
Dimas menghampiri teman lamanya itu, agak canggung tapi Dimas sangat membutuhkan pekerjaan dan Dimas harus bisa membuat temannya ini mau membawanya bekerja.
"Apa kabar Dimas, bagaimana kabarmu. Aku lihat kamu sekarang menjadi kecil ya dan tak terurus. Saat bersama Freya kamu sangat terawat "
Dimas langsung duduk dan menghela nafas, pasti itu yang akan dirinya dengar. Pasti Freya akan dibawa-bawa dirinya sangat mengerti itu, kenapa teman-temannya sampai berkata demi kian.
"Seperti yang kamu lihat. Tahu sendirikan kalau ganti istri pasti bakal berbeda juga tak akan sama"
"Hemm kamu benar "sambil menyeruput kopinya "Kenapa sih gegabah Dimas, sampai karir hancur cuman buat pertahankan perempuan yang baru kamu kenal beberapa bulan. Jika kamu sekarang dengan Freya pasti kamu akan bahagia sekarang. Dia menjadi perempuan yang sukses, aku yang melihat bagaimana dia berjuang sangat bangga sekali "
Dimas menyandarkan badannya, rasannya muak kalau mendengar hal seperti ini. Terus saja Freya yang dipuji-puji. Padahal kemari kan ingin membahas tentang pekerjaan tapi malah membahas tentang mantan istrinya.
"Langsung pada intinya saja lah, kamu mau bantu aku ga. Aku butuh pekerjaan, aku sudah pusing harus pergi kemana lagi. Aku butuh uang hidup berjalan"
"Hemm, bagaimana ya apakah kamu akan benar nanti bekerja dirumah sakit ku itu. Apakah kamu masih ingat dengan tugas-tugas dokter ? "
"Tentu saja, aku masih ingat. Aku tak akan lupa sampai kapan pun, aku menghabiskan waktu untuk sekolah lama, lalu bekerja dirumah sakit bukan 1 tahun atau 2 tahun saja tapi lama sekali, jadi aku tak akan lupa"
"Baiklah akan aku pertimbangkan dulu "
"Kenapa kamu seperti ragu denganku "
"Bukan begitu, aku hanya takut nanti saat kamu jaya kamu akan meninggalkan istrimu yang ini seperti dulu kamu meninggalkan Freya. Aku tahu dulu kamu sedang banyak uang dan juga sedang banyak-banyaknya customer, jadi kamu seenaknya dan malah berselingkuh"
"Kamu tahu kan Dimas berbeda istri maka akan berbeda juga rezekinya dan Freya adalah istri pembawa hoki tapi kamu malah meninggalkannya dan memilih yang lain "
Wajah Dimas sudah sangat merah sekali, rasannya ingin Dimas mencaci maki orang yang ada didepannya ini. Tapi Dimas harus tenang dia tak mau kehilangan kesempatannya, Dimas harus bisa bekerja dan membuktikan pada semua orang kalau Dimas bisa bangkit dan juga seperti dulu.
Keberuntungannya bukan dari Freya, Dimas akan membuktikan itu, keberuntungannya ya ada dalam dirinya sendiri bukan pada Freya atau perempuan lainnya.
__ADS_1
"Jadi apa keputusanmu, aku ingin sekarang "
"Baiklah, aku akan mencoba mu 3 bulan dulu jika pekerjaan kamu bagus maka aku akan terus memperkerjakan kamu. Oh ya kamu juga harus bertemu dengan rekan kerjaku, kami memang membuka rumah sakit ini berdua, nanti aku akan bawa kamu ketemu dengan orangnya. Kamu pasti akan sangat kaget sekali "
"Baiklah aku juga ingin berbicara dengan dia dan mengatakan kalau aku akan bekerja baik untuk bisa kembali seperti semula, jadi kapan aku bekerja hari apa aku mulai bekerja "
Dimas begitu bersemangat, bukan apa-apa dia akan bekerja sesuai profesinya tak luntang lantung seperti kemarin kemarin. Pokoknya Dimas akan membuktikan kalau dirinya ini bisa, kalau dirinya ini mampu dan bisa bekerja seperti dahulu lagi.
