
Freya masuk ke dalam kamar, Dimas tersenyum ke arah Freya. Freya menyimpan bubur dan juga obat di meja kecil baru saja Freya akan melangkah Dimas menahan tangannya "Bisa kamu siapin aku, rasanya aku lemas sekali Freya tolong bantu aku untuk makan. Sekali ini saja aku tak akan pernah meminta lagi setelah ini "
Freya duduk, tanpa banyak bicara dia menyuapi Dimas dengan perlahan. Freya ingat kalau Dimas itu masih suaminya jadi Freya masih harus melayaninya kan. Beberapa bulan lagi mereka akan bercerai dan semuanya akan selesai.
Setelah bubur itu habis Freya memberikan obatnya "Freya, apakah kamu tidak bisa memberikan aku kesempatan lagi. Mungkin ini kesempatan terakhir"
"Kesempatan untuk apa berselingkuh, bukannya sudah aku berikan kesempatan kamu untuk berselingkuh dengan Gea meneruskan hubungan itu, lalu apa lagi yang ingin kamu minta dari aku"
"Tidak bukan itu, tapi tentang kita berdua. Apakah kita tidak bisa kembali seperti semula. Aku ingin kita kembali lagi aku yakin kita bisa menjalani semuanya. Kita bisa bersama-sama lagi, kita bisa menghabiskan waktu bersama-sama juga. Apakah kamu tidak rindu dengan kebersamaan kita Freya "
"Yakin akan bisa menjalani semuanya, mungkin kamu tidak akan punya rasa sakit yang membekas atau ingatan-ingatan yang sangat menyakitkan itu, tapi aku berbeda denganmu Dimas. Aku akan terus mengingat tentang penghianatan kamu dengan dia dan aku akan selalu was-was setiap harinya, takut kamu akan melakukan perselingkuhan itu kembali"
"Sepertinya sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Kita hanya perlu menunggu waktu 2 bulan lagi dan perceraian itu akan segera dilaksanakan. Aku tidak bisa bertahan dengan laki-laki yang pernah berselingkuh, sekali menyakiti maka kita tidak bisa kembali lagi sampai kapanpun Dimas, apapun alasanmu. Aku tidak akan pernah bisa kembali lagi denganmu"
"Kamu juga kembali dengan aku dan mengatakan semua itu bukan karena mencintaiku kan. Kamu hanya ingin membuat semuanya baik-baik saja agar kamu bebas berselingkuh juga "
"Rasa sakit yang kamu berikan padaku ini tidak akan pernah bisa dibayar oleh apapun. Bahkan aku tidak akan pernah bisa melupakan rasa sakit yang pernah kamu berikan. Aku tidak mau kembali tersakiti dan menangis hanya karena kamu. Aku tak mau berharap lagi padamu aku tak mau mengulangi apapun dengan kamu. Lebih baik kamu dengan Gea saja, dia kan lebih menarik dimata kamu "
Freya mengambil piring kotor itu dan bekas-bekas obat yang diminum oleh Dimas, Freya keluar dari kamar itu dan tidak mau lagi berurusan dengan Dimas. Freya tak mau dia berubah fikiran dan memaafkan Dimas lalu nanti Dimas akan menyakitinya lagi.
Dimas mengusap wajahnya, kenapa begitu sulit memang dia tahu Freya adalah perempuan yang akan teguh pada pendiriannya, dia tidak akan pernah goyah sampai kapanpun.
Gea menyuruhnya untuk kembali dengan Freya tapi Freya sendiri tidak bisa untuk kembali dengannya. Dimas ingin membuat Gea cemburu dan sadar kalau Gea sangat membutuhkan dirinya ini, pasti kalau dipancing dengan dirinya yang mengikuti apa mau Gea pasti Gea akan meminta maaf dan kembali lagi padannya.
Tapi nyatanya Freya sulit untuk membantunya, percuma juga dia memohon-mohon pada Freya karena hanya akan sia-sia saja. Semuanya hanya akan berakhir dengan ceramah Freya yang panjang sekali.
...----------------...
Dimas bangun dari tidurnya, dia tidak bisa terus begini Dimas harus bertemu dengan Gea. Mau bagaimanapun hubungan ini tidak boleh berhenti begitu saja. Dimas tidak mau semuanya kacau.
Dimas harus bertemu dulu dengan Gea dan mendengarkan alasan yang sesungguhnya. Kenapa harus berpisah seperti ini, kenapa harus mengambil keputusan yang gegabah seperti ini. Gea seperti sedang disuruh oleh seseorang tapi siapa ya.
