Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 89 Tak akan mengalah


__ADS_3

Gea terbangun pagi-pagi sekali, tapi di sampingnya sudah tidak ada Dimas ke mana dia pagi-pagi sudah tidak ada. Gea bangkit dan mencari keberadaan Dimas tapi tidak ada, kemana Dimas Gea sangat takut sekali.


Gea yang ketakutan kalau Dimas akan pergi meninggalkannya mencarinya dan berteriak-teriak memanggil nama Dimas, tapi Gea malah menemukan sepucuk surat dengan gaun cantik dan juga tidak lupa dengan sepatunya. Gea suka sekali dengan semua kejutan ini.


Saat Gea mengambilnya ternyata itu surat dari Dimas yang isinya pasti akan sangat membuatnya lebih senang lagi.


Sayang temui aku di rooftop. Aku punya kejutan untukmu aku tunggu pakai gaun dan sepatu yang sudah aku berikan ini. Akan sangat cocok denganmu, akan sama juga dengan karaktermu aku tunggu ya.


Jangan lama sayang, aku menunggu kamu. Aku sudah menyiapkan segalanya. Kejutan ini pasti akan membuat kamu terkesima.


Senyum Gea langsung terbit, Gea senang sekali Dimas memberikannya kejutan. Gea bergegas membawa pakaian itu dan juga sepatunya Gea akan berdandan cantik sekali untuk menemui Dimas.


Sekarang apa yang sering Freya rasakan akan menjadi miliknya. Pasti Gea akan selalu bahagia dan juga tersenyum, Gea akan menjadi perempuan yang paling bahagia.


Sedangkan Freya dia ada di kamar dan melamun. Astuti yang memang sangat khawatir dengan menantunya itu masuk ke dalam kamar. Dari malam menantunya ini terus saja menangis. Astuti takut kenapa-napa.


"Freya kamu tidak boleh banyak pikiran, kamu sedang mengandung kan kamu harus selalu tersenyum jangan seperti ini. Mama jadi sangat khawatir kita ke rumah sakit ya cek keadaan kamu dan juga anak yang ada di dalam kandungan kamu itu. Jangan didiamkan seperti ini sayang. Ayo kita pergi kerumah sakit "


Freya tersenyum ke arah Ibu mertuanya dan menggelengkan kepalanya "Tidak Mah, aku baik-baik saja aku akan mengurus perceraianku dengan Dimas. Aku ingin mempercepat semuanya, aku ingin semua ini cepat selesai, aku tidak mau menunda-nunda lagi dan pada akhirnya banyak drama-drama yang muncul dalam hidupku ini, aku sudah pusing dengan semua drama itu aku ingin semua ini cepat selesai"


"Aku juga sudah ikhlas Dimas tak akan mungkin kembali lagi padaku. Aku pun sama halnya tak akan pernah mau kembali pada Dimas. Rasa sakit yang sudah Dimas berikan padaku begitu dalam sekali, jadi aku tak akan pernah lupa akan hal itu sampai kapan pun Mah "


Freya mengambil tasnya dan pergi begitu saja melewati ibu mertuanya. Astuti yang merasa bersalah atas keputusannya waktu itu untuk menyatukan kembali lagi anaknya dengan Freya, ternyata bukan ide yang bagus.


Itu malah membuat Freya makin sakit hati lagi, anaknya itu sungguh tidak tahu diri dia sudah mencaci maki Freya lalu anaknya. Apa sih yang dia harapan dari perempuan seperti Gea itu kenapa dia sampai tergila-gila apa Gea memasang susuk.


Astuti benar-benar tak habis fikir dengan tingkah anaknya itu. Awas saja jika nanti anaknya itu kembali dan meminta maaf tak akan dirinya maafkan.


...---------------...


Gea sudah ada di balkon, Gea melihat sudah ada sebuah meja lalu lampu-lampu dan juga bunga-bunga kecil pokoknya rooftop ini sudah dihias dengan sangat begitu cantik.


