Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 47 Suaminya ini kenapa sih


__ADS_3

Dimas tiba-tiba saja bermimpi ada sebuah ruangan putih. Serba putih semuanya, Dimas melihat ada seorang perempuan yang seorang duduk. Dimas tersenyum dan menghampiri perempuan itu Dimas yakin itu adalah istrinya Freya. Saat perempuan itu melihat ke arahnya lalu tersenyum Dimas langsung mundur. Senyumnya juga langsung pudar kenapa Gea.


Kenapa harus Gea. Dimas langsung berlari dan terbangun dari mimpinya. Dimas mengatur dulu nafasnya menatap istrinya yang masih tertidur, Dimas lebih baik tidak tidur saja kalau tidur malah terus mengingat Gea kan. Dimas tidak mau menghianati istrinya.


Dimas menyesal sekali dengan apa yang dia baru saja mimpikan. Dimas sama sekali tidak bermaksud untuk menghianati istrinya ini, sungguh entah kenapa fikirannya ini tertuju terus pada Gea. Bahkan sampai terbawa mimpi aneh sekali kan. Ada apa dengan dirinya ini kenapa harus begini.


Dimas keluar dari kamar menyeduh teh untuknya kembali mengerjakan pekerjaannya. Dari pada melamun tak jelas lebih baik bereskan pekerjaannya kan, Dimas berjalan dengan cepat takut ada Gea yang tiba-tiba keluar, dan benar saja ada sampai-sampai teh itu tumpah dan mengenai tangannya serta pakaian Gea juga.


Sial kenapa harus ada dan muncul. Beginilah jadinya kalau satu atap ya mau tidak mau harus terus bertemu. Tak bisa dihindari. Pasti akan terus bertemu setiap harinya. Bagaimana Dimas mengatur perasannya. Dimas sungguh tak mau mengkhianati Freya.


Dimas menatap Gea tapi kembali membuang pandangannya tak boleh lama-lama menatapnya "Aku tidak sengaja aku benar-benar minta maaf. Sekali lagi aku minta maaf "Dimas melihat pakaian Gea yang basah, tapi Gea sendiri malah melihat tangan Dimas yang merah.


Gea langsung menarik Dimas ke arah dapur lagi dan mengambil air es, lalu merendam tangan Dimas, mau tidak mau tangan mereka harus bersentuhan kan "Maaf ya aku tak sengaja aku benar-benar minta maaf. Aku muncul dengan tiba-tiba seperti itu dan membuat kamu kaget "


Dimas malah diam saja menatap Gea yang fokus sedang mengobati tangannya. Dimas kembali terpesona oleh Gea, entah kenapa daya tarik Gea begitu besar untuknya. Sampai-sampai Dimas tak bisa berpaling dan hanya fokus menatap Gea sambil tersenyum kecil.


Gea sendiri belum menyadari itu dia masih fokus dengan tangan Dimas. Dimas yang tersadar kalau dia punya Freya langsung menarik tangannya dan tak menatap Gea lagi.


"Sebentar akan aku ambil salep, jangan kemana-mana ingat jangan pergi "


Gea melangkah pergi ke arah tempat obat dan membawakan salep itu, lalu mengoleskannya ke tangan Dimas sambil meniup-niup nya. Dimas malah terpana lagi melihat Gea. Tak bisa didiamkan Dimas harus segera pergi dan menghindar.


Dimas pergi begitu saja, tidak mengucapkan terima kasih atau apapun dia masuk ke dalam kamar lagi, duduk merenung dan mengusap kepala istrinya 'Ada apa denganku ini, aku harus melupakan Gea, aku punya Freya. Aku tidak mau mengkhianatinya aku tidak mau sampai Freya sakit hati olehku, hanya karena perasaan sesaat ini aku tidak mau aku tidak mau menghianati istriku. Aku harus bisa mengendalikan hati ku ini jangan sampai terus-terusan begini '


Dimas menatap Freya yang masih tidur. Dimas mendekatinya dan mencium keningnya beberapa kali dan menatap wajah istrinya yang terlelap tidur Dimas harus sering-sering menatap wajah istrinya untuk mengingatnya terus-menerus dan tidak kepikiran dengan perempuan lain.


