereka tidak ada, mereka pergi ke taman katanya ingin jalan-jalan. Kita sudah setiap hari bertemu untuk apa sekarang bertemu lagi"
"Ya sudah aku ajak ibunya saja kalau tidak ada mereka, aku ingin jalan-jalan Freya ayo temani"
"Tidak tidak aku sedang cuti dan aku tidak mau kemana-mana, aku ingin menghabiskan waktu dengan anak-anak. Aku juga ingin dirumah saja Amar"
"Aku akan di rumahmu saja kalau begitu, disini begitu sejuk dan aku suka tempatnya "
"Amar kamu itu punya banyak pekerjaan lebih baik pulang ke kantor dan kerjakan semua pekerjaan mu itu. Ayo cepat pulanglah "
"Tidak bisa"
Amar adalah laki-laki yang selama ini terus mendekati Freya, sudah hampir 5 tahun Amar mendekati Freya tapi tidak pernah dapat. Bahkan Amar sampai mendekat Irsyad dan juga Helena.
Memang dari awal juga Amar sudah sangat suka dengan kedua anaknya Freya, mereka berdua itu baik-baik sekali apalagi saat itu Helena masih kecil dan sangat menggemaskan sekali.
Amar semenjak melihat Freya sudah sangat tertarik sekali dan sudah meneguhkan hatinya untuk menjadikan Freya sebagai istrinya, tapi sangat sulit sekali mendapatkan Freya.
Freya selalu banyak alasan dan setelah mendengar cerita Freya yang sesungguhnya, dari mamanya itu maka Amar mendekati Freya dengan perlahan Amar tidak mau terburu-buru dan nanti malah akan membuat Freya tak mau dengannya dan menjauhinya.
Makanya sampai sekarang Amar dan juga Freya hanya berteman saja, tapi itu sudah membuat Amar senang sekali. Awal pertemuan waktu itu ada meeting memang pertemuan mereka itu tidak di sengaja dan dia bertemu dengan Freya.
Amar kira waktu itu Freya belum punya anak, belum punya suami tapi ternyata dia sudah mempunyai anak tapi itu bukan masalah besar untuk Amar, Amar begitu tulus mencintai Freya bukan karena ada maksud lain.
"Lebih baik kamu pulang Amar, kamu tak akan betah ada disini "
"Tidak aku tidak mau, kamu ini kenapa sih selalu jutek denganku. Padahal aku kan ingin mengobrol denganmu, kamu susah untuk aku aja keluar, kamu pasti akan selalu menolak aku "
"Eh ada tamu, Amar yang datang ternyata ayo masuk kenapa malah ngobrol diluar coba "
"Iya Tante Amar yang datang, tapi Freya tidak mau Amar datang kemari"
"Freya tidak boleh seperti itu, kalau ada tamu ajak masuk ke dalam rumah, ayo masuk jangan disini ah"
"Amar itu bukan tamu lagi mah, dia sering datang kemari "
"Ya sudah tidak masalah ayo Amar masuk jangan di luar"
Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam rumah. Bukannya Freya tidak tahu Amar tertarik dengannya, hanya Freya tidak sanggup untuk membuka hatinya lagi. Freya tidak mau terulang lagi apa yang pernah terjadi padanya. Freya tidak mau masuk ke lubang yang sama lagi hanya itu saja.
Apa yang dilakukan oleh Dimas itu sudah sangat membekas dalam hatinya, sudah membuatnya trauma memang Freya sudah memaafkan semuanya bahkan melupakan semuanya, tapi kalau untuk memulai kembali Freya belum siap sampai kapanpun. Freya lebih baik menjadi single parent saja untuk mengurus anak-anaknya.
...----------------...
Gea hanya diam menunduk tak berani menatap orang yang sedang marah-marah didepannya ini.
"Bagaimana sih kamu ini, hutang itu harus dibayar ga bisa kamu terus bilang ga ada ga ada. Cepat bayar aku akan menunggu disini "
"Tapi Bu aku belum punya uang, kami belum ada pemasukan suamiku juga belum bekerja lagi, tolong Bu beri kami keringanan, kamu pasti akan melunasi semua hutang itu"
"Selalu saja seperti itu tak pernah ada kata yang lain, kapan akan dilunasi sudah satu tahun lamanya hutang kalian ini menumpuk padaku, bahkan bunga pun sudah aku masukkan. Aku tidak mau dalam satu tahun itu tidak ada bunganya"
Gea sangat takut sekali, kemana suaminya ini kenapa tak ada pulang, kenapa tak muncul-muncul dasar laki-laki menyebalkan Gea rasannya ingin menghajar suaminya itu, dia malah enak-enakan tak ada seperti ini, dasar laki-laki tak tahu diri..
"Hey kenapa diam saja, bagaimana ini jangan membuat aku marah "
"Aku akan berbicara dengan suami ku dulu Bu "
"Baik aku akan tunggu suami mu juga "
__ADS_1
Orang itu duduk didepan rumah dan akan menunggu Dimas pulang. Gea sedang menghubungi suaminya lagi.