Saat dia melangkah lebih dekat lagi, taburan kelopak mawar berhamburan ke arahnya Gea berputar dan tersenyum. Kebahagiaannya makin bertambah-tambah saja. Gea melihat Dimas yang sudah ada di sana berdiri dengan sangat tampan sekali Dimas juga tersenyum ke arahnya.


Dimas benar-benar sudah membuatnya tergila-gila ketampanannya itu sudah membuatnya harus mencurangi sahabatnya. Gea tak bisa menahannya.


Dimas berjongkok dan memberikan cincin kembali pada Gea "Ini adalah cincin untuk pertunangan kita berdua, aku ingin kita selalu bersama, kita selalu seperti ini jangan sampai nanti ada yang memisahkan kita ya "


"Tapi cincin yang waktu itu juga sama kan untuk pertunangan kita, kenapa kamu memberikan dua kali. Tapi ini lebih cantik Dimas aku suka yang ini "

__ADS_1


"Aku suka melihat kamu memakai cincin, jadi aku membelinya kembali ini lebih cantik dari yang kemarin, dan lihatlah cincinnya saat dipakai di jarimu akan sangat cantik dan manis sekali. Aku suka jari mu ini sangat cantik jika dipakaikan cincin "


Gea sampai tersipu malu, Dimas bangkit dan membawa Gea untuk makan bersama. Mereka menikmati kisah cinta mereka yang dimulai dengan kesakitan orang lain.


Tapi mereka tidak peduli. Bahkan Gea saja tidak peduli dengan sahabatnya, mau Freya sakit hati mau Freya bunuh diri pun dia tidak peduli yang terpenting kebahagiaannya adalah nomor satu yang terpenting dunianya bisa terselamatkan.


Itu yang selama ini Gea fikiran apakah setelah kejadian kemarin, Gea akan terus mempertahankan Dimas apapun caranya. Tak akan mungkin dirinya melepaskan Dimas begitu saja.


"Dimas apakah nanti kita menikah bisa biasa-biasa saja. Ya maksudku sederhana saja aku tidak mau ada tamu tidak mau ada teman-temanmu juga, aku ingin kita berdua saja dan juga saksi serta penghulu saja itu sudah cukup untuk aku "


Dimas mengernyitkan keningnya bingung "Kenapa, kenapa kamu tidak mau ada tamu. Aku kan sudah mengatakan padamu kalau pernikahan kita ini akan sangat meriah sekali, bahkan akan lebih lebih dari saat aku menikah dengan Freya. Aku ingin membuat kamu bahagia kenapa kamu malah mau sederhana ada apa dengan kamu ini "


"Tidak aku hanya ingin sederhana saja, yang terpenting kita berdua sudah sah menjadi suami istri kan itu saja yang aku mau kamu setuju kan Dimas. Tolong kabulkan apa yang aku mau ini "


Bukan apa-apa Gea takut dari salah satu tamu itu ada yang datang dan itu laki-laki yang pernah melakukan hubungan dengannya, maksudnya ayahnya yang menjual dirinya pada laki-laki itu dan kejadian kemarin juga.


Gea sungguh takut nanti Dimas tiba-tiba meninggalkannya di pelaminan, itu sangat memalukan. Gea juga kan sudah berjanji akan menyimpan rahasia itu sendiri.


"Baiklah jika itu yang kamu mau. Tapi kamu yakin tidak akan pernah berubah pikiran aku sudah menyiapkan segalanya Gea, aku tak mau kamu goyah lagi "


"Aku yakin aku sudah memutuskan semuanya, aku hanya ingin menikah dengan sederhana saja aku tidak mau pernikahan yang terlalu mewah. Sederhana tapi bahagia itu sudah cukup, kita berdua saja tidak usah ada orang lain"


Dimas mencium tangan Gea dan menganggukkan kepalanya, mereka kembali melanjutkan menyantap makanan mereka tadi. Gea tak menyangka saja kalau dirinya dan juga Dimas bisa bersama seperti ini dengan waktu yang cepat sekali.


...----------------...


