
Irsyad yang baru saja pulang ke rumah dikagetkan dengan seorang perempuan yang berdiri di gerbang depan rumahnya.
Irsyad langsung membawa mobilnya masuk, saat Pak satpam membuka pintu gerbang perempuan itu nyelonong masuk begitu saja. Irsyad tidak bisa berteriak pada Pak satpam untuk menutupnya. Karena dia sudah terlanjur masuk dan mengejar mobil Irsyad.
Pasti akan ada pertengkaran Irsyad yakin itu kenapa harus ada perempuan itu sih, Irsyad tak pernah berfikir kalau dia akan senekat itu.
Freya juga yang melihat itu bingung siapa itu. Freya benar-benar tidak mengenal perempuan itu, baru pertama kalinya Freya melihatnya "Irsyad siapa dia, kamu kenal. Apa mungkin temanmu itu "
Irsyad hanya menghela nafasnya dan memijat kepalanya "Itu perempuan yang Irsyad katakan pada Mama, lebih baik Mama, Nenek dan juga Helena masuk ke dalam rumah ya. Biar Irsyad yang menangani perempuan itu. Biar Irsyad yang menurutnya pulang sekarang juga "
"Ingat kata-kata Mamah jangan pernah kasar dengan perempuan, kamu harus bisa tahan emosi kamu Irsyad"
"Iya Ma iya Irsyad masih ingat, Irsyad pasti akan mencoba menahan emosi Irsyad ini "
Freya segera menggendong anaknya untuk masuk ke dalam rumah Freya juga melihat perempuan itu yang menundukan kepalanya. Mama Astuti juga langsung ikut masuk karena ucapan cucunya dia tidak mau ikut campur mungkin mereka ini pacaran.
Lagi ada masalah makannya perempuannya yang datang. Mama Astuti sangat tahu bagaimana sifat cucunya ini.
Setelah Irsyad memarkir mobilnya, Irsyad langsung menghampiri perempuan itu dengan raut wajah yang tidak suka dan kesal. Padahal Irsyad mau langsung tidur, tapi malah datang perempuan tidak tahu diri ini.
"Mau apa sih ke sini nggak malu, tiba-tiba aja langsung nyelonong kerumah orang "
Laila malah menangis, Laila yang akan memeluk Irsyad tidak bisa karena Irsyad langsung menggeser tubuhnya dan otomatis Laila hanya memeluk angin saja. Tak akan mungkin Irsyad membiarkan Laila memeluknya.
"Pulang sekarang jangan ganggu keluargaku, apa kamu ingin aku laporkan ke kantor polisi karena sudah mengganggu ketentraman hidupku ini, aku bisa kapan saja melaporkan kamu ya. Jangan jadi perempuan murahan deh, ngejar-ngejar laki-laki ga tahu malu banget deh "
Laila langsung menggelengkan kepalanya. Dia masih belum mau bicara. Laila masih menangis di hadapan Irsyad, tapi Irsyad sama sekali tidak iba. Irsyad sudah biasa melihat Laila yang menangis di hadapannya.
Pertama kali Laila mengutarakan cintanya pada Irsyad dan Irsyad menolaknya Layla menangis seperti ini, memang awalnya Irsyad iba tapi makin hari makin ke sini Irsyad bukannya iba malah risih karena setiap menolaknya Laila akan menangis.
"Kenapa kamu harus lakuin ini sama aku, kenapa kamu tega banget sama aku. Padahal aku yang udah berjuang untuk kamu. Tapi kamu malah seperti ini sama aku Irsyad "
"Memangnya apa yang aku lakuin, aku nggak pernah lakuin apa-apa sama kamu, lebih baik kamu pergi deh dari sini. Aku nggak mau ketemu sama kamu. Kamu ini jangan jadi benalu deh dalam hidup aku, udah jelas-jelas aku ini nggak suka sama kamu tapi kamu terus aja ngejar-ngejar aku. Aku udah jelasin dari yang baik-baik sampai aku berkata seperti ini padamu. Tolonglah jangan terus pancing emosiku ini, aku tak akan pernah bisa terus menahan emosi ku ini tahu "
"Tapi aku tidak bisa melupakan kamu Irsyad, aku tidak bisa aku sampai datang ke rumahmu begini karena mendengar kalau kamu sudah punya pacar, siapa pacar kamu siapa Irsyad kenapa kamu tega sama aku. Aku begitu mencintai kamu tapi apakah ini balasan kamu sama aku Irsyad "
"Hah apa khianatin kamu, nggak salah denger nih telinga. Sejak kapan kita punya hubungan kita nggak pernah jalin hubungan, jadi mau aku punya pacar atau enggak itu bukan urusan kamu. Mau aku hubungan sama siapapun aku nggak usah bilang sama kamu dan mikirin perasaan kamu, karena kamu juga bukan siapa-siapa aku kok"
__ADS_1
"Tapi aku nggak bisa tiba-tiba lupain kamu, aku ga bisa. Tolong jangan buat aku sakit hati, kalau ga boleh kan aku lihat pagar kamu itu. Aku pengen tahu siapa sih yang udah dapetin hati kamu ini "
"Bukannya ga bisa, kamu itu belum coba. Coba dulu aja buat lupain aku pasti bisa kok ke depannya ga akan terus ngejar-ngejar kayak gini, memangnya kamu sebagai perempuan nggak malu ngejar-ngejar laki-laki kalau aku sih bakal malu ya, aku mungkin nggak akan pernah punya muka. Pulang sana jangan ada disini aku muak liat wajah kamu "
"Ga bisa, sebelum aku tahu dulu siapa perempuan yang udah rebut kamu dari aku " sambil menggelengkan kepalanya dengan kuat
Freya yang memang penasaran apa yang terjadi segera keluar rumah. Freya melihat kalau perempuan yang ada di hadapan Irsyad itu sedang menangis. Apakah Irsyad memarahinya.