Dimas mengambil jaket dan juga yang lainnya. Dimas harus menemui Gea. Seumur hidupnya Dimas tidak boleh sampai mengecewakan Gea dan juga mengecewakan dirinya sendiri. Gea harus menjadi miliknya.
Dimas benar-benar pergi ke sana, saat dia sampai Dimas langsung masuk dan melihat Gea yang sedang membaca buku. Dimas langsung memeluknya dari belakang, tapi Gea mendorongnya dengan kencang.
"Kamu ini apa-apaan, aku sudah bilang kan jangan pernah datang lagi kemari. Ada apa dengan kamu ini. Apa tidak bisa diberitahu dengan kata-kata baik, kamu pergi dari sini sekarang juga Dimas jangan ganggu aku lagi, kita sudah tak punya hubungan apa-apa lagi tolong jangan buat aku pusing dengan tingkah kamu ini pergi dari sini sekarang juga. Aku tak mau melihat kamu "
"Aku mau tahu apa alasannya, kenapa sampai harus kita berpisah. Aku ini ingin selalu sama kamu apa sih salahku sebenarnya. Selama ini aku nggak pernah buat kamu kecewa, selama ini aku selalu berjuang buat kamu dan selalu ada untuk kamu. Bahkan aku sampai lupain keluarga aku kan demi kamu, apa sih sebenarnya alasannya agar aku bisa pergi tanpa memikirkan semua ini Gea "
"Ya makanya sekarang kamu jangan pernah lupain keluarga kamu lagi. Lebih baik kamu pergi dan bereskan semua masalah kamu, kembalilah pada istri kamu. Dia lebih membutuhkan kamu dan juga anak kamu juga lebih membutuhkan kamu, tidak ada alasannya kenapa aku mau berpisah dengan kamu. Karena memang dari awal pun kita seharusnya tidak seperti ini, kita tak seharusnya bersama sudah pergilah dari sini dan jangan membuat keributan aku malu "
Dimas menatap Gea dengan lekat. Dimas masih tidak percaya kalau Gea bisa mengatakan hal-hal seperti ini. Dimas benar-benar kecewa dengan apa yang dia katakan, kenapa harus seperti ini kalau memang tidak mau jangan memulai dari awal.
"Kenapa kamu selalu saja mengambil keputusan sepihak seperti ini Gea, bukan satu kali dua kali kamu seperti ini. Aku yakin kamu nanti akan berubah pikiran lagi dan kita berdua bisa kembali lagi. Aku yakin itu aku akan pastikan semuanya Gea "
"Tidak aku tidak akan pernah berubah pikiran sampai kapanpun, kita akhiri saja hubungan ini sampai di sini aku tidak mau hubungan ini terus berkepanjangan. Aku ingin kita menyudahi semuanya saja. Sudah aku bilang kan jangan membuat aku pusing kembalilah pada istrimu. Dia lebih membutuhkan kamu dari pada aku "
"Boleh aku memelukmu untuk terakhir kalinya. Sekali ini saja, setelah ini aku akan pergi aku janji tak akan kembali lagi dan tak akan memeluk kamu lagi sampai kapan pun itu"
__ADS_1
Gea hanya menganggukkan kepalanya. Dimas tentu saja langsung menghamburkan pelukannya itu pada Gea. Dimas benar-benar bingung harus melakukan apalagi, apa mungkin Freya bisa membantunya, ah itu ide yang konyol yang ada Freya mengamuk padanya.
Setelah itu Dimas melepaskan pelukannya, Dimas pergi begitu saja Gea dengan cepat juga menghapus air matanya, takut tiba-tiba Dimas membalikkan badannya dan melihat dia yang menangis. Gea tidak mau kalau Dimas nanti kembali lagi padanya dan akan panjang ceritanya.
Dimas tak akan mungkin mau pergi kalau dirinya menangis, Dimas pasti akan tetap disini dan pasti dirinya juga akan goyah lagi.
Setelah beberapa menit kepergian Dimas, Gea mendengar suara ketukan pintu. Gea yakin itu Dimas lagi, mau apa lagi coba tadi tiba-tiba masuk ke dalam rumah tapi sekarang mengetuk pintu. Tanpa pikir panjang Gea langsung membuka pintunya.
