Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 52 Dia tak bisa melakukan apa-apa


__ADS_3

Saat pulang ke rumah Astuti langsung memeluk anaknya, sungguh dirinya ini khawatir sekali dengan keadaan anaknya "Mama begitu khawatir dengan keadaanmu kamu baik-baik saja kan, tak ada yang lukakan sayang "


Dimas mengusap air mata mamanya yang mengalir "Dimas baik-baik saja, mama bisa lihat kan Dimas baik-baik saja. Dimas selamat tadi Dimas langsung loncat. Makanya Dimas bisa pulang seperti ini Ma, Dimas bersyukur bisa selamat Ma "


"Sudah mama bilang kan jangan pergi, diam di rumah. Kenapa sulit sekali sih untuk menahan kamu diam di rumah. Jangan kemana-mana sudah jangan membuat semua keluarga khawatir dengan keadaan kamu "


"Iya Dimas ada di sini. Mama tenang saja ya Dimas tak akan kemana-mana lagi "


Kembali Astuti memeluk anaknya itu. Sedangkan tatapan Dimas melihat Gea yang sedang mengintip di depan pintunya. Freya masih diam dia masih tidak banyak bicara. Dimas juga binggung harus membujuk bagaimana lagi agar istrinya tak marah.


"Lebih baik sekarang kamu istirahat Dimas jangan pergi kemana-mana lagi Mama khawatir. Sudah diam dirumah dan tidur saja "


"Iya Mah"


Freya mengantarkan Dimas ke kamarnya. Freya keluar lagi dari dalam kamar untuk membuatkan teh hangat untuk Dimas, saat di dapur Gea ada di sana Gea langsung menarik tangan Freya.


Gea tidak mau ada masalah apalagi sekarang Gea sedang tinggal di rumah Freya tidak enak saja kan. Tinggal di rumah Freya tapi mereka bermusuhan.


"Tolong Freya jangan salah paham, aku hanya khawatir pada Dimas sebagai teman saja aku tidak mungkin menghianatimu. Tolong percaya padaku ya jangan marah lagi. Kamu tahu sendiri kan aku pernah kehilangan makanya aku tidak mau kehilangan temanku yang lain. Aku hanya menganggap Dimas sebagai teman saja tidak lebih dari itu"


Freya melepaskan genggaman tangan Gea "Aku pernah dikhianati olehmu dan aku memaafkanmu kan. Bahkan aku membiarkanmu untuk tinggal di rumahku, aku menolong mu lepas dari ayah tirimu. Jadi aku minta tolong jangan ambil suamiku jangan khianati aku untuk yang kedua kalinya, aku sudah terlanjur percaya padamu Gea dan jangan buat kepercayaanku itu hancur. Sebuah kepercayaan itu sangat mahal"


"Aku tidak akan mungkin melakukan itu. Aku tidak akan merusak kebahagiaanmu, aku janji padamu Freya aku hanya memeluknya sebagai teman saja aku tidak ada perasaan sedikitpun pada Dimas. Aku juga tahu diri dan aku juga tahu dia suamimu"


"Kamu buktikan saja, apakah semua itu benar, jika sampai kamu mengkhianati aku untuk yang kedua kalinya lagi aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu lagi Gea. Mungkin aku akan mengutuk mu agar kamu bisa merasakan bagaimana sakitnya aku dikhianati "


Freya melengos meninggalkan Gea. Gea di sana menangis mendengar kata-kata dari Freya, Gea memang salah karena tadi gegabah tiba-tiba pergi untuk menemui Dimas, lalu memeluknya begitu saja.


Gea benar-benar salah dalam hal ini. Seharusnya Gea bisa menahan dirinya kan tidak gegabah seperti itu, Freya tidak percaya lagi pada dirinya. Gea harus benar-benar melupakan Dimas kata-katanya yang tadi dia ucapkan pada Freya harus dia lakukan.


