
Saat pulang kerja Dimas pulang ke rumah ibunya, tentu saja kalau dia tidak pulang ke sana ibunya pasti akan bertanya-tanya. Freya juga sudah pulang ternyata sekarang Dimas harus mencari alasan apalagi untuk pergi ke Gea dan bertemu dengannya.
Freya sih tak masalah, tapi Mamanya pasti akan bertanya banyak sekali. Dimas harus berbohong tentang apa lagi ya.
"Mah aku lupa aku harus bertemu dengan temanku, aku harus membahas suatu hal yang penting aku akan pergi lagi ya. Aku lupa tadi seharusnya aku pergi kesana sebelum pulang. Aku pergi ya Ma aku ga akan lama kok "
"Bersama Freya saja, biar Freya antar kamu pergi ke sana agar kamu ada teman mengobrol di jalan. Jangan pergi sendiri tiba-tiba seperti itu, Mama khawatir denganmu nanti Dimas nanti kamu kecelakaan lagi. Ayo ajak istrimu yang cantik itu "
Freya langsung menggelengkan kepalanya, Freya sudah tahu kemana Dimas akan pergi "Freya baru pulang Freya tidak mau pergi kemana-mana Mah, Freya mau di rumah saja menghabiskan waktu dengan Irsyad. Freya juga hari ini mau pergi bersama Irsyad, kami sudah membuat rencana dan akan menghabiskan waktu bersama-sama "
"Sayang utamakan dulu lah suamimu, ayo cepat pergi bersamanya antar dia untuk menemui temannya itu. Mama ingin kalian berdua satu mobil lagi seperti dulu, ayo jangan jangan malu-malu Mama tahu pasti kalian juga inginkan pergi berdua. Kalian harus pergi bulan madu lagi, mama akan tentukan kalian akan pergi kemana agar kalian bisa menghabiskan waktu berdua dan tak ada gangguan dari siapapun "
Freya akhirnya mengalah lagi, mengalah dan mengalah. Freya pergi bersama Dimas selama di perjalanan juga mereka saling diam. Tapi Freya tahu jalan ini. Freya langsung tersenyum sinis, sudah tak salahkan tebakannya ini Dimas mana mungkin jujur, padanya saja berani berbohong bagaimana dengan ibunya pasti dibohongi juga kan.
"Aku tahu ke mana kamu ingin pergi bukan ingin menemui temanmu, tapi kamu ingin menemui pacarmu padahal jujur saja di hadapan Mama, tidak usah berbohong seperti itu, hentikan mobil ini aku akan turun dan pulang sendiri dan kamu silakan pergi temui pacarmu itu. Semoga hidupmu bahagia nanti Dimas dan tidak akan ada karma yang datang padamu"
"Semoga kalian bahagia diatas penderitaan orang lain"
Dimas benar-benar memberhentikan mobilnya, tapi dia tidak membuka pintunya "Tolong Freya jangan terus kamu berbicara seperti ini, aku juga sebenarnya tidak mau seperti ini aku juga tidak mau mengkhianatimu. Jangan terus memojokkan aku Freya"
"Jika laki-laki yang memang takut dengan Allah dia tidak akan mungkin melakukan ini, dia akan terus teguh dan mencintai istrinya mau bagaimanapun keadaannya, karena kamu memang tidak takut dengan Allah maka kamu melakukan semua ini Dimas, kamu melakukan sebuah kesalahan yang begitu besar dan menyakiti aku bersama Irsyad. Bukan satu hati saja yang kamu sakit tiga hati sekaligus, buka pintunya aku akan pulang sendiri saja"
"Aku muak satu mobil denganmu, aku juga jijik duduk di bekas pacarmu yang sok polos itu padahal dia itu murahan "
Dimas tidak jadi pergi ke sana. Dimas membelokkan kembali mobilnya dan pulang ke rumah. Dimas tidak mau membuat masalah ini makin besar. Dimas akan memberi pengertian pada Gea nanti semoga saja dia mengerti dan tidak mencari-cari keberadaannya.
Dimas juga tak mendengarkan ucapan-ucapan dari Freya lebih baik fokus saja menjalankan mobil ini dan pulang kerumah. Kalau terus ditanggapi Freya akan makin menjadi-jadi saja Dimas sudah sangat pusing sekali mendengarkan kata-kata pedas dari Freya.
...----------------...
Gea yang sedang berbelanja menatap semua sayuran yang akan dia beli, tiba-tiba saja ada yang menarik tangannya dengan keras lalu menghempaskannya begitu saja. Gea benar-benar kaget sekali siapa coba yang berani melakukan ini padannya sungguh tak sopan sekali.