Dimas harus lebih banyak menghabiskan waktu dengan istrinya, ya itu ide yang bagus. Agar Dimas tidak mengigat terus wanita lain. Dimas akan mulai merencanakan semuanya.


...----------------...


Dimas yang baru saja selesai operasi pada sore hari ini langsung menghubungi istrinya. Seperti rencananya akan menghabiskan waktu banyak bersama sang istri "Halo Dimas sayangku kamu apa sudah selesai operasinya. Apa semuanya berjalan lancar tak ada hambatan sedikit pun "


"Sudah sayang baru saja selesai, kamu sudah pulang kan "


"Iya aku baru sampai rumah sekali, maaf tadi aku tak memberimu kabar. Aku ingin cepat-cepat pulang dan memasak untukmu "


"Iya tak masalah sayang aku mengerti. Bagaimana kalau kita sekarang menonton film sudah lama kan tidak menghabiskan waktu berdua, kapan-kapan kita harus selalu menghabiskan waktu bersama seperti ini sayang. Kita terlalu fokus pada masalah orang lain sampai tak mengigat tentang kebahagian kita berdua"


"Baiklah kamu pulang dulu ke rumah jemput aku ya. Aku akan bersiap-siap dulu. Tak akan lama "


"Baiklah sayang berdandan dengan cantik ya"


"Tentu saja sayang "


Setelah sambungan itu berakhir Dimas segera bersiap-siap, sedangkan Freya yang akan masuk ke dalam kamar malah berpapasan dengan Gea. Freya baru ingat kalau di rumah ini kan ada Gea masa Freya akan meninggalkannya tidak enak kan.


Nanti malah Gea berfikir yang tidak-tidak kan karena tak diajak. Lebih baik nonton bersama-sama saja kan agar lebih seru. Pasti Gea juga akan senang.


"Gea kamu ikut ya, aku akan menonton film dengan Dimas. Pasti kamu akan suka filmnya "


"Tidak aku tidak mau, kamu saja ya, kamu harus lebih banyak menghabiskan waktu dengan suamimu, selama ini aku selalu saja ada diantara kalian berdua. Jadi sekarang habiskan waktu kalian berdua ya. Aku tidak apa-apa dirumah sendiri "Gea sedang mencoba untuk melupakan Dimas. Gea tidak mau sampai nanti dia kebablasan dan merebut suami sahabatnya itu. Gea sudah berjanji dalam hatinya tak akan pernah melakukan kesalahan lagi yang membuat Freya kecewa padanya.


"Tidak apa aku senang ada kamu kok, aku senang kita selalu pergi bertiga jadi jangan menolak. Ayo kita pergi hanya menonton film saja. Aku tidak mau kamu ditinggal di sini, kita harus terus bersama-sama Gea aku ga mau kamu kesepian lagi"


"Di rumah juga ada ibu dan juga Irsyad kan, aku tidak akan sendirian kamu pergi saja bersamamu suamimu ya, kamu jangan terlalu memikirkan aku. Aku sudah baik-baik saja "


Freya mengelengkan kepalanya "Tidak pokoknya kamu harus ikut, aku akan menelpon Dimas untuk membeli tiket tambahan. Tunggu dulu ya sebentar"


Gea akhirnya tidak bisa menolak lagi, Gea mengiyakan saja. Freya langsung menelpon suaminya lagi setelah Gea masuk ke dalam kamarnya "Dimas aku lupa belikan satu lagi tiket untuk Gea, kasian dia dirumah sendirian pasti Gea akan sangat kesepian sekali "


"Kamu ini apa-apaan sih Freya ini adalah waktu kita, harusnya kita ini bisa habisin waktu berdua, tidak aku tidak mau, kita hanya akan pergi berdua kalau mau bertiga bersama Irsyad saja jangan bersama Gea, aku tidak mau kita pergi berdua saja kamu jangan asal mengajak orang Freya. Aku ini ingin menghabiskan waktu hanya bersama kamu saja "