"Mau apa lagi sih Dimas, sudah aku bilangkan kamu pergi saja tak usah ganggu aku lagi. Apakah kata-kataku itu kurang untuk kamu "
"Mau apa lagi. Jadi benar kan menantuku sering datang ke mari. Dan kamu melayaninya tidak tahu malu sekali kamu ini jadi perempuan, sudah aku beri pelajaran tapi masih saja berani hah. Apa semua itu kurang untuk kamu perempuan murahan "
Gea begitu kaget yang datang ternyata ibunya Freya, Gea langsung masuk ke dalam rumah dia tentu saja mengikutinya dari belakang. Bahkan Gea menarik tangan ibunya Freya untuk keluar dari dalam apartemennya ini, tapi ibunya Freya menghempaskan tangan Gea dengan sangat kencang sekali. Sampai-sampai Gea akan terjatuh.
"Kenapa ini adalah apartemen punya anakku. Lalu kenapa aku tidak boleh masuk ke dalam rumah ini, ini juga milikku dasar tak tahu diri kamu ini ya. Seharusnya kamu pergi dari sini"
"Dimas tidak ada di sini dan Freya juga sudah memberikan apartemen ini padaku, jadi otomatis apartemen ini milikku kan bukan milikmu ataupun Freya lagi. Ini sudah menjadi hakku jadi aku bebas mau tinggal disini sampai kapan pun itu "
"Benar, tapi apartemen ini atas nama anakku dan aku bisa mengambilnya kapan saja, pergi dari sini dan jangan pernah ganggu lagi rumah tangga anakku. Kamu ini tidak tahu diri sekali Gea, diberi hati minta jantung benar-benar perempuan tidak tahu diri pergi dari sini. Aku ingin besok pagi apartemen ini sudah kosong, aku tidak mau lagi melihat wajahmu. Wajah polos mu yang penuh tipu daya, aku muak melihat kamu "
"Aku sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan Dimas, aku sudah tak ada lagi sangkut pautnya dengan menantumu. Lebih baik kamu berbicara saja pada menantumu itu, jangan terus aku yang diteror "
"Iya itu bagus, bagus sekali tapi tetap saja kamu harus pergi dari apartemen ini. Ini adalah milik anakku dan kamu tidak punya hak apa-apa di sini. Pergi dan jangan pernah ganggu kehidupan keluarga kami lagi. Semoga di lain tempat kamu mendapatkan sebuah karma yang lebih besar lagi. Sama perempuan gatal pergi dari sini "
"Yang salah itu jelas-jelas adalah kamu bukan menantuku, kamu ini sudah menjadi perempuan gatal tak tahu diri lagi "
Lihat saja apa yang dia akan lakukan untuk membuat perempuan itu kapok, dan tidak mengganggu lagi anaknya dan juga keluarganya. Sebenarnya sih perempuan seperti ini harusnya dibunuh saja agar tak meresahkan. Tapi dirinya tak mau berurusan dengan kantor polisi.
Baru saja ibunya Freya turun dia sudah ditanya-tanya lagi "Bagaimana sudah berhasil sudah bisa mengusir perempuan itu, rencana kita berhasilkan tak ada yang gagal kan "
"Sudah aku sudah menyuruhnya untuk pergi dari apartemen anakku. Pokoknya kamu diam saja di sini culik saja anakmu itu, jual atau mungkin kamu apakan dia. Aku kembalikan lagi anakmu itu pada dirimu bawa dia jauh-jauh dariku. Aku tidak mau ya sampai dia kembali lagi ke kehidupan keluargaku. Apalagi sampai menyakiti anakku lagi, aku benar-benar muak melihatnya "
"Bagus aku suka kerjasama denganmu. Inilah yang aku mau sebenarnya, aku akan memberinya pelajaran bahkan tak akan pernah bisa dia lupakan. Aku akan membuatnya hancur sehancur-hancurnya, aku tak akan membiarkannya hidup dengan nyaman. Aku juga sudah muak dengan anak itu "
"Terserah asal dia tidak boleh pernah muncul lagi di hadapan anakku dan juga menantuku. Aku tidak mau dia ada lagi berkeliaran di daerah sini, aku sudah mengusirnya dan kamu tinggal melaksanakan rencanamu itu. Mau kamu membunuhnya itu semua adalah hak mu tapi ingat jangan pernah bawa-bawa namaku nanti, karena aku hanya membantumu untuk mengusirnya saja dari apartemen anakku "
"Tentu saja, tentu saja serahkan semuanya padaku, aku yang akan melakukan segalanya. Aku yang akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi nanti"
Ibunya Freya hanya menganggukkan kepalanya, dia sekarang pergi meninggalkan lobby apartemen. Memang sengaja dirinya bekerjasama dengan ayahnya Gea agar semua ini cepat selesai.
