Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 155 Tak enak perasaan


__ADS_3

Sekarang Irsyad sedang ada dijalan untuk pergi kerumah sakit. Jadinya malah pergi juga kan. Irsyad benar-benar tak mau datang, tapi yang menelfon ternyata malah orang tuanya.


Irsyad masih tak habis fikir saja, apakah begitu parah sampai-sampai begini. Tadinya Irsyad tak mau pergi, tapi kalau misalnya tak pergi takutnya malah disusul kerumah lagi, akan sangat memalukan sekali kan.


Malah nanti mamanya akan tahu dan bertanya-tanya lagi. Irsyad sudah ada dirumah sakit. Irsyad hanya menatap rumah sakit itu tanpa mau turun dari dalam mobil, tapi lagi-lagi Irsyad mengigat kata-kata dari orang tuanya.


Flashback on


Irsyad yang sedang tidur mencari-cari ponselnya, dari tadi tak pernah mau diam. Irsyad melihat nomor yang tidak dia kenal.


Dengan malas Irsyad segera mengangkatnya "Hallo"


"Ini sama Irsyad "


"Iya ini sama siapa "


"Ini sama ibunya Laila "


Irsyad langsung membuka kedua bola matanya dan duduk dengan tegak. Ada apa coba kenapa tiba-tiba orang tuanya.

__ADS_1


"Oh iya Tante ada apa ya "


"Emm, boleh kamu datang kerumah sakit, Tante minta tolong sekali ini saja temui Laila, setelah itu tak masalah kalau kamu tak mau menemuinya. Ini sangat penting sekali "


"Memangnya apa yang terjadi Tante, ada masalah apa ya. Irsyad dirumah akan ada sebuah acara "Bohong Irsyad. Karena Irsyad benar-benar tak mau datang kesana dan mau apa juga. Irsyad benar-benar sangat malas sekali.


"Tolong kalau bukan kamu yang datang siapa lagi Irsyad, Tante minta tolong datang ya kemari sekarang juga "


"Tapi Irsyad tak bisa lama Tante "


"Iya tak masalah asal kamu datang dulu saja kemari ini begitu penting sekali "


"Baiklah Irsyad akan bersiap terlebih dahulu "


Sambungan langsung diputus, hah ditunggu satu keluarga memangnya ada apa. Apakah ini masalah besar sampai harus satu keluarga yang menunggu dirinya.


Temui saja dulu lah, Irsyad jadi penasaran juga, akan ada drama apa dengan Laila. Irsyad harus menyiapkan mentalnya ini.


Irsyad bergegas menganti pakainya dan pergi dari rumah. Semoga saja kedatangannya kesana tak sia-sia.

__ADS_1


flashback off


"Kok aku tiba-tiba ga enak hati ya, aku jadi males untuk datang kedalam. Sepertinya akan ada yang terjadi dengan aku disana"


"Apakah aku harus pulang lagi, tapi sudah tanggung aku kemari"


Irsyad juga melihat ponselnya kembali berdering, Irsyad tak mengangkatnya hanya mendiamkannya saja.


Irsyad bergegas keluar dari dalam mobil, Irsyad berjalan dengan perlahan di koridor. Irsyad tak mau terburu-buru.


"Eh Irsyad udah datang, pantesan tadi diajak ga mau dan marah-marah, kamu ini bagaimana sih Irsyad tak tanggung jawab "


"Hah maksudnya apaan sih "


"Hemm, kita ga bisa jelasin kamu datang saja kesana" ucap temannya Laila.


Tanggung jawab apa, Irsyad mulai bertanya-tanya. Irsyad diam tak melanjutkan jalannya. Irsyad benar-benar tak bisa gegabah.


Apa mungkin sedang ada yang menjebaknya. Hemm bisa jadi kan. Kembali ponselnya berdering dan lagi-lagi dari nomor yang sama.

__ADS_1


"Akh sial pasti gue lagi dijebak ini "


Irsyad putar balik dan tak jadi pergi ke ruangannya Laila. Irsyad benar-benar tak bisa menemui perempuan itu. pasti ada yang terjadi dan akan merepotkannya Irsyad yakin itu.


__ADS_2