"Irsyad kenapa tidak membawa temanmu ke dalam rumah saja, tidak enakan berbicara di sini nanti kalau misalnya ada yang mendengar bagaimana. Ayo bawa teman kamu ini masuk dulu kedalam rumah "
"Enggak mah, udah cukup kok di sini, ini bukan masalah besar ini hanya cuman masalah kecil aja dan dia membesar-besarkan segalanya. Satu lagi dia juga bukan temen aku ma, mana mungkin aku punya temen kayak dia "
Freya mendekati perempuan itu dan mengusap punggungnya "Nama kamu siapa, kenapa menangis seperti ini"
Laila langsung menghapus air matanya dan mengangkat kepalanya sambil menata Freya "Nama aku Laila tante, mungkin Tante tadi dapat pesan di ponsel tante dari aku, itu aku Tante aku pengen deket aja sama mamanya Irsyad. Maaf kalau aku ga sopan tiba-tiba kasih pesan sama Tante "
Freya mengangguk-anggukkan kepalanya, sebenarnya dia sudah tahu dari Irsyad tapi ya tidak mungkin lah Freya langsung berbicara kalau dia tahu Layla.
"Begitu ya, ini sudah sangat malam lebih baik kamu pulang bagaimana dengan orang tua kamu kalau tau mereka akan sangat khawatir dengan keadaan kamu. Seharusnya kamu tidak pergi ke rumah seorang laki-laki semalam ini tidak baik, apakah kamu tak takut "
"Seharusnya kamu mengerti kalau Irsyad sudah mengacuhkan panggilan kamu berarti dia sedang sibuk, dia sedang menghabiskan waktunya dengan keluarganya. Irsyad kan punya keluarga dia pasti akan menghabiskan waktu dengan keluarganya atau tidak Irsyad akan belajar. Lebih baik kamu pulang dan istirahatlah mungkin akan tante pesankan kamu taksi saja ya agar tante juga tenang. Kamu harus segera pulang tak bisa terus disini "
"Bisakah Irsyad saja yang mengantarku pulang, aku ingin pulang bersama Irsyad saja "
Irsyad langsung menggelengkan kepalanya, Freya yang mengerti langsung menganggukan kepalanya dan menyuruh anaknya tenang. Freya tak mau malah nanti ada pertengkaran lagi.
"Tidak bisa, Irsyad harus istirahat. Dia baru saja tadi menyetir tante tidak akan tega kalau harus menyuruh Irsyad mengantarkan kamu pulang, ya sudah dengan sopir Tante saja kamu pulangnya ya agar tenang. Nanti juga tante di sini nggak kepikiran kamu terus, kamu tenang aja kamu akan diantar sama rumah kamu"
Lagi-lagi Laila malah menggelengkan kepalanya "Aku maunya Irsyad yang anterin aku pulang Tante, sekali ini saja, aku ingin rasannya satu mobil dengan Irsyad"
"Jangan ngelunjak ya, masih untung mama gue mau anterin lo pakai supir kita, dasar perempuan ga tahu diri. Ga punya malu juga lagi "
"Irsyad jangan kasar"
"Dia kalau ga di kasari kayak gini bakal ngelunjak mah, dia akan tetap kayak gitu. Dia tuh emang nggak tahu diri dikasih hati minta jantung, ga akan pernah bisa diajak komunikasi dengan benar perempuan ini mah, sekalian aja laporin ke kantor Polisi lah. Irsyad itu udah risih digangguin sama dia. Perempuan ini tuh udah sama kayak penguntit mah, lebih baik laporin aja kalau dibiarin akan terus seperti ini tak akan pernah ada perubahannya "
Freya mengusap tangan anaknya untuk tenang. Freya tidak mau ada pertengkaran di antara dua remaja ini, pasti masalah ini bisa diperbaiki dengan benar.
