Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 174 Tidak akan membiarkannya


__ADS_3

"Dimas apakah kamu akan memisahkan diri lagi, apakah kamu akan tidur di kamar yang berbeda tidak akan tidur bersamaku. Sampai kapan kamu akan terus seperti ini, apakah kamu ga kasian sama aku. Aku selalu kesepian ga ada kamu tolong pindah ya"


Dimas yang sedang merapikan tempat tidurnya menatap ke arah pintu, istrinya ada di sana. Memang meskipun mereka sudah terlihat baik-baik saja tapi Dimas masih memisahkan diri. Dimas masih tidur di kamar tamu sedangkan Gea di kamar utama.


Dimas rasannya sudah nyaman saja tinggal disini, bekerja disini juga. Tak ada yang menganggu jadinya. Dimas kira istirnya tak akan mempertanyakan semua ini tapi ternyata salah besar.


"Kamu sudah tahu kan alasannya apa Gea, aku tidak bisa. Aku yakin kamu bisa tidur sendiri tanpa aku. Kamu akan baik-baik saja. Kalau pun nanti terjadi sesuatu kamu tinggal teriak aja, nanti aku datang"


"Tolong temani aku jangan pisah ranjang seperti ini, kita seperti tidak menikah kalau seperti ini Dimas. Tolonglah tidur di sampingku aku yakin kamu tidak akan melakukan apa-apa padaku. Aku butuh kamu kalau malam-malam ada apa-apa aku harus minta bantuan sama siapa" Gea akan sekuat tenaga untuk membujuk suaminya. Gea ingin bersama suaminya lagi.


Dimas cukup lama diam, Dimas menatap Gea, menatap lekat-lekat wajah istrinya itu. Dimas kan sudah berjanji akan mencoba menerima segala hal macam yang pernah terjadi dengan Gea.


Mungkin harus dari sini, Dimas harus kembali tidur bersama istrinya tidak mungkin kan Dimas memberikan alasan lagi sudah tak ada lagi yang diberikan, apalagi kalau nanti istrinya sudah melahirkan pasti Gea akan mempertanyakan segalanya.


"Baiklah aku akan pergi ke kamar utama nanti sebentar lagi, aku akan membereskan laptop dan yang lainnya dulu. Aku baru selesai bekerja nanti aku akan menyusulmu kamu segera tidur saja ya"


Gea langsung senang, wajahnya pun langsung berubah langsung menjadi tersenyum lebar. Dimas malah jadi merasa bersalah selama ini dia begitu acuh, tapi ya sudahlah sekarang akan Dimas perbaiki semuanya.


"Aku akan tunggu di dalam kamar ya Dimas, jangan tidur di sini lagi aku butuh kamu dan anak kamu juga sama membutuhkan kamu. Kami berdua sangat membutuhkan kamu Dimas dalam keadaan apapun itu"


"Iya iya aku mengerti sebentar lagi aku akan ke sana, aku akan segera menyusul kamu "


Gea bergegas pergi ke arah kamarnya, dia juga akan membereskan kamarnya dulu memberikan wangi-wangian agar suaminya betah di dalam kamar dan tidak memisahkan diri lagu.

__ADS_1


Gea tahu betul kenapa suaminya memisahkan diri seperti itu, bukan karena Gea hamil tapi karena masa lalunya. Gea sangat sadar sekali dengan perubahan suaminya itu.


Semenjak dia mengatakan kalau dia sudah diperkosa oleh banyak laki-laki, saat diculik itu Gea sadar suaminya tidak bisa menerimanya, suaminya tidak bisa bersamanya lagi tapi semoga saja nanti setelah anak mereka lahir suaminya akan terus ada di sampingnya.


Tidak akan pernah meninggalkannya. Gea tidak punya siapa-siapa lagi, Gea juga tidak tahu kalau misalnya nanti berpisah dengan Dimas harus pergi ke mana dan bekerja apa untuk menafkahi anaknya.


Ya mungkin nanti Dimas akan memberinya. Tapi tetap saja tidak mungkin kan dia menunggu pemberian dari mantan suaminya, tidak dia tidak mau pernikahannya hancur.


