Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 124 Mama datang kerumah


__ADS_3

Gea langsung membuka pintu rumahnya. Gea sedikit kaget tadi saat melihat yang datang ternyata mama mertuanya Gea segera membuka pintu dengan lebar.


"Mama datang kemari, aku senang banget Mama datang kemari. Aku ga nyangka Mama akan kesini. Aku senang banget Ma "


Astuti hanya diam saja "Dimas Dimas, kamu dimana Dimas ini Mama " teriak Astuti


"Mama datang kemari, ayo Mama masuk-masuk kenapa Mama diam di luar saja masuk mah. Dimas senang deh Mama kesini "


Astuti langsung masuk dan melewati Gea begitu saja. Gea memegang gagang pintu dengan sangat erat sekali. Gea benar-benar tak dianggap oleh Mamah mertuanya itu, lihat mama mertuanya itu tiba-tiba saja melewatinya tanpa mau menyapanya sedikitpun, apa yang salah dengannya tidak ada yang salah kan apakah harus seperti itu.


Gea mencoba untuk tenang dan menutup pintunya lalu mendekati Dimas dan juga mamanya yang duduk berhadapan "Biar aku buatkan minum Mama ingin apa, Gea akan langsung buatkan "


"Tidak usah aku di sini juga akan sebentar, tak akan lama. Tak usah repot-repot "


Gea menatap Dimas, tapi Dimas acuh dan mengajak mamanya terus mengobrol dia yang takut mengganggu mereka akhirnya masuk ke dalam kamar saja. Toh kalaupun Gea ada di sana Gea tidak akan pernah dianggap percuma juga kan.


"Ya ampun Mama kenapa tiba-tiba datang ke sini, padahal biarin aja Dimas yang datang ke rumah. Dimas kan udah tahu rumah Freya kenapa Mama tiba-tiba datang kemari ada apa"


"Mama senang kamu bisa menjalankan hidupmu dengan tenang. Bahkan kamu sudah mendapatkan pekerjaan. Selama ini Mama tidak pernah diam mama selalu tahu apa yang terjadi dengan keluarga kamu Dimas, sekarang kamu sudah bisa menjadi dokter lagi. Mama sangat senang sekali "

__ADS_1


"Iya Ma, akhirnya Dimas bisa jadi dokter lagi, Dimas benar-benar senang banget akhirnya Dimas bisa kembali seperti semula lagi. Dimas tak akan pernah membuat orang-orang kecewa lagi dengan Dimas"


Astuti mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menatap sekeliling rumah "Apakah kamu bisa pindah rumah dari sini, menurut mama untuk kamu nanti mempunyai anak terlalu kecil Dimas, kamu harus membuat anakmu bahagia jangan sampai nanti anakmu yang ini kamu sia-siakan lagi dan kamu sakiti Dimas. Kalau kamu terus seperti itu tak akan ada anak mu yang menyayangi kamu "


"Iya mah ga akan mungkin Dimas sakitin anak Dimas lagi, nanti kalau uang Dimas udah ke kumpul, Dimas akan beli rumah yang baru. Dimas akan buat anak Dimas ini nyaman dan Dimas juga pengen bisa ketemu sama Helena bicara sama dia. Kalau untuk Irsyad dia sudah tak mungkin memaafkan aku Ma"


Sekarang bukan waktunya, kamu ga bisa bicara sama Helena, Helena masih tidak bisa menerima kamu. Mama datang kemari untuk berbicara dengan kamu tentang Freya"


Dimas mengerutkan keningnya "Kenapa dengan Freya, apa ada yang terjadi dengannya Ma "


"Mama minta tolong untuk kamu tidak datang terus ke rumah. 7 tahun Freya mencoba untuk melupakan kamu akhirnya dia bisa dan akan menikah dengan Amar. Tapi tolong untuk sekarang kamu jangan temui Freya atau datang ke rumah Freya. kalau kamu ingin menemui Mama, kamu telepon saja Mama kita bertemu di luar ditempat yang lain tak usah menjemput Mama juga "


"Kamu tahu kan Freya akan menikah maka dia akan punya keluarga baru, dia akan punya suami baru. Mama tidak mau keluarga Freya itu berpikir yang tidak-tidak tentang kamu yang selalu bolak-balik ke rumah Freya, mama takut mereka menganggap kalau Freya itu masih berhubungan dengan kamu padahal tidak kan. Jadi tolong biarkan Freya bahagia Dimas, dia juga berhak bahagia seperti kamu yang sudah mempunyai pasangan "


Dimas diam cukup lama apakah saat itu, saat Dimas datang itu keluarganya Amar apa keluarganya Amar marah pada Freya, karena dirinya datang kerumah. Nenek yang waktu itu pergi.


