Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 185 Masih diperjalanan


__ADS_3

Hujan akhirnya reda juga mereka tidak memakai jas hujan, memang di daerah pegunungan seperti ini kan suka hujan dan dingin nanti juga pakaian mereka akan kering sendiri.


Freya memegang kepalanya yang seperti sangat ringan sekali dia lupa helm "Amar helmku tidak ada helmnya ketinggalan, aku benar-benar melupakannya"


Freya baru sadar kalau helmnya tidak dipakai tadi dia menyimpannya di sebuah tempat duduk, saat tadi pergi bersama Amar malah lupa. Amar juga tidak mengingatkannya, ini juga merasakan karena ada rintik hujan saat Freya akan menutup kacanya tidak ada, karena memang dia lupa tidak memakai helm itu.


"Apa kenapa bisa sayang "


"Aku lupa ayo putar balik lagi, masa helmnya tak akan dibawa sayang juga kan "


Amar tertawa dengan kelupaan Freya itu, dia langsung memutar balik lagi motornya. Untung saja belum terlalu jauh kan mereka pergi, ada-ada saja Freya ini untung saja bukan dirinya yang ketinggalan.


Freya sendiri juga malah jadi ikut tertawa. Ya karena konyol saja helm bisa ketinggalan seperti itu, padahal kan dari tadi helm itu dipakai hanya dilepas sebentar dirinya bisa sampai lupa seperti ini.


Freya merasakan tangannya yang diusap oleh suaminya itu yang memakai sarung tangan, sebenarnya Freya sama sekali suka hujan tapi kalau terus terkadang hujan ya sakit.


Helm itu untungnya ada tak hilang, sekarang suaminya sendiri yang langsung memasangkannya. Mereka langsung tancap gas lagi karena hujan kembali mulai turun rintik-rintik, tapi tidak sebesar tadi, Freya sudah mulai menggigil karena hawanya yang sudah dingin ditambah dengan hujan rintik-rintik seperti ini.


Hujan berhenti setelah 1 jam-an, cukup lama dan mereka juga sudah ada di jalan yang berbeda lagi. Freya benar-benar tidak menyangka kalau perjalanan mereka ini akan sejauh ini. Freya kira akan dekat ternyata suaminya membawa ke daerah yang cukup jauh juga.


Freya juga makin mempererat pelukannya pada suaminya itu, tapi cuaca kembali lagi ada sinar mataharinya, Freya jadi agak sedikit hangat meskipun tidak hangat-hangat sekali.


Freya menutup kedua bola matanya saat ada angin yang menerpa wajahnya, Freya juga sudah menutup kacanya dan itu malah menghantam terus helm dari suaminya, karena Freya sudah mulai mengantuk matanya sudah tak bisa diajak kompromi.


"Sayang apa kamu mengantuk, kita berhenti dulu ya"

__ADS_1


"Eh enggak kok enggak, ayo jalan aja jangan berhenti biar cepat sampai " Freya langsung membuka kedua bola matanya. Untung saja dia tidak terlelap, gara-gara tadi menutup mata karena angin jadi mengantuk deh.


Sekarang Freya malah merasakan kembali hujan turun, tapi masih rintik-rintik seperti tadi kenapa hujan terus. Padahal mereka ini mau liburan Freya makin mempererat lagi pelukannya pada suaminya itu, dia mulai kedinginan sekarang sudah tidak bisa ditahan lagi.


"Nanti kita berhenti dulu di pom bensin ya, kita istirnya sebentar dulu "


"Iya sayang nanti kita berhenti dulu di sana ya"


Sepertinya Freya juga akan berganti pakaian tidak mungkin terus memakai pakaian ini, karena sudah dingin Freya akan mengganti dengan pakaian yang lebih hangat lagi dan lebih tebal lagi saja lah. Semoga saja suaminya membawakan pakaian yang tebal.


Belum lagi Freya sudah sangat pegal punggungnya, sudah pegal sekali karena menggendong tas yang cukup berat, ini adalah pakaian dirinya dan juga Amar belum lagi ada barang-barang yang lain kan, kakinya juga sudah tidak kuat pegal sekali rasanya. Duduk terus tak enak juga.


Saat sudah sampai di pom bensin Amar langsung membantu istrinya itu membuka helm dan juga tasnya, saat akan turun rasanya sangat sakit sekali pantatnya juga sama sakitnya. Freya benar-benar tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini.


