Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 183 Jadi pergi


__ADS_3

"Kenapa kamu belum tidur udah aku bilang kan kamu tidur duluan, makan duluan tapi kamu malah nunggu aku"


"Aku mau makan sama kamu aja, bareng sama kamu aja, dedek bayi yang ada di dalam perut juga pengen makan sama kamu nggak masalah kok aku harus nunggu beberapa jam, asal bisa sama kamu Dimas"


Dimas hanya bisa menghela nafasnya saja, waktu tadi dia pulang Dimas melihat istrinya yang sedang duduk sendirian sambil melamun, Dimas tentu saja tidak tega untuk memarahinya tadi Dimas keluar juga untuk menenangkan dulu pikirannya.


Menenangkan segalanya mengikhlaskan segalanya juga. Dimas juga tidak mungkin kan terus terpuruk seperti ini, Dimas harus segera bangkit.


Dimas segera mengambilkan nasi untuk istri dan juga lauk-pauknya, Dimas ingin istrinya ini tidak berpikir kemana-mana memang salah Dimas masih berharap pada Freya.


Padahal dirinya sendiri yang membantu Amar untuk dekat lagi bersama Freya, membantu membujuk Freya lagi tapi dia sendiri juga yang tidak rela kalau mereka bersama aneh sekali kan.


"Sudah Dimas sudah jangan terlalu banyak, tak akan habis makanannya "


Dimas menganggukkan kepalanya, dia mengambil sebagian nasi tadi dan mengalihkannya pada piringnya saja.


"Kamu yang masak Gea "


"Iya tadi kan aku udah bilang sama kamu kalau aku tadi yang masak. Makanya aku pengen lihat respon kamu gimana udah lama kan aku nggak masakin makanan buatan kamu "


Dimas segera memakan makanannya dengan lahap, Dimas juga tersenyum ke arah Gea "Makanan yang kamu sajikan selalu enak tidak pernah ada yang gagal, aku tak pernah bosan memakan masakan kamu ini "


Senyum Gea tentu saja langsung terukir, dia senang akhirnya suaminya tidak marah-marah lagi akhirnya suaminya sudah biasa-biasa saja, tapi Gea masih penasaran dengan kedua luka di tangan suaminya itu, masih diperban tapi suaminya bisa makan dengan lahap dan seperti tidak terjadi apa-apa.


"Apakah tangan kamu tidak sakit, apakah akan ganti perban biar nanti aku yang ganti ya"


Dimas yang masih mengunyah menggelengkan kepalanya. Lalu setelah menelannya barulah Dimas berbicara "Tidak, aku baru saja menggantinya sudah tidak masalah ini hanya luka kecil saja, tak sakit kok luka kecil saja "

__ADS_1


"Kalau aku boleh tahu itu kenapa, kenapa sampai-sampai tangan kamu keduanya berdarah seperti itu"


"Tadi hanya kecelakaan di kamar mandi saat aku lama di kamar mandi aku terjatuh, tergelincir tapi tak masalah semuanya baik-baik saja kamu juga tadi melihat pakaianku yang basah kan "Dimas mencoba untuk berbohong pada istrinya. Kalau nantinya jujur malah akan salah. Lebih baik berbohong saja kan demi kebaikannya demi kebaikan semuanya.


"Hemm begitu ya kenapa tak cerita dari awal, baiklah aku kira kamu memukul kaca "


"Tidak untuk apa aku memukul kaca, menyakiti diriku sendiri tak ada gunanya juga "


"Ya takutnya, aku hanya takut saja"


"Tidak semuanya baik-baik saja. Ayo kamu juga segera makan sekarang bukannya terus menatap makanan itu, masakan kamu ini enak loh jangan dianggurkan kayak gitu"


Gea hanya mengikuti apa kata-kata suaminya, sudah semuanya sudah terjawab Gea juga tidak mau menggali hal-hal yang lain lagi, biarkanlah suaminya berbohong padanya meskipun dia tahu kenyataannya daripada mereka bertengkar lebih baik ikuti saja apa yang suaminya katakan.


