
Tok tok tok
"Biar aku yang buka Ma "
Freya membuka pintu rumah dengan senyum yang mengembang, tapi senyumnya itu langsung luntur saat tahu siapa yang datang. Kenapa orang ini harus tahu rumah barunya, kenapa dia sampai ada disini.
"Freya siapa yang datang, kenapa kamu tak mengajaknya masuk nak"
Astuti menghampiri Freya dan dia juga sekarang melihat siapa yang datang. Astuti rasannya ingin melempar sandalnya kearah wajah mereka berdua yang ada dihadapannya ini.
"Mau apa kamu kemari hah, kamu sudah mati untukku sana pergi, jangan dekati aku "
"Ma aku minta maaf " ucap Dimas sambil menggenggam tangan Mamanya dengan erat.
Tapi Astuti langsung melepaskannya "Aku tidak mau, sebelum kamu tidak punya hubungan lagi dengan perempuan yang ada di belakangmu, pergi dari rumah Freya sekarang juga. Jangan pernah menginjakkan kaki lagi disini pergi sekarang juga"
"Ma, apakah mama tidak bisa memaafkan apa yang terjadi waktu itu, ini sudah 7 tahun berlalu apa Mama tidak akan pernah memaafkan Dimas dan menerima Gea, mau bagaimanapun dia menantumu, dia sudah menjadi bagian keluarga dari kita ma "
"Benarkah dia menantuku. Aku tidak yakin aku saja tidak tahu pernikahan kalian, lebih baik pergi dari sini sekarang dan jangan pernah ganggu kembali. Aku muak melihat kalian berdua cepat pergi sebelum sandalku ini melayang kearah wajah kalian berdua"
Freya sendiri hanya bisa diam mematung, melihat mantan suaminya dan juga mantap sahabatnya, mereka berani datang kemari apa yang mereka inginkan sebenarnya.
Freya yang tak mau berhadapan dengan dua orang ini langsung melengos pergi masuk kedalam rumah, dirinya tak mau menatap wajah kedua orang yang ada dihadapannya ini, Freya masuk kedalam kamar dan Astuti yang melihat itu begitu sedih sekali.
__ADS_1
Dia tahu bagaimana keadaan Freya, Freya masih belum bisa melupakan semuanya. Mungkin kalau tidak bertemu Dimas Freya akan terlihat baik-baik saja tapi ini, mereka bertemu lagi dan perempuan tidak tahu diri itu ada mengikutinya.
"Sebenarnya mau apa lagi kamu datang kemari pergi dari sini dan jangan pernah datang lagi, aku tidak akan pernah menerimamu lagi Dimas, kamu sudah membuatku kecewa kamu sudah membuat aku muak dengan semua drama yang kamu buat selama ini, sudah 7 tahun berlalu kan maka jangan pernah kembali lagi kemari dan ini adalah rumah Freya apa kamu tidak malu datang ke rumah mantan istrimu ini, celah pergi "
"Kenapa Mama menjual rumah apa karena Freya, seharusnya Dimas dapat bagian dia adalah anak Mama, kenapa Mama pilih kasih" tanya Gea tiba-tiba.
Mama langsung menatap Gea dengan benci "Apa urusannya denganmu, siapa dirimu sampai-sampai harus bertanya seperti itu. Kamu hanyalah perempuan perusak rumah tangga orang pergi dari sini jangan pernah datang lagi kemari, sana dasar tak tahu malu menanyakan hal seperti itu saat aku masih hidup "
Saat pintu akan ditutup Dimas menahannya dengan keras "Aku minta tolong mah aku dalam kesusahan. Rumah tanggaku benar-benar tidak baik-baik saja Mah, aku butuh uang aku punya utang sama sini. Mama tolong bantu aku, aku janji setelah itu aku tidak akan mengganggu kalian lagi"
"Terima saja, itu adalah karma yang harus kamu terima Dimas, menyia-nyiakan seseorang yang sudah tulus denganmu dan kamu malah menikahi perempuan yang jelas-jelas tidak tahu asal-usulnya seperti apa. Bahkan dia itu perempuan tidak benar, terima saja apa yang Allah berikan padamu. Memang inilah yang seharusnya kamu terima semuanya hancurkan, pekerjaan, masa depan, karir semuanya hancur inilah balasan yang setimpal untukmu, terimalah dengan lapang dada Dimas, kamu yang memulai ini semua maka kamu yang harus terima semuanya "
Dimas diam bener apa kata Mamanya, inilah balasannya karena telah menyakiti hati Freya dengan begitu dalam, Dimas benar-benar menyesal kenapa dulu sangat bodoh.
