
Freya yang sedang meeting mendapatkan sebuah pesan dari Amar. Freya langsung membukanya dan malah ada emoticon love dan juga kata-kata cinta dari Amar. Freya yang tidak mau terlena lagi langsung keluar dari pesan itu.
"Maaf Pak kita langsung lanjutkan saja ya"
"Tentu Bu Freya, mari kita selesaikan semuanya "
Freya segera melanjutkan meeting nya, dia akan fokus dengan pekerjaannya. Freya akan mengesampingkan dahulu tentang masalahnya dengan Amar. Freya benar-benar tidak bisa kembali lagi dengan Amar kalaupun dipaksakan nanti neneknya Amar malah akan meledak-ledak marah padannya.
Freya tidak mau malah anaknya nanti yang akan menjadi korbannya. Freya ingin mendapatkan pasangan yang keluarganya juga menerima keadaannya dan juga kedua anaknya.
Freya tidak mau bahagia di atas penderitaan anak-anaknya, mungkin Freya nanti dengan Amar akan bahagia tapi anak-anaknya bagaimana akan dibenci oleh neneknya Amar sampai kapanpun.
Baru saja memikirkannya Freya sudah takut. Lebih baik tak menikah saja dari pada harus mengecewakan anak-anaknya demi kebahagiannya sendiri.
...----------------...
"Helena ayo pulang"
Helena segera menghampiri kakaknya, dia berlari dengan cepat dan masuk ke dalam mobil. Sudah lama Helena menunggu Kakaknya datang Helena kira akan Ayahnya yang menjemput.
"Aku kira akan Ayah yang datang kemari, ternyata kakak "sambil menundukkan kepalanya.
"Sudahlah mulai sekarang kakak yang akan menjemputmu dan mengantarmu juga, kamu tahu sendiri kan Mama dan juga Ayah sedang ada sedikit masalah. hadi kamu harus mengerti dan jangan terus membuat Mama sedih ya "
"Sampai kapan sih masalah itu akan selesai, kenapa tidak ada selesai-selesainya padahal aku sangat rindu dengan ayah. Aku ingin memeluk Ayah, aku sudah rindu tidur dengan Ayah dan dibacakan dongeng juga oleh Ayah "
"Sudahlah Helena jangan membahas itu, kamu hanya perlu mengikuti apa keputusan Mama. Kamu tak boleh terus seperti ini "
__ADS_1
"Iya, tadi aku bertemu dengan paman Dimas. Dia datang kesekolah "
Irsyad tentu saja langsung mengerem mobilnya. Untung saja di belakang tidak ada kendaraan lain. Irsyad langsung menepikan mobilnya dan menatap adiknya "Maksud kamu Helena "
"Iya yang kata Mama kalau dia adalah Ayah kandungku. Dia datang ke sekolah dan mengajakku mengobrol kami banyak bicara, dia seperti sedang butuh teman berbicara saja "
Irsyad menjalankan mobilnya kembali "Tapi kamu tidak apa-apakan, dia tidak melukai kamu kan Helena"
"Tidak kami hanya mengobrol saja kok, tak ada yang kami lakukan selain itu apalagi ada ibu guru yang mengawasi "
"Jangan terlalu dekat"
"Tidak aku tidak terlalu dekat, kenapa semuanya membingungkan ya Kak "
"Membingungkan bagaimana"
"Ya kalaupun kamu bertemu dengan kedua orang itu, lebih baik kamu hindari saja. jangan kamu dekati. Mereka itu tak baik "
"Baiklah aku tidak akan mendekatinya apakah kakak pernah didatangi oleh mereka berdua "
"Tidak kakak tidak pernah "
Helena hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja, dia tidak bertanya apa-apa lagi pada kakaknya.
...----------------...
Pagi harinya baru saja Freya duduk Amar datang dan duduk di sampingnya. Freya begitu kesal kenapa tiba-tiba ada Amar disini. Untung saja Helena dan juga Irsyad sudah pergi ke sekolah.
