Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 27 Berubah fikiran


__ADS_3

"Aku harus pergi bekerja Dimas. Apakah kamu bisa bantu aku untuk mencari Gea. Aku akan menolongnya karena aku masih punya hati. Aku tidak mungkin membiarkannya begitu saja"


"Kamu yakin, kamu nanti kalau ketemu sama dia ga akan marah " Dimas mencoba untuk menyakinkan lagi, Dimas sudah tahu bagaimana cerita masa lalu mereka begitu menyakitkan dan sulit untuk dilupakan juga.


"Aku ga akan marah, semua itu kan cuman masa lalu. Aku udah punya kamu dan aku yakin kamu ga akan mungkin berpaling dari aku kan. Kamu akan terus ada sama aku "sekarang Freya yang meyakinkan suaminya.


Dimas mengusap rambut istrinya dan mencium kening sang istri "Tentu saja, mana mungkin aku akan berpaling darimu. Aku tidak akan sebodoh itu. Kamu bisa pegang kata-kata aku sayang "


"Baiklah aku pergi dulu ya "


Freya mencium pipi suaminya dan segera masuk kedalam mobil. Freya ingin melupakan masa lalu itu dan berdamai juga. Jadi Freya memutuskan untuk menolong Gea.


Mau bagaimana pun Gea adalah sahabatnya, ya dulu sahabatnya. Freya tidak mungkin mengabaikan keadaan Gea yang seperti itu. Freya tak tega semoga saja Gea sudah berubah dan tak merebut apa yang Freya punya.

__ADS_1


Freya juga percaya Dimas tak akan mungkin mau dengan Gea. Dimas akan selalu setia dengannya dan selalu ada untuknya.


Dimas sendiri sekarang sedang mencoba untuk menghubungi hotel yang kemarin. Untungnya langsung diangkat juga kan.


"Hallo aku Pak Dimas dokter yang kemarin mengadakan pertemuan "


"Aku ingin bertanya sesuatu "


"Ya aku ingin tahu alamat rumah Pak Erik bisa kamu memberitahunya. Laki-laki yang membawa anaknya, perempuannya seumuran 30 tahunan lah"


Dimas menghembuskan nafasnya. Tak diberikan, mereka tak memberikan alamat rumah laki-laki tua itu. Dimas masuk kedalam rumah dan akan mencari lagi nanti. Semoga saja perempuan itu akan ketemu, semoga saja juga hubungan istrinya dengan perempuan ini akan kembali lagi baik-baik.


...--------------...

__ADS_1


Gea sudah ada didepan rumah sakit, Gea masuk dengan perasaan tak karuan, apakah yakin Gea akan mengugurkan anaknya ini.


Apakah Gea siap merasakan rasa sakitnya. Gea mulai ketakutan. Apalagi memikirkan kalau sampai nanti sakitnya terus menerus dan Ayah tirinya malah menjualnya.


Gea yang baru sampai didepan suster langsung kembali lagi, Gea keluar lagi dari dalam rumah sakit "Aku tidak bisa kalau harus melakukan ini, aku takut sakit. Aku belum siap aku harus mempersiapkan dulu hatiku dan juga semuanya "


"Aku tak bisa gegabah seperti ini. Apakah aku harus melahirkan anak ini saja "


"Akan aku fikirkan, kalau misalnya dilahirkan nanti akan aku kemana kan anak ini. Aku harus pulang dulu sekarang takut Ayah nanti tahu aku tak ada didalam rumah "


Gea memberhentikan taksi dan menunjukan alamatnya. Gea menjadi takut dan mengurungkan niatnya untuk mengugurkan anak ini.


"Aku akan fikirkan nanti bagaimana kedepannya yang terpenting aku sekarang pulang dulu saja. Semoga saja semuanya akan baik-baik saja dan Ayah bisa menerima anak ini tanpa membuatnya sengsara seperti aku" gumam Gea tak mau sampai terdengar oleh Pak sopir yang didepan.

__ADS_1


Dipikir-pikir Gea kasian juga dengan anak yang ada didalam kandungannya ini. Kalau misalnya digugurkan apakah Gea nanti akan mempunyai anak lagi. Karena Gea yakin tak akan pernah ada lelaki yang mau dengannya. Apalagi bekas seperti ini.


__ADS_2