"Memangnya dengan menyesal semuanya akan baik-baik saja, semuanya akan kembali lagi tidak semuanya tidak akan pernah kembali lagi. Lebih baik sekarang pergi dari sini, atau aku akan suruh security untuk usir kalian berdua "
Dimas masih menundukan kepalanya, lalu Dimas bersujud di kaki mamanya "Dimas benar-benar minta maaf ma, Dimas menyesal hidup Dimas berantakan seperti ini "
Astuti langsung memundurkan langkahnya, "Tak akan pernah terjadi, aku tak akan pernah menerima permintaan maaf kamu itu. Aku muak dengan semua ini, pergi saja sana "
Astuti langsung menutup pintunya dengan keras, Astuti sungguh tak kuat melihat Dimas yang seperti itu. Astuti terduduk dengan lemas, sangat lemas sekali lututnya ini.
Anaknya begitu berantakan sekali, bahkan sangat kurus sekali, semarah-marahnya Astuti pada anaknya tetap saja dia tak tega kalau melihat Dimas yang seperti itu. Astuti menangis dalam diamnya, dia tak mau kalau Freya, Irsyad atau Helena mendengarnya.
__ADS_1
...----------------...
Dimas bangkit sambil menatap pintu yang sudah tertutup, Dimas berjalan dengan lunglai menjauhi pintu. Percuma juga dia diam disini.
"Dima apakah kita akan menyerah begitu saja "tanya Gea yang melihat suaminya malah menjauhi rumah.
"Silahkan kalau kamu mau disini, aku tidak peduli, aku akan pulang saja. Aku sudah lelah dengan semua hidup ini, jika kamu masih mau mempermalukan hidup kamu silahkan, aku tak peduli lebih baik aku pulang saja"
Gea ya tak mungkin diam disini lantas pergi, dia tak mau mempermalukan dirinya ini. Gea punya harga diri yang besar, yang ada nanti Freya akan mengolok-oloknya.
Gea mensejajarkan langkahnya dengan suaminya, "Lalu bagaimana aku sudah binggung sekali Dimas, apakah kamu tak bisa meminta pekerjaan pada rekan kerjamu siapa tahu dia bisa membantu kamu "
"Tak akan mungkin mereka membantuku, mereka sudah benci padaku. Aku tak akan punya kesempatan lagi, sudahlah jangan buat aku pusing dengan semua kata-katamu itu aku cape sekali "
"Kamu enak tinggal bilang seperti itu, sedangkan aku harus mencari solusi kenapa kamu selalu begitu Dimas, kenapa kamu selalu membuat aku stres "
"Aku selama ini sudah berjuang Gea, tapi apa hasilnya seperti ini terus, aku juga tak mau hidup seperti ini. Aku ingin seperti dulu tapi begitu sulit sekali, aku juga ingin membuat kamu bahagia tapi bagaimana pekerjaan aku seperti ini "
"Coba kamu temui teman mu dulu siapa tahu ada yang mau membantumu, siapa tahu mereka berubah fikiran. Tak ada yang tahu kan perasaan orang itu "
"Akan aku coba nanti "
Gea menganggukan kepalanya dengan semangat. Gea ingin hidupnya kembali seperti semula semoga saja ada yang mau membantu suaminya dan bekerja lagi, Gea ingin merasakan juga bagaimana hidup seperti Freya.
__ADS_1