Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 22 Akan terus mempertahankan


__ADS_3

Freya pulang dengan perasaannya campur aduk, suaminya masih marah tadi Freya mencoba untuk meneleponnya tapi sama sekali tidak diangkat. Freya menjadi lelah sendiri. Suaminya ini kenapa sih tidak tahu situasi sekali.


"Freya Mama mau bicara, kemarilah sebentar. Ini begitu penting sekali sayang sampai-sampai tidak bisa ditahan lagi oleh Mama"


Freya menatap Ibu mertuanya dan mengagumkan kepalanya. mereka berjalan ke arah taman di sana juga sudah ada teh. Freya langsung meminumnya karena memang sangat lelah sekali. Sebenarnya Freya ingin istirahat mengistirahatkan tubuhnya ini.

__ADS_1


"Kenapa kamu sampai setuju dengan Dimas keluar dari rumah sakit. Seharusnya kamu tidak boleh setuju dengan hal itu, kamu tahu sendiri kan Dimas dapetin pekerjaan itu susah banget bahkan sekolah pun susah"


Pasti suaminya sudah bilang pada Mamanya, Freya jadi binggung sendiri kan "Serba salah Ma, sekarang Freya mau tolak atau ga setuju dengan apa yang Dimas mau dia malah marah sama Freya. Mama tahu sendiri kan gimana watak Dimas. Dimas itu harus diikuti terus harus terus didukung "


Astuti menganggukan kepalanya, dia tahu anaknya itu memang sulit dan ingin semaunya saja kalau mau seperti itu ya harus seperti itu "Iya Mama tahu tapi kamu kenapa ga bilang sama Mama, mungkin Mama bisa larang dia kan. Mama bener-bener kaget tahu waktu Dimas bilang kayak gitu, kalau dia keluar dari rumah sakit. Mama udah lemes banget"

__ADS_1


"Freya juga kemarin mau bilang sama Mamah, tapi Freya udah capek Mah Freya pengen istirahat. Tadi pagi aja Freya kan telat sekarang aja Dimas lagi marah gara-gara Freya kerja. Sebenarnya Freya tuh harus gimana sih Mah Freya kerja salah ga juga salah. Dimas izinin Freya buat kerja tapi kalau Freya kerja Dimas selalu aja buat masalah dan marah-marah seperti itu" akhirnya Freya mengatakannya juga pada ibu mertuanya ini. Karena saking sudah pusingnya Freya mengatakan semuanya pada Ibu mertuanya ini.


Astuti mengusap tangan menantunya, Astuti sangat mengerti sekali bagaimana posisi menantunya ini " Maafkan anak Mama ya memang Dimas itu seperti anak kecil, susah sekali diurus. Ya sudahlah kalian perbaiki dulu saja hubungan kalian itu, tolong Mama minta kamu sabar ya sama Dimas. Kalau ga sama kamu Dimas sama siapa lagi sayang kamu yang hanya bisa ngertiin dia "


Freya hanya menganggukan kepalanya saja tidak tahu harus menjawab apa. Pasti Freya harus membujuk Dimas dengan keras, nanti kalau misalnya Freya keluar dari tempat kerja itu dan usaha Dimas ga berhasil mereka mau makan.

__ADS_1


Dimas harusnya memikirkan itu semua kan, Freya tidak bisa gegabah keluar dari tempat kerjanya hanya karena Dimas yang marah. Freya harus memikirkan kedepannya.


Bukannya tak percaya dengan Dimas. Belum tentu kan Dimas akan berhasil dalam buka praktek ini. Apalagi banyak saingan. Susah ah bicara dengan suaminya. Pokoknya Freya akan tetap mempertahankan pekerjaannya ini.


__ADS_2