Sudah muak rasanya melihat wajah Gea yang berseri-seri, sedangkan anaknya murung terus banyak pikiran dan akan bercerai dengan suaminya gara-gara perempuan itu sungguh tidak tahu malu sekali.
Satu lagi cucunya jadi pendiam sekali. Waktu ulang tahunnya pun cucunya diam saja tak seperti biasanya yang selalu tersenyum dan cerewet.
...----------------...
Gea yang ada di dalam rumah menangis. Keputusannya harus diambil sekarang, benar apa kata ibunya Freya. Gea kan sudah melupakan Dimas berarti dia harus pergi dari rumah ini dari apartemen ini.
Ini bukan punya Gea, seharusnya Gea tahu diri tak seperti ini terus saja diam dirumah ini. Tapi Gea juga bersyukur yang mengusir nya bukan Freya tapi ibunya langsung. Kalau Freya Gea pasti akan malu sekali.
__ADS_1
Gea membereskan barang-barangnya dan juga mengambil foto Dimas untuk menjadi kenang-kenangannya, dia harus menepati janjinya pada Irsyad, dia tidak mau membuat anak itu kecewa padanya dan membencinya selamanya nanti.
Kalau nanti Gea berteman lagi dengan Freya bagaimana mau bertemu dengannya, kalau Irsyad masih membencinya. Gea tidak mau membuat masalah makin besar dan berlarut-larut.
Gea mengusap foto Dimas "Aku akan sangat merindukanmu, aku menyerah aku tidak mau lagi berhubungan denganmu maafkan aku, karena aku mengambil keputusan ini. Ini semua demi kebaikan kita bersama, aku ingin kamu bahagia bersama anakmu dan aku akan mencari kebahagiaanku sendiri, aku yakin aku akan bisa bahagia tanpamu Dimas, jika kita memang berjodoh kita akan kembali bertemu, kita akan kembali seperti semula lagi aku yakin itu "
Gea menarik kopernya keluar dari apartemen itu, tidak lupa Gea juga mengunci pintu apartemen itu menyimpan kuncinya di bawah pot bunga, siapa tahu saja nanti Freya kemari dan Freya bisa menjual apartemen ini. Lumayan juga kan uangnya.
...----------------...
Dimas yang ada di rumah dia mondar-mandir tidak karuan. Dimas ingin berbicara pada Freya tapi rasanya sulit sekali karena hatinya sudah bukan untuk Freya lagi. Dimas tak mau membohongi hatinya, Dimas benar-benar sudah tak mau dengan Freya. Tak akan ada harapan lagi untuk mereka berdua ini.
Dimas akhirnya bertemu dengan Freya, Dimas menghampiri Freya yang ada di balkon kamar "Freya aku ingin berbicara denganmu, mungkin ini akan sedikit menyakiti kamu "
"Tentu silakan ada apa lagi, membahas tentang Gea lagi "
"Aku sudah tidak mencintaimu lagi, maafkan aku Freya seperti apa yang sudah kamu putuskan lebih baik kita berdua bercerai saja, karena rumah tangga ini pun ke depannya tidak akan pernah baik aku sudah terlanjur mencintai Gea. Aku sudah tak bisa memperbaiki semuanya lagi "
"Maafkan aku kembali menyakitimu untuk ke berapa kalinya, aku benar-benar tidak bisa menahan rasa cintaku pada Gea. Aku begitu mencintainya sampai-sampai aku tidak bisa melihat apapun Freya. Rasa cintaku ini padamu sudah pudar, Mamah menginginkan kita untuk kembali, keluarga besar kita menginginkan kita untuk seperti semula lagi tapi semua itu tidak akan pernah bisa"
"Kita memang sudah ditakdirkan untuk sampai disini saja. Kita sudah tak berjodoh lagi Freya, kita memang harus benar-benar mengakhiri semua ini. Kamu setuju kan dengan apa yang aku katakan "
Freya mengusap air matanya dia menganggukkan kepalanya "Tanpa kamu beritahu pun aku sudah tahu, sudah mengerti kalau kamu sudah tergila-gila dengan Gea. Janjimu dulu padaku tidak sesuai, katanya kamu tidak akan pernah tertarik kan pada Gea tapi kenyataannya apa kamu malah tertarik dan ingin bersamanya. Memang seharusnya dari awal aku tidak pernah percaya denganmu Dimas karena apa kamu hanya membual saja. Kamu itu laki-laki pembohong"