"Ayolah jangan egois Dimas, kasihan Gea kan selama ini selalu dikurung oleh ayahnya. Kita sebagai temannya harus membawanya kemanapun kita pergi, lagian dia juga tidak mengganggu kan kita tetap akan bisa berduaan. Gea juga tak masalah dia baik dan akan mengerti dengan kita. Boleh ya boleh "

__ADS_1


Dimas diam cukup lama, bukan apa-apa Dimas ini sedang mau melupakan Gea tapi istrinya malah mau membawa perempuan itu, bagaimana jadinya yang ada bukannya melupakannya malah terus mengingatnya kan. Apa yang harus Dimas lakukan nanti akan gagal akan sia-sia saja. Istrinya ini kenapa sih sangat peduli sekali dengan Gea.


"Aku mohon Dimas aku mohon padamu, kasihan aku juga sudah menawarkannya dan dia mau masa aku tiba-tiba membatalkannya. Tak enak juga kan, tadi mengajaknya tapi tiba-tiba aku membatalkannya "


"Baiklah aku akan membelinya " Dimas pasrah saja daripada dia tidak jadi berangkat bersama istrinya kan. Dimas nanti harus bicara dengan Freya. Hidupnya tak bisa terus begini.


"Terima kasih sayang memang kamu baik sekali, aku akan segera bersiap sekarang "


Freya menggenggam ponselnya dengan erat, senang sekali suaminya mau. Freya akan menemui anaknya dulu yang sedang ada di kamar meskipun anak laki-laki Irsyad suka sekali diam dikamarnya.


"Hallo sayang, apakah boleh mamah masuk"


"Masuklah mah"


Freya duduk di samping anaknya memeluk anak laki-lakinya yang makin hari makin besar saja "Kamu kenapa jarang keluar rumah sayang. Kamu juga dikamar terus ada yang ingin kamu ceritakan sama Mama sayang "


"Kapan Tante Gea pulang, kapan dia akan pergi dari rumah ini Mama. Sudah terlalu lama dia ada dirumah kita "


"Kenapa kamu berkata seperti itu. Kamu ada apa, apa ada masalah sayang Tante Gea baik kok "


"Aku ga suka dia terlalu lama di sini, kemarin malam aku lihat dia bersama ayah berdua. Apalagi Tante Gea itu pegang-pegang tangan ayah. Pokoknya Mama harus hati-hati, jangan terlalu membebaskan Tante Gea"


Freya diam saja, dia tidak tahu tentang hal itu Freya kira suaminya kemarin malam tidur bersamanya. Mana mungkin sih Gea mengkhianatinya lagi tidak mungkin kan, tidak Gea sudah berubah dia tak akan mungkin mengecewakan nya lagi.


"Mama jangan terlalu percaya pada orang lain. Bisa saja dia menusuk Mama dari belakang. Irsyad tidak mau melihat Mama menangis lebih baik Mama pulangkan saja Tante Gea pada orang tuanya atau pada keluarganya, aku tidak nyaman kalau dia ada di sini. Aku menjadi tak leluasa saja, aku begitu asing dengannya Mama "


Freya hanya tersenyum pada anaknya "Ya sebentar lagi juga Tante Gea nanti pisah rumah kok. Mama bolehkan pergi sama ayah sekarang sayang, Ayah mau ajak Mama nonton film"


"Sama tante Gea lagi bertiga lagi kan, pasti Mama akan mengajak orang asing itu "


"Iya kita berangkat bertiga ga papa kan, kita mau nonton film kamu ga masalah kan ditinggalin sayang"


"Gak masalah sih mah. Tapi kenapa kalian harus selalu berangkat bertiga, kenapa Mama selalu saja membawanya. Tante Gea itu sudah dewasa dia bukan anak kecil yang harus selalu Mana bawa "


"Tapi bukan berarti dia selalu ikut dengan Mama dan juga Ayah kan"