Harus dia buktikan, mungkin sekarang Gea sedang berbohong pada Freya, ini demi persahabatannya demi pertemanan mereka. Gea tidak mau kalau pertemanan mereka harus hancur lagi cuman gara-gara laki-laki.


Kenapa juga hatinya selalu saja tertarik dengan punya orang lain. Kenapa tidak pernah ada laki-laki yang mendekatinya tapi dengan status lajang. Dan anehnya Gea selalu tertarik dengan yang punya Freya.


...----------------...


Malam harinya Dimas yang melihat istrinya melamun mendekatinya dan memeluknya dari belakang "Tolong jangan terus pikirkan itu, aku sudah bilang kan kalau aku tidak mungkin menghianatimu aku tidak mungkin menduakan mu, aku tak bisa didiamkan seperti itu olehmu "


Freya masih saja diam Dimas khawatir dengan keadaan Freya "Harus dengan cara apa aku membuktikannya padamu. Aku benar-benar tidak punya hubungan apa-apa dengan Gea, aku dengannya hanya seorang teman sepertimu tidak ada hubungan spesial di antara kami berdua"


Freya melepaskan pelukan suaminya "Bisa kita tidur sekarang aku sudah mengantuk. Besok aku harus bekerja"


"Tapi tolong dengarkan aku dulu, kalau aku tidak bermaksud apa-apa. Aku sama sekali tidak mempunyai hubungan dengan Gea. Kalau mau aku dari awal sudah melakukannya"


Freya tersenyum dan mencium bibir suaminya "Iya aku hanya sedang ketakutan saja, aku ketakutan kalau kamu akan meninggalkanku dan pergi dariku. Wajar kan seorang istri seperti ini. Aku hanya ingin selalu kamu disampingku Dimas saat ada perempuan lain yang memelukmu selain aku, aku sakit. Meskipun dia adalah sahabatku tetap saja aku tidak akan pernah rela kalau suamiku sendiri dipeluk oleh perempuan lain"


"Kamu juga pasti akan melakukan hal yang sama kan, bila tiba-tiba aku dipeluk oleh laki-laki lain. Kamu juga pasti akan menghajar laki-laki itu tanpa mau mendengarkan penjelasannya dulu. Jadi jangan salahkan aku bila aku terus begini wajar aku seperti ini "


Dimas memeluk kembali istrinya. Makin menjadi-jadi saja kan rasa bersalahnya ini pada istrinya. Dimas akan bertekad melupakan Gea untuk selamanya. Gea hanya ujian untuk rumah tangganya saja, seharusnya Dimas bisa bertahan dan tidak tergoda akan hal itu.


Mereka berdua segera tidur. Dimas memeluk Freya terus dalam tidurnya, dia tidak mau melepaskan pelukannya itu. Dimas menunggu Freya sampai tertidur tiba-tiba saja dia ingat kalau Gea tadi tidak ikut makan malam kan.


Apakah dia baik-baik saja, dengan perlahan Dimas melepaskan pelukan itu. Padahal dia baru saja mengatakan kalau akan melupakan Gea, tapi sekarang dia sudah peduli dan mengkhawatirkan Gea sudah makan atau tidak.


Dimas benar-benar laki-laki yang plin-plan tidak bisa berpegang teguh pada satu ucapannya. Dimas benar-benar tidak bisa dipercaya untuk menjadi seorang suami.


Dimas keluar dari kamar dan mengambilkan makanan untuk Gea. Dimas mengetuk pintunya terlebih dahulu tapi tidak ada jawaban, dengan perlahan dibukanya pintu itu dan Dimas malah melihat Gea yang sedang menangis.


Begitu kaget sekali Dimas melihat itu. Kenapa dengan Gea apa dia terjatuh, apa dia punya luka. Kenapa juga tidak bilang padanya mungkin bisa ke rumah sakit kan.