"Aku juga ingin berpisah denganmu. Jadi kamu jangan terlalu berbesar hati karena aku selalu menangis dan menganggap kalau aku masih ingin bersamamu. Aku sama sekali tidak berharap itu, aku berharap kita cepat-cepat berpisah aku juga bertahan di sini bukan karena kamu hanya karena Mama, kalau bukan karena Mama aku tidak akan pernah bertahan. Aku pasti akan sudah pergi bersama Irsyad, untuk apa aku satu atap denganmu Dimas sedangkan aku sudah tak ada rasa lagi untukmu"
"Memangnya kamu saja yang sudah hilang rasa, aku apalagi saat kamu memutuskan untuk berselingkuh kamu sudah tak ada di hati aku. Kamu sudah aku buang jauh jauh, kamu sudah tak ada arti lagi untuk aku "
Sebenarnya Freya masih mencintai Dimas dengan sangat besar sekali, tidak pernah ada yang berubah tapi rasa sakit sudah menyelimuti hatinya dan Freya tidak akan pernah bisa memaafkan Dimas.
Apalagi Dimas sudah mengakui semuanya kalau dia memang mencintai Gea, kalau dia memang sudah tergila-gila dengan Gea, untuk apa juga kan Freya memaksa laki-laki yang tidak mau dengannya.
Maka Freya akan tetap dengan keputusannya, kalau Freya akan tetap bercerai dengan Dimas apapun itu keadaannya dan apapun itu ke depannya. Freya tidak akan mendengarkan kata siapa-siapa lagi.
Freya akan tetap teguh dengan pendiriannya dan tidak akan pernah berubah, Freya akan membiarkan Dimas dengan Gea. Freya juga tak akan menerima suaminya itu lagi, Freya tak mau terkena penyakit apalagi Gea sudah melakukan hubungan suami istri dengan banyak laki-laki.
"Iya aku tahu, setelah kita bercerai aku akan langsung menikahi dia Aku ingin kamu berteman lagi dengan Gea dia tidak salah apa-apa, aku yang salah semua orang menyalahkannya. Gea itu tak pantas untuk disalahkan Freya "
"Berteman lagi, kamu gila kamu memang benar-benar gila Dimas mana ada seorang perempuan yang mau berteman dengan perempuan yang telah menghancurkan rumah tangganya. Kamu memang benar-benar tidak memikirkan perasaanku Dimas, kamu memang egois di sini. Mau enak sendiri sana kejar perempuan yang kamu cintai itu, aku tidak peduli, mau kamu mengejarnya sampai ke ujung dunia pun atau ke alam kubur pun aku tak peduli "
"Aku berdoa semoga saja kalian berdua mendapatkan musibah yang sangat besar. Aku ingin rasa sakit ku ini terbalas dengan kehancuran kalian berdua, di dunia ini tidak akan mungkin bahagia terus Dimas, akan ada saatnya kamu disakiti atau kamu menyakitinya lagi"
"Aku juga sudah melupakan tentang kita berdua. Bahkan aku sudah menghancurkan semua foto kita berdua, tak ada gunanya juga semua itu hanyalah sampah untuk aku "
Freya melepaskan cincinnya dan memberikannya pada Dimas, semua cincin yang diberikan oleh Dimas Freya kembalikan lagi, cincin pertunangannya waktu itu, cincin pernikahannya dan cincin saat Dimas memberikannya kado.
"Ambil ini agar kamu bisa menjualnya lagi dan menjadikannya modal untuk kalian berdua bisa menikah. Sekarang kan modal menikah itu mahal jadi aku akan berikan perhiasan yang pernah kamu berikan cincin itu atau mungkin akan kamu pakaikan pada Gea. Dia pasti akan senang, Gea kan suka bekasku "
Freya melangkah pergi setelah mengatakan semua itu. Freya masuk ke dalam kamarnya dan tidak mau bertemu dengan siapa-siapa dulu. Dimas benar-benar membuatnya marah dan juga hatinya makin sakit lagi. Sebenarnya Dimas tidak usah mengakuinya, semuanya itu menyakiti hati Freya berlipat-lipat.
__ADS_1