"Iya Mama tahu. Mama mengerti maafkan mama ya, pokoknya tidak lama lagi tante Gea tidak akan ada di sini dia akan menyewa rumah. Mama mau siap-siap dulu ya takut Ayah nanti udah sampai. Kasian Ayah kalau nunggu terlalu lama sayang "


"Iya Mah"


Freya mencium kening anaknya terlebih dahulu, lalu keluar dari kamarnya untuk segera siap-siap. Freya masih memikirkan kenapa anaknya sampai tidak nyaman dengan Gea. Padahal Gea baik kan, Gea juga tak melakukan apa-apa tapi anaknya seperti tak suka sekali dengan Gea.


Saat Freya masuk ke dalam kamar ternyata Gea sudah ada di sana. Gea tersenyum kearah Freya "Maafkan aku tiba-tiba saja masuk ke dalam kamarmu. Aku kira kamu ada di dalam, aku benar-benar tak tahu Freya"


"Iya tak masalah ada apa Gea, apa kamu membutuhkan sesuatu dari aku "


"Emm, mungkin kamu punya pakaian yang cocok denganku. Aku binggung harus mengunakan pakaian yang mana "


Freya membuka lemarinya, menatap semua pakaian. Gea juga langsung menatap semua pakaian Freya banyak sekali, pakainnya semua tidak ada yang tidak cantik. Lalu pandangan Gea tertuju pada 1 deres dia mengambilnya, Gea tersenyum menatap gaun itu. Sangat cantik sekali Gea suka sekali.


"Apakah boleh aku meminjam gaun ini, bagus sekali gaunnya aku suka sekali "


Freya langsung mengambil gaun itu dan memberikannya pada Gea "Tentu saja kamu boleh meminjamnya, kamu pasti akan cantik menggunakan gaun ini. Ini adalah pemberian dari Dimas, dia memberikan pakaian ini saat ulang tahun aku. Ini hadiah dari Dimas "


"Cantik sekali ya, hebat suami kamu itu bisa memilih pakaian seindah ini "


"Hemm, ya cantik memang"


Gea membawa pakaiannya itu dan akan mengunakannya. Sedangkan Freya sendiri memakai pakaian pilihannya yang sudah dia ambil. Freya tidak terlalu mempermasalahkan pakaian yang akan dia pakai sih asal ambil saja sebenarnya.


...----------------...


Dimas yang baru saja datang ke rumah, melihat Freya yang sudah cantik memakai pakaian yang diberikan olehnya pada waktu itu, Dimas akan memeluknya tapi saat berbalik itu adalah Gea. Dimas langsung mundur kenapa hadiah yang diberikan olehnya dipakai oleh Gea. Apakah tidak salah ini.

__ADS_1


Dimas langsung terpesona melihat Gea yang cantik menggunakan pakaian itu, sungguh-sungguh anggun sekali apalagi badannya bagus sekali. Dimas langsung mengalihkan pandangannya melihat istrinya yang membuka pintu kamar.


"Sayang akhirnya kamu datang juga. Ayo kita berangkat sekarang maaf ya aku dandan dulu tadi, aku sudah siap dan Gea juga sudah siap. Ayo kita berangkat sekarang sayang "


Dimas hanya menganggukan kepalanya, mereka bertiga benar-benar pergi. Dimas selama perjalanan juga diam saja, sesekali melihat ke arah spion dan menatap Gea yang terus saja tersenyum melihat ke sana kemari. Dimas masih tak habis pikir dengan pikiran Freya. Kenapa harus memberikan pakaian itu pada Gea.


Saat sudah sampai di bioskop mereka langsung masuk. Freya duduk di tengah-tengah tapi tatapan Dimas terus saja terarah ke arah Gea. Entah kenapa tatapan ini tidak bisa berpaling kemana pun, meskipun dia memeluk Freya tapi tatapannya hanya tertuju pada Gea saja. Kecantikannya itu membuat Dimas terpesona membuat Dimas tak bisa berpaling.