"Dini kamu apa-apaan, kamu ga sopan banget ya sama aku. Bisa kan panggil dulu dan narik aku dengan pelan-pelan ga usah kayak gitu "
"Apa-apaan, aku hanya ingin memberimu nasehat Gea kakakku sangat menyayangimu. Bahkan melebihi aku. Aku adalah adiknya tapi dia lebih menyayangimu, apa kamu tega menghancurkan rumah tangganya apa kamu tega menghancurkan semuanya. Aku tahu hidupmu pernah menderita dan bahkan sangat-sangat menderita sampai-sampai kalau dibuat film itu akan sangat sedih sekali"
"Tapi kamu pernah berpikir tidak kamu telah melukai banyak hati di sini, kamu telah menodai pertemanan kamu dengan kakakku. Aku hanya ingin memberitahumu saja untuk segera mundur dan berhenti merecoki rumah tangga kakakku. Cintamu itu hanya sesaat Gea dan nanti kalau kamu sudah bersatu dengan Kak Dimas kamu tidak akan pernah mendapatkan sebuah kebahagiaan yang ada hanya sebuah penyesalan"
"Sekarang kamu bahagia tapi setelah bersatu dan menikah kamu pasti akan menyesal, aku hanya ingin memberimu tahu saja, jangan lakukan hal ini sebelum terlambat mundur biarkan Kakakku bahagia"
"Sesuatu yang diambil dari orang itu tidak akan bertahan lama. Kamu akan merasakan bagaimana nanti dikhianati dan kamu juga akan merasakan bagaimana nanti anakmu disakiti oleh suaminya sendiri. Lebih baik mundur dari sekarang kan mumpung dosamu belum menumpuk banyak, jangan serakah Gea, kamu sudah diberikan segalanya oleh kakakku "
"Aku ingin kamu kembali ke jalanmu lagi, ingin kamu menjadi perempuan baik-baik lagi memangnya tidak ada laki-laki yang bisa memikat mu atau mungkin laki-laki yang mencintaimu, selain merebut suami orang kamu bisa mencari laki-laki di manapun selain kakak iparku banyak di sini laki-laki. Itu pun kalau mereka mau dengan perempuan seperti kamu bekas banyak laki-laki "
"Jangan merebut sesuatu yang tidak kamu punya, jika nanti suatu saat punyamu itu direbut kamu pasti akan sangat terpuruk sekali. Kamu pasti akan sangat merasakan ya. Banyak yang mendoakan mu Gea maka karmamu itu akan cepat datang padamu. Banyak yang membela kakakku dan kamu akan merasakan apa yang sudah Kakak ku rasakan"
Gea malah pergi begitu saja meninggalkan adiknya Freya, dia sakit hati semua keluarga Freya mendatanginya berbicara ini itu lalu orang tuanya Dimas semuanya menyalahkannya.
Kenapa hanya dirinya saja yang disalahkan. Kenapa tidak menyalahkan Freya juga. Freya juga sama salah kenapa dia memasukkan dirinya ke dalam ke kehidupannya dan selalu menyuruhnya untuk memasak untuk Dimas. Dan menceritakan semua hal tentang Dimas bahkan kebahagiaannya pun Freya ceritakan.
Siapa yang tak iri dan ingin. Apalagi Freya bercerita pada perempuan seperti dirinya yang haus akan kasih sayang.
__ADS_1
Seharusnya Freya yang harus disalahkan di sini, kalau saja Freya tidak selalu menceritakan tentang suaminya dia juga tidak akan tertarik, meskipun dulu dia sempat tertarik pada suami Freya tapi dia masih bisa mengendalikannya kan.
Tapi karena Freya terus menceritakan kebahagiaannya, dia menjadi iri dan ingin mendapatkan apa yang Freya punya. Agar Freya tau rasa bagaimana rasannya sakit sepertinya. Freya tak boleh terus bahagia kan, sekali-kali dia harus sakit hati.
Gea masuk ke dalam apartemennya dia menangis. Entah kenapa rasanya sakit sekali hatinya ini kenapa harus selalu orang ketiga yang disalahkan, padahal bukan sepenuhnya kan orang ketiga yang salah.
Gea membuka ponselnya dan ternyata dia malah melihat foto Dimas dan juga Freya, yang sedang tersenyum bahagia. Mamanya Dimas yang melakukan itu maksudnya apa ini, apa sengaja Mamanya Dimas ini agar dirinya cemburu dan tahu diri begitu.