__ADS_1


Dimas menyimpan makanan itu dan mendekatinya mereka duduk berhadapan "Ada apa denganmu. Kenapa kamu menangis seperti ini, kamu terjatuh jangan buat aku khawatir "


"Aku merasa bersalah sekali dengan apa yang aku lakukan. Seharusnya aku tadi tidak menemuimu dan memelukmu seperti itu. Akhirnya Freya sekarang salah paham kan memang cinta itu tidak akan tahu akan berlabuh pada siapa, seharusnya aku menghindarinya bukannya malah seperti ini terus mengikuti kata hatiku "


Sudah Dimas tebak kan kalau Gea juga sama tertarik padanya. Dimas hanya diam saja ingin mendengarkan semua kata-kata dari Gea "Aku sudah salah karena sudah tertarik dengan suami sahabatku sendiri. Seharusnya aku tidak melakukan itu. Maafkan aku Dimas maafkan aku, aku tidak akan pernah seperti ini lagi aku akan melupakanmu. Kamu juga tidak usah menghindari aku seperti kemarin-kemarin itu malah akan membuat Freya makin curiga"


"Dan aku juga akan pergi dari rumah ini, aku tidak mau mengganggu hubungan kalian berdua. Aku tidak mau kalian hancur lebih baik aku pisah rumah saja itu akan lebih baik, daripada aku harus diam di sini dan memendam semuanya. Aku lebih baik jauh darimu agar aku bisa melupakan semuanya"


Dimas kaget mendengarnya, tapi dia tidak bisa menahan Gea untuk terus diam di sini, karena di sini pun Dimas ingin melupakan Gea. Dimas tidak mau menghancurkan rumah tangganya hanya karena ingin bersama Gea.


Dimas yakin ini hanya cinta sesaat, setelah Gea pergi pasti semua perasaan ini akan hilang, semuanya akan menghilang dengan cepat. Dimas akan kembali seperti semula mencintai Freya hanya Freya seorang saja, tidak ada perempuan lain lagi dalam hatinya.


"Aku lebih baik tinggal sendiri saja daripada harus tinggal bersama kalian dan perasaan ini makin menjadi-jadi saja, aku tidak mau menyakiti Freya terus dia sudah baik menolongku. Bahkan dia sudah baik membantu aku untuk melaporkan ayahku kan, dia selalu ada saat aku susah. Masa sekarang aku tiba-tiba ingin merebut suaminya kan itu sangat menjijikan sekali, aku sekali lagi minta maaf padamu Dimas. Karena aku telah tertarik padamu aku janji akan menghilangkan rasa cintaku ini padamu. Aku tidak akan pernah menghianati sahabatku"


Dimas menganggukan kepalanya "Makanlah aku tahu kamu belum makan, jangan seperti ini nanti kamu akan sakit. Siapa yang akan menjagamu kamu tak punya siapa-siapa. Freya juga sedang marah kan sama kamu "


Dimas keluar dari kamar itu, hatinya begitu sakit saat mendengar kalau Gea akan melupakannya. Tapi itu kan yang perlu dilakukan oleh mereka berdua. Dimas baru tahu sekarang perasaan Gea kalau Gea juga mencintai Dimas.


Tapi Dimas sendiri belum mengatakan apa-apa pada Gea. Dimas tidak mau nanti Gea kembali memupuk rasa cinta itu dan mereka berdua tidak bisa keluar dari lingkaran itu. Dimas kan sudah berjanji akan melupakannya.


Maka dia harus bisa melakukannya dan tetap bersama istrinya. Dimas tidak boleh egois seperti ini mementingkan hatinya dan menyakiti hati istrinya sendiri, tidak mungkin kan rasa cintanya selama 10 tahun lamanya bisa kalah dengan cinta yang baru saja datang.


...----------------...


Dimas pagi pagi sekali sudah pergi, Freya menyiapkan teh untuk ibu mertuanya mereka akan bersantai berdua menghabiskan waktu bersama. Hanya berdua saja tanpa siapa-siapa lagi.