Freya juga meminta pakaian hangat pada suaminya, untuk berganti saat di kamar mandi Freya membasuh wajahnya yang tadinya mengantuk langsung kembali terbuka matanya ini, airnya begitu dingin sekali padahal ini baru saja jam 10.00 pagi tapi rasanya seperti sudah jam berapa dingin sekali.


Setelah selesai mengganti pakaian Freya keluar dan melihat suaminya juga yang sepertinya keluar dari kamar mandi.


"Amar apakah yakin akan langsung pergi lagi, kalau mau pulang lagi kita bisa pulang lagi, sepertinya cuaca juga tidak mendukung. Aku takut malah akan lebih parah nanti "tiba-tiba saja Freya kepikiran ke sana karena memang pasti hujan akan turun lagi.


Freya juga langsung mengambil ranselnya itu dan menggendongnya kembali, rasannya Freya ingin meninggalkan tas ini saja.


"Tanggung sayang sebentar lagi, kita juga bakal nyampe kok masa kita tiba-tiba pulang lagi, dari tadi subuh loh kita pergi terus tiba-tiba pulang lagi ke hotel kan nggak enak juga, kamu mau makan dulu atau di mana dulu gitu istirahat kita mau ke hotel dulu juga ga masalah "


Akhirnya Freya pasrah saja kalau memang sebentar lagi ya sudah teruskan saja. Freya menggelengkan kepalanya kalau mereka banyak istirahat yang ada kapan sampainya tidak akan sampai-sampai, Freya malah akan kelelahan dijalan nantinya.

__ADS_1


"Ya sudahlah ayo kita lanjutkan. Aku ingin cepat sampai aku ingin segera membaringkan tubuhku rasanya pegal sekali"


Amar segera memasangkan helmnya "Maaf ya seharusnya aku tadi bawa mobil aja daripada motor. Aku kira kamu akan suka kalau naik motor seperti ini, kalau tahu kayak gini mending tadi bawa mobil aja sayang. Maaf ya sekali lagi "


Freya yang tidak mau membuat suaminya menyesal langsung tersenyum "Udah nggak usah pikirin itu, yang terpenting sekarang kita jalan-jalan aku juga seneng kok naik motor cuman ya belum terbiasa aja. Ya udah sekarang mau berangka,t nggak usah sedih gitu ah kita kan mau liburan "


Amar hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Amar juga membantu istrinya untuk naik ke atas motor. Amar bergegas menjalankan motornya kembali dia juga ingin cepat-cepat sampai kasihan melihat istrinya yang sudah sangat kelelahan sekali, apalagi dengan cuaca yang kurang bagus seperti ini.


Freya melihat sawah yang berjajar Freya mencoba untuk tidak mengedipkan matanya karena pemandangan ini sangat indah sekali. Freya tidak mau terlewatkan 1 detik pun pemandangan ini.


Freya begitu senang melihat ini, di kota dia tidak bisa melihat pemandangan yang begitu indah seperti ini, mungkin ada tapi tidak seindah yang sekarang sedang Freya lihat.


Freya juga melihat ada beberapa pohon yang ditebang rasanya sedih sekali melihat itu, kenapa harus ditebang segala, Freya langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"Sayang lihatlah nanti di depan ada yang lebih indah lagi, lebih dari yang kamu lihat "


Freya mengalihkan pandangannya, apa yang akan suaminya perlihatkan ternyata ada sebuah gunung dengan hamparan rumput seperti gunung Teletubbies, sangat cantik sekali seperti di negri dongeng.


Freya rasanya ingin berbaring di sana pasti akan sangat enak dan empuk sekali "Kamu tahu Amar kita seperti masuk ke negeri dongeng, ini sangat indah sekali aku tidak tahu kalau ada tempat seindah ini. Aku suka tempat ini menyenangkan sekali "


"Di depan masih banyak sayang tapi sepertinya akan kembali turun hujan"


Tebakan Amar ternyata benar kembali hujan turun. Baru saja Freya mengganti pakaiannya tapi sekarang sudah basah lagi, mereka sepertinya memang harus ditakdirkan kehujanan sepanjang jalan, saat ada air hujan yang mengenai wajahnya Freya tersenyum.


"Jangan berubah pikiran setelah kita nanti sampai di sana ya sayang, kamu juga jangan kewalahan "

__ADS_1


Freya yang bingung hanya bisa mengerutkan keningnya, kenapa harus berubah pikiran. Apakah tempatnya tidak bagus, apakah tempatnya akan menyeramkan Freya jadi berpikiran kemana-mana kan suaminya ini benar-benar membuatnya berpikiran yang tidak tidak.


__ADS_2