
Baru saja mereka akan memulai, pintu kamar mereka sudah diketuk. Amar menutup tubuh istirnya dan menatap kearah pintu.
"Siapa ya malam-malam, menganggu saja padahal sebentar lagi aku dan Freya enak-enak " gumam Amar sambil membuka pintu.
"Ayah aku ingin tidur dengan kalian saja, aku sangat ingin bersama kalian"
"Maaf ya Ayah tiba-tiba aja tadi Helena bangun dan terus-terus pengen tidur sama mama jadi Irsyad anterin ke sini deh"
"Iya ga apa-apa ya udah ayo masuk Helena"
Helena langsung dibawa masuk, sedangkan Irsyad langsung saja kembali ke kamarnya.
"Mama aku ingin tidur bersama Mama dan ayah saja, aku tadi juga menunggu kalian untuk makan bersama tapi kalian tidak ada" sambil naik keatas tempat tidur.
"Ya udah sini tidur sayang, sini tidur disamping Mama ya "
Helena langsung berbaring disamping Mamanya, disusul oleh Amar juga yang berbaring disamping Helena.
"Kenapa Helena malam-malam seperti ini bangun" tanya Amar yang penasaran. Padahal sebentar lagi loh Amar akan membuat adik untuk Helena.
"Helena tidak bisa tidur, Helena mau tidur bersama ayah dan juga mama saja di sini. Tadi kakak marah katanya tidak boleh menemui ayah dan Mama tapi Helena tidak bisa tidur, Helena benar-benar tak bisa tanpa kalian, biasanya Helena kan tidur bersama mama kalau dirumah"
"Ya sudah sekarang tidur ya, ini sudah sangat malam sekali "
Amar segera menarik selimut, malam ini mereka tidur bertiga. Helena langsung memeluk Amar dengan erat, bukannya memeluk mamanya tapi malah memeluk Amar.
__ADS_1
Tapi Amar sendiri tak keberatan. Setelah melihat Helena tertidur dengan lelap. Amar menoel istrinya ternyata Freya belum tidur juga, ada yang ingin Amar bicarakan dan tadi tak sempat.
"Sayang nanti besok pagi kita jadikan pergi, yang satu ini tak boleh gagal ya. Aku sudah mempersiapkan semuanya "
"Hanya kita berdua saja bagaimana kalau Helena mau ikut, bagaimana kalau dia nanti mencari kita. Aku khawatir kalau terjadi sesuatu dengan Helena nanti"
"Kita titipkan pada Mama Astuti saja kalau misalnya ditunda-tunda lagi kapan lagi kita akan menghabiskan waktu berdua, nanti kan akan disibukkan dengan yang lainnya sayang. Mau ya jangan nolak, masa kita pengantin baru mau diam dirumah aja, ga enak sayang ga seru. Kita harus jalan-jalan Helena juga pasti akan mengerti kalau nanti kita bicara dengannya baik-baik kan"
"Apakah tidak akan terburu-buru kalau kita pergi, ya maksudnya kenapa tidak nanti saja begitu, setelah 1 mingguan "
"Tidak jangan sayang terlalu lama tahu, semuanya pasti akan lancar, kita hanya akan beberapa hari di sana. Helena juga pasti akan tidak masalah kalau kita tinggalkan sebentar nanti kita bisa bicara dengan Mama Astuti, kamu ga kasian memangnya sama aku"
"Aku ikut kamu aja, emangnya kita mau pergi ke mana. Aku jadi penasaran deh, kamu sepertinya ingin sekali datang kesana "
Freya tersenyum mendengar itu Freya menganggukan kepalanya saja, dia setuju saja dengan apa yang suaminya mau. Ya sekalian mereka juga istirahat, enak juga dipuncak, Freya juga sudah rindu dengan suasana yang asri penuh pohon dan juga warga yang ramah.
"Tapi kita naik motor ya sayang, biar lebih romantis lagi, pasti akan sangat menyenangkan deh "
"Kamu yakin kita mau naik motor nggak mau naik mobil aja gitu. Kalau misalnya hujan gimana, atau ada sesuatu yang terjadi "
"Kan ada jas hujan sayang kita bisa pergi ke sana pakai jas hujan, aku nanti bawa dua ya "
Freya memikirkan dulu sejenak apakah kalau pakai motor mereka tidak akan kenapa-napa bukan apa-apa jauh, takutnya Freya tidak akan kuat nanti kalau misalnya hujan atau terjadi sesuatu bagaimana.
Naik motor juga Freya tak akan bisa tidur, Freya harus terus melek.
__ADS_1
"Kenapa kamu ragu sayang, kenapa diam saja "
"Ya bukan gitu takutnya terjadi apa-apa aja, tapi aku percaya kok sama kamu kalau kita akan baik-baik aja. Tapi aku belum siapin semuanya, kita harus siapin semuanya agar tak usah beli beli lagi "
Amar langsung tersenyum mendengar itu "Tenang saja semuanya sudah aku siapkan, bahkan pakaian kamu saja sudah aku siapkan. Semuanya sayang kita hanya tinggal pergi saja, bahkan motor saja sudah terparkir di luar kamu tidak melihatnya memang "
Freya langsung menggelengkan kepalanya, keluar dari dalam hotel saja belum mana mungkin Freya akan melihatnya. Suaminya ini kadang-kadang ya "Mana mungkin aku melihat. Aku saja tidak tahu kapan kamu membawa motor kemari aku tidak tahu kamu beli motor baru, aku saja dari tadi diam didalam kamar sama kamu"
"Iya aku beli motor baru buat kita jalan-jalan, agar lebih romantis aja kalau pakai mobil kan kamu hanya duduk di sampingku kalau pakai motor kamu di belakang sambil memelukku dengan erat, saat membayangkannya saja aku sudah bahagia apalagi nanti saat kita sudah pergi kesana memakai motor"
"Udah ah tidur dulu, kalau kita terus ngobrol nanti Helena bangun lagi"
Amar langsung turun dari tempat tidur, Freya yang melihatnya bingung kenapa suaminya itu tiba-tiba saja berdiri suaminya itu mengelilingi tempat tidur dan berbaring di belakang Freya.
"Nah kalau begini aku bisa tidur sekalian meluk kamu juga, enak tahu meluk kayak gini "
Amar langsung memeluk Freya dari belakang, jantung Freya sudah berdegup dengan kencang. Dia kira Amar akan melakukan apa tapi ternyata hanya memeluknya saja. Freya ini seperti was-was saja padahal kan Amar sudah menjadi suaminya malam ini mereka akan tidur bersama.
"Hangat tahu kalau meluk kayak gini, udah 6 tahun aku nunggu kayak gini tapi baru kesampaian sekarang tapi nggak masalah yang terpenting kita akan hidup sampai tua kan. Aku bisa lakuin ini tiap malam mulai sekarang, aku ga tidur sendiri lagi "
"Iya udah ayo tidur sekarang ini udah malem banget"
Amar lebih mempererat pelukannya dia benar-benar tidak mau melepaskan istrinya ini, tidak masalah malam ini tidak jadi nanti saat mereka bulan madu Amar akan terus membuat istrinya ada didalam tempat tidur.
Jadi tak sabar Amar menunggu besok, mereka akan berdua disana dan tak akan ada yang menganggu juga. Semuanya akan aman apalagi Amar sudah menyewa villa yang agak jauh juga dari pemukiman.
__ADS_1