"Dimas pagi-pagi sekali sudah pergi apakah dia tidak takut dengan apa yang kemarin baru saja dia rasakan. Mama tidak habis pikir dengannya, padahal mama sudah bilang kan jangan dulu pergi diam di rumah tapi pagi-pagi sekali tanpa Mama ketahui dia sudah pergi"


"Pagi-pagi dia sudah berangkat mah memang tadi sarapan dulu, tapi cepat-cepat pergi entah apa yang akan dia lakukan aku juga tidak tahu. Dimas sama sekali tidak memberitahuku apa yang akan dia lakukan"


"Ya semoga saja Dimas tidak melakukan hal-hal yang aneh. Makin hari Dimas itu berubah terus "


"Iya Ma semoga saja ya "


"Aku sudah menemukan rumah yang pas untuk Gea, mungkin sebuah apartemen tapi itu akan cocok untuknya di sana kan banyak tetangga. Jadi kalau ada apa-apa ada yang menolongnya dia tidak sendiri"


Gea yang namanya disebut-sebut mendekati keluarga itu. Gea bertatapan langsung dengan Dimas tapi Gea langsung mengalihkannya ke yang lain.


"Bagus dong akhirnya Gea bisa mandiri juga kan, dia harus mandiri kenapa kamu tidak berbicara pada Freya Dimas tiba-tiba saja kamu mencarikan rumah untuk Gea"


"Aku tahu mah Freya itu sedang sibuk makanya aku mencarikan rumah untuk Gea tanpa sepengetahuan Freya. Kita bisa mengeceknya sekarang Freya apa kamu mau ya sekalian kamu mungkin akan mendekornya dengan Gea"


Freya menatap Gea sekilas lalu hanya menganggukkan kepalanya saja. Mau bagaimanapun Freya belum mendapatkan kebenarannya. Freya tidak bisa tiba-tiba marah seperti ini kan. Ya sudahlah mungkin anggap saja kejadian kemarin itu tak di sengaja.


"Aku akan bersiap dulu"


Freya masuk ke dalam kamarnya ternyata Gea mengikutinya dari belakang. Gea langsung menarik tangan Freya "Freya aku minta maaf aku sungguh minta maaf atas apa yang telah terjadi aku janji tidak akan seperti itu lagi, aku hanya menganggap Dimas sebagai temanku saja dia yang selalu menolongku bersamamu aku hanya peduli sebatas teman saja tak lebih "


"Ya lupakan sajalah mungkin aku terlalu sensitif kemarin. Sampai-sampai menuduh kamu dan Dimas punya hubungan. Kalau kamu memang merasa tidak bersalah ya sudah jangan terus minta maaf seperti ini dan jangan membuat aku berpikir yang tidak-tidak lagi padamu"


"Kamu memaafkanku kan kamu tidak akan meninggalkanku kan, aku tidak bisa tanpamu Freya aku akan selalu membutuhkanmu. Tolong jangan marah lagi padaku, aku sungguh tidak bisa kalau kamu menjauhiku seperti ini alasanku untuk hidup adalah kamu. Alasan aku masih bertahan itu kamu, karena kamu selalu mendukung ku dalam keadaan apapun itu"


"Lebih baik kamu sekarang bersiap kita akan pergi ke rumah barumu dan kita juga harus mendekor rumahnya kan. Aku tidak punya waktu lama untuk mendekor rumahmu itu nanti, karena aku juga punya kehidupan sendiri dan aku harus bekerja mencari uang"


Gea yang mengerti kalau Freya belum bisa sepenuhnya memaafkannya akhirnya menganggukan kepalanya dia masuk ke dalam kamarnya membereskan pakai-pakaiannya dan barang yang lainnya, agar nanti saat pindah bisa langsung pergi.


Gea juga ingin cepat-cepat pergi dari rumah ini. Agar dia tidak terus bertemu dengan Dimas, agar dia bisa lebih leluasa kalau di rumahnya sendiri tidak seperti di sini apa-apa sungkan, apa-apa harus bilang dulu kalau di rumah sendiri kan mau melakukan apa saja bebas tidak akan ada yang melarang juga.