Gea yang kesal dan panas dengan apa yang dia lihat melempar ponselnya "Tidak aku tidak suka melihat itu semua, aku tidak mau melihat itu lagi aku tidak sudi. Aku tidak mau melihat mereka bahagia aku tidak mau melihat Freya bahagia. Aku tidak suka melihat kebahagian mereka sekarang hanya aku saja yang boleh bahagia "
"Akhh kenapa harus Dimas kembali kerumah itu, aku tidak terima diperlakukan seperti ini, aku tidak suka menjadi yang kedua. Aku tak mau terus menderita seperti ini, aku ingin bahagia "
"Kebahagiaan hanya boleh ada dalam diriku saja, aku yang boleh bahagia tidak dengan orang lain "
...----------------...
Dimas yang tidak jadi menemui Gea langsung meneleponnya, dan tanpa banyak waktu lagi Gea langsung mengangkatnya "Kenapa kamu tidak ada aku ingin kamu datang, kamu kenapa bohong katanya akan selalu datang dan menemani aku, tapi sekarang nyatanya apa kamu tak ada, kamu tak ada disampingku malah ada dirumahkan dengan istrimu itu "
"Maaf mungkin beberapa hari ini aku tidak bisa datang ke sana. Maafkan aku tapi aku janji aku akan datang ke sana, kamu harus tahu posisiku sekarang mama masih sakit dan aku harus masih memantaunya. Aku tidak berani untuk meninggalkannya, aku takut sakit Mama akan lebih parah lagi. Kamu harus bisa sabar ya semuanya akan indah pada waktunya. Aku tak akan mungkin melupakan kamu Gea. Kamu adalah segalanya untukku "
"Iya aku mengerti, aku mengerti kalau aku ada di posisimu aku juga akan melakukan itu hanya saja bisakah mamamu tidak mengupload fotomu dan juga Freya kenapa dia harus melakukan itu, apa yang sebenarnya Mamamu mau Dimas, kenapa dia begitu tega dengan aku. Apa dia benar-benar sengaja melakukan itu agar aku marah sama kamu "
"Foto yang mana, aku tidak tahu memangnya Mama melakukan itu "
"Foto kalian berdua sedang makan berdua. Aku tidak suka melihat itu, aku tidak mau melihat hal itu lagi rasanya sakit sekali Dimas, aku sakit hati disini melihatmu di sana malah bermesraan dengan Freya. Bukannya kamu akan menjaga hatimu untuk aku. Lalu kenapa kamu lakukan itu, bukannya kalian juga akan bercerai lalu kenapa masih makan bersama, aku benar-benar tak suka melihat itu aku muak sekali melihat hal seperti itu "
"Aku sama sekali tidak melakukan itu, mungkin mama hanya sedang iseng-iseng saja. Nanti aku akan bicara dengan Mama kamu sekarang sedang apa, apa baik-baik saja aku mendengar suaramu seperti habis menangis. Apa ada yang datang lagi kerumah dan mencaci kamu lagi, jika itu terjadi maka kamu lapor saja polisi ya jangan diam saja "
"Tentu saja kisah kita berdua akan mulus dan tidak akan ada hambatan sedikitpun, kita akan menjadi sepasang suami istri yang bahagia. Karena aku sekarang tidak bisa menemanimu tidur maka kita teleponan saja, kamu bebas mau menanyakan hal apapun padaku aku akan menjawabnya. Aku tak akan membiarkan kamu sendirian "
"Baiklah aku sangat senang sekali mendengarnya, mungkin ada sesuatu hal yang ingin kamu mau nanti aku sudah belanja beberapa bahan makanan, untuk kita berdua ada sesuatu yang ingin kamu minta. Aku juga ingin makan malam bersamamu Dimas, aku juga ingin difoto seperti itu, lalu kamu menguploadnya di sosial media kamu agar orang-orang tahu kalau aku ini adalah kekasihmu "
"Aku ingin makanan spesial, kamu bisa menyiapkan semuanya nanti besok malam kita akan makan malam di balkon apartemen mu. Bagaimana daripada kita harus keluar. Lebih baik makan masakanmu saja yang lebih enak dari restoran-restoran itu. Aku janji akan melakukan apapun yang kamu mau termasuk kita berfoto dan membagikannya, aku dengan senang hati melakukan itu Gea "
"Tentu aku bersedia untuk melakukannya, aku akan memasak banyak makanan dan membuat perutmu itu buncit. Aku ingin melihat perutmu itu besar, aku tak mau orang-orang bicara kamu kurusan karena hidup dengan aku "