__ADS_1
Freya langsung bangkit dan akan pergi meninggalkan meja makan itu, tapi Amar langsung menahan tangannya. Mama Astuti juga sama menahannya.
"Jangan pergi dulu Freya, aku tahu nenek memiliki masalah dengan pernikahan kita. Dengarkan aku dulu jangan pergi kemana-mana. Kalau kamu tetap diam di sampingku pasti semuanya akan baik-baik saja, kita akan berjuang sama-sama untuk mendapatkan hati nenek semuanya pasti akan baik-baik saja Freya"
Freya langsung menatap Amar "Aku tidak mau menikah dengan kamu Amar, sudahi saja hubungan ini. Aku tidak mau berlarut larut dalam masalah ini, aku akan fokus bekerja dan fokus dengan anak-anakku saja. Sudahlah semuanya sudah berakhir tidak perlu ada yang kita perjuangkan lagi"
"Pasti ada sesuatu yang nenekku katakan dan itu membuat kamu terus menolakku apa bicara padaku, apa alasannya Freya jelaskan padaku biar aku mengerti jangan diam saja seperti ini "
"Tidak ada alasannya dan tidak perlu ada yang aku jelaskan. Semuanya sudah berakhir Amar, aku sudah berbicara dengan nenekmu dan ya seperti itulah. Intinya kita tidak bisa menikah, kita tidak bisa bersama. Lebih baik kamu ikuti saja kemauan nenek kamu itu "
Freya langsung pergi meninggalkan Amar, sedangkan Amar masih duduk bersama Mama Astuti.
"Mama mau mendukung Amar kan untuk mendapatkan Freya lagi. Mama akan terus ada disamping Amar kan "
"Tentu saja Mama akan terus mendukung kamu. Mama ingin melihat Freya bahagia, Mama ingin melihat Freya kembali seperti dulu lagi yang ceria tidak suka marah-marah, pokoknya Mama ingin Freya yang dulu"
"Iya Mah aku juga ingin melihat Freya selalu bahagia, aku tulus mencintainya, ini hanya masalah nenek saja kalau saja Freya mau ada di sampingku pasti nenek akan percaya dengan cinta kami berdua. Dan dia juga akan luluh sendiri tapi sepertinya Freya memang sudah tidak mau berjuang lagi denganku"
"Jangan berkata seperti itu Amar, Freya hanya sedang marah nanti juga dia akan memikirkan semuanya. Aku yakin Freya sangat mencintaimu Amar, dia akan kembali padamu. hanya perlu waktu saja. Nenekmu terlalu egois dalam masalah ini, aku awalnya begitu senang saat mendengar kalau nenekmu sudah setuju dengan pertunangan kalian berdua. Meskipun dia tidak bisa datang tapi saat mau menjelang pernikahan malah seperti ini"
"Memang seperti itulah nenek, dia memang gampang berubah pikirannya makanya waktu itu aku tidak mau bertunangan ingin langsung menikah saja agar nenek tidak berubah pikiran dan sekarang sudah terlanjur juga. Aku tidak mau memaksakan sesuatu yang tidak diinginkan oleh Freya dia mau tunangan dulu maka aku ikuti"
"Yang sabar ya coba kamu sekarang bicara dengannya, siapa tahu dia sudah memikirkan segalanya siapa tahu dia akan luluh lagi dengan kamu. Mama tahu betul bagaimana Freya, Freya sudah mencintai mu Amar, pasti dia akan menerima kamu lagi, kalian akan bisa bersama lagi "
Amar menganggukkan kepalanya dan segera pergi ke arah kamar Freya semoga saja Freya mau mendengarkan dirinya. Amar tak mau semua ini berakhir. Amar harus mendapatkan kembali hari Freya. Freya begitu berarti untuk hidupnya.
Amar juga tak bisa harus meninggalkan Helena, Amar sudah terikat dengan Helena.
__ADS_1