Dimas begitu suka dengan senyum Gea, lalu dengan penampilannya dan juga dengan tingkahnya yang polos dan itu membuat Dimas tertarik. Dimas tersenyum kecil. Dimas menghayal kalau yang ada di pelukannya ini adalah Gea.


...----------------...


Mereka bertiga sudah pulang Freya dan juga Dimas sudah ada di kamar, Freya membicarakan tentang film tadi yang begitu bagus sekali, tidak menyangka kalau suaminya bisa memilih film sebagus itu biasanya suaminya akan gagal memilih film.


Suaminya akan asal memilih film, yang terpenting mereka menonton itu sih menurut suaminya. Tapi sekarang sangat bagus sekali berbeda sekali dan Freya sangat menyukainya.


"Oh ya tadi kamu lihat tidak Gea sepertinya sangat bahagia sekali saat kita bawa, aku senang sekali melihatnya. Apalagi saat sudah menonton filmnya dia terlihat sangat senang dan selalu membicarakan tentang film itu "


Dimas yang memang sedang melamun dan memikirkan Gea langsung menatap istrinya "Kamu ini kenapa sih terus saja mementingkan Gea, kebahagiaan Gea apa-apa Gea apa-apa Gea dan Gea. Kenapa juga pakaian yang aku berikan untukmu malah dipakai oleh perempuan itu kenapa, sedangkan kamu tidak pernah memakainya. Aku itu membelinya untukmu bukan buat orang lain. Kamu itu tak pernah bisa menghargai aku Freya kamu itu seenaknya saja"


Freya kaget saat Dimas marah-marah padanya "Kamu kenapa aku hanya meminjamkannya saja, aku tidak memberikannya tadi dia suka makannya aku pinjamkan baju itu, apa salahnya tak ada yang salahkan hanya pinjam saja tidak menjadi hal miliknya Dimas"


"Dengan alasan suka, lalu kalau tiba-tiba dia suka denganku apakah kamu akan memberikan aku padanya juga. Aku tidak habis fikir denganmu Freya. Memangnya hidup kita ini mengurusi hidupnya saja, kita juga punya kehidupan masing-masing, kita juga harus bahagia dan itu hanya ada kita dan juga Irsyad sudah tak ada yang lain lagi "


Freya sedih saat dibentak oleh suaminya. Ini baru pertama kalinya Freya dibentuk oleh Dimas selama 10 tahun menikah. Freya menundukkan kepalanya. Dimas yang merasa bersalah langsung memeluk istrinya.


"Maafkan aku, aku hanya sedang pusing saja. Tolonglah dalam rumah tangga kita ini jangan terus membawa Gea. Aku pusing sekali mendengarnya setiap hari pembahasannya hanya Gea Gea dan Gea saja, kita ini punya kehidupan sendiri tidak harus terus membahas tentang perempuan itu, masih banyak yang harus kita bahas tentang kehidupan kita, tentang sekolah Irsyad tentang masa depannya Irsyad banyak yang perlu kita bahas. Kenapa semenjak Gea datang kamu hanya mementingkan kebahagiannya"


"Iya maafkan aku, aku hanya terlalu senang saja temanku kembali lagi. Aku sungguh bahagia sekali saat dia kembali makanya aku seperti ini makanya aku selalu membicarakan Gea padamu. Maafkan aku, aku memang salah seharusnya aku tak seperti ini"


Dimas makin memeluk erat istrinya itu, Dimas merasa sangat bersalah sekali atas apa yang dia lakukan tadi sampai membentak Freya. Karena pikirannya terus saja pada Gea terus saja mengingat perempuan itu, kenapa harus tertarik dengan Gea. Waktu bertemu pertama kali tidak sama sekali tertarik kan dengannya.


Malahan Dimas acuh saja dan tak peduli tapi sekarang kenapa jadi tertarik. Ada apa dengan dirinya ini. Tak biasannya Dimas seperti ini tertarik dengan perempuan lain selain istrinya Freya.