...----------------...


Freya sudah memegang dua helm sedangkan Amar mengambil motornya, tadi juga mereka berdua sudah berbincang dengan mama Astuti dan membujuk Helena.


Akhirnya Helena mau dan membiarkan kedua orang tuanya untuk pergi jalan-jalan berdua tanpa dia ikut, awalnya sih menangis tapi dengan bujukan Amar semuanya baik-baik saja.


Matahari juga belum keluar, mereka benar-benar pergi di pagi buta, Freya juga melihat kalau Amar sudah membawa tas yang besar, lalu Amar memberikannya dan mengambil salah satu helm dan memakaikannya pada Freya.


"Kalau kamu masih ngantuk kita tidur lagi aja nanti kita siangan deh perginya"


Freya langsung menggelengkan kepalanya kalau mereka berangkatnya siangan, yang ada nanti Helena akan berubah pikiran dan mau ikut mereka akan sulit untuk membujuknya lagi.


"Tidak sudah sekarang saja, dari pada nanti akan sulit lagi "

__ADS_1


Freya mengambil tas besar itu dan menggendongnya, cukup berat pasti ini pakaian mereka berdua dan juga kebutuhan kebutuhan mereka berdua. Freya benar-benar tidak tahu apa saja yang ada di dalam sini karena Amar yang sudah menyediakannya.


Amar juga membantu Freya untuk naik ke atas motor, Amar mengambil tangan Freya untuk memeluk pinggangnya.


"Jangan lepaskan ya, peluk aku terus seperti ini, jangan diam saja nanti di jalan kamu juga ajak aku mengobrol ya jangan seperti tukang ojek hanya diam saja"


"Iya aku akan terus memeluk kamu seperti ini, aku tidak akan melepaskannya"


Amar segera melajukan motornya Helena juga ada di sana, mereka melambaikan tangannya pada keluarganya yang juga ikut bangun karena kebisingan mereka berdua ini. Belum lagi Helena yang menangis.


"Kalau tidak ada ayah dan juga mama aku akan kesepian sekali, aku padahal mau ikut dengan mereka, aku juga mau jalan-jalan "


Irsyad menyenggol adiknya "Di sini kan masih ada kakak, kasihan Mama dan juga Ayah itu mau berlibur kamu jangan merengek seperti itu kemarin malam juga seharusnya kamu tidur bersama kakak, biasanya juga di rumah jarang kamu tidur bersama mama sekarang ada Ayah kamu mau tidur bersama Ayah. Jangan seperti itu lagi jangan ganggu kebahagiaan mereka dong "


"Ist Kakak ini menyebalkan, aku hanya ingin tidur bersama mama dan juga Ayah saja tapi dipermasalahkan. Kakak ini marah-marah terus deh "


Helena menghentak-hentakan kakinya masuk ke dalam lagi, Irsyad hanya diam saja membiarkan adiknya, memang adiknya ini belum tahu apa-apa tapi ya tetap saja dia sudah mengganggu.


Padahal Irsyad sudah mewanti-wanti segalanya, untungnya adiknya ini bisa diminta untuk tidak ikut kalau tidak sudahlah semuanya akan gagal. Mamanya dan juga Ayahnya kan ingin berdua-duaan mereka juga ingin menghabiskan waktu bersama.


Irsyad tahu bagaimana kegiatan pengantin baru, mereka pasti sedang mesra-mesranya dan tidak mau diganggu makanya ayahnya itu langsung membawa mamanya untuk berlibur.


"Ayo Irsyad masuk ke dalam lagi kamu tidak mau tidur lagi, ini masih pagi banget deh "


"Mau dong nek, Irsyad juga mau tidur lagi masih ngantuk kalau Helena tadi ga nangis Irsyad ga akan bangun "


Mereka segera masuk lagi dan melanjutkan tidur lagi, masih mengantuk dan masih panjang juga waktunya.

__ADS_1


__ADS_2