Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 186 Tidak mau terus


__ADS_3

Dimas tersenyum ke arah mamanya saat mendengar kalau Freya dan juga Amar pergi untuk bulan madu, Dimas sekarang ada di rumah Freya ingin melihat keadaan anaknya Helena, Dimas juga ingin sedikit mendekatkan diri padanya.


Tapi ternyata Helena sedang tertidur dan hanya ada Mamanya bersama Irsyad, kalau untuk Irsyad ya tentu dia langsung masuk kamar tanpa mau bertemu dulu dengan Dimas, bahkan menyapa pun enya Irsyad lakukan dia benar-benar acuh sekali.


"Tanganmu kenapa, kenapa dua-duanya harus berdarah seperti itu Dimas. Apakah kamu melukai dirimu sendiri seperti biasanya kalau sedang kesal dengan sesuatu "


Dimas yang ditanya seperti itu hanya tersenyum. Apakah harus Dimas ceritakan semua yang terjadi padanya, pada mamanya tapi Dimas juga merasa malu, dirinya yang meninggalkan Freya tapi dirinya juga yang menyesal aneh kan.


"Pasti kamu marah kan saat melihat Freya menikah dengan laki-laki lain, mungkin kamu berpikir kalau Freya tidak akan mendapatkan kebahagiaan dengan laki-laki itu"


Tatapan Dimas langsung teralih pada mamanya "Tidak aku tidak pernah berpikir ke sana. Aku yakin Freya akan mendapatkan laki-laki yang lebih dari aku dan benar dia mendapatkannya Amar yang baik, perhatian dan tidak akan mungkin seperti aku yang gampang tergoda oleh perempuan lain. Aku hanya kesal dan marah pada diriku sendiri kenapa aku harus menyia-nyiakan perempuan baik seperti Freya, aku juga sampai menyia-nyiakan anakku "


Dimas berhenti sejenak dan mengambil nafas dengan panjang lalu kembali berbicara pada mamanya "Aku terlalu bodoh melepaskan apa yang seharusnya aku pertahankan, tapi semuanya sudah terjadi tidak akan pernah bisa diulang dan Freya juga sekarang sudah bahagia, aku sekarang hanya perlu ikhlas saja Ma"


"Ya makanya kamu juga harus cari kebahagiaan kamu sendiri. Jangan terpuruk terus-menerus kamu juga nanti akan punya anak lagi kan l, untuk masalah Helena nanti juga dia akan baik padamu apalagi ada Amar. Amar yang akan menjelaskan segalanya pada Helena dia pasti akan mengerti nanti, mama yakin kamu dan juga anak kamu bisa berbaikan dan tak akan ada selisih lagi "


"Iya Mah aku tahu, aku tidak terlalu berharap lebih tapi ya semoga saja Helena bisa menganggapku sebagai ayahnya, ya mungkin hanya menganggap saja tapi tak masalah. Aku sama sekali tidak keberatan karena yang sudah dekat dengan Helena dari awal memang Amar kan, yang sudah membantu Freya mengurusnya juga Amar, aku sangat sadar diri"


"Iya kamu fokus saja pada kehamilan Gea dan juga pada diri Gea. Sepertinya dia sangat membutuhkan kamu, dia tak akan pernah bisa lepas dari kamu. Mama yakin jika pun nanti kalian berpisah Gea akan terus mengejar kamu "


"Yah untuk sekarang dia hanya membutuhkan aku, memangnya siapa lagi kalau bukan aku. Dia tidak punya keluarga lagi mah l. Dia tidak punya siapa-siapa lagi selain aku dan juga anak yang akan dia lahirkan nanti, dia juga sudah mulai berubah sih aku lihat tidak seperti dulu lagi, sudah bisa diatur juga"


"Syukurlah kalau begitu mama jadi tidak khawatir dengan kamu, kalau istri kamu sudah sedikit berubah. Jadi tak akan ada keributan yang memalukan lagi, biasannya kan dia membuat masalah terus "


Tiba-tiba saja pintu kamar Helena terbuka, ternyata Helena terbangun dia mengucek matanya dan menghampiri neneknya. Helena juga duduk di samping neneknya sambil menyandarkan kepalanya di tangan neneknya itu, Helena seperti masih mengantuk tapi memaksakan diri untuk bangun karena tadi mendengar suara laki-laki.

__ADS_1


Helena kira ayah dan mamanya yang pulang lagi ternyata bukan, Helena kecewa sekali, Helena ingin sekali ikut dengan Ayah dan juga mamanya tapi kakaknya terus saja melarang.