"Hei memangnya kamu mau dengan laki-laki berperut buncit, apakah kamu tak akan risih "
"Asalkan itu kamu, aku mau aku bahagia berarti aku benar-benar bisa mengurusmu kan. Dengan berubahnya fisikmu berarti aku benar-benar telah membuatmu bahagia Dimas, aku sudah bisa melebihi Freya, aku sudah bisa membuat kamu bahagia dari mulai makanan dan juga yang lainnya "
"Baiklah aku akan menghabiskan semua masakan yang kamu buat, kamu memang pacar yang perhatian kamu memang orang yang begitu spesial dalam hidupku. Aku tak salah memilih kamu sayang, kamu memang orang yang tepat aku buat bahagia "
"Tentu saja kalau bukan aku siapa lagi yang akan memperhatikanmu, istrimu saja tidak peduli kan padamu maka aku yang akan peduli disini aku akan memanjakan mu dengan setiap makanan yang aku buat, aku janji itu aku akan selalu membuatmu betah di rumah dan tidak akan bisa melirik perempuan manapun lagi. Kamu hanya akan terus mencintaiku "
"Mana mungkin aku bisa melirik perempuan lain, sedangkan dirimu sangatlah sempurna Gea kamu memiliki semuanya. Yang tidak dimiliki oleh perempuan lain kamu begitu sempurna. Di mataku kamu tidak ada sedikitpun kekurangan, kamu memang benar-benar berbeda dari yang lain aku tahu kamu adalah jodohku yang sebenarnya. Kalau saja dulu kita bertemu terlebih dahulu mungkin aku sudah menikahimu bukan menikahi Freya. Mungkin kita sudah bahagia dari dulu kan, dan kita juga sudah memiliki anak "
"Ya mungkin waktu itu belum saatnya kita untuk bertemu, tapi sekarang kita sudah bersama-sama kan kita juga sebentar lagi akan menikah 3 bulan lagi menunggu kamu bercerai dengan Freya, maka kita akan bersama-sama kan kita akan tidur bersama tidak akan ada yang mengganggu dan kamu juga tidak akan pergi kemana-mana. Kamu akan terus ada disampingku, aku akan membuat kamu selalu tersenyum Dimas "
"Yah tentu aku akan terus di sana. Aku akan terus memelukmu nanti aku ingin mempunyai seorang anak darimu, pasti anak-anak kita akan cantik dan tampan ibunya saja sempurna masa anaknya tidak kan "
Dimas membaringkan tubuhnya di kursi, dia terus saja berbicara dengan Gea tidak tahu waktu bahkan tidak takut kalau Irsyad, mamanya ataupun Freya akan melihatnya. Dunia serasa milik berdua Dimas merasa seperti ABG lagi yang baru saja pacaran.
__ADS_1
...----------------...
Pagi harinya Freya melihat Dimas yang tertidur di kursi, Freya melihat ponsel Dimas yang terjatuh. Freya mengambilnya dan saat dia lihat ternyata Dimas sudah berteleponan dengan Gea selama 10 jam.
Hebat sekali mereka ini, untung saja ponsel mereka tak meledak, tapi Freya berdoa semoga saja hal itu terjadi agar mereka kapok dan tak seperti ini lagi.
Freya menyimpan ponsel itu, tidak mau melihat lagi. Freya masuk lagi ke dalam kamarnya, kenapa juga tadi dia harus mengambil ponselnya Dimas, kalau tahu dia akan melihat hal yang sangat membuat hatinya sakit Freya tidak akan pernah melakukannya.
Freya benar-benar bodoh tadi mengapa harus mengambil itu, padahal biarkan saja, mereka itu sedang jatuh cinta wajar melakukan hal seperti itu.
Dimas yang mendengar suara pintu yang ditutup dengan kencang langsung bangun, dia melihat ponselnya masih tersambung dengan Gea. Dimas segera mematikannya dan bersiap dia akan menemui Gea pasti dia akan senang saat tiba-tiba saja dia menemuinya kan.
Selesai bersiap Dimas langsung pergi ke apartemen Gea. Bahkan dia tidak sarapan dulu Dimas benar-benar langsung pergi dan tidak berpamitan dia tidak mau nanti malah akan ditanya kemana-mananya oleh mamanya.
Atau mungkin nanti mamanya meminta Dimas untuk mengantarkan Freya untuk pergi bekerja, bisa gawat kalau seperti itu. Dimas akan gagal lagi bertemu dengan Gea.