"Hemm, kamu begitu bersemangat baiklah nanti aku akan mengatur semuanya kamu bawa istrimu itu kita bertemu dengan teman ku ini ya siap "
"Siap aku begitu siap sekali "
"Baiklah, kita akhiri saja. Besok datang kerumah sakit dan aku ingin memberimu arahan dulu aku tidak mau sampai kamu melakukan sebuah kesalahan, kamu harus ingat rumah sakit ini baru dibuka maka harus selalu bagus dan kamu tak boleh membuat semuanya jadi kacau "
Dimas hanya menganggukkan kepalanya, dia juga tahu kenapa temannya ini terus saja memberitahunya dan seolah-olah tak percaya kalau tak butuh uang dirinya tak akan seperti ini, dirinya tak akan meminta pekerjaan pada temannya ini.
Gea sudah mondar mandir menunggu kedatangan suaminya. Sungguh dirinya tak sabar ingin mendengar cerita dari suaminya. Apakah suaminya diterima atau tidak.
Pintu rumah langsung dibuka dan menampakan wajah ceria sang suaminya. Gea segera menghampirinya dan menggenggam kedua tangan suaminya itu.
"Bagaimana apakah kamu sudah diterima, apakah semuanya sudah baik-baik saja seperti semula apakah mereka sudah percaya dengan kamu "
"Aku diberi kesempatan, aku bisa bekerja disana aku begitu bahagia sekali Gea "
Gea langsung loncat-loncat dan memeluk suaminya. Akhirnya suaminya akan bekerja lagi, Gea tak perlu takut lagi akan kelaparan, hidupnya akan kembali seperti dulu lagi.
"Kita harus merayakan ini semua "
"Iya nanti ya setelah aku dapat gajih dari sana tak mungkin kan kita mengadakan pesta tapi tak punya apa-apa, aku akan kembali membuat kamu bahagia Gea tunggu aku kembali kaya. Maka aku akan membuatmu menjadi ratu "
__ADS_1
Gea tentu saja yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya, rasanya tak sabar ingin membeli banyak hal, Gea yakin semuanya akan baik-baik lagi seperti semula.
"Aku akan menyiapkan makanan untuk kamu "
Dimas hanya menganggukan kepalanya, dia akan menunggu istrinya saja tak akan banyak bicara Dimas akan mengikuti kemauan sang istri.
Dimas akan mulai kembali seperti dulu lagi, menjadi Dimas yang sabar dan penuh kasih sayang. Gea akan menjadi orang pertama yang dirinya buat bahagia.
Dimas suda mengajaknya menikat tapi malah membuatnya sengsara seperti ini. Dimas akan berjuang untuk keluarga kecilnya ini.
"Dimas berarti kita akan pindah rumah nanti "
"Hemm nanti kita akan pindah rumah, kita beli rumah yang sebesar aku yakin kamu akan sangat suka bila diberi rumah yang besar "
"Tentu saja, aku akan sangat bahagia sekali, aku ingin cepat-cepat kamu berpenghasilan lagi "
"Tunggu lah sayang, kamu tak bisa buru-buru seperti itu semuanya butuh proses "
"Aku hanya sudah tak sabar saja Dimas, kamu tahu sendirikan kita menikah waktu itu tapi sampai sekarang kita teru saja di uji "
"Gea, kita tak akan diuji lagi, kita sudah lulus dari ujian itu dan kita akan bahagia "
Gea hanya menganggukan kepalanya, Gea mengambil sayuran yang dia baru saja belikan. Ya meskipun ini hasil dirinya ambil dulu di warung, karena memang Gea tak punya uang, tapi untungnya masih ada orang yang mau membantunya.
"Gea kamu baik-baik saja kenapa malah melamun"
Gea yang baru tersadar dari lamunannya segera bergegas masuk kembali kedapur "Aku tadi hanya sedang membayangkan hidup kita yang bahagia "
"Ya, kita akan kembali Gea, tunggu aku akan mengumpulkan pundi-pundi uang lagi "
__ADS_1