"Tolong jangan tinggalkan aku ya Freya, aku mohon padamu tetap disampingku tetap ada bersamaku. Aku sungguh tak akan bisa tanpa kamu jadi tolong jangan tinggalkan aku sayang. Aku tanpa mu bukan apa-apa sayang "


Freya mendongakan kepalanya menatap wajah suaminya yang gelisah. Ada apa sebenarnya dengan suaminya ini, selalu saja berbicara jangan tinggalkan aku jangan tinggalkan aku, tetap disampingnya. Memangnya Freya akan kemana. Memangnya apa yang Dimas lakukan sampai-sampai dia seperti ketakutan seperti itu.


"Aku tidak akan pernah kemana-mana, aku akan tetap ada bersamamu. Kamu kenapa ada masalah apa sampai-sampai kamu selalu saja meminta maaf padaku dan menyuruhku untuk tidak meninggalkanmu, untuk apa aku meninggalkanmu Dimas kita sudah menikah lama dan sudah mempunyai Irsyad juga, memangnya aku akan berpikir meninggal kamu tidak sama sekali "


"Aku sama sekali tak kefikiran kesana. Aku tidak akan kemana-mana jadi kamu jangan takut ya "


Dimas menciumi kepala istrinya "Pokoknya jangan pernah tinggalkan aku ya, mau bagaimanapun keadaannya tolong ingatkan aku jika suatu saat aku khilaf, jika suatu saat aku melenceng tolong ingatkan aku Freya, hanya kamu yang bisa membuat aku kembali lagi bersama kamu sayang, aku sangat mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu, aku sangat sangat mencintaimu Freya"


Freya tidak menanggapi lagi suaminya. Freya hanya memeluk balik suaminya, Freya masih bingung dengan tingkah suaminya ini, apa suaminya ini selingkuh sampai-sampai gelisah dan takut ditinggalkan oleh Freya. Tapi apakah Freya punya bukit tentu saja tidak.


Bahkan Dimas sampai menangis mengingat pikirannya yang terus saja tertuju pada Gea, dalam hati Dimas berkata 'Kenapa aku bisa tertarik dengan perempuan itu, padahal aku sudah mempunyai istri sebaik Freya dan seperhatian Freya, aku tadi tidak marah pada Freya aku hanya meneriaki diriku dan aku kesal dengan diriku sendiri karena telah tertarik dengan perempuan lain. Seharusnya aku tidak seperti itu. Freya adalah perempuan yang sangat sempurna. Dia sudah memberikan aku anak, memberikan segalanya untukku bahkan hidupnya dia berikan seutuhnya padaku'


Dimas kembali menciumi wajah istrinya. Dimas menatap wajah sang istri dan tersenyum. Freya hanya tersenyum kecil dan menghapus bekas air mata suaminya.


Freya tak mau bertanya apa-apa. Freya ingin Dimas sendiri yang berbicara, Freya tak mau fikirannya ini kemana-mana.


"Apa kamu ingin sesuatu Dimas aku akan membuat kannya untuk mu "


Dimas mengelengkan kepalanya, dan kembali memeluk Freya "Aku tidak mau apa-apa, aku hanya ingin bersama kamu saja sayang. Aku hanya ingin seperti ini saja, untukku cukup seperti ini"


Freya melepaskan pelukannya dan mengajak suaminya untuk duduk "Kalau ada masalah apa-apa kamu harus selalu cerita sama aku ya. Jangan dipendam sendirian"


"Aku selalu melakukannya Freya, aku tak pernah menyembunyikan apa-apa darimu. Aku sudah jujur Freya. Kalau perlu kamu cek ponselku agar kamu percaya"


Freya langsung mengelengkan kepalanya "Untuk apa aku melakukan itu, aku sudah percaya denganmu. Aku yakin kamu tam akan menyakiti aku Dimas"


Dimas makin merasa bersalah saja. Istrinya begitu percaya padanya padahal kenyataannya tidak seperti itu. Kenyataannya Dimas sekarang sedang tertarik dengan perempuan lain.

__ADS_1


__ADS_2