Dimas mengetuk pintunya dan Gea langsung membukanya. Dimas memberikan bunga pada Gea "Maafkan aku karena sudah membuatmu kecewa, ini bunga untukmu untuk perempuan cantik seperti dirimu. Bunga harus sama seperti mu "
Gea mengambilnya dan menghirup bunga itu "Aku senang sekali kamu datang. Nanti malam kamu benar-benar akan datang kan tidak akan ingkar janji lagi padaku kan, aku tak mau mendengar alasan dari kamu lagi. Pokoknya kamu harus lebih mengutamakan aku daripada Freya dan juga anak serta ibumu, pokoknya aku yang utama tidak boleh yang lain"
"Tentu saja aku akan datang, aku akan menemuimu kita makan malam kita akan menghabiskan waktu berdua hanya berdua saja. Aku akan mengutamakan kamu dalam segala hal "
Mereka berdua masuk ke dalam rumah. Gea sudah menyiapkan sebuah sarapan tentu saja Dimas langsung berlari ke arah meja makan, dia menyantap makanan yang sudah dibuat oleh kekasih hatinya ini.
"Bagaimana dengan mamamu, apa dia sudah sembuh apa dia sudah baik-baik saja dan apa kamu sudah bisa bicara dengannya. Aku sudah tak sabar ingin mendengar tanggapan dari Mamamu itu"
Dimas mendongakkan kepalanya dan menelan makanan yang baru saja dia kunyah tadi "Mama masih belum sembuh, dia sepertinya akan lama sembuh nanti aku akan mengecek kesehatan Mama, semoga saja dia sudah baik-baik saja dan aku bisa bicara dengannya. Kamu sabar ya kalau aku berbicara terburu-buru dengan Mama memangnya kamu mau didatangi langsung oleh Mama "
"Tenang saja masih ada waktu 2 bulan lagi. Kamu harus tenang ya aku tidak mungkin berpaling aku hanya akan setia sama kamu aja. Kamu tidak usah takut kalau aku akan menghianatimu, aku hanya akan setia dengan satu perempuan saja aku tak akan mencari lagi yang lain "
"Kamu juga jangan lupa harus selalu menyiapkan sarapan yang enak setiap hari, karena aku akan datang setiap hari kesini. Aku sudah tak bisa memakan makanan yang ada dirumah, rasannya sangat berbeda sekali aku hanya ingin memakan yang kamu buat saja"
"Tentu aku sudah janjikan padamu akan selalu menyiapkan apapun yang kamu butuhkan, lalu saat nanti kita menikah apa teman-temanmu akan diberitahu. Apakah mereka akan diundang dan mendatangi kita kesini "
Dimas langsung menganggukan kepalanya "Itu adalah sebuah hal yang membuatku bahagia kenapa tidak berbagi dengan teman-temanku, aku pasti akan memberitahu mereka. Aku tidak mungkin menyembunyikan pernikahan kita ini sayang, aku akan memberitahu seluruh dunia kalau kita ini sudah bersama kalau kita ini sudah saling melengkapi. Aku tidak akan mungkin menyembunyikan seperti ini lagi aku akan memberitahu semuanya"
Gea menarik kursi dan berhadapan langsung dengan Dimas. Gea juga ikut makan rasanya sudah tidak ada yang perlu dia pikirkan lagi, semua pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari kepalanya sudah Dimas jawab.
Semua orang sebentar lagi akan tahu siapa Nyonya rumah yang sebentarnya, siapa orang yang paling spesial di hati Dimas hanya dirinya sajalah orang yang akan menemani Dimas nanti sampai hari tua.
Dan nanti juga Gea akan menaklukkan hatinya Irsyad untuk bisa menerimanya, mau bagaimanapun dia harus menerimanya dia tidak boleh menentang hal ini. Irsyad harus memangilnya Mama tak boleh sebutan lain.
"Dimas lalu apakah Irsyad masih marah denganmu. Apakah dia nanti akan suka denganku. Aku tak mungkin tak aku dengan anakku itu kan "
"Lama-kelamaan juga dia akan menerimamu, dia akan memanggilmu Mama seperti pada Freya aku yakin itu. Irsyad itu bukan anak yang keras sampai-sampai dia akan terus seperti itu. Irsyad akan luluh perlahan, dia itu mudah diatur sebenarnya "
"Tapi dia bukan penghalang kita kan Dimas, bisa saja dia tiba-tiba saja meminta padamu untuk tak menikahi aku, aku takut anak itu melakukan hal itu "
"Semua itu tidak akan terjadi, sudah sayang jangan terus membahas hal ini kita kan sedang makan. Ada waktunya kita nanti untuk mengobrol semua hal ini, yang terpenting kita dulu saja biar Irsyad belakangan dia bisa dibujuk nanti, gampang untuk berbicara dengan Irsyad "
"Baiklah aku hanya ingin menjadi Ibu yang baik saja untuknya nanti, aku tak mau membuat kamu kecewa dan juga Irsyad "
__ADS_1