"Apakah ada yang terjadi mah, apakah keluarga Amar marah karena waktu itu aku datang. Padahal aku datang juga untuk bertemu dengan Mama bukan dengan Freya"


Astuti yang tidak mau membongkar rahasia keluarganya menggelengkan kepalanya. Meskipun sekarang tebakan Dimas benar, tapi Astuti tak akan berbicara apa-apa "Semuanya baik-baik saja, pernikahan Freya dan juga Amar akan segera dilaksanakan hanya saja mama tidak mau Freya terlihat jelek di keluarga Amar, karena mantan suaminya selalu menemuinya. Kamu tahu kan sifat orang itu berbeda-beda tidak akan pernah sama. Kamu harus mengerti Dimas "

__ADS_1


"Baiklah jika aku ingin bertemu dengan Mama, aku akan langsung menelepon Mamah. Mama tidak mau makan dulu di sini, mama tak ingin mencicipi masakan istriku lagi "


"Tidak Mama harus pulang itu saja yang ingin Mama bicarakan, tolong jaga istri kamu juga agar tidak menemui Freya atau melakukan sesuatu yang fatal. Freya sedang melupakan semuanya Freya sedang memproses semuanya. Jangan membuat Freya kembali sakit hati lagi kalian berdua sudah mematahkan hati Freya dengan begitu dalam"


"Iya Mah Dimas mengerti sangat-sangat mengerti, Dimas salah karena telah melakukan itu pada Freya. Dimas minta Mama bilang pada Freya kalau Dimas minta maaf atas apa yang Dimas lakukan selama ini, semoga saja nanti Helena bisa mau bertemu dengan Dimas, Dimas ingin memeluk Helena mau bagaimanapun dia anak Dimas kan"


"Iya nanti juga Helena akan menerima kamu, tapi kamu harus sabar, yang terpenting kamu sekarang urus dulu saja anak yang ada di dalam kandungan Gea. Dia akan segera lahir kan, maka harus kamu perhatikan, perhatikan juga ibunya biasanya ibu hamil itu selalu rewel kamu juga pernah mengalaminya kan saat Freya dulu hamil Irsyad. Jadi kamu bisa menerapkan apa yang sudah kamu pelajari dulu "


Dimas menggenggam kedua tangan Mamahnya "Dimas tahu Dimas mengerti, Dimas pernah ada di posisi itu mah jadi Mama tenang saja Dimas akan siaga"


"Iya jangan cari lagi perempuan, sudah jangan kamu sakiti lagi perempuan yang ini, sudah cukup kamu mempermainkan seorang perempuan kamu punya Helena apa kamu tidak takut suatu saat Helena akan diperlakukan seperti itu oleh laki-laki"


"Jangan berkata seperti itu mah, aku tidak mau sampai anakku yang kena karmanya, aku tak akan pernah rela Ma"


"Ya maka dari itu kamu harus bisa mengontrol perasaan kamu, mengontrol segalanya karena karma itu tidak ada yang tahu kapan datangnya dan pada siapa. Mama takut malah datang pada Helena"


Dimas hanya bisa menganggukkan kepalanya, semua yang dikatakan mamanya memang benar apakah Dimas harus mundur dan mendukung Freya untuk bahagia dengan orang lain, tapi Dimas terlanjur maju untuk mendekati Freya lagi.


Dimas ingin keluarganya kembali utuh seperti dulu. Apalagi sekarang ada Helena, mereka akan makin utuh saja kan Dimas juga sudah mempunyai pekerjaan lagi.

__ADS_1


Dimas sudah bisa membuat mereka bahagia, Dimas begitu ingin menebus segalanya yang pernah dirinya lakukan pada Freya. Dimas sangat berharap lebih dengan hubungannya dengan Freya, tapi sepertinya akan sulit untuk dirinya bisa kembali dengan Freya.


__ADS_2