"Kenapa bangun, apakah suara nenek terdengar sampai kamar. Maaf ya kalau nenek mengganggu tidur kamu. Kalau masih mengantuk tidur lagi saja sayang "


Helena menggelengkan kepalanya "Tidak sama sekali tidak terdengar hanya saja Helena rindu dengan mama dan juga Ayah, Helena ingin bersama mereka nenek"


"Baru juga ditinggal masa sudah rindu lagi, nanti juga ayah dan juga mama akan pulang, mereka hanya pergi beberapa hari saja Helena, Helena kan ada nenek dan Kakak disini "


"Hem, biasanya kan mama selalu ada, Ayah juga. Saat mereka pergi aku jadi kesepian"


"Apakah Helena mau pergi bersama Om Dimas atau menginap saja di rumah om Dimas, di sana ada tante Gea kamu pasti akan senang dan akan ada teman juga. Anggap saja Tante Gea seperti mama kamu"


Pandangan Helena langsung beralih ke arah Dimas "Tidak aku tidak mau Tante Gea itu kan menyebalkan, dia itu selalu saja membuat aku marah dengan kata-katanya kalau sampai aku ikut dengan om Dimas yang ada aku tidak akan betah yang ada aku ingin pulang terus, aku tak mau ah "


Helena menganggukan kepalanya, memang pertemuan dirinya dan juga tante Gea tidak terlalu baik tante Gea itu selalu saja berkata yang tidak tidak, dia benar-benar menyebalkan menurut Helena. Jadi Helena tak mau bertemu dengannya.


"Apakah Helena tidak mau mencobanya dulu. Ya siapa tahu kalian cocok dan nanti bisa berteman, mungkin waktu itu tante Gea memang sedang menyebalkan tapi sekarang dia tidak akan seperti itu lagi "


Helena langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat "Tidak ah, aku tidak mau coba-coba nanti Tantenya Gea malah menjelek-jelekan lagi Mamaku. Aku tidak mau, aku lebih baik di sini saja bersama nenek dan juga Kakak"


Dimas yang tidak mau memaksa akhirnya menganggukkan kepalanya, kalau terus dipaksa pasti Helena malah akan menangis dan nanti malah tidak mau berbicara dengan Dimas lagi, itu makin fatal Dimas kan ingin berdekatan dengan anaknya bukan berjauhan dan membuat anaknya takut juga.


"Baiklah semoga saja nanti hubungan kamu dengan tante Gea baik-baik ya nanti kalau misalnya tante Gea sudah melahirkan anak kamu mau kan melihatnya, kamu mau kan membawa main anaknya Tante Gea"


"Iya nanti aku melihatnya bersama mama dan juga Ayah, aku ingin bersama mereka saja nanti, kalau nanti aku hanya sendiri mama dan ayah juga tidak akan mengizinkannya "

__ADS_1


"Baiklah Paman akan tunggu kedatangan kamu untuk melihat adik bayi, kamu pasti akan suka dengan adik bayi karena adik bayi itu sangat mengemaskan sekali"


"Hemm, semoga saja ya aku suka paman"


"Helena bagaimana sekarang di sekolah"


"Baik-baik saja tidak ada masalah kok om, seperti biasannya tak pernah ada masalah, semuanya lancar-lancar saja"


"Mau tidak jalan-jalan dengan om, kita pergi ke tempat bermain atau mungkin ke mana gitu "


Helena lagi-lagi menggelengkan kepalanya, Dimas sudah kecewa dengan respon anaknya ini, Dimas kira anaknya akan mau kalau diajak jalan-jalan berdua dengannya, tapi nyatanya tetap saja sama tidak mau seperti itu, Dimas sengaja padahal datang kemari.


"Kenapa om hanya ingin mengajak Helena jalan-jalan. Ya siapa tahu kita bisa dekat dan menjadi teman, tak ada yang tahu kan"


"Helena mau jalan-jalan bersama ayah saja nanti, kalau Ayah pulang sama mama nanti Helena mau ajak mereka buat jalan-jalan aja, itu pasti akan lebih menyenangkan lagi "


"Tapi kan Ayah nanti capek bersama Om saja dulu, nanti jalan-jalan bersama ayah "


"Tidak, aku tidak mau nanti saja jalan-jalannya ah, aku mau bersama ayah saja agar lebih senang lagi"


Dimas menatap mamanya yang tatapannya begitu sedih. Dimas langsung tersenyum "Sudah ma Dimas tidak masalah kok Dimas tahu kesalahan Dimas seperti apa, jangan sedih seperti itu "


"Yang sabar ya, Mama yakin tidak akan terus seperti"


Dimas lagi-lagi hanya bisa tersenyum dan mengagumkan kepalanya, ya mau bagaimana lagi masa Dimas harus memaksa anaknya untuk mau jalan-jalan bersamanya untuk mau menganggapnya sebagai ayahnya tidak mungkin kan, yang ada akan seperti Irsyad yang membenci juga.

__ADS_1


__ADS_2