Sudah cukup dirinya menghancurkan rumah tangga orang lain, jangan sampai rumah tangganya nanti hancur juga. Gea harus mempertahankan segalanya. Freya saja akan bahagia sebentar lagi, maka Gea pun sama harus bahagia.


Saat melihat suaminya datang Gea langsung tersenyum. Dimas masuk kedalam kamar dan menutup pintunya, tak lupa menguncinya juga.


Dimas langsung berbaring disamping istrinya. Gea tentu saja langsung menyandarkan kepalanya di dada suaminya. Sudah lama Gea tak bermanja-manja dengan suaminya ini.


"Iya semoga saja ya " jawab Dimas seadanya. Kalau pun Dimas meninggalkan Gea tetap saja Dimas harus bertanggung jawab pada anaknya itu.


"Sekarang lebih baik kamu tidur, bukannya tadi mau ditemani aku tidur kan, sekarang aku sudah ada di sini di samping kamu. Ayo cepat kamu harus banyak istirahat juga "


"Aku mau minta peluk, peluk aku dong Dimas, sudah lama kan kamu tidak memelukku. Biasannya kamu memeluk aku setiap hari tak pernah lepas malahan "


Dimas dengan ragu memeluk Gea, meskipun ingatan-ingatan itu kembali lagi tentang bagaimana Gea mengatakan masa lalunya, tapi Dimas tidak boleh tiba-tiba berteriak atau pergi kan yang ada Gea malah akan sedih dan itu akan mengganggu kandungannya.


Dimas tak mau sampai kandungan Gea kenapa-napa. Didalam perut Gea adalah anaknya jadi Dimas harus bisa menjaganya dengan benar.

__ADS_1


"Begini terus ya kamu jangan lepasin, peluk aku terus seperti ini. Aku suka banget kalau udah dipeluk sama kamu. Hangat banget tahu "


"Iya udah sekarang kamu tidur ya. Aku juga sama mau istirahat, aku udah ngantuk banget "


Gea langsung menutup kedua bola matanya. Gea juga tertidur sambil tersenyum. Hangat sekali rasanya kalau sudah memeluk suaminya sudah beberapa bulan kan mereka tidak tidur bersama seperti ini, Gea akan terus membuat suaminya tidur bersamanya.


Dimas sendiri dia tidak bisa tidur, memang matanya terpejam tapi pikirannya kemana-mana. Dimas benar-benar ingin kembali pada Freya tapi itu mustahil. Dimas harus mengikhlaskan semuanya.


"Dimas"


Dimas langsung terbangun kaget dan melihat istrinya yang mendongakkan kepalanya sambil menatapnya tak lupa senyum manisnya. Mungkin dulu Dimas akan sangat tergila-gila dengan senyuman istrinya ini, tapi sekarang sangat-sangat berbeda sekali malahan biasa saja.


"Nanti saat Freya menikah apakah aku bisa datang ke sana, apakah aku akan bisa melihat sahabatku itu menikah lagi. Aku begitu ingin datang ke sana, aku ingin ikut bahagia juga "


"Tentu saja kita akan datang ke sana, kenapa kamu bertanya seperti itu bukannya tadi mau tidur kenapa tiba-tiba bangun. Ayo kembalilah tidur "


"Aku tiba-tiba mengingat hal itu saja, aku juga ingin datang ke pernikahan Freya. Aku ingin melihat Freya yang cantik dengan gaun pernikahan, dulu saat kamu menikah dengan Freya aku tidak melihatnya. Aku tidak datang karena jarak yang begitu jauh "


Dimas berdehem "Lebih baik sekarang kamu tidur, bukannya tadi ingin tidur kan aku baru saja akan tidur. Kamu tiba-tiba memanggilku jadi aku terbangun lagi "


"Iya iya maaf, ayo sekarang kita tidur"


Gea lebih mempererat lagi pelukannya pada Dimas, Gea tidak akan pernah melepaskan pelukannya ini. Gea akan membuat suaminya tetap di sampingnya, suaminya tidak boleh pergi ke mana-mana takutnya nanti suaminya tiba-tiba pindah tempat tidur gawat kan.

__ADS_1


__ADS_2