Gea yang sedang memasak malah mendengar seseorang yang sedang bertepuk tangan. Gea mengernyitkan keningnya siapa itu, saat dia berbalik ternyata itu adalah ibunya Dimas. Kenapa dia ada disini juga tak sopan lagi masuk langsung kedalam rumahnya ini.


"Hebat sekali kamu bersenang-senang di sini, sedangkan orang lain sedang menangis, sedang sakit hati, mana anakku jangan kamu sembunyikan terus anakku itu dasar perempuan tidak tahu diri ya "


Gea mematikan kompornya dan mendekati ibunya Dimas. Gea berhadapan dengan ibunya Dimas itu "Dimas tidak ada di sini, dia pergi bekerja ke rumah sakit, dia tidak mungkin kan setiap hari ada di dalam rumah. Dimas juga harus mencari uang mau makan apa nanti kami ini "


"Sudah berani ya, biasanya hanya menunduk dan menangis tapi sekarang sangat berbeda ingat satu hal Freya sedang mengandung, apa kamu tega merebut ayah dari anak yang akan lahir. Kamu juga bukan siapa-siapanya anakku kenapa anakku harus menafkahi kamu hah "


Gea menggelengkan kepalanya, tidak percaya akan semua itu. Gea benar-benar tidak percaya kalau Freya mengandung. Kalau iya dia mengandung mungkin Freya akan berbicara pada Dimas, tidak mungkin kan Freya menyembunyikan ini semua. Sungguh ini membuatnya sangat terkejut sekali. Rasannya Gea ingin menyangkal semuanya.


"Freya sekarang sedang mengandung dan kamu mengambil suaminya. Aku akan mendoakan mu agar kamu tidak pernah merasakan menjadi seorang ibu, agar kamu tidak pernah merasakan bagaimana nanti melahirkan seorang anak, dan aku akan mendoakan Dimas anakku agar menyesal karena telah menikah denganmu, karena kamu tidak bisa memberikannya keturunan"


"Dimas akan menyesal menikah dengan kamu suatu saat nanti, karena suatu hal yang besar. Aku yakin itu akan ada saatnya kamu hancur. Karena seorang pelakor itu tak akan ada bahagianya sampai kapan pun kamu akan menderita karena perbuatan kamu Gea"

__ADS_1


"Kamu sudah menghancurkan hidup Freya dan menghancurkan anak yang ada dalam kandungannya, juga Irsyad kamu hancurkan. Sekarang anak yang ada dalam kandungannya pun akan kamu hancurkan karena kamu sudah merebut ayahnya. Suatu saat kamu tidak akan pernah merasakan menjadi seorang ibu, ingat itu doa aku tidak mungkin tidak terkabul semuanya akan terkabul kamu akan merasakan semuanya"


"Nikmati saja sekarang kamu yang selingkuh dengan suami Freya, habiskan waktu kalian sampai Dimas benar-benar bosan. Aku yakin Dimas akan kembali memohon-mohon untuk kembali pada Freya suatu saat nanti akan meninggalkanmu. Kamu itu hanya Perempuan yang datang sesaat padanya, kamu itu bukan orang yang dari nol menemaninya"


"Aku benar-benar kecewa dengan kamu Gea wajahmu polos tapi kelakuan mu minus sekali, rasannya aku ingin membunuhmu kalau tidak ada hukum sudah aku habisi kamu ini "


"Aku hanya ingin memberitahu itu saja, apakah kamu memang seorang perempuan apakah kamu punya hati. Jadi kalau kamu mendengar Freya yang hamil bagaimana apakah kamu akan meninggalkan anakku atau bagaimana. Aku hanya ingin memberitahu kebenaran itu sebenarnya Freya menyuruhku untuk tidak memberitahu kepada siapa-siapa, tapi aku sudah muak melihat kebahagiaanmu yang sudah mengambil suami orang lain"


"Renungkan saja semuanya. Aku ingin tahu perempuan sepertimu apakah akan mengalah atau akan terus maju, karena kalaupun kamu sampai menikah dengan Dimas aku tidak akan pernah menerimamu. Bahkan aku akan mencoret Dimas dan aku tidak akan pernah menganggap Dimas sebagai anakku lagi sampai kapanpun itu"