...----------------...

__ADS_1


Mereka sampai di rumah itu Freya menatap suaminya "Ini belum ada perabotannya Dimas, apartemennya masih sangat kosong sekali bagaimana dia akan tidur di sini tidak ada apa-apa. Kalaupun membeli pasti akan lama nantinya"


Gea langsung menyela pembicaraan Freya "Freya nanti juga lambat laun akan banyak barang-barang di sini, yang terpenting aku sudah bisa mandiri kan aku bisa membelinya satu persatu tidak usah dipermasalahkan. Semuanya akan baik-baik saja aku akan bisa mengisinya satu persatu. Yang terpenting sekarang sudah ada rumahnya kan sudah ada tempatnya jadi aku bisa lebih tenang kalau masalah perabotan itu masalah lain"


"Ya baiklah kalau itu sudah keputusanmu. Apakah rumah ini tidak terlalu kecil untukmu, mungkin kamu ingin rumah yang lebih besar lagi dari ini. Coba lihat dulu takut tak cocok denganmu. Siapa tahu kamu tak cocok dengan rumah ini dan kita masih bisa mencarinya "


"Tidak ini sudah cukup, aku kan tinggal sendirian ini sudah sangat cukup untukku. Kalau terlalu besar aku malah akan takut "


Mereka masuk ke dalam kamar, masih benar-benar kosong. Mereka bertiga mau membereskan apartemen itu, mengepel, menyapu mengecat ulang semuanya dilakukan pada hari ini .Dimas juga dari tadi memisahkan diri sedangkan Freya dan Gea mereka selalu bersama meskipun sikap Freya yang sedikit dingin pada Gea tidak seperti sebelum-sebelumnya.


Setelah semuanya beres mereka berkumpul di ruang tengah "Mungkin untuk sekarang kamu harus pulang ke rumahku dulu Gea, karena tidak mungkin kan langsung menempati apartemen ini semuanya masih kosong. Apalagi pintu yang belum dibenarkan kunci juga belum diganti dan listrik juga belum terpasang"


"Iya aku ikut denganmu saja, terserah padamu saja Freya. Aku akan mengikuti apapun yang kamu sarankan "


Mereka kembali lagi ke rumah Freya. Selama perjalanan juga mereka bertiga hanya diam tidak ada pembicaraan yang seperti biasanya, biasanya Freya akan banyak bicara, akan selalu menceritakan apapun pada Gea tapi sekarang sangat hening sekali sampai-sampai Gea sendiri menjadi canggung duduk sendirian dibelakang.


Merasa kalau dirinya ini asing, merasa kalau dirinya ini sudah membuat kebahagiaan Freya hilang. Senyum yang biasanya Freya perlihatkan sekarang tidak ada semuanya hilang tak tersisa.


Hanya cuman gara-gara dia memeluk suaminya. Padahal mereka tidak punya hubungan apa-apa sih tapi Gea juga mengerti kalau Gea ada di posisi Freya pasti akan melakukan hal yang sama, tidak mungkin diam saja dan memaklumi semua hal itu.


...----------------...


Besok paginya seperti biasa Freya sudah berangkat bekerja sama halnya dengan suaminya yang sudah pergi ke rumah sakit. Gea sendiri pergi ke rumah barunya dan ternyata ada tukang yang akan membenarkan kunci yang sedang rusak.


Akhirnya Gea tidak sendiri ada yang menemani juga kan, meskipun ya hanya sebentar mereka membenarkannya. Tapi tetap saja jadi Gea tidak terlalu takut di sini.


Gea sekarang bingung saat datang orang yang menyewakan apartemen ini. Gea langsung berpamitan dan menelpon dulu pada Freya. Karena Gea sungguh tidak tahu apa-apa dalam hal seperti ini.