__ADS_1
"Pak " teriak Freya pada sopir yang bekerja di rumahnya kebetulan sekali dia lewat.
"Iya Bu, ada yang bisa saya bantu"
"Tolong antarkan temannya Irsyad untuk pulang ya, dia tadi ke sini tapi Irsyad nggak ada. Tolong antarkan ke rumahnya sampai selamat ya "
Laila lagi-lagi menggelengkan kepalanya dengan sangat kuat, dia memohon pada Freya untuk Irsyad saja yang mengantarkannya. Bahkan tangan Freya sampai digenggam erat oleh Laila, Freya juga sampai kesakitan.
Tapi Freya langsung menarik tangan Laila untuk masuk ke dalam mobil. Untung saja Pak sopirnya itu langsung mengunci pintunya dan Laila tidak bisa turun, Freya melihat anak perempuan itu menangis lagi.
Setelah mobil pergi Irsyad mengacak-acak rambutnya dengan kesal "Lihat mah dia tuh udah bener-bener keterlaluan banget, ini tuh udah ganggu privasi aku banget bahkan tanpa aku kasih tahu pun dia tahu rumah aku mah, dia tuh udah jadi penguntit aku kalau kayak gini terus ga bisa tahan ma, belum di tempat kuliah aku diganggu, belum dia datang ke rumah. Pokoknya dia tuh udah hancurin semuanya deh"
"Apa kamu mungkin pernah memberikan sebuah janji sama dia sebelumnya"
"Ga pernah mah, buat apa sih Irsyad ngasih janji-janji palsu sama perempuan, kalau Irsyad suka sama dia mungkin Irsyad juga udah nyatakan perasaan Irsyad dari dulu. Tapi ya Irsyad nggak punya perasaan, kalaupun dipaksain semuanya nggak akan bener mah semuanya malah akan kacau. Irsyad nggak mau kalau harus nyakitin hati perempuan dengan pura-pura jatuh cinta sama dia"
"Teman-teman kamu juga udah tahu tentang kejadian ini"
"Ya pastinya udah mah, mereka juga risih kalau misalnya Laila datang deketin aku. Karena kalaupun ada perempuan yang deket sama aku, misalnya satu kelompok sama aku nih ya mah dia bakal marah-marah sama perempuan itu gimana coba mah jadi Irsyad kadang malu. Irsyad itu ga punya hubungan sama dia, tapi dia benar-benar kayak mengekang Irsyad mah"
"Kamu mau pindah kuliah aja"
Tentu saja Irsyad tidak bisa pindah begitu saja, sudah banyak teman di sana sudah ikut kegiatan juga, Irsyad tidak mau harus bersosialisasi lagi dengan teman-temannya yang baru. Dan percuma juga kalau pindah, Irsyad yakin Layla nanti akan mengikutinya juga dia akan pindah kuliah juga.
"Percuma mah kalau pun Irsyad pindah dia akan mengikuti Irsyad juga mah, dia tuh udah benar-benar keterlaluan kalau bisa sih laporin aja ke kantor polisi"
Freya menggandeng tangan anaknya untuk masuk ke dalam rumah "Kamu nggak bisa gegabah kayak gitu, nanti kalau udah sangat fatal fatal banget baru kita lapor polisi ya"
"Ini sudah fatal banget mah, Irsyad udah nggak kuat "rengek Irsyad yang memang sudah benar-benar tidak bisa menghadapi Layla sendirian.
"Lebih baik sekarang kamu tidur dulu saja, ganti nomor telepon jangan pernah ada yang tahu selain teman dekat kamu begitu saja lah dan dosen kamu jangan lupa kasih tahu nomor baru kamu, takutnya dia menghubungi kamu tapi nomor kamu nggak aktif, siapa tahu dengan cara itu dia bisa mengganggu kamu dulu kan"
"Akan bisa coba, Irsyad benar-benar bingung dengan tingkah perempuan yang satu itu. Irsyad malah jadi takut nanti kalau punya pacar"
"Jangan pernah takut kalau punya pacar, kamu juga nanti suatu saat harus menikah"
Irsyad mendengar kata itu saja sudah takut takut nanti malah akan dikhianati oleh pasangannya, tapi untuk menyenangkan hati mamanya Irsyad mengganggukan kepalanya.
__ADS_1