"Tidak sudi aku memiliki menantu sepertimu, yang ada aku akan menanggung malu di mana-mana. Seorang pelakor itu tidak boleh diberi hati ataupun diberi jalan, karena kalau sampai aku melakukan itu sama saja aku ini orang bodoh. Orang sepertimu harus dihakimi Gea, tidak bisa bahagia di atas penderitaan orang lain"


"Kenapa aku saja yang disalahkan, kenapa aku yang selalu dimarahi "


"Hey masih mau mengelak dan ingin dikasihani, kalau kamu tak meladeni Dimas ini semua tak akan pernah terjadi Gea"


"Ya aku lelah terus disalahkan, kenapa aku terus "


"Fikir saja sendiri, benar-benar perempuan bodoh kamu ini. Jangan sok polos dihadapan ku. Nyatanya kamu perempuan bejat kan yang tak punya hati. Sudah tahu suami sahabatmu mah diambil sehat kamu"


"Aku tak akan mengalah "


Astuti mendekati Gea dan menampar Gea dua kali. Lagi-lagi Gea menangis seperti biasa air mata buayanya keluar. Tapi Astuti yang belum puas kembali menampar Gea.


"Ini belum apa-apa jangan sampai kamu memancing emosiku lebih dalam dan aku akan membawa pisau untuk menusuk mulutmu itu dan menghancurkan wajah sok polos mu itu "


Astuti melangkah pergi dari apartemen itu, Astuti marah sekali dengan Gea yang seperti tidak mau mengalah bukannya beritahu Dimas untuk bisa kembali dengan istri malah seperti itu.


Kita lihat setelah diberitahu kalau Freya mengandung apakah Dimas akan kembali apakah perempuan itu akan memberitahunya, aku ingin melihat saja apakah masih ada belas kasihan di hatinya Gea atau masih tetap teguh dengan pendiriannya dan merebut suami orang lain.


Gea yang menangis mendengar semua itu tidak percaya kalau Freya telah mengandung anak Dimas tidak mungkin kan, Freya sudah punya Irsyad kenapa dia harus hamil lagi kenapa kebahagiaannya harus seperti ini tapi Gea tidak akan mengalah, Gea tak akan pernah mau mengalah untuk Freya sampai kapan pun itu.


Seperti yang sudah Gea katakan, Gea tidak akan pernah mundur, Gea akan tetap diam dan bertahan. Gea tidak mau tiba-tiba saja nanti dia hamil dan Dimas sudah bahagia dengan Freya, Gea harus minta tanggung jawab pada siapa selain Dimas. sekarang yang mencintai Gea hanya Dimas yang mau menerima Gea apa adanya hanya Dimas saja kan.


Maka Gea tak boleh menyia-nyiakan semua itu. Gea harus tetap teguh dengan pendiriannya. Gea tak mau menderita dan mengurus anak ini sendirian nantinya kalau dirinya sampai hamil.


Meskipun ibunya Dimas sudah menyumpahinya untuk tidak merasakan sebagai seorang ibu. Tapi tetap saja Gea takut sekali kalau dia tiba-tiba hamil.


"Tidak aku tidak akan pernah mau, aku tidak akan melepaskan Dimas aku tidak peduli Freya hamil atau apapun aku tidak akan pernah membicarakan hal ini pada Dimas. Freya belum bicarakan maka aku tidak akan mengatakan apapun pada Dimas, aku akan bungkam dan aku akan terus mengikuti apa yang aku mau"

__ADS_1


"Aku tidak mau sampai nanti aku melepaskan Dimas tapi aku malah menyesal. Tidak aku tidak akan pernah melakukan itu Dimas harus tetap menjadi milikku, dia hanya untuk aku saja "


Gea mengusap air matanya, Gea harus bisa kuat. Gea tak peduli mau dipukul berapa kali pun oleh ibunya Dimas yang terpenting hidupnya bahagia.


__ADS_2