"Ada apa lagi "


"Di sini ada orang yang punya apartemen sepertinya akan nego harga. Aku tidak mengerti bisakah kamu datang, aku takut salah dan nanti malah terlalu tinggi. Kamu kan yang lebih tahu jadi tolong bisa kamu datang kemari sebentar saja "


"Aku sedang bekerja, aku tidak bisa terus-menerus menemanimu Gea. Aku banyak pekerjaan dan aku juga harus meeting. Aku akan minta bantuan suamiku saja, kalau aku terus ambil cuti dan terus keluar dari kantor bisa-bisa aku dipecat dari sini"


Sambungan langsung diputuskan begitu saja oleh Freya. Freya menelpon suaminya dan tidak butuh waktu lama sambungan itu langsung diangkat. Freya harus masuk ruang meeting sekarang juga, tapi masalah sekecil ini saja Gea tidak bisa melakukannya sendiri.


"Dimas apa kamu bisa membantuku, di sana katanya ada orang yang akan nego harga tentang apartemen itu. Mungkin yang punyanya dan dia tidak bisa melakukan apa-apa. Bisakah kamu datang ke sana untuk membantunya, aku tak bisa disini aku sedang mau meeting tolong bantu dia ya "


Dimas yang tidak mau terjebak lagi akhirnya menolak dengan berbagai alasan yang masuk akal"Aku tidak bisa aku ada operasi sayang, bisakah kamu saja yang ke sana. Aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku begitu saja kan"


"Aku harus meeting aku tidak bisa meninggalkan meeting ini. Ini sangat penting sekali, kamu datang ke sana ya dia benar-benar tidak tahu apa-apa. Kamu kan yang kemarin mencarikan apartemen itu untuk Gea dan kamu pasti akan lebih tahu tentang semuanya. Memangnya kemarin saat kamu mendapatkan apartemen itu kamu belum nego harga"


"Aku tidak mau membuatmu nanti malah cemburu lagi dan marah lagi pada Gea temanmu. Aku tidak mau hubungan kalian malah jadi renggang gara-gara kesalahpahaman lagi. Aku tidak mau lebih baik aku menghindar saja. Aku sedang mencari aman sayang"


"Yang terpenting kamu tidak melakukan perselingkuhan dengannya kan, kamu tidak menghianatiku kan. Jadi tidak usah takut aku hanya memintamu sekali ini saja kan, aku juga tidak bisa menunda semuanya. Aku tidak bisa terus-menerus bolak-balik kantor apartemen"


"Iya tidak, aku tidak selingkuh aku tak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu "


"Ya sudah kamu bantu dia, sepertinya dia sangat butuh bantuan dia tidak akan pernah bisa melakukan apa-apa sendiri. Dia sudah lama tak keluar dari dalam rumah jadi wajar dia tak tahu apa-apa "


"Baiklah aku akan pergi ke sana, tapi kamu jangan terus marah seperti ini. Aku jadi tidak enak kalian bertengkar gara-gara aku. Aku ingin kalian seperti semula lagi "


"Bukan gara-gara kamu, tidak usah merasa semua ini kesalahanmu. Aku juga dan Gea baik-baik saja hanya aku sedang sedikit menghindarinya saja, jadi tolong bantu dia ya aku percaya padamu. Kalau kamu tidak akan mungkin menghianatiku kan"


"Iya mana mungkin aku akan menghianatimu. Aku akan pergi ke sana seperti yang kamu bilang aku hanya akan membantunya untuk nego harga dan setelah itu aku akan kembali lagi ke rumah sakit. Aku janji tidak akan lama-lama di sana "


"Baiklah, aku percaya denganmu "


"Semangat kerjanya sayang, jangan lupa nanti makan ya "

__ADS_1


"Iya Dimas kamu juga nanti semangat kerjanya, jangan sampai kamu tidak fokus karena memikirkan yang lain "


Dimas mau tidak mau harus pergi ke sana, Dimas harus bisa mengendalikan semuanya jangan sampai dia terbawa suasana.


__ADS_2